"Kak Antaaaaaa... Raja mau pipis tuh ada Abang Item gangguin Raja," rengek Raja.
Anak laki-laki yang kini berusia lima tahun itu juga memiliki kemampuan yang sama seperti Anta. Sayangnya, Raja masih sedikit takut jika bertemu hantu yang menyeramkan. Meskipun Anta berkali-kali mencoba memberinya pengarahan.
"Siapa sih? jangan-jangan Lee yang gangguin kamu," ucap Anta.
Kaki kecilnya melangkah menemani Raja menuju toilet tersebut. Di dalam sana terlihat Lee anaknya Shinta dan Om Item sedang berjongkok mencari sesuatu di balik kloset.
"Lee, kamu ngapain?" tanya Anta.
"Hehehee... ini tikus enak...," sahut Lee.
Meskipun tubuhnya besar dan mulai tumbuh rambut di sekujur tubuhnya tapi sifat Lee sangat kekanak-kanakan. Gaya bicara dia juga masih seperti anak berusia di bawah lima tahun. Lee sedang berkunjung ke rumah Doni dan Tasya bersama orang tuanya. Hebatnya Lee, dia bisa menembus dinding seperti ayahnya.
"Idih, Lee lepas, gak?" pinta Anta.
"Gak mau, ini enak!" Lee langsung melahap tikus di tangannya itu dan mengunyahnya.
Sontak saja Raja langsung mual dan menyemburkan isi makanan dalam perutnya ke wajah Lee. Giliran Anta yang mencoba bertahan. Tapi ia tutup segara pintu kamar mandi tersebut dengan lantangnya.
"Lee jorok! menyebalkan, Anta gak suka!"
Anta melangkah dengan kesal menuju ruang TV. Malam itu Tante Dewi sedang pergi bersama Andri untuk memenuhi undangan pernikahan rekan bisnis Andri. Tante Dewi sendiri sudah kembali bekerja di Rumah Sakit Keluarga yang dulh milik Arjuna, kakaknya. Bahkan ia sudah mempunya saham dua puluh persen di rumah sakit tersebut.
"Kak, Raja mau pipis tadi kan belum pipis," ucap Raja yang sedari tadi memegangi juniornya itu, menahan air seninya keluar.
"Oh iya, Kak Anta lupa, yuk kita ke rumah..."
Belum selesai Anta berucap, Raja sudah melangkah menuju beranda apartemen dan menumpahkan air seninya di sana karena sudah tak tertahankan.
Hantu Susi yang baru saja menjalin hubungan dengan hantu pria bernama Tomo, hantu pria yang meninggal sebulan lalu, sedang duduk berdua dengan mesra di beranda yang terletak di bawah apartemen Anta dan Raja. Hantu pria itu meninggal karena tak sengaja terjatuh dari lantai dua puluh lima. Ia tergelincir saat sedang membenarkan posisi tiang pemancar sinyal di lantai paling atas tersebut.
Wajahnya hancur dan bagian tempurung kepalanya juga pecah. Namun, hal tersebut sangat menggemaskan buat hantu Susi. Apalagi saat bola mata sebelah kanan si pria hampir lepas dari sarangnya, Susi langsung cekatan menahan bola mata tersebut dan meletakkan kembali dengan benar.
"Mas Tomo, besok kita nonton yuk, di bioskop Mall sana!" pinta Susi.
"Iya, Dek. Kita nonton paling depan ya," sahut Tomo.
"Terus cemilannya apa?" tanya Susi.
"Cicak sama kecoa kecil dalam bioskop kan lumayan banyak sayang, kita makan itu aja, gratis."
"Wah, romantis banget sih... makin sayang sama Mas Tomo."
Hantu Susi memeluk lengan lelakinya itu dengan erat. Sesekali ia menyeka tetesan darah yang membasahi wajahnya.
Tiba-tiba percikan air yang ditumpahkan Raja memercik ke lutut hantu Tomo. Tangan hantu pria itu menengadah dan meraih percikan air tersebut.
"Hujan, Dek," ucap Tomo.
"Uhhh... biar aja, Mas. Jadinya kan romantis," ucap Susi.
"Iya ya, jadi romantis," ucap Tomo.
Padahal dia sempat mencium percikan air tersebut yang baunya terasa beda dengan air hujan. Namun, karena Susi menyukainya ia biarkan saja air tersebut membasahi lututnya.
***
"Raja, gak boleh gitu, kamu mah jorok banget!" pekik Anta.
"Habisnya Raja gak tahan, Kak."
"Nanti kalau netes ke orang lain gimana?" Anta menarik lengan Raja lalu menutup pintu kaca di beranda apartemen tersebut.
"Masa bisa kena orang lain, kita kan di lantai dua puluh," sahut Raja berusaha membela diri.
"Aduh, Kan Anta pegang tangan kamu bekas pipis iyuuhhh, jorok! Ayo cuci tangan di wastafel dapur aja, takutnya Lee masih sibuk cari tikus kecil."
Raja mengikuti Anta menuju ke dapur untuk mencuci tangannya.
***
Anta kini duduk di kelas 6 sekolah dasar, umurnya di tuakan dua tahun dan Tante Dewi lupa merubah data kelahiran Anta. Lagipula, kecerdasan Anta memang melebih kawan sebayanya dan bisa menyamakan pemikirannya dengan anak yang berada di atas usianya.
Sementara Raja tetap berada di sekolah taman kanak-kanak. Akan tetapi karena sifat Raja yang hiperaktif dan suka menjahili teman-temannya ia selalu saja berulah. Dan selalu Tasya yang mewakili Tante Dewi untuk hadir ke sekolah Raja jika dipanggil oleh guru karena ulah nakalnya.
Pernikahan Tasya dan Doni sudah berjalan tabpa kehadiran anak. Tiga kali Tasya mengalami kehamilan, tapi semuanya tak berhasil. Menurut dokter, rahim Tasya terlalu lemah untuk membuat janin kuat dan bertahan. Tapi tekadnya dan Doni tak pernah padam untuk punya anak. Berbeda dengan Tante Dewi yang sudah menyerah untuk punya anak. Toh Andri juga sudah bahagia merawat Anta dan Raja.
Tasya menjemput Anta di sekolahnya bersama Raja. Sosok Nenek dengan lidah panjang sampai ke lantai mengikuti Anta saat keluar dari gerbang sekolah.
"Haduh, itu mau ditampung juga?" tunjuk Tasya ke arah belakang Tasya.
"Oh, ini mah cuma nganter doang sampai gerbang, awalnya dia jahil, sukanya ngejilat cowok-cowok di kamar mandi," ucap Anta.
Raja langsung menyembunyikan dirinya di balik jok kursi Tasya. Ia takut dijilat oleh hantu nenek itu.
"Tenang, Ja. Dia sukanya sama cowok dewasa bukan anak kecil kayak kamu," sahut Anta.
"Dah, Nenek..." Anta melambaikan tangannya pada hantu Nenek lidah panjang itu lalu masuk ke dalam mobil yang dikendarai Tasya.
Hantu Nenek itu balik melambai lalu menyeret lidahnya kembali ke dalam sekolah Anta.
"Jadi, kali ini Raja buat ulah apa di sekolah?" tanya Anta menoleh pada Raja yang duduk di kursi belakang.
Anak laki-laki itu meringis, menunjukkan deretan giginya yang mulai karies dan menghitam.
"Tadi kan ada hantu kepala botak yang tingginya lebih pendek dari Raja, dia suka ambil uang di sekolah, eh si Bobby gak percaya sama Raja, malah dia nuduh Raja yang mencuri."
"Terus?" tanya Anta.
Sementara Tasya menyimak seraya fokus menyetir.
"Terus aku suruh si hantu botak itu nakutin Bobby, celana Bobby ditarik sampe burungnya kena jepret hahahaha, terus dia nangis ketakutan sama kesakitan, eh dia nyalahin Raja, hahahaha..."
Anta kini menatap Raja dengan tatapan tajam dan mematikan. Menurut Anta, cukup dirinya yang dibilang aneh oleh para kawan-kawannya, tapi tidak dengan Raja. Anta ingin adiknya itu punya teman dan bermain dengan sebayanya, tidak seperti dirinya yang selalu dijauhi. Akan tetapi Raja sering sekali tak menyadari kalau dia itu berbeda.
"Maafin Raja, Kak Anta. Jangan melotot seperti itu lagi, Raja takut lihat Kak Anta seperti itu," lirihnya.
"Udah, udah jangan dibahas lagi, lagian Anta dulu juga kamu seperti itu suka keceplosan kalau lihat hantu. Udah ya sekarang kita makan siang, mau makan apa?" tanya Tasya mencoba menenangkan kakak beradik itu.
"Ayam bakar!"
Keduanya menyahut bersamaan.
*******
To be continue...
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Sekilas info.
Reader : Thor siapa pocong berikutnya?
Vie : Nanti ya, ikuti alurnya dulu, nikmati petualangan Anta dan Raja.
Lagipula pocong tampan itu juga selalu hadir kok, di hati dan di sisi kalian. eyaaakkkk... 😁😄
Hiyyyy auto serem ya kalau membayangkan ada pocong di samping kita hehehe...
Vie Love You All...😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
yaaa si Susi napa gak pulang kealammya aja..kok milih gentayangan ckckckck,🤔🤔🤔
2024-09-23
1
Hati Yang Terkilan
yalah hebat kan genderuwo dianya😅😅😅😅
2024-09-23
1
Hati Yang Terkilan
ooo Si Lee ni maksudnya..Lee genderuwo anaknya Shinta 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-09-23
1