Matahari pagi sudah mulai menampakkan sinarnya kembali,yang menandakan bahwa hari baru akan di mulai.seorang gadis cantik tengah berkutat di dapur bersama para pelayannya untuk menyiapkan sarapan.sudah menjadi kebiasaan naya untuk menyiapakan sarapan keluarganya bila naya sedang berada di rumah ayahnya karna naya yang lebih sering menghabiskan waktunya di butik.
pagi ini mereka sarapan hanya bertiga karna ibu tiri naya sedang berada di luar negeri bersama teman temannya untuk bersenang senang.
" ayah kapan ibu akan pulang aku aku tak dapat menghubungi ibu setelah ibu mengatakan akan pergi" pertanyaan edwar menyebabkan tuan jo menghela napas panjang sebelum menjawab.
" ayah juga tidak tahu nak ibu tidak pernah menjawab panggilan ayah bahkan tak pernah memberi kabar apapun pada ayah"
edwar mendesah kecewa karna ibunya yang tidak memberi kabar apapun bahkan pada suaminya sendiri.edwar merasa ibunya hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa perduli pada keadaan keluarganya dan salah satu alasan kepergian edwar memilih kuliah di luar negeri adalh karena ibunya yang tak perduli padanya,ibunya hanya selalu menghawatirkan perusahaan dan harta warisan.
kenapa ibu seperti ini bahkan sikap ibu semakin menjadi begitulah pikiran edwar saat ini yang tidak menyangka ibunya akan jadi semakin gelap mata.
naya yang melihat edwar melamun pun segera angkat bicara untuk mengalihkan adiknya dari pikirang buruk tentang ibunya.
" edwar apa kamu tidak mau ayam goreng ini jika tidak kakak akan habiskan karna ini sangat enak"
naya memakan ayam goreng buatannya dengan ekspresi sangat menikmati dan hal tersebut sukses mengalihkan perhatian edwar dari segala pikirannya karna ia memang sangat menyukai ayam goreng apa lagi buatan naya.edwar tidak akan mau berbagi dengan siapapun.
" kak itu milik ku kembalikan kenapa kak naya memakannya"
edwar merebut kembali piring yang masih berisi beberapa potong ayam lagi dan segera memakannya hingga tak bersisa lagi ayam goreng tersebut.
naya yang melihat hal tersebut hanya tersenyum begitupun dengan ayahnya.tuan jo merindukan momen seperti saat ini pun hanya tersenyum karna melihat keributan kecil anak nya karna ayam goreng.
pagi ini naya pergi ke butik dengan edwar sebagai supirnya, yah tentu saja karna edwar memaksa untuk ikut kakaknya sebelum ia di sibukkan dengan urusan kantor nanti.
saat di perjalanan tiba tiba edwar merasakan ada yang tida beres dengan mobilnya.akhirnya edwar pun memilih untuk menwpikan mobilnya keluar untuk melihat apa yang terjadi.
" astaga kenapa ban nya bisa kempes apa ayah membeli mobil bekas untuk kakak huh"
kesal edwar karna mereka yang sedang buru buru tapi harus terhenti hanya karna si ban yang kempes.naya yang melihat edwar tak kunjung masuk akhirnya memilih untuk keluar.
" kenapa apa terjadi sesuatu pada mobilnya ed" lali naya mengalihkan pandangannya pada objek yang sedang dilihat adiknya.
" kak apa mobil ini bekas atau mobil tua jika seperti ini lebih baik kita naik mobilku saja"
gerutu edwar karna mencemaskan kakaknya yang haru segera tiba di butiknya.
" tennang lah jangan mengeluh lebih baik telpon supir untuk datang lesini segera dan katakan untuk mengurus mobil ini juga.
naya menenangkan edwar dengan nada santainya seakan tidak ada hal penting yang harus segera di selesaikannya.mendengar kalimat yang terdengar sangat santai tersebut menyebabkan edwar tak habis pikir dengan kakak nya itu.
tadi ssaat di rumah sangat terburu buru tapi lihat lah sekarang pikir edwar geleng kepala,tetapi tetap malakukan apa yang di katakan naya.
belum sempat edwar menelpon supirnya tiba tiba ada suara seseorang yang pamiliar memamggil nama edwar dan naya. mereka melihat sebuah mobil mewah berhenti di depan mobil mereka dan tak lama keluarlah seorang pemuda tampan yang sangat mereka kenal.
" KAK NAYAA" ramon berlari mendekati naya dan edwar dengan teriakan histerisnya.
" eh mau ngapain kamu jangan peluk kak naya, kak naya punyaku" edwar menahan ramon yang akan memeluk naya dengan menghadangkan tubuhnya di hadapan naya sebagai tameng.
" minggir lo ,gue maunya kak naya bukan lo" kesal ramon karna rasa rindunya terhalang oleh edwar.
" gak enak aja lo mau meluk kak naya gak boleh emang lo siapa"
naya yang melihat perdebatan mereka akhirnya menyingkir dari balik tubuh edwar dan menatap ramon yang sedang tersenyum manis padanya.naya mendekat dan memeluk ramon yang sudah ia anggap seperti adiknya.
ramon dan edwar adalah teman dekat sejak smp ramon pun sering bertemu dengan naya dan sangat senang ketika naya memasakkan ayam goreng kesukaannya,tetapi ramon dan edwar bisa saling berselisih jika sudah memperebutkan perhatian naya,layaknya dua bayi besar yang memperebutkan perhatian ibunya.
" ramon kamu apa kabar kenapa tidak memberitahu kakak jika sudah pulang" naya memeluk ramon dan di sambut hangat oleh si empunya.
" maaf kan ramon sebenarnya sudah lama pulang tapi karna masih banyak kesibukan jadinya belum kasi kabar deh sama kak naya" ramon menjawab sembari tersenyum polos berharap tidak di marahi karna tidak memberitahukan kepulangannya pada gadis yang sudah ia anggap kakak itu.
" ya baik lah kamu dan edwar sama saja lebih baik kakak naim taksi saja malas dekat kalian" canda naya pada kedua adiknya yang berhasil menjadikan kedua pemuda tampan itu kalang kabut dan tampa kata kata ramon segera menarik naya ke mobilnya agar ia bisa melancarkan aksinya untuk mendapatkan maaf dari naya.
setelah naya dan edwar duduk ramon kembali melajukan mobilnya,sedangkan edwar menelpon seseorang untuk mengurus mobilnya.naya tidak menyadari kalau di sampingnya ada seorang pemuda tampan yang sedang memperhatikannya dengan senyum manisnya karna menyadari siapa gadis yang di sampingnya ini.
ternyata senyuman renal di lihat oleh adiknya ramon.
ramon yang melihat senyuman kakaknya menjadi berinisiatif untuk mendekatkan mereka.mudah mudahan cocok kalau mereka berkencan dan menikah itu artinya kak naya menjadi kakak ku yang sesungguhnya dong haha aku akan mendekatkan mereka begitulah isi pikiran ramon yang membayangkan akan selalu melihat naya jika menjadi kakak iparnya sembari tersenyum.
edwar yang tidak tahu apapun jadi menatap heran pada ramon yang terseyum sendiri sedangkan tidak ada hal yang lucu.
" kenapa lo senyum sendiri kesurupan lo"
" mau tahu aja lo" jawab ramon santai sembari menyetir.
edwar memutar arah pandangnya kebelakang tempat naya berada, tetapi saat melihat kebelakang edwar mendapati renal di samping naya dan itu membuat edwar senang karna bertemu sosok yang sangat di jadi teladan baginya untuk belajar bisnis.
" kak renal di sini juga apa kabar kak" sapa edwar dengan ceria.
" kabar baik,gimana kuliahnya udah selesai" tanya renal pada edwar
" sudah dong kak edwar gitu loh masak ramon udah selesai edwar belum"
" ya bagus kalau sudah selesai lalu apa rencana mu selanjutnya"
" rencananya dua hari lagi aku bakalan ke perusahaan ayah kak, kasihan ayah sudah mulai kerepotan mengurus perusahaan"
renal yang mendengar jawaban edwar tersenyum manis karna baginya edwar tak ubah nya ramon adiknya yang memiliki semangat kuat dan rasa empati yang tinggi pada orang yang mereka sayangi.
" oh iya kak renal kenal kan ini kak naya kakak ku yang cantik dan...
belum selesai edwar mengatakan ucapannya sudah di potong oleh ramon
" kakak cantik ku juga kak,kakak ingat kan aku pernah menceritakan tentang kakak nya edwar yang sangat menyayangiku nah ini dia orang ini dia orangnya yang di samping kakak itu,cantikkan"
ramon memberitahukan kakaknya jika selama ini kakak cantik yang selalu ia ceritakan adalah naya gasis yang sedang duduk diam di samping renal.
" kenapa lo nyela omongan gue,gue belu. selesai juga" jengkel edwar karna ramon menyela ucapannya dengan cepat.
" terserah gue lah kak naya kan kakak gue juga iya kan kak nay"
" kak naya kakak gue pokok nya titik" tekan edwar yang tidak terima berbagi kakak dengan ramon.
" gue juga dan lo gk boleh sewot ok" kekeh ramon yang mempertahan kan pernyataannya.
naya hanya tersenyum geli melihat keributan mereka yang selalu terjadi hanya karna masalah yang sama berulang kali.
sedangkan renal tidak memperdulikan ocehan adiknya dan edwar, renal hanya fokus memperhatikan naya yang tersenyum manis.senyuman yang sama seperti dulu.
setelah tiba di depan butik naya, ramon menghentikan mobilnya dan naya pun segera keluar karna merasa pusing dengan perdebatan antara edwar dan ramon yang tak kunjung usai di ikuti oleh edwar yang mengejar kakaknya,karna ia tertinngal akibat debatnya yang belum berakhir dengan ramon.
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜
pada bab selanjutnya akan ada flasback tentang naya dan renal ya...
di tunggu aja bab berapa karna belum bisa dipastikan ok
see you😉😉😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Lia
Perdebatan antara para lelaki memang sangat menyenangkan 😌
2021-02-17
0