KINAYA SANJAYA
Kinaya atau akrab di sapa Kina,gadis cantik dan manis yang memiliki mata indah dengan tatapan teduh yang mampu menaklukan hati setiap orang yang melihatnya. Kina merupakan putri bungsu Sanjaya dan Minarti, pengusaha di bidang properti yang sukses.
Kina bekerja di kafe milik Kenan Sanjaya, saudara kandungnya yang sangat posesif padanya. Jika ada seorang pemuda yang mendekati adik kesayangannya maka orang tersebut harus berhadapan lebih dulu dengannya.
Kenan Sanjaya adalah pemilik beberapa hotel terkenal di beberapa kota besar termasuk Surabaya yang merupakan kantor pusat tempat ia mulai menjalankan bisnisnya di bidang perhotelan dan vila.
Kina menggantikan posisi Kenan sebagai owner kafe karna ia sangat suka dengan urusan dapur bahkan tidak jarang ia turun langsung kedapur untuk menyiapkan hidangan yang di pesan pelanggan.
Sejak Kina mengendalikan kafe tersebut penghasilan yang di dapatkan jadi meningkat bahkan pelanggan tidak hentinya keluar masuk kafe hingga beberapa orang penting juga datang untuk makan atau melakukan rapat di ruang vip yang di sediakan.
Saat sedang fokus pada kertas di tangannya tiba-tiba pintu di ketuk dari luar, setelah mengijinkan si pengetuk masuk pintu pun terbuka dan masuklah manager sekaligus sahabat Kina yang bekerja membantunya di kafe.
"Ki nanti malam kamu bisa tidak datang ke acara ulang tahun keponakan aku" kata Lunar
"Bisa jam berapa?" Kina meletakkan kertas yang tadi ia pengang
"Acara di mulai jam 8 malam tapi aku harap kamu bisa datang lebih cepat, bagaimana? " tanya Lunar penuh harap
"Baiklah aku akan datang jam sebelum jam 8" jawab Kina yang mendapat sorakan bahagia sahabatnya.
"Baiklah aku tunggu kedarangan kamu ya, kalau gitu aku keluar dulu" Lunar meninggalkan ruangan Kina dengan perasaan bahagia karna sahabatnya bisa datang dan ia akan segera menjalankan rencananya.
Setelah kepergian Lunar, Kina kembali melanjutkan pekerjaannya menyelesaikan semua laporan dan beberapa kertas berisi data tempat yang akan ia gunakan untuk membuka cabang kafe.
Saat jam makan siang Kina masih saja sibuk dengan kertas-kertasnya dan tidak ingat waktu, bahkan Kina tidak menyadari kehadiran seseorang yang sudah duduk manis di hadapannya sedang memperhatikannya yang terlalu serius bekerja sampai lupa waktu.
Orang tersebut terus memperhatikan Kina yang seakan tidak merasa terganggu dengan kehadirannya sedikitpun hingga ia bosan karna waktu makan siang hampir habis.
Ekhem
Mendengar suara yang cukup keras mengagetkan Kina hingga beberapa kertas yang ia pegang berhamburan di meja bahkan hingga jatuh ke lantai. Kina segera melihat siapa yang sudah mengagetkannya hingga pekerjaannya terganggu, namun saat melihat siapa orang tersebut Kina hanya menunjukkan cengirannya saja karna tidak berani untuk marah.
"Eh mas Kenan bikin kaget aja, kapan mas datang kenapa nggak bilang dulu!" Kina bertanya untuk mengalihkan amarah saudaranya walaupun kenyataannya ia tidak mungkin di marahi.
"Setengah jam yang lalu mas datang tapi kamu sama sekali tidak menyadari keberadaan mas mu ini" jelas Kenan datar
"Maaf mas" Kina menunduk takut ia tahu apa kesalahannya yang menyebabkan Kenan marah.
"Sudahlah sekarang ayo makan sebelum dingin makannya" ucap Kenan yang segera di ikuti Kina ke arah sofa di ruangannya.
Ketika menuju sofa Kina melihat ada seorang wanita hamil yang duduk di sofa dengan kotak makanan di hadapannya. Kina segera menghampiri wanita tersebut dengan senangnya dan memeluknya manja.
"Ya ampun mbak kenapa nggak bilang kalau mau datang biar aku jemput" kata Kina
"Nggak perlu mbak ke sini juga sama mas mu itu kok" jawab Rina istri Kenan
"Oh ya ini makanan ya mbak siapa yang masak, mbak nggak boleh capek loh nanti dedek bayinya capek juga kasian" ucap Kina sembari mengelus perut buncit Rina
"Tenanglah dedek bayinya sehat kok yang penting sekarang kamu makan karna kamu yang harus jaga kesehatan jangan telat makan" Rina membongkar kotak makanan yang ia bawa untuk suami dan adik iparnya itu.
Mereka makan dengan diam karna itu adalah peraturan yang sudah di terapkan Sanjaya pada anak-anaknya agar tenang saat makan. Setelah selesai makan Kina menunjukkan beberapa kertas pada Kenan.
"Mas ini data sekaligus lokasi yang akan adek jadikan tempat untuk cabang baru gimana menurut mas Kenan!" Kina menyerahkan kertas tersebut ke tangan Kenan
"Tempatnya bagus dan strategis gedungnya juga lumayan besar apa kamu yakin akan memakai tempat ini!" tanya Kenan
"Iya mas yakin adek jamin cabang pertama kafe kita pasti akan maju seperri yang di sini" jawab Kina
"Baiklah tapi sebelum itu mas akan perintahkan seseorang untuk memastikan keamanan tempat itu secara langsung agar tidak ada kendala suatu hari nanti" Kenan mengelus kepala Kina yang tertutup hijab panjang dengan sayang.
Kina yang mendapat perlakuan lembut dan penuh kasih dari Kenan sangat senang karna baginya tidak ada laki-laki yang lebih baik selain ayah dan masnya tersebut.
Setelah sedikit berdiskusi tentang kafe cabang yang akan di buka, Kenan dan Rina segera pamit untuk kembali ke kantor setelah mengantar Rina pulang ke rumah.
Sore haripun tiba Kina segera bersiap untuk pulang karena pekerjaannya yang sudah ia selesaikan meski tidak semua. Setelah si Amang supir keluarga Kina datang menjemput mereka segera melaju untuk pulang, namun saat masih di lampu merah Kina tidak sengaja melihat seorang anak kecil yang sedang menangis si pinggir jalan dengan kebingungan.
Kina segera keluar dari mobil setelah meminta kang Amang menunggu, tanpa membuang waktu Kina menghampiri anak kecil tersebut dengan perlahan karna tidak ingin anak itu takut.
"Hay gadis manis kenapa kamu menangis sayang!" tanya Kina mensejajarkan tinggi tubuhnya
"Aku cari dady tapi nggak ada momy" anak kecil itu langsung memeluk Kina erat
"Me memangnya dady kamu kemana nak!" Kina masih kaget saat di panggil momy oleh anak kecil tersebut.
"Dady pergi momy, aku nggak mau sama tante itu dia jahat" adu anak kecil itu pada Kina
"Ya sudah sekarang ikut momy ya" Kina merasa canggung saat menyebutkan dirinya momy pada anak tersebut.
"Momy jangan tinggalin Lara lagi ya, nanti Lara nggak ada temannya" Kina melihat tatapan sendu Lara yang sepertinya sangat kesepian
"Iya momy temani Lara ya sekarang Lara mau kemana!" tanya Kina
"Cari dady" kata Lara
"kemana momykan nggak tahu dady kemana sayang" ucap Kina
"Kita masuk ke sana aja momy pasti dady ada di dalam" Lara menunjuk ke dalam mall yang ada di depan mereka
"Baiklah kalau begitu kita masuk" Kina segera melangkah masuk, tetapi sebelum langkahnya jauh Kina mendengar suara orang memanggil Lara dengan lantang dan suara tersebut seperti tidak asing baginya.
Kina melihat ke arah suara tersebut yang semakin dekat bahkan Lara sudah heboh menyambut kedatangannya, Kina yakin dia pasti dadynya Lara tapi mengapa suaranya sangat pamiliar pikir Kina. Saat melihat siapa yang mendekat Kina diam mematung tubuhnya seakan tidak dapat di gerakkan lagi bahkan dunianya seakan berhenti saat itu juga, entah mengapa jadi seperti itu padahal mereka tidak saling kenal tetapi Kina merasa seperti sangat dekat dengan orang tersebut.
Tidak jauh berbeda dengan orang yang baru saja datang menghampiri mereka, ia juga tidak kalah kagetnya saat melihat siapa yang sedang bersama putrinya. Seakan tidak percaya dengan apa yang di lihat orang tersebut lebih mendekat dan setelah yakin dengan penglihatannya, pemuda tersebut segera memeluk Kina dengan erat bahkan Lara yang masih di gendongan Kina juga ia dekap dengan penuh rasa haru. Sedangkan Kina hanya diam tanpa kata sedikitpun karna ia juga masih bingung dengan apa yang terjadi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Mhay
ini sambungannya mana ????
2021-12-07
1