Eps 5. Ulet keket

Pov Delia

"Nggak ada yang mau sama kamu, percuma.!" Ketus mas Bram saat aku mengatakan ingin berpacaran dan menikah dengan Lee Min Ho atau Nam Joo Hyuk. Aku tau mereka tidak akan mau dengan ku, tapi apa salahnya jika aku berkhayal. Lagi pula tidak ada undang - undang yang melarang untuk tidak menghayal berpacaran atau menikah dengan aktor korea. Siapa tau berawal dari khayalan tiba - tiba menjadi kenyataan. Tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak.

"Iya, cuma mas Bram yang mau.!" Ujarku asal bicara. Aku melirik mas Bram yang tiba - tiba terdiam setelah mendengar ucapanku. Dia terlihat melamun, matanya menerawang jauh.

"Itu juga terpaksa,,, Haha,,," Ucapku lagi, kemudian aku tertawa untuk mencairkan suasana yang mulai terasa canggung. Ku lihat mas Bram melirikku dan mengangkat sudut bibirnya yang sedikit dipaksakan.

Aku jadi penasaran apa yang ada dipikiran mas Bram saat itu. Dari yang ku baca melalui ekspresinya, sepertinya mas Bram ingin membenarkan ucapanku. Tapi mungkin saja dia tidak enak padaku. Ah sudahlah,,, lagipula apa pentingnya untukku, mas Bram terpaksa atau tidak menikah dengan ku, aku tidak akan mempermasalahkannya. Toh aku juga terpaksa,,,

"Aku berangkat dulu, titip Alea." Tiba - tiba mas Bram pamit dan berdiri tepat dihadapanku. Dia menundukan badannya, kepalaku reflek mundur karna kelapa mas Bram semakin mendekat ke arahku.

Syukurlah,,,, batinku.

Ternyata mas Bram mau mencium Alea. Bisa - bisanya pikiran suciku berkelana kemana - mana. Sepertinya ini efek terlalu banyak menonton drama korea dan membaca novel bergendre romantis, membuat pikiranku sedikit teracuni oleh adegan - adegan yang belum pernah aku lakukan.

Mas Bram kembali menegakllkan tubuhnya selesai mencium Alea.

"Alea cantik,, ayo salim dulu sama papa,," Aku memegang pergelangan tangan Alea yang gembul dan menyodorkannya pada mas Bram. Tapi mas Bram malah bengong dan mengerutkan keningnya.

"Papa mau salim nggak, Alea cape nih,," Ku buat suaraku seperti anak kecil sambil ku goyang - goyangkan tangan Alea. Tapi Alea malah terkekeh, mungkin Alea pikir aku sedang bercanda dengannya. Ku lihat mas Bram tersenyum lebar, dia meraih tangan Alea dan menempelkan punggung tangannya dibibir mungil Alea.

Mas Bram terlihat semakin tampan jika sedang tersenyum. Mba Ditha memang pandai dalam mencari pasangan. Mas Bram hampir sempurna, aku tidak melihat sedikitpun kekurangan darinya. Jujur, aku memang menyukai mas Bram sejak dulu. Tapi bukan berarti aku menyukainya dalam tanda kutip ("), aku menyukainya karna kagum dengan sifat dan fisiknya. Dan aku berharap suatu saat bisa mendapatkan pasangan yang sifat baiknya seperti mas Bram.

"Dadah papa, semangat kerjanya." Teriaku sambil melambai - lambaikan tangan Alea pada mas Bram yang berjalan menjauh.

Aku merasa lega saat mas Bram kembali tersenyum, aku berharap mas Bram bisa hidup normal lagi seperti sebelumnya. Saat ini aku harus terus mengencangkan do'a untuk kesadaran mba Ditha dari komanya. Aku ingin mereka hidup bahagia bersama. Setelah itu aku bisa mencari kebahagiaanku sendiri yang harus tertunda akibat pernikahan ini.

Aku ingin bekerja menggunakan keahlian dan kepandaianku. Aku sudah bersusah payah mendapatkan beasiswa dan meraih gelar sarjana dengan IPK tertinggi, sayang sekali jika aku hanya menjadi ibu rumah tangga untuk mengurus suami mba Ditha dan keponakanku. Bukan berarti aku tidak ikhlas melakukannya, hanya saja aku ingin mencari pengalaman dan mengasah kemampuanku. Aku juga ingin membahagiakan orang tua ku dengan uang hasil kerjaku.

**"**

Bram meninggalkan Alea dan Delia sambil terus tersenyum sampai masuk kedalam mobilnya. Tidak biasanya Bram senyum selama itu semenjak Ditha koma. Biasanya Bram tersenyum saat sedang bersama Alea saja. Entah ada angin apa hingga membuat Bram terus tersenyum seperti itu.

Bram melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantornya. Sepertinya hari ini dia akan datang lebih awal, karna keberangkatan Bram lebih cepat 20 menit dari biasanya. Saat sedang mengobrol dengan Delia, tiba - tiba saja dia mendadak ingin segera berangkat ke kantor.

Satu bulan setelah Ditha koma, Bram baru berangkat ke kantor lagi. Selama satu bulan itu perusahaan di handle oleh asisten pribadinya dan ayahnya. Satu bulan itu adalah masa terburuk Bram, tidak ada semangat hidup, tidak ada senyum, dia lebih banyak melamun. Untung saja orang tuanya dan orang tua Ditha selalu memberikan suport padanya. Hingga sekarang Bram mau beraktifitas seperti biasa lagi, walaupun kondisi psikisnya belum kembali seperti dulu lagi.

Bram memasuki kantor dengan sedikit rona bahagia diwajahnya. Para karyawan langsung menyapanya dengan mengucapkan selamat pagi serta membungkukan badanya. Bram menjawabnya sambil mengangguk dan tersenyum pada mereka. Selepas kepergian Bram, para karyawan itu saling pandang dengan tatapan penuh tanya.

Semenjak istrinya dikabarnya koma, mereka tidak pernah lagi melihat Bram tersenyum di kantor. Dia juga tidak merespon sapaan meraka, tapi pagi ini mereka dibuat heboh dengan kembalinya senyum sang Bos yang tampan. Meskipun senyum itu belum sepenuhnya mengembang dibibirnya.

Bram disambut oleh sekretarisnya saat akan memasuki ruangan kerjanya

"Selamat pagi Pak Bram,,," Sapa Amanda dengan suara yang terdengar menggoda, dia juga menyunggingkan senyuman yang dibuat agar terlihat manis. Tapi sayangnya malah terlihat menjengkelkan jika wanita yang melihatnya.

Bram melemparkan senyum pada Amanda, kemudian masuk kedalam ruangannya.

Begitu Bram menghilang dibalik pintu, Amanda langsung meloncat - loncat sambil menutup mulutnya yang hampir saja berteriak karna terlalu girang mendapatkan senyuman dari Bram yang sudah lama tidak dia dapatkan.

"Aaaaa,,, mimpi apa aku semalem." Ujarnya pelan sambil menepuk menepuk - nepuk pipinya. Amanda juga masih melompat - lompat kecil.

Dari kejauhan Rendy menghentikan langkahnya saat melihat Amanda melompat - lompat dan terlihat heboh sendiri.

"Ulet keket pagi - pagi udah kesurupan kuda lumping,,," Batin Rendy. Dia menatap Amanda dengan tatapan malas.

Entah apa yang salah dengan matanya, dia sama sekali tidak tertarik dengan Amanda yang memiliki tubuh seksi dan wajah yang bisa dibilang cukup cantik, juga berkulit putih. Setiap laki - laki yang baru pertama kali melihatnya pasti akan kagum dan tergoda dengan fisiknya. Seperti yang di alami oleh Rendy dulu, saat Amanda baru saja menjadi sekretaris Bram. Tapi sekarang,,, ya begitulah,, bisa ditebak sendiri respon Rendy terhadap Amanda.

Amanda menghentikan aksi konyolnya saat melihat keberadaan Rendy. Amanda bersikap santai dan tenang seolah dia tidak melakukan apapun. Dia tidak tau jika Rendy melihat atarksi kuda lumpingnya yang terlihat menjengkelkan bagi Rendy.

"Selamat pagi pak Rendy,,," Lagi - lagi Rendy dibuat menghela nafas kala mendengar suara Amanda yang terdengar tidak sopan ditelinganya. Tak lupa Amanda juga memberikan senyum manisnya sama seperti yang dia lakukan pada Bram.

Dengan berat hati dan terpaksa, Rendy menarik sudut bibirnya membalas sapaan Amanda. Jika yang melihat ekspresi wajah Rendy saat ini adalah orang normal dan peka, mereka pasti akan mengatakan jika senyum Rendy terpaksa dan sedang menunjukan ekspersi tidak suka. Tapi itu tidak berlaku bagi Amanda, dia akan selalu senang mendapat senyum dari Rendy apapun bentuknya.

****"****

Haii para readers,,,, Makasih sudah mampir untuk membaca novel ini. Makasih juga untuk dukungan dan semangatnya yah.

Jangan lupa selalu tinggalkan Like dan Komennya disetiap bab, agar Author lebih semangat lagi😊

Beri Vote dan Rate jika berkenan😊🙏

Untuk yang mau kasih kritik dan saran boleh banget, selama mengunakan bahasa yang baik dan sopan tidak ada ungsur menghina, Author akan terima dengan senang hati😊

Semoga novel ini bisa menghibur kalian semua.😊

Terpopuler

Comments

Heny Rahmawati

Heny Rahmawati

Jangan2 ,laki2 yg dihajar Bram itu bapaknya Alea????????????

2022-02-05

0

Anna Malik

Anna Malik

Amanda jan jadi Pelakor ya.. sama si Rendy aja.

2021-09-06

1

quinzha chindy

quinzha chindy

calon pelakor deh tuh ulat keket

2021-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Eps 1. Menikah
2 Eps 2. Malam pertama.?
3 Eps 3. 6 Bulan yang lalu
4 Eps 4. Lee min ho atau Nam joo hyuk.?
5 Eps 5. Ulet keket
6 Eps 6. datang kekantor
7 Eps 7. Minta ongkos kirim
8 Eps 8. Siapa Dia
9 Eps 9. Ada apa dengan Bram
10 Eps 10. Nyamuk besar
11 Eps 11. Pindah kekamarnya
12 Eps 12. Rencana mama Bram
13 Eps 13. suamiku
14 Eps 14. Satu ranjang
15 Bab 15. Dua puluh ribu
16 Bab 16. Dua tiket
17 Bab 17. Selalu begitu
18 Bab 18. Lingeri
19 Bab 19. Memakainya
20 Bab 20. Pertama
21 Bab 21. Kak Andra
22 Bab 22. Takut
23 Bab 23. Cinta
24 Bab 24. Salah
25 Bab 25. Jadi istriku
26 Bab 26. Kamu istriku
27 Bab 27. Tetap disisiku
28 Bab 28. Imbalan
29 Bab 29. Laki - laki itu
30 Bab 30. Kak Damar
31 Bab 31. Terlalu jauh melangkah
32 Bab 32. Keluarga bahagia
33 Bab 33. Terbongkar
34 Bab 34. Pacar saat SMA
35 Bab 35. Apa arti diriku
36 Bab 36. Melepas dan bertahan
37 Bab 37. Bukan salahku
38 Bab 38. Penjelasan Damar
39 Bab 39. Dijebak
40 Bab 40. Harapan
41 Bab 41. Andra lagi
42 Bab 42. cinta tidak bisa dipaksakan
43 Bab 43. Menyusul
44 Bab 44. Memulai
45 Bab 45. Keputusan
46 Bab 46. Terbaik
47 Bab 47. Kebesaran hati
48 Bab 48. Untukmu
49 Bab 49. Lomba
50 Bab 50. Aku milikmu
51 Bab 51. Lagi
52 Bab 52. Damar & Delia
53 Bab 53. Untuk dirobek
54 Bab 54. Memberi tau
55 Bab 55. Harus bagaimana
56 Bab 56. Mudah dibujuk
57 Bab 57. Ditha kembali
58 Bab 58. Aku cemburu
59 Bab 59. Curiga
60 Bab 60. Pulang kerumah
61 Bab 61. Bangga padamu
62 Bab 62. Mengendap endap
63 Bab 63. Rencana untuk Damar
64 Bab 64. Rumah baru
65 Bab 65. Damar dan Ditha
66 Bab 66. Pindah
67 Bab 67. Mengingatnya
68 Bab 68. Melupakannya
69 Bab 69. Mengetahui
70 Bab 70. Mengadu
71 Bab 71. Selesai.!
72 Bab 72. Tidak terima
73 Bab 73. Bahagiaku ada padamu
74 Bab 74. Picik
75 Bab 75. Kinan dan bibit pelakor.
76 Bab 76. Ingin hamil
77 Bab 77. Menyadari
78 Bab 78. Takut
79 Bab 79. Tingkahnya
80 Bab 80. Berubah
81 Bab 81. Sungguh
82 Bab 82. Salah paham
83 Bab 83. Kecewa
84 Bab 84. Dasar aneh
85 Bab 85. Kenapa??
86 Bab 86. Bingung
87 Bab 87. Baby twins
88 Bab 88. Usaha
89 Bab 89. Keputusan
90 Bab 90. Bersiap
91 Bab 91. Kejutan
92 Bab 92. Masih kejutan
93 Bab 93. Tidak sama
94 Bab 94. Duplikat
95 Bab 95. Tidak mau rugi
96 Bab 96. Bikin susah
97 Bab 97. Ada apa denganku
98 Bab 98. Cantik?
99 Bab 99. Bikin kesal
100 Bab 100. Bahagia.?
101 Bab 101. Salah,,
102 Bab 102. Menuduh
103 Bab 103. Wanita itu,,
104 Bab 104. Tentang kinan
105 Bab 105. Masih kesal
106 Bab 106. Bertemu
107 Bab 107. Marah?
108 Bab 108. Hukuman selesai
109 Bab 109. Kinan, Andra
110 Bab 110. Malam pertama kita
111 Bab 111. Digagalkan
112 Bab 112. Gangguan lagi
113 Bab 113. Balas dendam
114 Bab 114. salah pilih
115 Bab 115. Jadi kesal
116 Bab 116. Gagal lagi
117 Bab 117. Dasar Andra
118 Bab 118. Ngambek terus
119 Bab 119. Caranya.?
120 Bab 120. Menggoda.?
121 Bab 121. Karna telfon
122 Bab 122. Ada saja
123 Bab 123. Bikin kesal
124 Bab 124. The End
125 Bab 125. Kisah Kinan
126 Bab 126. Menggodanya
127 Bab 127. Malam yg tertunda
128 Bab 128. Usaha
129 Bab 129. Belum berubah
130 Bab 130. Kesepakatan
131 Bab 131. Angella
132 Bab 132. Gara gara noda
133 Bab 133. Andra cemburu.?
134 Bab 134. 3 bulan
135 Bab 135. Cinta?
136 Bab 136. Terluka
137 Bab 137. Dia Anggella
138 Bab 138. Dijebak
139 Bab 139. Deon
140 Bab 140. Bertemu Deon
141 Bab 141. Daddy Deon
142 Bab 142. Kembali bertemu
143 Bab 143. Anak siapa.?
144 Bab 144. Anakku
145 Bab 145. Kembali lagi
146 Bab 146. Andra Alvin
147 Bab 147. Menerima
148 Bab 148. Malam ini
149 Bab 149. Bertemu
150 Bab 150. Bahagia & kehilangan
151 Bab 151. Keluarga
152 Bab 152. Tersiksa juga
153 Bab 153. Baby moon
154 Bab 154. Tidak sabar
155 Bab 155. Kembar
156 Bab 156. Kebahagiaan
157 Bab 157. Akhir Cerita
158 Pengumuman
159 extra part 1
160 Extra part 2
161 Extra part 3 The End
Episodes

Updated 161 Episodes

1
Eps 1. Menikah
2
Eps 2. Malam pertama.?
3
Eps 3. 6 Bulan yang lalu
4
Eps 4. Lee min ho atau Nam joo hyuk.?
5
Eps 5. Ulet keket
6
Eps 6. datang kekantor
7
Eps 7. Minta ongkos kirim
8
Eps 8. Siapa Dia
9
Eps 9. Ada apa dengan Bram
10
Eps 10. Nyamuk besar
11
Eps 11. Pindah kekamarnya
12
Eps 12. Rencana mama Bram
13
Eps 13. suamiku
14
Eps 14. Satu ranjang
15
Bab 15. Dua puluh ribu
16
Bab 16. Dua tiket
17
Bab 17. Selalu begitu
18
Bab 18. Lingeri
19
Bab 19. Memakainya
20
Bab 20. Pertama
21
Bab 21. Kak Andra
22
Bab 22. Takut
23
Bab 23. Cinta
24
Bab 24. Salah
25
Bab 25. Jadi istriku
26
Bab 26. Kamu istriku
27
Bab 27. Tetap disisiku
28
Bab 28. Imbalan
29
Bab 29. Laki - laki itu
30
Bab 30. Kak Damar
31
Bab 31. Terlalu jauh melangkah
32
Bab 32. Keluarga bahagia
33
Bab 33. Terbongkar
34
Bab 34. Pacar saat SMA
35
Bab 35. Apa arti diriku
36
Bab 36. Melepas dan bertahan
37
Bab 37. Bukan salahku
38
Bab 38. Penjelasan Damar
39
Bab 39. Dijebak
40
Bab 40. Harapan
41
Bab 41. Andra lagi
42
Bab 42. cinta tidak bisa dipaksakan
43
Bab 43. Menyusul
44
Bab 44. Memulai
45
Bab 45. Keputusan
46
Bab 46. Terbaik
47
Bab 47. Kebesaran hati
48
Bab 48. Untukmu
49
Bab 49. Lomba
50
Bab 50. Aku milikmu
51
Bab 51. Lagi
52
Bab 52. Damar & Delia
53
Bab 53. Untuk dirobek
54
Bab 54. Memberi tau
55
Bab 55. Harus bagaimana
56
Bab 56. Mudah dibujuk
57
Bab 57. Ditha kembali
58
Bab 58. Aku cemburu
59
Bab 59. Curiga
60
Bab 60. Pulang kerumah
61
Bab 61. Bangga padamu
62
Bab 62. Mengendap endap
63
Bab 63. Rencana untuk Damar
64
Bab 64. Rumah baru
65
Bab 65. Damar dan Ditha
66
Bab 66. Pindah
67
Bab 67. Mengingatnya
68
Bab 68. Melupakannya
69
Bab 69. Mengetahui
70
Bab 70. Mengadu
71
Bab 71. Selesai.!
72
Bab 72. Tidak terima
73
Bab 73. Bahagiaku ada padamu
74
Bab 74. Picik
75
Bab 75. Kinan dan bibit pelakor.
76
Bab 76. Ingin hamil
77
Bab 77. Menyadari
78
Bab 78. Takut
79
Bab 79. Tingkahnya
80
Bab 80. Berubah
81
Bab 81. Sungguh
82
Bab 82. Salah paham
83
Bab 83. Kecewa
84
Bab 84. Dasar aneh
85
Bab 85. Kenapa??
86
Bab 86. Bingung
87
Bab 87. Baby twins
88
Bab 88. Usaha
89
Bab 89. Keputusan
90
Bab 90. Bersiap
91
Bab 91. Kejutan
92
Bab 92. Masih kejutan
93
Bab 93. Tidak sama
94
Bab 94. Duplikat
95
Bab 95. Tidak mau rugi
96
Bab 96. Bikin susah
97
Bab 97. Ada apa denganku
98
Bab 98. Cantik?
99
Bab 99. Bikin kesal
100
Bab 100. Bahagia.?
101
Bab 101. Salah,,
102
Bab 102. Menuduh
103
Bab 103. Wanita itu,,
104
Bab 104. Tentang kinan
105
Bab 105. Masih kesal
106
Bab 106. Bertemu
107
Bab 107. Marah?
108
Bab 108. Hukuman selesai
109
Bab 109. Kinan, Andra
110
Bab 110. Malam pertama kita
111
Bab 111. Digagalkan
112
Bab 112. Gangguan lagi
113
Bab 113. Balas dendam
114
Bab 114. salah pilih
115
Bab 115. Jadi kesal
116
Bab 116. Gagal lagi
117
Bab 117. Dasar Andra
118
Bab 118. Ngambek terus
119
Bab 119. Caranya.?
120
Bab 120. Menggoda.?
121
Bab 121. Karna telfon
122
Bab 122. Ada saja
123
Bab 123. Bikin kesal
124
Bab 124. The End
125
Bab 125. Kisah Kinan
126
Bab 126. Menggodanya
127
Bab 127. Malam yg tertunda
128
Bab 128. Usaha
129
Bab 129. Belum berubah
130
Bab 130. Kesepakatan
131
Bab 131. Angella
132
Bab 132. Gara gara noda
133
Bab 133. Andra cemburu.?
134
Bab 134. 3 bulan
135
Bab 135. Cinta?
136
Bab 136. Terluka
137
Bab 137. Dia Anggella
138
Bab 138. Dijebak
139
Bab 139. Deon
140
Bab 140. Bertemu Deon
141
Bab 141. Daddy Deon
142
Bab 142. Kembali bertemu
143
Bab 143. Anak siapa.?
144
Bab 144. Anakku
145
Bab 145. Kembali lagi
146
Bab 146. Andra Alvin
147
Bab 147. Menerima
148
Bab 148. Malam ini
149
Bab 149. Bertemu
150
Bab 150. Bahagia & kehilangan
151
Bab 151. Keluarga
152
Bab 152. Tersiksa juga
153
Bab 153. Baby moon
154
Bab 154. Tidak sabar
155
Bab 155. Kembar
156
Bab 156. Kebahagiaan
157
Bab 157. Akhir Cerita
158
Pengumuman
159
extra part 1
160
Extra part 2
161
Extra part 3 The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!