Setelah membawa semua barang bawaan mereka masuk naya segera membagikan semuanya. sedangkan Renal terus memperhatikan naya yang sedang sibuk membagi kan mainan dan pakaian yang di belinya tadi kepada seluruh anak yang ada di panti tersebut.
melihat anak panti yang banyak dan sangat antusias membuat naya sedikit kerepotan, apa lagi ketika ada seorang anak yang menangis karna tidak sengaja terinjak oleh anak lain yang lebih besar dari nya.
melihat hal tersebut Renal segera turun tangan untuk membantu dan menggendong anak kecil yang masih berumur sekitar 3 tahun itu yang segera di sambut pelukan erat dari anak tersebut.
" kenapa kalian semua nya berebut tenanglah semuanya akan mendapat bagian, tapi kalian harus berbaris yang rapi supaya tidak ada lagi yang terjatuh dan terluka mengerti" kata renal mengingatkan mereka yang segera di turuti oleh semua anak anak tersebut.
"BAIK OMM" jawab semua anak dengan kompak dan mulai berbaris.
Renal yang melihat mereka menurut pun jadi tersenyum saat melihat senyuman bahagia mereka semua karna mendapatkan apa yang tidak mungkin di dapatkan mereka di panti, karna bagi mereka bisa makan dan mendapat kan tempat berteduh pun sudah sangat bersyukur.
Naya melihat seorang anak kecil yang masih berada di gendongan renal pun datang menghampiri.
"hay sayang kenapa kamu terus memeluk kak renal apa kamu tidak mau mainan hm" naya berkata dengan nada lembut nya yang bahkan mampu mendebarkan hati renal yang mendengarnya. anak tersebut segera melihat ke arah naya yang sedang menatap nya sambil mengelus rambutnya sayang.
" bunda udi tatut" kata anak tersebut yang segera beralih ke dalam gendongan naya.
"kenapa tampan nya bunda takut sayangapa ada yang jahatin yudi" tanya naya pada anak yang bernama yudi tersebut.
" tadi udi ke doyong bunda tlus udi jatuh tlus tatit bunda" mata yudi berkaca kaca saat menceritakan pada naya saat ia terjatuh.
" tenang ya sayang bunda di sini sama yudi jadi jangan nangis ya anak bunda yang tampan tidak boleh menangis" bujuk naya pada yudi yang segera mendapat kan tatapan polos dan lucu dari anak tersebut.
Naya tak kuasa utuk tidak tersenyum melihat nya karna yudi memang merupakan anak yang menggemas kan.
" benelan bunda " yudi mengedip ngedipkan mata nya menatap naya yang menyebabkan naya dan renal tertawa karna gemas melihat nya.
" benar tampan jadi jangan menangis ya nanti bunda nya yudi ikit menangis juga kalau yudi nangis, yudi mau liat bunda nangis" tanya renal pada yudi yang hanya menggeleng.
" sudah sekrang kita kesana ya sama yang lain karna makanan nya sudah datang jadi kita makan sama sama ya " mereka pun segera ikut berkumpul dengan yang lain.
Semua anak yang ada di panti tersebut makan dengan sangat lahap dan semangat karna bunda mereka yang datang dan ikut makan bersama. ya mereka memanggil naya dengan sebutan bunda karna naya yang sangat menyayangi mereka semua dan selalu menyempat kan diri datang berkunjung dan memberi mereka banyak mainan dan segala keperluan bajakan naya juga memberikan donasi besar untuk panti tersebut agar anak anak dapat terus sekolah.
Melihat renal yang tidak memakan makanan nya menyebabkan naya jadi tidak enak hati.pasal nya tadi renal mengajak nya makan di restoran tapi malah makan di panti dengan banyak anak kecil. merasa di perhatikan renal pun segera melihat ke arah naya yang menatap nya intens dan menyebabkan jantung nya kembali berdetak cepat. renal segera menetralisir rasa gugup nya untuk tetap menjaga image nya apa lagi ada para pengurus panti yang ikut berkumpul.
"kenapa apa ada sesuatu di wajah ku" tanya renal setelah berhasil menguasai diri nya kembali dari gugup nya.
" tidak hanya saja aku minta maaf seharus ny aku gak bawa kamu ke sini. kamu pasti gak nyaman" naya menunduk kan pandangan nya karna merasa bersalah.
"hey lihat aku… dengar aku tidak keberatan ikut bersama mu ke sini dan yah aku sangat senang berada di tempat ini melihat banyak orang tersenyum bahagia hanya karna hal sederhana" renal mengangkat dagu naya dan memegangnya.
" apa kamu ingin pergi atau mau makan di restoran aku akan menemani mu untuk tanda maaf ku"
" tidak perlu aku akan memakan makanan yang ada saja, apa kamu pikir aku tidak suka makanan sederhana seperti ini hm" renal berujar dengan lembut hingga menyebab kan pipi naya bersemu.
" te tentu karna kamu orang kaya dan terpandang tidak mungkin mau dengan makanan seperti itu apa lagi di tempat seperti ini" naya berusaha menyembunyikan ke guhupan nya agar tidak terlihat walau pun rona pipi nya sudah membuktikan lebih dulu.
" nona robinso aku tidak pernah pilih makanan selagi makanan itu sehat dan tidak beracun... apalagi makanan itu di pesan langsung oleh mu aku percaya kamu akan memastikan semua nya sangat sehat untu anak anak iya kan" renal tersenyum manis saat melihat wajah naya yang bersemu.
sangat menggemaskan batin renal yang terus menatap wajah naya dari dekat. para pengurus panti yang melihat pun ikut tersenyum senang mereka mengira renal adalah kekasih naya.
mereka juga pasti nya turut bahagia karena gadis yang sangat mereka banggakan mendapat kan kekasih yang sangat tampan dan tidak ragu bergabung dengan kaum rendah seperti mereka.
" anak anak lihat bunda naya sudah punya ayah untuk kalian apa kalian tidak mau memyambut ayah kalian" seru salah satu pengurus dengan heboh nya yang mengundang tatapan seluruh anak panti pada naya dan renal.
sedang kan renal segera menurunkan tangan nya dari dagu naya yang sedang salah tingkah. renal hanya tersenyum menanggapi semua tatapan anak anak polos tersebut hingga akhir nya yudi memeluk renal.
" Ayah tenapa gak bilang dali tadi cih bunda kalo ini ayah na udi" seru yudi pada naya sembari memeluk renal erat. anak anak lain yang melihat yudi memeluk renal pun jadi iri.
" apa kalian tidak mau memeluk ayah juga anak anak! " tanya naya sembari melirik renal yang sedang memeluk dan mengelus rambut yudi sayang, mendengar seruan naya sontak anak anak tersebut berlari ingi memeluk renal juga seperti yudi.
" AYAAH" mereka semua memeluk renal hingga renal kualahan dan tertimpa karna terdesak oleh pelukan yang banyak tersebut. hal itu justru malah semakin membuat renal tertawa bahagia karna semua anak anak itu sangat lucu dan menyenang kan.
Naya hanya tertawa menyaksikan aksi mereka yang terus bermain dengan renal dan terlihat menerima nya dengan senang hati. sunggu pemandangan yang indah sangat jarang laki laki kaya dan hebat mau bermain dengan anak panti seperti ini batin naya dengan terus tersenyum.
lama mereka bermain hingga akhir nya renal melupakan waktu makan siangnya bahkan urusan kantor pun di lupakan karna sudah terlalu senang nya ia bermain. seolah semua beban yang iya rasakan terangkat melihat kebahagiaan anak anak panti tersebut apa lagi saat naya ikut bergabung bersama mereka.
Waktu sudah menunjuk kan bahwa sang senja akan tenggelam. Renal dan Naya memutus kan untuk segera pamit pulang karna banyak tugas yang harus mereka selesaikan akibat mereka yang melupakan waktu dengan bermain.
Di perjalanan pulang mereka hanya saling diam dengan pikiran masing masing, naya terus memikir kan cara untuk meminta maaf pada renal karna ingat renal yang belum makan sejak siang karna anak anak yang terus mengajak untuk bermain. sedang kan renal terlihat sangat bahagia karna saat di panti semua orang mengira dia dan naya sepasang kekasih. akan segera ku kabulkan keinginan kalian tekat renal dalam hati.
" renal bisakah kita ke singgah ke restoran lebih dulu"ucap naya memecah keheningan setelah bergulat dengan pikiran nya entah mengapa ia merasa khawatir pada renal yang belum makan siang.
" apa kamu lapar" tanya renal menatap naya sekilas
" tidak maksud ku kamu belum makan apa pun sedari siang nanti kamu sakit" kata naya sedikit gugup.
" apa kamu mengkhawatir kan ku nona Kanaya robinson!" dan semakin gugup lah naya karna perkataan renal.
" tidak hanya saja kamu pasti akan sangat sibuk jadi jika kamu sakit karna tidak makan aku akan merasa sangat bersalah"
" kenapa kamu harus merasa bersalah"
" karena yang menyebab kan kamu tidak makan anak panti dan aku yang membawa mu ke sana" jelas naya dengan wajah yang sudah bersemu.
Renal yang melihat wajah naya merona semakin di buat tergila gila pada nya karna itu semakin menambah kecantik kan naya.
" baik lah jika kamu merasa bersalah maka kamu harus menemani ku makan, setelah itu aku akan mengantar mu pulang karna ini sudah hampir malam"
" tidak usah aku bisa pulang sendiri" tolak naya.
" dan aku tidak menerima penolakan nona, tidak baik bagi seorang gadis pulang malam sendirian mengerti nona manis" kata renal dengan sedikit memaksa. sedangkan wajah naya sudah sangat merona akibat renal yang memuji nya dan memilih diam menatap kesamping jalan.
Setelah singgah di restoran mereka pun masuk dan memesan makanan, naya pun ikut makan karna paksaan renal yang tidak mau makan jika naya tidak makan. akhirnya setelah selesai makan seperti kata renal yang akan mengantarkan naya pulang, maka akan benar terjadi renal mengantar naya pulang dengan selamat setelah itu baru ia pulang setelah menelpon asisten nya beni untuk membawa pulang berkas yang harus di selesaikan nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments