Stop!
sebelum membaca, Hayo Vote dulu ya jangan lupa 😘
******
BRUG!
Anta ditabrak oleh seorang pria yang berlari dari balik siku dinding di samping Anta. Anta dan anak laki-laki itu sampai terjatuh ke lantai bersamaan. Keduanya saling meringis dan mengeluh sakit.
"Kalau jalan pakai kaki dong, terus matanya juga fokus biar gak nabrak orang," ucap Anta.
"Ma-maaf ya, habisnya saya tadi di kejar sama— Anta, itu kamu, kan?"
Anak laki-laki itu menunjuk ke arah Anta. Wajahnya sumringah saat melihat gadis di hadapannya itu.
"Kamu itu..."
"Aku Arga, kamu inget aku, kan?" tanya Arga.
"Arga, kamu apa kabar?"
Anta bangkit seraya menepuk rok miliknya yang kotor karena debu.
"Kabar aku baik, kok kamu udah SMP sih?" tanya Arga.
"Umur Anta kan di tuain sama Bunda, dia lupa ganti hehehe..." bisik Anta.
"Oh gitu, yuk kita kumpul di aula. Anak baru pada kumpul di sana," ajak Arga.
"Tadi kamu ketakutan emang di kejar siapa?" tanya Anta.
"Aduh parah, itu anak kecil mau ajak aku main udah gitu tangannya di lepas segala di kasihkan ke aku, hiyy..."
"Kamu masih takut aja sama hantu, udah biasa kan seharusnya?"
"Tetep aja Anta, serem lah lihatnya. Lagian ya banyak banget hantu di sini, apalagi di kebun belakang sana," ucap Arga.
"Oh, jangan-jangan yang dibilang sama Silla soal sekolah para hantu itu," gumam Anta, tapi masih terdengar oleh Arga.
"Sekolah hantu?"
"Semua anak baru kumpul sini ya," seorang murid laki-laki bertuliskan ketua OSIS di tanda pengenalnya itu memberi perintah.
Sesi pengenalan pun di laksanakan. Ketua OSIS itu bernama Heri Susanto. Di sampingnya berdiri seorang siswi cantik wakil Ketua OSIS bernama Mentari. Wajah siswi itu memang bening dan secerah sinar mentari.
Mereka memberi pengarahan mengenai tata letak gedung dan fasilitas sekolah serta kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah itu.
"Semuanya tulis nama kalian di tanda pengenal ya biar kami mudah mengenali kalian," ucap Heri.
"Baik, Kak!"
Semua murid kompak menjawab.
Setelah sesi pengarahan berakhir para murid baru dipersilahkan menuju kelas masing-masing. Angkatan murid baru yang satu angkatan dengan Anta dibagi menjadi 5 kelas.
"Yah, kita beda kelas, Nta," ucap Arga yang sedang melihat daftar nama para murid tiap kelas itu. Arga berada di kelas 7A sementara Anta berada di kelas 7C.
"Perasaan Anta gak enak nih liat nama nih orang, mudah-mudahan bukan dia," gumam Anta saat melihat daftar nama kelasnya itu.
"Kenapa, Nta?" tanya Arga.
"Gak kenapa-kenapa, Anta masuk kelas ya, dadah Arga," ucap Anta.
Dam kecurigaan Anta pun terbukti saat melangkah masuk kelasnya terlihat sosok anak laki-laki yang menyebalkan itu di hidupnya akhir-akhir ini.
"Ah, dunia sempit banget sih, elo lagi elo lagi," tukasnya.
"Hidih siapa juga yang ngarep sekelas sama kamu," sahut Anta.
Seorang guru perempuan masuk ke kelas memperkenalkan diri sebagai Ibu Nina.
"Selamat pagi, saya Ibu Nina, saya wali kelas kalian, dan saya harap kalian semua melaksanakan tata tertib sekolah dan peraturan kelas dengan baik."
"Baik, Bu."
Anta duduk bersama Mey, gadis keturunan tionghoa yang cantik. Gadis berkacamata itu terlihat pintar dan keturunan orang yang berkecukupan alias tajir.
"Halo, aku Anta salam kenal," ucap Anta mengulurkan tangannya pada Mey.
"Halo, aku Mey, salam kenal juga," sahut Mey.
Arya duduk di belakang Anta, dengan isengnya dari tadi menggoda Anta dengan menendang-nendang kursi Anta. Gadis itu menoleh ke arah Arya.
"Belum pernah ya di lempar meja," ucap Anta.
"Uhhh tatut..." cibir Arya.
***
Sementara itu di kelas Raja, bocah laki-laki itu malah sering tertawa sendiri tanpa sadar. Pasalnya kelas Raja terletak di sudut gedung sekolah yang dekat dengan kebun belakang sekolah yang cukup angker itu.
Para hantu sudah berseliweran di kelas tersebut saling keluar dan masuk. Yang membuat Raja tertawa kala hantu anak kecil yang hinggap di punggung Bapak Asep, guru di kelas itu. Bapak Asep yang sepanjang mengajar selalu mengeluh pegal di punggungnya. Padahal Raja tau kalau ada hantu kecil hinggap di sana.
"Kamu kenapa sih ketawa terus?" tanya Bobo teman sebangku Raja.
"Enggak, itu lho bapak guru kita lucu banget, ya?" bisik Raja.
Salah satu hantu menyadari kalau ia dapat dilihat oleh Raja. Hantu laki-laki itu mendekat. Di wajahnya terdapat luka robek di pipi yang kulitnya mengelupas. Lukanya cukup dalam seperti terkena tebasan senjata tajam. Jalannya terseok-seok karena sepertinya kakinya patah dan hancur. Raja langsung menundukkan kepalanya. Ia berpura-pura tak melihat hantu tersebut.
Pensil Raja terjatuh ke lantai, lalu hantu tersebut meraih pensil milik Raja dan menyerahkannya kembali ke atas meja.
"Makasih, Om," bisik Raja.
Raja langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Ia tak sengaja keceplosan dan akhirnya hantu itu yakin Raja dapat melihatnya. Buku di meja Raja tiba-tiba bertuliskan, "Tolong Saya."
"Haduh, gimana caranya Raja bisa tolong Om ini?" gumam Raja.
"Heh, kamu ngomong sama siapa?" tanya Bobo.
"Enggak, orang aku cuma ngomong sendiri," sahut Raja.
***
Di kantin sekolah Anta sedang menyantap mie gorengnya bersama Arga yang duduk di hadapannya. Tiba-tiba Arya tak sengaja terantuk kaki meja dan menumpahkan mie goreng Anta dengan jus jeruk ditangannya.
"Heh! Rese banget sih, kamu selalu aja gangguin Anta."
"Sorry, kali ini benaran gue gak sengaja tadi kesandung," ucap Arya.
"Terus ini mie goreng Anta gimana? Anta belum kenyang tau," ucap Anta.
"Dia suka gangguin kamu, Nta?" Arga bangkit dan menatap Arya dengan tajam.
"Elo penjaga dia, semacam bodyguard gitu, wow lucu juga ya," sahut Arya.
"Bukan urusan kamu, pokoknya kalau kamu gangguin Anta, kamu juga berurusan dengan saya," ucap Arga.
"Uwuuuu gue takut ya, tapi gue gak peduli," ucap Arya meremehkan lalu pergi dari hadapan Anta tapi Anta tahan.
"Ganti dulu wei mie goreng Anta," pinta Anta.
"Gue gak sengaja jadi bodo amat, gue juga rugi jus jeruk gue tumpah, bye!"
Arya berlalu pergi meninggalkan Anta dan Arga.
"Ih sebel, Anta sumpahin ketemu hantu dan diikutin hantunya Momo, syukurin!" keluh Anta.
Arya memasuki kamar mandi untuk murid laki-laki dan saat dia mencuci tangannya di wastafel, kaca di hadapannya berubah seperti terkena kabut dingin padahal udara terasa panas tak dingin.
Arya berusaha untuk mengamati cermin di hadapannya tersebut. Makin lama ia makin mendekat dan saat ia mengusap kabut di cermin tersebut...
"Booooooo!"
*******
To be continue...
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
😁😁😁😁😁Rasa Nohhhhh Ja...emang enak
2024-09-25
1
Hati Yang Terkilan
kan si rese nongol lagi😮💨😮💨😮💨😮💨😮💨
2024-09-25
1
Hati Yang Terkilan
yaaaa apa bole buat Ga...bukan jodoh tu artinya.... pasti satu kelas sama si rese Arya CK😮💨😮💨😮💨😮💨😮💨😮💨😮💨😮💨
2024-09-25
1