Setelah kajadian yang menimpa mereka semalam, kini kedua nya sudah semakin dekat meski pun Naya masih meresa sangat malu dengan insiden di kolam renang waktu itu. Renal semakin menunjuk kan perasaan nya pada Naya dengan selalu menemani nya kemana pun.
Berhubung karna sedang wekend mereka memutus kan untuk pergi ke pantai, menikmati indah nya laut dan biru nya air serta sejuk nya angin. Sebelum mereka pergi ke pantai Naya lebih dulu meminta di antar ke mal karna iya ingin menginap di salah satu penginapan milik teman nya, jadi Naya memutus kan untuk membeli bahan bahan makanan untuk persiapan menginap.
" Memang nya kamu mau menginap di mana hingga harus berbelanja seperti ini" tanya Renal yang sedang mendorong troli belanja sedang kan Naya memilih apa yang akan iya beli untuk di bawa.
" Aku ingin menginap di vila milik Roy untuk berlibur beberapa hari"
" Apa mereka akan berada di sana juga nanti nya"
" Mereka sedah di sana itu sebab nya aku harus membeli banyak makanan jika tidak kita tidak akan makan karna Tata si ratu lapar akan menghabiskan semua nya"
" Benarkah! apa dia tidak takut gemuk, bulan depan mereka akan menikah apa jadi nya jika dia gemuk gaun nya pasti tidak bisa di pakai" ucapan Renal menimbul kan tawa dari Naya yang sedang membayang kan teman nya menjadi gemuk sebelum menikah pasti akan terjadi kehebohan di butik nya.
" Yah dan dia akan membuat heboh butik ku karna suara nya yang meminta desain ulang dan pengerjaan singkat jika tidak dia akan merecoki ku dengan bermacam rekomendasi diet yang harus iya jalani" Naya semakin tertawa di buat nya yang justru manimbulkan senyum manis di bibir nya yang mengundang banyak pasang mata wanita melihat nya dengan tatapan ingin.
Saat menyadari mereka menjadi pusat perhatian Naya menghentikan tawa nya yang menimbul kan tanya pada Renal karna Naya yang menatap nya lekat.
"Kenapa apa ada yang aneh di wajah ku atau ada sesuatu yang menempel" tanya Renal penasaran. Bukan nya menjawab Naya justru menarik Renal pergi menjauh dari tempat tersebut menuju kasir karna iya tiba tiba kehilangan mood nya untuk terus belanja.
Melihat Naya membawa nya ke kasir menyebabkan iya jadi bertanya tanya apa yang terjadi.
" Sudah selesai belanja nya bukah kah kamu bilang ini tadi kurang!"
" Sudah cukup aku sudah malas" cuek Naya
" Ada apa, apa terjadi sesuatu"
" Diam lah jangan semakin merusak mood ku" ketus Naya lagi.
" Baik lah" Renal memilih diam dan hanya mengikuti apa yang akan di lakukan Naya. Mungkin sedang tamu bulanan pikir Renal.
Selama perjalanan menuju vila Naya tetap terdiam karna masih merasa kesal saat melihat para wanita yang menatap Renal penuh minat di mal tadi. Entah mengapa iya sangat tidak suka melihat nya bahkan rasa nya hati nya menjadi sangat panas melihat tatapan memuja mereka untuk Renal. Mengapa aku marah batin Naya. Lalu iya melirik Renal yang sedang fokus menyetir tanpa merasa terganggu sedikit pun.
Merasa di perhatikan Renal pun menoleh kesamping dan mendapati Naya sedang menatap nya tanpa berkedip hingga saat lampu merah Renal berhenti dan melakukan sesuatu yang sangat mengejut kan Naya. Yah Renal mengecup kening Naya mesra dengan sangat lembut nya seakan menyampai kan pada gadis di samping nya bahwa iya sangat mencintai nya.
" Ap… apa yang kamu laku kan fokus lah menyetir" gugup Naya dan mengalih kan pandangan nya ke samping.
" Kamu tidak lihat sedang lampu merah, lagi pula aku sedang menyadar kan seorang gadis dari rasa kagum nya pada ku" Renal kembali menggoda Naya dengan mengedip kan sebelah mata nya.
Naya semakin merona di buat oleh perlakuan manis yang sering tiba tiba Renal tunjuk kan pada nya tapi itu membuat nya sangat nyaman dan aman. Seperti persaan nyaman yang selalu iya dapat dari ayah dan adik nya, tetapi ini lebih spesial.
Sesampai nya di vila Naya dan Renal segera masuk dan tak lupa mereka membawa semua barang barang mereka. Suasana di dalam sangat sepi seperti tak berpenghuni hingga seorang yang menjaga vila datang menghampiri mereka
" Eh ada non Naya dan tuan Renal baru tiba ya sini saya yang bawa belanjaan nya kebelakang" kata kun orang kepercayaan Roy di vila.
" Terimakasih pak, oh ya mana Tata dan Roy apa mereka belum tiba!" tanya Naya memberikan belanjaan nya.
" Sudah dari tadi malam non, sehabis sarapan pergi lalu sekarang mereka sedang istirahat di kamar nya" jelas Kun.
" Oh baik lah kamu boleh pergi" jawab Renal yang segera naik ke lantai atas tempat yang sering iya gunakan jika datang ke vila ini. Begitu pun dengan Naya yang ikut naik ke atas yang tanpa sadar mengikuti arah kaki Renal.
"Apa nona Robinson berencana tidur satu kamar dengan ku hm" tanya Renal menggoda.
" Apa yang kamu kata kan aku ingin kemar ku sendiri dan kita belum menikah tidak boleh satu kamar" jawab Naya yang terdengar seperti sedang mengkode sesuatu. Renal yang tangkap langsung menjawab.
" Apa kamu ingin kita menikah, oh aku tidak keberatan sekarang pun aku siap" kata Renal tegas.
" Siapa yang mau menikah sudah lah aku ingin tidur keluar dari kamar ku" gugup Naya dengan wajah merona.
" Kamu yakin ini kamar mu tapi seperti nya kamu salah" Naya memperhati kan sekeliling dan sontak saja iya segera berlari keluar karna sangat malu. Renal tertawa puas melihat Naya malu karna iya goda.
" Semakin aku tak sabar untuk segera menghalal kan mu manis" gumam nya.
Sesampai nya di kamar nya Naya segera menutup pintu dengan debaran di dada nya yang sangat kuat hingga iya takut jantung nya lepas.
" Tenang lah jantung kanapa kau jadi seperti ini, tenang lah dia sudah sering menggoda ku jadi jangan menimbul kan reaksi seperti ini lagi atau wajah ku akan memerah. Uh sangat memalukan, tapi kenapa aku seperti ini apa aku menyukai nya tidak ini lebih seperti jatuh cinta sangat mirip dengan apa yang pernah Tata kata kan saat iya menyukai Roy ahh lebih baik mandi saja semua ini membuat ku bingung" gumam Naya yang segera pergi ke kamat mandi.
Tanpa Naya sadari ada seseorang yang mendengar ucapan nya di balik pintu kamar nya karna iya yang bersandar di pintu sambil bergumam sendiri dengan sedikit keras. Orang itu menampak kan senyum manis nya dengan banyak kebahagian di mata nya. Dia tak menyangka jika gadis pujaan nya juga menyukai nya atau lebih tepat nya mencintai nya, dia lah Renal. Renal mendengar semua yang Naya ucap kan karna iya yang tak sengaja mendengar nya. Maksud ingin mengembalikan tas Naya yang tertinggal di kamar nya justru mendapat kan sesuatu yang sangat di luar dugaan nya dan itu membuat nya sangat bahagia.
💜💜💜💜💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments