Stop!
Sebelum membaca, Hayo Vote dulu ya jangan lupa 😘
******
Arya memasuki kamar mandi untuk murid laki-laki dan saat dia mencuci tangannya di wastafel, kaca di hadapannya berubah seperti terkena kabut dingin padahal udara terasa panas tak dingin.
Arya berusaha untuk mengamati cermin di hadapannya tersebut. Makin lama ia makin mendekat dan saat ia mengusap kabut di cermin tersebut...
"Booooooo!"
Arya langsung terpelanting sampai bokongnya mendarat keras ke lantai. Wajahnya panik dan ketakutan. Sosok hantu anak perempuan menampakkan dirinya menyentak Arya.
"Kenapa Lo, bro?" tegur salah satu murid laki-laki seangkatan dengan Arya tapi berbeda kelas.
"Gue, gue tadi lihat..."
"Setan? Hahaha kocak Lo, ada gitu setan muncul siang-siang, ckckck."
Murid laki-laki itu lalu masuk ke bilik toilet yang ada di sudut kamar mandi. Arya bangkit dan mencoba memberanikan diri melihat ke arah cermin. Hantu itu sudah menghilang. Arya bergegas melangkah kembali ke kelas.
***
Arya masuk ke kelas dengan wajah panik, ia terlambat masuk kelas di jam Pak Panca, guru matematika tergalak di sekolah itu.
"Kamu darimana saja?" tegur Pak Panca.
"Maaf, Pak, tadi saya dari kamar mandi terus nyasar masih bingung, belum hapal tata letak gedung sekolah," ucap Arya mencoba memberi alasan palsu dengan kebohongannya.
"Ya sudah, untuk kali ini saya maafkan, tapi lain kali kalau terlambat masuk kelas saya, maka saya tak akan mengijinkan kamu untuk masuk kelas saya. Hal ini juga berlaku untuk semua murid, ya?"
Arya menundukkan kepalanya dan melangkah menuju kursi di belakang Anta. Tangannya masih gemetar saat memegang bolpoin dan mencatat pelajaran dari Pak Panca.
Hantu Momo masuk ke dalam kelas, ia tersenyum melihat Anta masih dengan lidah terjulur. Anta membalas senyuman Hantu Momo. Hantu itu berdiri tepat di samping Arya. Ia mencolek pipi Arya dengan gemas.
Arya merasa ada sentuhan pada pipinya yang langsung membuat bulu kuduknya meremang. Ia sentuh tengkuk di lehernya seraya bergidik. Anta sempat menoleh ke arah Arya untuk melihat apa yang Hantu Momo lakukan.
"Apa Lo liat-liat, kangen sama gue?" bisik Arya.
"Hidih, najong...!" sahut Anta.
"Eh, coba kamu anak perempuan yang namanya..." Pak Panca melirik ke arah name tag Anta.
"Ratu Ananta, maju ke sini!" perintah Pak Panca.
"Haduh..." gumam Anta.
"Udah maju aja, daripada tambah kena masalah," bisik Mey.
Anta menghela nafas panjang lalu maju ke depan kelas.
"Syukurin Lo!" cibir Arya.
"Kamu tuh yang syukurin, emang enak di gangguin Momo," gumam Anta menuju ke arah papan tulis.
"Kamu catat semua yang ada di buku ini ke papan tulis, yang rapi ya tulisannya!" ucap Pak Panca memberi perintah.
"Banyak banget, Pak. Nanti saya nyalin di bukunya gimana?" tanya Anta.
"Ya kamu habis nulis ke papan tulis terus kamu tulis lagi di buku kamu, gitu aja kok repot!"
Pak Panca duduk di kursi depan meja guru lalu membuka laptop miliknya dan menonton chanel olahraga kesukaannya di youtube.
"Gara-gara si Arya nih, bikin sial Anta terus dari tadi," batin Anta lalu ia lakukan perintah dari sang guru.
Arya tersenyum kecil sedari tadi melihat Anta yang diberi hukuman. Hantu Momo mencoret buku Arya dengan kuku miliknya meninggalkan goresan merah di atas kertas buku milik Arya.
"Apaan nih?" gumam Arya.
Hantu Momo mencoret kembali kertas tersebut sampai membuat Arya tersentak dan melempar bolpoin di tangannya.
"Heh, kamu kenapa lagi itu?" tegur Pak Panca.
"Ada, ada semut, Pak, di bolpoin saya sampai kaget nih," jawab Arya.
"Huuuuu..." semua murid berseru pada Arya dengan kompak.
"Susah-sudah hentikan! Nanti kamu yang namanya Aryadi Erlangga, hapus papan tulis ini sampai bersih setelah pelajaran saya berakhir," ucap Pak Panca.
"Baik, Pak."
Arya melirik ke arah Anta yang juga sedang menoleh menatapnya. Lalu Anta tersenyum kecil menatap Momo.
***
Sepulang sekolah, seorang wanita menjemput Arga dengan mobil SUV berwarna merah. Wanita itu mengenakan pakaian dress berukuran mini sampai sepaha. Arga menghampirinya dan mencium punggung tangan wanita itu.
"Kan sudah Arga bilang, Ummi eh Mami jangan jemput Arga pakai pakaian seksi macam ini, Arga malu kan," bisik Arga.
"Kenapa sih, suka-suka Mami dong," sahut Laila.
Di samping mobil milik Arga, Tasya datang dengan avanza hitamnya terparkir di sana. Tasya ke luar dari mobilnya dan tersenyum ke arah Laila yang membalas dengan raut wajah ketus.
"Sombongnya," batin Tasya sambil mengamati tubuh Laila dari ujung kepala sampai ujung kaki.
"Eh, kayaknya pernah lihat kamu deh, kamu itu kan..."
"Hai, Tante Tasya!" Anta datang menghampiri Tasya lalu mencium punggung tangannya.
"Ini Tante kamu, Anta?" tanya Arga.
"Iya, ini Tante Tasya, masa kamu lupa, oh iya Tante, ini Arga anaknya Om Sahid," ucap Anta.
"Oh iya, Tante inget pantesan aja mukanya gak asing gitu," ucap Tasya.
"Ya saya kan bukan orang asing apalagi makhluk asing hehehe," celetuk Arga.
"Arga masuk mobil, ayo kita pulang nanti Papi kamu cariin kita," ucap Laila yang langsung masuk ke dalam mobil.
"Papi kamu? bukan Om Sahid?" bisik Anta bertanya pada Arga.
"Umi aku, eh Mami aku, dia mau aku memanggilnya Mami sekarang, dia menikah lagi dengan pengusaha kapal pesiar di kota ini, namanya Deja," ucap Arga.
"Terus Om Sahid ada di mana?"
"Abi suka pindah negara, sekarang aku belum tau dia ada di mana, oh iya Tante Dita mana?" tanya Arga.
"Ummm... kamu belum tau ya, Yanda sama Bundanya Anta sudah di alam lain, udah enggak ada di dunia ini, tapi mereka masih suka datang kok nengokin Anta sama Raja," ucap Anta.
Arya yang mendengar penuturan Anta langsung bersedih. Air matanya tak terasa ke luar dari kelopak matanya itu.
"Maaf ya, aku beneran gak tau akan hal ini, Abi juga pasti belum tau, besok anterin Arga ke makam Tante Dita ya sama Om Anan," pinta Arga.
"Iya, besok Anta anterin, tuh Mami kamu udah melotot aja matanya, Anta ngeri kalau sampai copot," ucap Anta.
"Anta gak boleh gitu, gak sopan ih," celetuk Tasya.
"Bercanda doang, Tante."
"Arga!" seru Laila.
Arga langsung undur diri dan masuk ke dalam mobil. Laila langsung melajukan mobilnya tanpa pamit.
"Sombong banget mentang-mentang bawa mobil mahal, cih!" ucap Tasya.
"Tante, gak boleh gitu, gak sopan ih!" ledek Anta mengulang perkataan Tasya tadi.
"Kamu mah, eh si Raja mana?"
"Oh iya, ya, masa pulangnya duluan Anta, kan gak mungkin," sahut Anta.
Tiba-tiba Raja berlari ke luar dari gerbang.
"Ayo, buruan masuk mobil!" seru Raja.
"Bikin ulah apalagi ini bocah," ucap Anta.
"Buruan masuk!" Raja menarik lengan Anta masuk ke dalam mobil.
Tasya juga langsung masuk dan melajukan mobil itu dengan wajah panik karena Raja.
*******
To be continue...
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 358 Episodes
Comments
Hati Yang Terkilan
Bahhh kenapa lagi tu si Raja
2024-09-26
1
Hati Yang Terkilan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2024-09-26
1
Hati Yang Terkilan
😅😅😅😅kalo hantu gak papa kan Nta 🤣🤣🤣🤣🤣
2024-09-26
1