16. Pantai

Sore ini Renal, Naya, Roy dan Tata memutus kan untuk pergi ke pantai yang letak nya tak jauh dari vila. Hanya berjalan beberapa meter di belakang vila saja sudah dapat menikmati indah nya pantai, bahkan dari dalam vila juga dapat menikmati keindahan nya tetapi akan lebih memuaskan jika langsung turun.

Sesampai nya di pinggir pantai Naya dan Tata langsung bermain air dan saling membasahi. Bak anak kecil yang baru pertama kali datang ke pantai mereka tidak memperdulikan sekitar bahkan Tat mengacuh kan tunangan nya hanya untuk bersenang senang dengan Naya bermain di pantai.

Sedangkan para lelaki tidak ambil pusing karna di acuh kan oleh para gadis, mereka justru sangat senang saat melihat tawa bahagia dari gadis gadis yang menjelma seperti anak kecil yang menggemas kan saat bermain.

" Kemana kalian akan pergi bulan madu nanti setelah menikah!" tanya Renal pada Roy yang duduk di samping nya memperhati kan para gadis membuat istana pasir.

" Entah lah aku ikut dengan Tata saja kemana dia mau aku akan turuti" Jawab Roy.

" Apa kalian belum membahas nya!"

" Sudah dan yah, dia masih bingung mau kemana. Lihat saja nanti jika kami sudah sah pasti tahu akan kemana" jelas Roy.

Sedang kan di tempat para gadis…

" Kemana kalian akan bulan madu Ta!" Naya mulai bertanya.

" Belum tahu aku juga masih bingung" jawab Tata.

" Kenapa atau kamu ingin ke Milan seperti keinginan kamu dulu" usul Naya.

" Wah iya aku baru ingat kalau aku sangat ingin ke sana dengan suami ku, ah kamu memang yang terbaik Nay aku bahkan sudah lupa"

" Bagaimana aku bisa lupa kan kamu sendiri yang pernah bercerita saat akan bertunangan, bahkan kamu menceritakan hampair setiap saat jika kita bertemu"

" Iya kamu benar ah akau jadi tidak sabar ingin pergi ke sana" Tata tampak sangat bersemangat saat mengingat betapa indah nya pemandangan yang ada di negara tersebut ketika iya dan Naya berkunjung ke sana. Walaupun hanya sehari mereka di milan tetapi mampu menarik perhatian penuh dari Tata.

Ketika menjelang sore mereka memilih untuk beristirahat sejenak sembari minum kelapa muda dan beberapa makanan yang tersedia di kedai tersebut. Sembari bercerita dan bercengjrama mereka menantikan waktu matahari terbenam.

" Sayang aku sudah tahu tempat yang akan kita kunjungi nanti untuk bulan madu" kata Tata bersemangat.

" Oh ya dimana!" tanya Roy penasaran.

" Aku ingin kita pergi ke Milan, bagaimana menurut mu?"

" Tidak buru, tapi kenapa ingin ke Milan!"

" Apa aku harus punya alasan untuk itu kalau tidak mau ya sudah" rajuk Tata dan jadi lah Roy kebingungan karna gadis nya sudah merajuk dan pasti nya sedikit sulit membujuk nya jika iya sudah bersemangat dengan ke inginan nya, dan penyesalan pun datang saat gadis nya tidak dapat di bujuk. Seperti nya Roy akan berusaha sangat keras untuk meluluh kan Tata batin Naya dengan tersenyum geli yang mengundang Renal untuk memandang nya.

" Kenapa tersenyum begitu apa ada yang lucu!" tanya Renal.

" Kenapa memang nya jika aku tersenyum, suka aku dong"

" suka aku! masa sih" Renal mulai menjalan kan aksi nya mengoda Naya seperti hobi baru yang sangat di sukai nya.

" Iya memang nya apa lagi" Naya sedikit bingung dengan pernyataan Renal.

" Aku juga suka kamu bahkan cinta kamu juga" Naya yang mendengar ucapan Renal menjadi kaget sekaligus berdebar hebat bahkan wajah nya merah tak terkendali.

" Berarti kalau kamu suka aku, aku juga suka kamu. Mulai sekarang kita pacaran dan kamu hanya milik aku hm" Renal memandang Naya dengan lekat yang menyab kan Naya diam tanpa kata dan tak bergerak sedikit pun. Apalagi tatapan Renal terlihat sangat hangat dan penuh cinta kasih untuk nya seakan mengatakan bahwa iya sangat serius dansungguh sungguh.

Setelah berhasil menetral kan rasa kaget nya Naya langsung mengalih kan pandangan ny ke arah lain asal tak memandang Renal yang terus menatap nya tanpa lelah.

" Ap apa maksud kamu aku gak ngerti" gugup Naya sembari menetral kan degupan jantung nya yang sangat keras bahkan iya sampai menahan nafas nya agar tidak ada yang mendengar suara jantung nya.

Renal berdiri dan menggenggam tangan Naya, membawa gadis itu ke pinggir pantai tanpa memperdulikan tatapan menggoda teman nya dan tatapan bingung Tata.

Sesampai nya di pinggir pantai Renal segera meghadap kan Naya ke arah matahari terbenam dan memeluk nya dari belakang.

" Lihat lah matahari yang akan tenggelam itu, kamu tahu kenapa iya tenggelam!" tanya Renal dengan berbisik di telinga Naya yang menyebabkan darah Naya seakan berdesir hebat. Sedang kan Naya hanya menggeleng menjawab pertanyaan tersebut karna tak mampu lagi untuk bersuara.

" Iya tenggelam karna memang sudah waktu nya" Renal menahan tawa saat melihat ekspresi Naya berubah masam. Karna merasa di permain kan oleh Renal Naya memutus kan untuk pergi setelah melepas kan pelukan Renal dari tubuh nya dan sedikit mendorong nya kebelakang walaupun Renal sama sekali tidak tergerak.

Melihat Naya yang pergi menjauh dari pantai membuat Renal tak kehilangan akal untuk menghentikan langkah gadis cantik itu. Saat ini juga Renal akan mengatakan perasaan nya yang sesungguh nya pada Naya, iya tidak ingin gadis itu jauh dari nya lagi.

" KANAYA ROBINSON WILL YOU MERRY ME"

teriakan Renal menghentikan langkah kaki Naya, iya begitu terkejut saat mendengar apa yang di kata kan Renal tapi iya tak ingin salah mengartikan ucapan itu lagi karna iya yakin itu hanya kejahilan Renal saja. Melihat tak ada respon dari Naya tak menyurut kan niat Renal sedikit pun justru iya semakin tertantang untuk terus mengatakan semua nya.

" Naya mungkin menurut kamu aku akan mempermain kan kamu seperti tadi lagi, tidak Naya aku serius bahkan sangat yakin jika aku memilih mu untuk menjadi pasangan hidup ku…

Renal tetus memperhati kan Naya yang memunggungi nya tanpa bergerak

Naya apa kamu tahu, aku sudah mencintai mu sejak kamu masih memakai putih abu, aku jatuh cinta pada gadis yang rela berpanasan hanya untuk mendapat kan sumbangan untuk kebaikan orang lain. Aku jatuh cinta saat melihat betapa murah hati nya kamu dan betapa lembut nya sikap mu terhadap orang yang membutuh kan, aku jatuh cinta pada gadis yang tak pernah membedakan derajat orang lain, dan aku jatuh cinta pada gadis cantik yang bernama Kanaya robinson anak dari paman Jo robinson yang sangat dia sayangi dan aku juga sangat menyayangi nya walau iya tidak tahu. Tapi kali ini aku Renal adsorn akan mengatakan yang sesungguh nya bahwa aku sangat mencintai Kanaya, gadia yang berada di hadapan ku saat ini…

Renal tepat berada di hadapan Naya saat iya mendekat dengan ungkapan semua perasaan nya iya sangat ingin melihat wajah gadis nya dengan tatapan lembut yang penuh keyakinan Renal kembali berucap

Kanaya mau kah kamu menikah dengan ku dan menjadi ibu dari anak anak ku serta menjadi lentera hindup ku untuk terus ku nyalakan dengan kebahagiaan dan kasih sayang" Naya tetap terdiam meski Renal sudah mengatakan semua pada nya dan itu membuat jantung Renal tak tenang,tetapi iya tak akan menyerah begitu saja jika Naya menolak nya.

💜💜💜💜💜

Terpopuler

Comments

silviaanugrah

silviaanugrah

hai thor, aku datang bawa 15like.
smngt up dan smg ceritanya sukses yah, aku tunggu trs feedback-nya. 😉✨

2021-02-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!