13. Tidak mungkin

Setiba nya di ruangan vip tempat oraang tua nya berada, Renal segera duduk di dekat papa nya.Yuna yang melihat Renal duduk tepat di hadapan nya menjadi terpesona sekaligus salah tingkah. Pesona seorang Renal yang kuat sungguh membuat model terkenal itu tak berdaya dan semakin yakin dengan pilihan nya untuk mendapat kan Renal. Sempurna pikir Yuna.

" Pa ma apa sudah pesan makanan, aku sudah lapar" tanya Renal pada orang tua nya.

" Kami sudah pesan kamu pesan lah dulu tadi mama ingin pesan kan tapi takut kamu terlalu lama dan jadi dingin" ucap Linda lembut sembari menatap putra sulungnya dengan lembut dan penyesalan.

" Baik lah kalau begitu aku akan pesan" Renal memanggil pelayan dan mengatakan pilihan nya.

Setelah selesai memilih makanan nya Renal pun segera menatap ke depan karna iya tahu bahwa gadis di depan nya ini sedari tadi terus menatap nya dengan tatapan memuja.

" Kenapa menatap ku terus, air liur mu sudah banjir" kata Renal sarkas dan dingin yang menyebab kan Yuna gelagapan dan segera menghapus bibir nya yang ternyata tidak ada air liur nya. Karna malu akhir nya Yuna menunduk kan kepala nya.

" Renal kamu tidak boleh seperti itu nak dia ini yang akan jadi calon kamu" kata Linda karna tidak enak hati dengan keluarga Liu, biar bagaimana pun juga iya terlibat dalam masalah ini .

" Hmm"

" Bagaimana kabar nya lama tidak bertemu Renal" sapa Wiliam

" Baik paman sendiri" meskipun enggan menjawab tapi Renal tetap menjawab demi kesopanan pada orang yang lebih tua walaupun dengan nada datar.

" Paman juga baik seperti yang kamu lihat bahkan jauh lebih baik setelah bertemu dengan mu lagi" Renal hanya mengangguk sebagai respon ucapan Wiliam.

Setelah makanan tiba mereka segera menyantap nya. Saat makan sedang berlangsung ada kejadian yang tidak pernah terduga oleh mereka yaitu cara makan Renal. Renal makan dengan menggunakan air setelah dia meminta nya pada pelayan bahkan tanpa canggung iya mengangkat potongan daging menggunakan tangan nya dan menggigit nya langsung. Seperti orang yang tidak pandai menggunakan pisau dan sendok iya makan tanpa memperdulikan pandangan orang apa lagi gadis di depan nya yang mulai ilpil dengan cara nya makan.

Renal sengaja melakukan itu semua karna iya ingin melihat kesungguhan gadis di depan nya ini sekaligus mempersilahkan nya mundur teratur tanpa di minta jika memang tidak suka cara nya . Setelah makan Renal mengelap mulut nya dengan tidak etisnya yang menunjuk kan dia seperti bukan orang kaya yang selalu menjaga image nya.

Tidak hanya keluarga Liu yang heran melihat tingkah Renal, tetapi juga orang tua nya. Ramon yang awal nya bingung kini sudah mengerti akan tujuan dari kakak nya akhirnya tidak memperdulikannya. Selesai membersihkan mulut Renal pun bersendawa cukup nyaring di dengar hingga semakin menimbulkan kelagetan pada yang lain. Diam diam Renal memperhatikan ekspresi hadis di depan nya saat iya bertingkah demikian dan ternyata sesuai dugaan nya.

Yuna menatap jijik pada Renal yang seperti orang kampung sangat berbanding terbalik dengan penampilan nya dan kabar yang selalu iya dengar. Penampilannya sangat menipu sungguh menjijik kan bahkan aku mual melihat nya yang kampungan benar kah ini putra sulung tante Linda yang terkenal berwibawa dan berkarisma ini sangat kotor dan jorok batin Yuna.

" Tante di mana putra tante Renal adsorn apa dia masih lama lagi datang nya" tanya Yuna penasaran sembari melirik pemuda si depan nya dengan pandangan remeh.

"Ini dia anak tante Renal yang…

" Dia tidak bisa datang ke sini karna pekerjaan nya sangat banyak jadi bagaimana jika kamu dengan ku saja gadis manis" goda Renal berpura pura genit senbari ingin memegang tangan Yuna. Yuna yang melihat tangan nya akan di pegang segera menarik nya dengan cepat.

" Sungguh manusia kotor darimana kau ini sungguh menjijik kan, siapa kau ini sebenar nya sudah mengaku sebagai Renal sekarang lancang ingin memegang ku" teriak Yuna lalu dalam sekejap iya menyiramkan air sisa cuci tangan ke wajah Renal.

" Pelayan cepat panggil keamanan usir orang tidak tahu diri ini cepat" Yuna terlihat sangat marah saat berteriak.

" Tenangkan dirimu Yuna apa yang kamu lakukan dia itu Renal" kata Mei meyakinkan anak nya.

" Tidak mungkin ma dia hanya sampah tidak berguna yang menyelinap masuk" kata Yuna yakin.

" Ayo lah nona apa hebat nya Renal itu aku lebih tampan dan pantas untuk mu bukan" Renal berjalan mendekati Yuna seketika Yuna berteriak dan

PLAK

Sebuah tamparan melayang di pipi Renal dan membuat semua orang syok. Wiliam yang melihat kelakuan putri nya segera menarik seluruh keluarga nya pergi begitu saja. Setelah kepergian keluarga Liu Ramon tertawa keras lalu menelpon Dani untuk mengantar kan nya pakaian.

" Kenapa kamu melakukan ini Renal" tanya Linda penasaran.

" Wanita seperti dia hanya mengingin kan harta, tahta dan rupa dia tidak pantas untuk ku dan keluarga ini" Renal pergi meninggalkan keluarganya menuju ruang kerjanya yang tersedia di restauran tersebut.

" Jadi Renal sengaja melakukan nya dan ternyata begitu lah sifat asli gadis yang pantas menjadi menantu ku sungguh miris" Ricard tersenyum getir saat membayang kan memiliki menantu yang suka merendah kan orang lain.

Linda yang mendapat sindiran tak mampu berkata apapun lagi, kini iya tahu apa penyebab mereka mengusul kan perjodohan untuk putra nya. Bahkan Yuna menampar dan membentak anak nya, hal tak pernah iya lakukan selama hidup nya.

Ramon mengejar kakak nya ke ruang kerja nya segera menghampiri nya yang sedang menunggu Dani.

" Kak, apa semua nya baik baik saja" tanya Ramon khawatir melihat keadaan saudara nya yang kacau.

" Tenang lah itu tidak sebanding dengan apa yang akan dia dapat kan setelah ini" Renal tersenyum tipis, tetapi menurut Ramon itu sangat menakut kan.

" Yah lalu apa yang akan kakak laku kan!"

"Lihat saja nanti permainan baru akan di mulai" seringai kembali muncul dari Renal dan seketika ruangan itu terasa mencekam bahkan Ramon sampai bergidik di buat nya.

" Tuan ini pakaian anda" Dani datang membawa pesanan tuan nya.

setelah menerima godibag nya Renal segera masuk ke kamar mandi untuk membersih kan tubuh nya.

Tak lama setelah nya Renal kaluar dengan keadaan segar dan semakin menawan.

" Maaf tuan tadi saya bertemu dengan tuan besar dan nyonya, tuan mengatakan jika beliau akan pulang terlebih dulu dengan nyonya" jelas Dani.

" Ya tak apa, Dani aku punya tugas untuk mu"

" Apa yang harus saya lakukan tuan"

" Seminggu ini aku tidak akan masuk ke kantor jadi atur semua jadwal ku jika ada bekas yang sangat penting beritahu aku" jelas Renal.

" Baik tuan sesuai peeintah kalau tidak ada lagi saya undur diri tuan"

" Ya pulang lah kau butuh istirahat"

Dani segera undur diri dari ruangan tersebut dan tersisa lah kakak adik itu.

" Kak kenapa kakak tidak masuk seminggu apa kakak ingin jalan jalan" tanya Ramon penasaran.

" Tidak tapi menjalan kan misi masa depan"

" Misi masa depan! boleh aku tahu!"

" Mendapat kan cinta kakak cantik mu" Renal tersenyum dan berlalu keluar, Ramon segera mengikuti nya.

" Maksud nya kak Naya! are you realy brother" Ramon sangat semangat menanyakan keseriusan kakak nya.

" Tunggulah hasil nya aku akan membawa nya ke pelaminan segera hm" senyum manis kakal beradik itu mengembang seketika dan mereka melanjutkan pulang kerumah.

💜💜💜💜💜

Maaf kalo kurang bagus ya…

Ini karya pertama ku…

Terpopuler

Comments

🇮🇩كون كوني🇮🇩

🇮🇩كون كوني🇮🇩

Sini dulu, ya, Thor.. Oh, ya, biar makin berkualitas.. Mau ngawalin dialog stlah petik gak usah dikasih spasi, Thor..
Terus kaya misale..
"Kau mau ke mana?" tanya dia. Gitu..
Aku belajar PUEBI masih mulek, tapi untuk dialognya begitu.. Hehe.. 😁

2021-02-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!