Setelah malam indah yang mereka lalui di vila, hari ini mereka sudah harus kembali pada aktifitas masing masing terkecuali Renal. Saat ini iya berada di kediaman orang tua nya karna kemarin iya pulang dengan membawa Naya dan kedua adik nya.
Ketika sedang asik tidur tiba tiba iya di ganggu dengan suara ketukan pintu yang tiada henti nya dengan menyebut kata sayang berulang kali.
" Honey bangun lah ayo kita saran…
Honey
honey
Renal yang merasa sangat terusik pun akhir nya memutus kan untuk melihat siapa yang sudah berani mengganggu nya. Dengan marah nya iya membuka pintu dan membentak orang tersebut karna iya merasa tak mengenal sura itu.
" Apa yang kau lakukan di depan kamar ku" teriakan Renal menggema hingga ke lantai bawah bahkan para pelayan yang mendengar suara tuan muda nya menjadi bergidik ngeri.
" Mengapa kamu membentak ku honey, aku hanya ingin mengajak mu sarapan" kata Yuna dengan berlinang air mata.
" Siapa yang kau panghil honey tidak ada lebah atau madu di sini pergi lah dasar pengganggu" ketus Renal lalu kembali masuk ke dalam kamar dengan membanting pintu dengan keras hingga Yuna tersentak kaget.
" Dasar pengganggu siapa yang mengijin kan nya untuk naik dan datang ke kamar ku" gerutu Renal dengan kesal nya, karna terlanjur bangun Renal memutus kan untuk mandi dan segera bersiap untuk menemui pujaan hati nya. Mengingat Naya seketika mengembalikan mood nya yang tadi hancur jadi lebih baik. " Tunggu aku baby" gumam Renal dan bergegas.
Sedang kan Yuna yang di usir oleh Renal tetap menangis dan berlari ke bawah menemui orang tua nya yang ada di ruang tamu. Yuna menggampiri momi nya dan memeluk nya dengan terus menangis.
" Ada apa sayang apa yang terjadi" tanya Mei khawatir melihat putri nya
" Kenapa Renal berteriak ada apa" Linda pun ikut khawatir karna tidak biasa nya anak nya berteriak jika di bangun kan untuk sarapan.
" Tidak terjadi apa apa mom tante mungkin Renal hanya kesal karna aku sudah mengganggu nya tidur" jawab Yuna sembari menghapus air mata nya.
" Tapi tidak biasa nya dia seperti itu…
" Sudah lah ma mungkin Renal kelelahan" potong Ricard menenangkan Linda
" Mungkin seperti itu dan kami juga seharus nya tidak mampir tadi" ucap Wiliam
" Iya jika saja kemarin Renal datang saat makan malam mungkin putri kami tidak akan memaksa untuk singgah karna dia sangat ingin bertemu dengan Renal" sambung Mei.
" Siapa yang ingin bertemu dengan ku!" mereka semua melihat kearah tangga di mana Renal sedang turun, dengan setelan kasual nya yang semakin membuat nya mempesona. Yuna semakin tergila gila saat melihat penampilan Renal, apa lagi Renal yang berjalan ke arah mereka iya berfikir mungkin Renal ingin minta maaf pada nya dan mengajak nya berkencan.
" Renal ini putri saya Yuna dia ingin bertemu dengan mu" jawab Mei
" Renal kenapa kamu tidak datang saat acara makan malam kemaren bukan kah kita akan membahas masalah pernikahan kita dan kenapa kamu tadi membentak ku, kamu tahu aku sangat takut" suara Yuna sangat terdengar manja, bila orang mendengar pasti akan segera memeluk untuk menenangkan tapi tidak dengan Renal yang justru merasa sangat bosan mendengar nya.
Baginya mendengar suara manja dari wanita itu sudah biasa apalagi air mata yang mereka keluarkan, baginya itu hanya lah tipu muslihat mereka untuk mendapat kan perhatian nya saja.
" Bukan kan kita sudah bertemu saat makan malam! aku juga hadir di situ tapi ada seorang gadis yang lancang menyiram dan menampar ku" kata Renal dingin
" Be benar kah siapa gadis itu berani sekali dia meleceh kan mu kita harus menuntut nya" gugup Yuna yang sudah merasa kalu dia yang dimaksud Renal.
" Yah kau benar aku memang akan menuntut nya agar semua orang tahu bahwa dia bukan lah wanita anggun seperti yang terlihat di layar kaca" kata kata Renal seakan membekukan pergerakan Yuna bahkan orang tua nya pun jadi malu dan bingung.
Melihat mereka semua yang terdiam Renal memutus kan untuk pergi meninggal kan mereka semua. Setelah kepergian Renal Wiliam pun segera pamit dan membawa anak serta istri nya pergi dari kediaman Adsorn.
" Keluarga yang sangat… ntah lah aku tidak tahu harus berkata apa" gumam Ricard segera pergi ke ruang kerja nya karna hari ini tidak banyak pekerjaan jadi iya memutus kan bekerja di rumah. Sedang kan Linda memilih menuju taman belakang.
Di lain tempat , dalam mobil yang sedang di tumpangi keluarga Liu, mereka sedang sangat gelisah atas ucapan Renal tadi.
" Pi mi bagaimana ini aku tidak mau di penjara " rengek Yuna pada orang tua nya.
" Tenang lah papi akan usahakan agar Renal tidak menuntut kamu"
" Iya sayang lagi pula Renal tidak punya bukti kan dan kita bisa mengancam nya"
" Bagaimana mengancam nya mi"
" Papi lihat kan bagaimana cara Renal makan itu sungguh menjijik kan pi, bagaimana jika semua orang tahu jika seorang Renal adsorn direktur muda yang sangat berpengaruh itu makan dengan sangat menjijik kan pasti tidak akan ada yang mau bekerja sama dengan mereka dan reputasi nya juga anjlok di mata umum…
" Dia pasti akan sangat malu, jadi maksud momi kita jadi kan ini sebagai kartu as kita untuk mendapat kan nya" sahut Wiliam cepat.
" Tepat sekali pi dengan begini Yuna tidak akan di penjara dan kita akan menikahkan Yuna dengan nya jadi…
" Sekali dayung dua pulau terlampaui" lanjut Yuna yang sudah paham arah pembicaraan orang tua nya.
" Benar dengan begitu kita akan mendapat kan keuntungan yang sangat besar selain perusahaan yang akan semakin maju kita juga akan semakin kaya, kamu juga pasti semakin terkenal sayang" senang Mei dengan menggenggam tangan anak nya.
" Yah itu bangus sekali mi aku akn sanga berkuasa dan tidak akan ada yang berani pada ku nanti semua orang akan memperhatikan ku dengan kagum"
" Keluarga kita juga tidak akan tersaingi dan akan menjadi keluarga kaya dan berpengaruh setelah keluarga Asorn" gumam Wiliam.
" Yah papi benar momi juga pasti akan semakin di takuti oleh semua teman arisan karna tidak ada yang bisa menyaingi momi, mereka akan iri dengan apa yang momi pakai itu pasti" kata Mei lagi.
Mereka terus saja berargumen dengan segala khayalan dan harapan mereka yang besar hanya dengan secuil gertakan, mereka sangat yakin akan dapat meraih semua yang mereka impikan selama ini.
Renal yang berada di sebuah kafe dapat mendengar semua yang mereka rencana kan karna sebelum pergi meninggal kan pekarangan Renal yang melihat mobil milim Wiliam memiliki sebuah ide. Untuk menangkap rubah maka harus menemukan titik lemah nya lebih dulu agar tidak terperangkap dan terluka, jadi Renal menempel kan sebuah penyadap suara yang langsung tersambung pada handphone nya untuk mengetahui rencana mereka yang sebenar nya. Hasil nya sungguh sangat memuaskan, penyadap yang iya tempelkan di kaca mobil bagian dalam tidak ketahuan dan sangat bermanfaat.
Seringai kecil namun menyeram kan muncul di bibir Renal, aku akan ikuti permainan kalian dan pasti ini akan sangat menyenangkan pikir Renal.
💜💜💜💜💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments