Satu minggu telah berlalu, kedekatan Renal dan Naya juga semakin hangat bahkan mereka sudah tidak canggung lagi untuk saling menggoda satu sama lain. Hari Renal akan kembali ke kantor nya karna pekerjaan nya yang sudah menumpuk di tambah lagi banyak nya rapat yang harus dia hadiri. Renal tak masalah dengan itu karna ada sesuatu yang harus iya selesaikan untuk masa depan nya kelak dan pasti itu berhubungan dengan sang pujaan hati tercinta.
tok tok
" Masuk"
Pintu besar ruangan terbuka dan masuk lah Dani sekretaris Renal dengan setumpuk berkas di tangan nya.
" Tuan ini prosal kerja sama dari beberapa perusahaan yang ingin menjalan kan kerja sama dengan perusahaan pusat dan yang ini proposal kerja sama untuk perusahaan RA corporation dan rapat akan di mulai satu jam lagi dengan para dewan direksi" jelas Dani
" Ya ingat kan aku nanti lagi" Renal memeriksa semua berkas yang sudah di bawakan sekretaris nya.
Renal sangat cermat dalam memeriksa semua proposal iya tidak ingin ada sedikit celah untuk perusahaan lain mengambil keuntungan dari kerjasama yang akan mereka jalani karna keuntungan mereka berarti kerugian bagi perusahaan yang Renal jalan kan.
Satu jam berlalu semua sudah menghadiri rapat yang di pimpin langsung oleh sang direktur. Semua orang tampak serius saat bagian keuangan menyampai kan laporan, setelah selesai presentasi tersebut semua orang terdiam karna pimpinan mereka diam.
Seketika suasana ruangan menjadi sangat mencekam dan menegangkan apalagi saat suara dingin pimpinan mereka memenuhi pendengaran mereka.
" Apa ini yang kalian sebut laporan, sangat buruk" kata Renal dingin.
" Apa kalian sudah bosan bekerja di sini hingga sangat ceroboh dan tidak tahu di mana salah nya laporan ini, bagaimana bisa laporan buruk seperti ini kalian berikan pada ku sungguh…
tiba tiba suara handphone berdering nyaring di dalam ruangan tersebut yang justru semakin menambah ketegangan mereka yang ada di dalam nya.Mereka tahu atasan nya ini tak suka jika ada yang mengganggu nya saat rapat. Siapa dia berani sekali membawa ponsel saat rapat pikir mereka ketakutan.
" Siapa…
Renal terlihat semakin menyeramkan saat ini bahkan tidak ada yang berani mengangkat kepala satu pun hingga Dani memberitahu Renal jika ponsel nya yang berbunyi. Ah iya lupa meninggal kan ponsel nya di ruang kerja nya.
" Ponsel anda tuan"
Renal segera mengeluarkan ponsel nya dan membanting nya di meja hingga suana terasa amat mencekam, tapi seketika mereka semua menjadi bingung saat melihat reaksi Renal ketika Luna salah satu stap keuangan memberitahu nya siapa yang menelpon karna ponsel itu yang mendarat tepet dihadapan nya.
" Tuan nama yang menelpon baby dan ada tanda hatinya apa anda tidak ingin menjawab nya mungkin itu kekasih tuan sudah rindu" kata Luna dengan polos nya seperti dia lupa jika suasana sangat mencekam. Renal secepat mungkin meraih ponsel nya dan menjawab panggilan tersebut karna nama itu milik Naya yang jadikan panggilan di kontak nya.
Renal tersenyum saat memdengar suara di seberang yang menyapa nya.
'Kamu sedang apa!'
'Rapat kenpa kamu menelpon tidak ke butik' Renal beranjak keluar dari ruangan ketika sadar iya jadi pusat perhatian para karyawan nya yang menetap nya bingung.
'Apa aku mengganggu maaf aku tidak bermaksud'
terdengar suara di seberang seperti sedang menyesal karna telah mennganggu nya.
' Tak apa tapi kamu harus di hukum karna sudah mengguku'
' Hukum apa'
' Jam makan siang aku jemput kita makan bersama, bagaimana?'
' Baiklah tuan aku tunggu kehadiran mu'
Senyum Renal terkembang indah untung nya tidak ada yang orang lain selain dia di tempat tersebut, jika ada seseorang yang melihat maka akan sangat merasa beruntung karna dapat melihat senyum dari direktur dingin tersebut.
'Baik lah ada apa kamu menelpon ku baby'
'Tidak jadi'
'Kenapa'
'Kita akan bertemu nanti siang jadi aku akan mengatakan nya nanti saat bertemu'
'Mengapa begitu!'
' Baik lah tuan yang sangat sibuk kalau begitu sudah dulu aku tidak akan mengganggu lagi sampai jumpa nanti siang'
Sambungan terputus sebelum Renal mengatakan sesuatu pada Naya.
" Dasar gadis ini untung cinta, lihat saja nanti bagaiman aku membalas mu" gumam Renal kembali keruang rapat.
Dengan suasana hati yang bahagia Renal tidak lagi marah marah dan lebih mengontrol emosi nya. Iya tak mau suasana hati nya terganggu apa lagi nanti iya akan bertemu sang pujaan. Bahkan semua yang hadir dalam rapat tersebut heran dan bertanya tanya siapa baby itu hingga mampu mengendalikan emosi tuan batin mereka.
Rapat selesai lebih cepat dari bisanya karna bos mereka yang tidak banyak mengkritik hanya meminta mereka melakukan perbaikan dan melaporkan nya dalan rapat tiga hari lagi.
Jam makan siang tiba sekarang Renal sedang siap siap untuk pergi ke butik Naya, dengan penuh semangat dan rasa rindu yang tidak tertahan kan bahkan Renal sedikit berlari menuju lobi. Semua karyawan yang menyaksikan nya menjadi heran apa yang sudah terjadi pikir mereka tapi tak seorang pun berani bertanya.
Renal langsung menjalan kan mobil nya untuk segera menemui pujaan hati, tak sabar rasa nya ingin melihat nya batin Renal.
Setibanya di butik iya sudah malihat Naya yang berjalan keluar dari butik. Renal segera merapat ke lobi agar wanita nya masuk, Naya yang sudah tahu siapa pemilik mobil mahal itu segera masuk dan tersenyum saat melihat pemuda yang ada di samping nya ini yand tentu nya balas oleh sang empunya dengan senang.
Mobil melaju menuju restoran favorit mereka yang sudah sering mereka kunjungi jika makan bersama. Setibanya di tempat Renal segera parkir dan turun tak lupa iya juga membukakan pintu untuk Naya.
Dengan bergandeng mesra mereka masuk kedalam restoran,para pelayan sudah sangat paham jika melihat mereka segera membawa menuju ruangan yang biasa mereka tempati. Tetapi kali ini Naya menolak nya, iya ingin makan di balkon lantai dua karna ingin suasana yang berbeda dan langsung di turuti oleh pelayan tersebut.
Setelah memesan makanan dan minuman, Renal dan Naya membahas banyak hal dari tempat wisata, makan dan lainnya. Renal ingat dengan pernyataan Naya tadi pagi saat menelpon nya dan segera di tanyakan.
" Oh ya bukan kah ada yang ingin kamu sampaikan pada ku hingga kamu mengganggu rapat tadi pagi" tanya Renal dengan mode usil on.
" Jadi aku sangat mengganggu ya, ya sudah aku tidak akan menghubungi mu lagi" Naya melipat kedua tangan nya di dada dengan cemberut. Meskipun gemas tapi tetap membuat Renal kelabakan karna Naya yang tidak akan mau menhubungi nya lagi. Seperti nya keusilan nya akan berdampak buruk jika tetap di lanjutkan pikir nya.
" Bukan itu maksud ku baby, aku hanya bercanda kamu sama sekali tidak mengganggu kok, kamu bebas mau manghubungiku kapan pun" bujuk Renal berharap Naya luluh.
" Baik lah tapi kamu harus di hukum" Renal seketika ingat dengan ucapan nya tadi pagi saat akan mengajak Naya makan siang, iya hanya tetsenyum saat gadis nya ini megembalikan ucapan nya.
" Baik lah apa hukuman ku ibu hakim" kata Renal dengan wajah pasrah seakan iya krimal yang akan di hukum berat.
" Hukuman nya adalah…
" Silah kan tuan nona" kata pelayan menyusun makanan di meja dan undur diri.
" Sudah datang jadi harus makan dulu karna aku tidak akan bisa berpikir jika lapar" Naya mengambil makanan nya.
" Lalu kapan kamu akan menghukum ku" tanya Renal bingung dengan gadis di hadapan nya ini.
" Setelah makan akan ku katakan jadi makan sebelum ini dingin" Naya meletak kan makanan dalam piring Renal yang segera di makan habis oleh nya.
" Baiklah jadi apa hukuman ku" tanya Renal lagi, iya ingin tahu seperti apa hukuman yang akan di berikan gadis nya itu.
" Baik lah karna kamu memaksa jadi aku akan memberi hukuman berat untuk mu…
Kamu harus memenuhi keinginan ku seha ini" kata Naya dengan senyum senang.
" Memang nya kamu mau apa hm" tanya Renal yang sudah gemas dengan gadis tersebut
" Yang pertama kamu temani aku ke bioskop karna aku sudah lama tidak ke sana"
" Hanya itu!"
" Tidak yang selanjut nya akan ku kata kan setelah selesai nonton"
" Baik lah aku akan…
ucapan Renal terhenti karna Dani menelpon nya, sebenarnya iya ingin marah tapi saat tahu apa yang menyebabkan Dani berani menelpon saat sudah di larang. Renal mengenggam tangan Naya lembut.
" Kita akan pergi ke bioskop tapi kamu juga harus ikut aku ke perusahaan lebih dulu karna ada sedikit masalah yang harus aku tangani, bagaimana mau ikut nona" tanya Renal.
" Jika kamu sibuk lebih baik tidak usah kita bisa pergi lain kali …
" Tidak sayang, itu tidak akan lama hanya masalah kecil dengan orang yang haus kuasa setelah itu kita pergi kemana pun kanu mau ok" bujuk Renal agar Naya ikut dengan nya
" Baik lah aku ikut kamu" jawab Naya setuju dengan usul Renal dan mengikuti nya ke perusahaan terbesar dan paling berpengaruh itu.
💜💜💜💜💜
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
lia Lee
Kok bab selanjutnya kok jd beda cerita sih bingung
2021-01-10
2