06. mall

Saat ini naya sedang asik menggambar beberapa desain untuk menjadi tambahan koleksi beberapa butiknya.ketika sedang asik menggambar naya mendengar suara keributan di luar dan tak lama muncullah nela orang kepercayaan naya di butik.

" bos ada cowok ganteng yang nyariin tu di depan" nela memanggil bosnya sembari mengedipkan matanya dengan genit untuk menggodanya,karna mereka sudah seperti saudara jadi nela tidak canggung dan takut untuk menggoda naya.

" siapa apa edwar udah datang kenapa gak masuk aja pakek sok formal lagi" tanya naya beruntun.

" yang pasti bukan edwar, udah temuin aja sono sayang orang ganteng di anggurin mending di apelin" nela tertawa sangat puas saat wajah naya nampak kesal.

 

" maaf permisi ada yang bisa di bantu tuan" naya melihat sosok tubuh tinggi tegap dengan setelan jas hitamnya sedang menatap sebuah gaun pengantin yang di pajang indah di dalam etalase.

 

mendengar suara menyapa pemuda tersebut membalikkan tubuhnya dan menatap naya yang berdiri di hadapannya dengan cantiknya.

naya memperhatikan pemuda dihadapannya dengan sedikit berpikir seperti pernah melihat dimana pikir naya.

" hay apa aku mengganggu waktumu" tanya renal pemuda yang menemui naya.ternyata renal pergi ke butik naya setelah meninggalkan kantor nya .

" apa kita saling mengenal sepertinya kita pernah bertemu!" naya bertanya dengan wajah polos nya, renal yang melihatnya menjadi gemas dan rasanya ingin mendekapnya untuk menyalurkan rindunya.

" apa kamu lupa kita baru saja bertemu tadi pagi"

" benarkah, oh iya kamu kakaknya ramon bukan" tanya naya memastikan

" iya aku kakak nya ramon, perkenalkan nama ku renal" renal mengulurkan tangannya pada naya.

" kanaya panggil aja naya maaf ya aku tadi sedikit lupa" naya menyambut uluran tangan renal.

naya mempersilahkan renal untuk masuk ke ruangannya agar mereka lebih leluasa berbincang.

" apa yang bisa aku bantu untuk kamu" naya memulai percakapan agar situasi tidak canggung,

" tidak ada aku hanya ingin berkunjung saja dan ingin lebih mengenal sosok kakak cantik nya ramon" renal berujar santai tapi tidak hatinya yang sedang dag dig dug.begitupun naya yang mendengar bahwa renal ingin mengenalnya menyebabkan jantungnya tak tenang.biasanya gak kayak gini aku kenapa ya harus periksa ni jantung kayaknya pikir naya.

" apa kamu punya waktu siang ini aku ingin mengajakmu makan siang bersama, bagaimana?" tanya renal dengan sedikit takut naya akan menolak ajakan nya.

" hm boleh tapi ini masih pukul 10 kupikir waktu makan siang masih 2 jam lagi" naya berkata hati hati takut menyinggung perasaan renal.

" tidak apa kita bisa jalan dulu sembari menunggu waktu, apa kamu tidak keberatan"

jantung renal berpacu semakin kencang saat melihat naya terdiam.

" baiklah tapi setelah makan siang aku harus segera kembali karna masih banyak hal yang harus aku selesaikan" kata naya menyetujui ajakan renal untuk pergi yang di sambut senyuman merekah oleh renal.

renal dan naya keluar dari ruang kerja naya berdampingan melewati para pengunjung dan karyawan yang saling berbisik memperhatikan mereka.

cocok banget ya mereka seperti pangeran dan putri

ya ampun siapa pemuda itu dia sangat tampan aku juga mau jalan dengan nya

kok bos mau sih sama cowok dingin gitu eh tapi kok ganteng banget ya

bos tidak biasa nya mau keluar dengan laki laki selain keluarganya, beruntung banget tu dia bisa jalan sama si bos

begitula kata kata yang mereka dengar dari beberapa orang yang mereka lewati yang hanya di anggap angin lalu oleh naya sementara renal yang notabennya jutek dan dingin pada sekitar hanya acuh.

setelah menaiki mobil renal segera mambawa mobil melaju membelah jalanan yang nampak senggang karna masih jam kerja.

" mau kemana?" tanya renal pada naya yang sedang melihat keluar jendela.

" terserah kamu aja aku ikut asal jangan kamu culik" renal terkekeh mendengar kata kata naya.

" mau ke mall gak?"

" gak deh ke taman aja" ajak naya

" kenapa gak mau ke mall biasanya cewek paling suka ngemall" tanya renal lagi dengan sedikit bingung karna naya menolak di bawa ke mall tempat favorit para wanita lah ini malah gak mau pikir renal.

" aku gak butuh apa pun semua kebutuhan ku masih banyak dan lengkap jadi mending ketaman aja" pinta naya lagi.

" yakin mau ke taman gak mau ke mall" renal memastikan naya kembali.

" ok ke mall tapi kamu jangan rese kalo aku lama belanjan nya" putus naya karna renal terus bertanya.

" tinggal bilang juga dari tadi ke mall kenapa mesti malu sih aku juga kebutuhan wanita" naya hanya diam tidak menanggapi omongan renal.

setibanya di mall naya dan renal segera turun dan mulai menjelajah seluruh isi mall, naya pergi ke tempat mainan dan mengambil banyak mainan anak laki laki dan perempuan. setelah itu naya membeli banyak perlengkapan sekolah dan juga baju harian anak dengan jumlah yang banyak.

Renal memandang tak percaya pada naya dengan semua belanjaan nya yang banyak dan semuanya milik anak anak.

" untuk apa semua itu kamu beli apa kamu mau nual itu semua di butik" tanya renal penasaran.

" nanti juga kamu tahu sendiri sebentar ya aku ke kasir dulu" naya berjalan meninggalkan renal menuju kasir, sementara renal yang menyadari naya meninggalkan nya segera mengejar nya.

 

saat naya akan melakukan pembayaran tiba tiba renal menyodorkan kartu limit milik nya pada kasir yang segera di terima, sedang kan naya yang melihat nya ingin protes tetapi tertahan dengan kalimat penjaga kasir.

 

" tuan dan nona sangat serasih sekali ya sungguh romantis rasa nya belanja keperluan anak bersama sebanyak ini, memang nya anak nya ada berapa tuan nona hingga sebanyak ini perlengkapan nya" celetuk si penjaga kasir yang menyebabkan naya shock.

" anak kami memang banyak dan sedang program tambah lagi supaya lebih rame" jawab renal santai yang mendapat pelototan dari naya.

" owh pantas saja saya doa kan semoga berhasil ya tuan kalu perlu buat tim kesebelasan biar seru" tambah si pegawai mall lagi yang segera mengembalikan kartu milik renal dan belanjaan mereka, karna banyaknya belanjaan menyebabkan renal meminta tolong pada pegawai mall untuk membawakan belanjaan tersebut ke mobil renal.

setelah semuanya selesai renal segera melajukan mobil nya kembali,

" mau kemana lagi cari restauran yuk sembari menunggu waktu makan siang" renal menatap naya yang sedang asik memainkan ponsel nya dengan fokus hingga tak mendengar renal yang mengajak nya berbicara.

" Kanaya robinson" panggil renal yang langsung mendapat perhatian dari naya.

" ada apa" tanya naya dengan kembali melihat ponselnya, karna tidak suka di abaikan renal pun mengambil ponsel naya. sedangkan naya menjadi kesal karna ponselnya di ambil pun meminta ponsel nya kembali.

" kembali kan posel ku" pinta naya

" aku tidak suka di abaikan nona robinson"

kesal renal yang sedari tadi di acuhkan naya.

" ayolah tuan renal pesanan nya belum selesai" gerutu naya karna pesanan nya belum terkirim.

 

" apa yang kamu pesan barang kamu sudah banyak mau apa lagi kenapa tidak sekalian di mall saja beli semua nya" tanya renal beruntun.

 

" itu pesanan makanan untuk anak panti"

" anak panti maksud kamu" tanya renal bingung.

" kembali kan dulu dong nanti pesanan nya telat di anter" renal pun menyerahkan ponsel naya kembali sedang kan naya melanjut kan pesanan nya.

 

setelah selesai naya meminta renal menuju panti asuhan mentari. sesampai nya di sana mereka pun di sambut dengan suka cita oleh seluruh pehuni panti.

 

Renal yang akhir nya mengetahui tujuan naya membeli semua itu pun jadi tersenyum. ternyata dia belum berubah masih sama seperti dulu bisik hati renal.

Terpopuler

Comments

Lia

Lia

Baik sekali naya

2021-02-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!