19. Menggoda

Pagi ini di kediaman keluarga Robinson semua orang sedang berkumpul untuk sarapan bersama. Edwar yang sudah lama tidak merasakan kehangatan keluarga yang berkumpul utuh sangat bahagia apalagi ibu nya ada si rumah.

" Makan lah ini Edwar kau harus makan yang banyak dan bergizi agar tetap sehat dan kuat" kata Lia.

" Apa ibu ingin melihat ku gemuk dan kenapa sayur semua ibu aku sudah seperti kambing saja makan daun dan sayuran hijau lain nya" gerutu Edwar karna ibunya meletak kan semua sayuran di piring nya.

" Ini sehat kamu dan kamu harus bissa menyeimbang kan makanan kamu, ibu tahu selama ibu tidak ada kamu banyak makan daging dan kemarin pasti kamu makan banyak daging kan dengan yang lain saat di vila" sinis Lia melirik Naya.

" Sudah lah aku ingin makan bukan memdengar keributan" kata Jo yang sudah tidak tahan mendengar sindiran Lia pada putri nya. Naya hanya diam mendengar semua omongan Lia ibu tiri nya itu yang sangat menunjuk kan ketidak sukaan nya sejak iya ketahuan menyiksanya waktu kecil yang menyebab kan iya jarang di perhati kan suaminya lagi dan bahkan suami nya terkesan cuek pada nya.

Mendengar suara kepala rumah sudah tidak ingin di ganggu maka tidak ada yang berani berbicara lagi semua makan dengan tenang nya.

Setelah makan Naya memutus kan untuk segera ke butik di antar supir karna Edwar yang sudah mulai ikut ayah nya ke kantor untuk mulai bekerja. Ketika tiba di butik Naya di kaget kan dengan kehadiran seseorang yang beberapa hari ini selalu muncul si hadapan nya. Siapa lagi kalau bukan Renal, dengan santai nya Renal duduk di sofa yang ada di ruang kerja Naya sembari memeriksa tugas nya yang memang harus dia tangani sendiri.

Melihat kedatangan Naya menimbul kan senyuman nya terkembang sempurna di wajah tampan nya. Naya yang heran dengan ke beradaan Renal di ruangan nya sudah tidak ambil pusing bagi nya Renal seperti tuan jin yang bisa berada di mana pun yang iya mau.

" Kenapa lama sekali datang nya aku sudah menunggu dari tadi loh" tanya Renal lembut sembari duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan Naya. Bukan nya menjawan Naya justru melakukan panggilan telepon dengan asisten nya.

" Mila buat kan 2 capucinno hangat saya di ruangan" Naya menutup panggilan setelah mendapat jawaban dari asisten nya.

" Kamu memang sangat pengertian tahu saja akubsedang haus" Renal menatap Naya dengan kedua tangan menyangga kepala nya

" Ada tuan Renal yang terhormat datang ke ruangan saya bukan kah tamu harus nya menunggu di ruang tunggu!" tanya Naya mencoba menggoda Renal, sedang kan yang di goda sudah senang dan berniat menjahili gadis tersebut.

" Dimana kamu berada di situ ada aku jadi dimana tempat kamu disitu tempat ku" tatapan Renal sungguh membius bagi Naya, tapi iya tidak mau jika pipi nya langsung memerah karna itu sangat memalukan jadi dia mencoba untuk terus menyerang Renal dengan godaan.

" Benarkah apa kamu tahu apa paling sempurna di dunia ini!"

" Tidak bisa beritahu aku!"

" Tentu"

" Apa?"

" Yang paling sempurna di dunia ink adalah kamu" Renal sekarang sudah mengerti kemana arah pembicaraan ini dan iya tahu Naya sedang berusaha menggodanya jadi iya akan dengan senang hati mengikuti nya.

"Benarkah lalu apa kamu tahu apa yang paling indah di dunia ini" Renal menatap mata Naya sangat intens hingga Naya sedikit gugup tetapi berusaha menutupi nya.

" Apa?" Naya menatap mata Renal dengan intens juga seakan mengatakan tidak akan tersipu

" Yang paling indah di dunia ini adalah mata kamu apa lagi jika sedang berbinar bahagia, lalu bibir kamu yang selalu mengatakan bahasa yang lembut, dan yang paling aku suka adalah pipi kamu yang bersemu sungguh sangat menggemas kan" dam Naya terperangkap oleh permainan yang iya mulai lebih dulu sekarang bahkan wajah nya sangat bersemu hingga iya memilih mengalihkan tatapan nya pada laptop nya. Renal yang mendapat kan kemenangannya semakin tersenyum penuh arti pada Naya hingga Naya makin salah tingkah.

Tak lama kemudian pintu ruangan Naya di ketuk, setelah mendapat jawaban dari si empunya ruangan pintu terbuka. Ternyata yang membuka pintu itu Mila dengan membawa dua gelas minuman pesanan nona nya. Setelah meletak kan minuman nya di meja Naya, Mila memilih pergi meninggal kan ruangan itu sebelum sebuah suara menghenti kan nya.

" Mila tolang kata kan pada Ara untuk segera menyelesai kan proses jahitan nya pada bagian jahit karna akan ada desain baru lagi" ternyata Naya lah yang memanggil nya untuk meminta tolong menyampaikan peaan pada manajer nya.

" Desain nya sudah selesai di jahit nona mereka tinggal menunggu desain selanjutnya" jawab Mila sopan.

" Baik lah kalau begitu bawa ini pada mereka dan katakan kalau ini mereka harus benar benar teliti karna ini akan menjadi gaun andalan kita" Naya menyerah kan amplop coklat berisi desain lain nya.

" Baik nona akan saya serah kan dan sampai kan pesan nona pada mereka" Mila pun berlalu keluar setelah pamit.

" Renal yang menyaksikan bagaimana interaksi antara karyawan dan bos itu merasa kagum pada Naya kebanyakan wanita yang memiliki usahanya sendiri tidak pernah berkata tolong atau ramah pada karyawan nya bahkan mereka selalu menunjuk kan kekuasaan dan memerintah sesuka hati serta ingin di panggil nyonya agar terlihat lebih berkuasa dan berpengaruh.

" Kenapa kamu minta tolong pada nya bukan kah sudah tugas nya mematuhi semua perintah atasan nya" tanya Renal.

" Semua karyawan di sini sudah seperti keluarga bagi ku, kami tidak ada bedanya hanya saja aku lebih beruntung karna berasal dari keluaga yang dapat memiliki segala nya dengan mudah sedang kan mereka harus benar benar bekerja keras lebih dulu" jawab Naya.

"Semua pekerjaan memang membutuh kan kerja keras dan usaha tidak ada yang mudah di dunia ini jika ingin meraih kesuksesan maka kau harus harua merasakan kepahitan lebih dulu, jika kepahitan itu tidak juga berganti maka usaha mu harus lebih giat lagi dan jangan lupa berdoa pada tuhan" Renal meminum kopi nya yang sudah hangat.

" Yah itu benar tapi terkadang masih banyak orang yang tidak mau berusaha, mereka hanya ingin mendapat hasil yang cepat dan banyak tanpa harus bersusah payah bahkan hingga menghalal kan segala cara, meskipun nyawa jadi taruhan nya" Naya mulai mengambil alat gambar nya untuk mulai mendesain.

" Banyak kerugian dari bermalas malasan dan yang serba cepat seperti kehilangan harga diri dan kepercayaan orang lain tertama keluarga karna sebaik baik nya kepercayaan orang lebih baik meraih kepercayaan keluarga dulu karna itu akan menjadi pondasi awal masa depan, karna keluarga lah orang yang paling mengerti kita" senyum kedua nya terukir di wajah mereka dengan indah. Sungguh pasangan yang saling pengertian akan saling menguatkan, pasangan yang saling percaya akan selalu berjalan beriringan.

💜💜💜💜💜

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!