14. Breakfast

Dalam perjalanan pulang Renal yang sedang di antar oleh supir nya tak sengaja mata tajam nya melihat seauatu yang sangat menjengkel kan baginya. Tanpa membuang waktu lagi Renal segera meminta supir nya berhenti, belum sepenuh nya mobil berhenti Renal langsung melompat keluar karna sudah sangat emosi melihat kejadian di hadapan nya.

Bagaimana tidak emosi saat melihat gadis pujaan nya di ganggu oleh para lelaki mabuk di halte. Gadis itu adalah Naya yang baru saja pulang dari supermarket, sedang menunggu taksi untuk pulang.

" Hei kalian lepas kan dia" teriak Renal.

" Rey tolong aku" kata Naya ketakutan yang semakin memuncak kan emosi Renal.

" Siapa kau jangan ikut campur urusan kami" ucap pemuda gemuk.

" Ya pergilah jika kau mau gadis ini juga tunggu lah kami selesai memakai nya" sambung yang satu nya lagi.

Tanpa pikir panjang Renal segera menaeik Naya ke belakang nya dan menghajar lelaki yang mengganggu Naya tanpa ampun. Akhir nya kesua pemuda itu jatuh dan melarikan diri dengan sempoyongan karna masih pengaruh minuman.

Naya yang melihat mereka sudah pergi segera memeluk Renal erat karna ketakutan.

" Aku takut Rey" kata Naya dengan tubuh yang bergetar hebat di tambah air mata yang terus menetes.

" Tenang lah aku di sini, tak kan ku biar kan siapa pun menyakiti mu" Renal mengecup kepala Naya untuk memberikan ketenangan.

Renal mengangkat Naya menuju ke mobil nya karna kuat nya pelukan Naya, Renal pun memangku Naya. Melihat keadaan gasis pujaan nya yang berantakan Renal memilih membawa Naya ke mansion nya yang sangat mewah karna hari pun sudah sangat malam. Hanya mansion nya yang memiliki jarak tak jauh dari tempat mereka.

Setiba nya di mansion nya Renal membawa Naya ke kamar utama tempat iya tidur jika datang untuk menyendiri. Renal merebah kan tubuh Naya dengan hati hatikarna takut membangunkan nya, setelah itu iya keluar menemui maid nya.

" Tolong gantikan pakai an nya dengan kemeja yang sudah saya letak kan di meja dan lakukan dengan lembut agar dia tidak terganggu" kata Renal pada Tina kepala maid kepercayaan nya.

" Baik tuan muda" Tina segera menuju ke kamar utama tempat gadis tersebut dan melakukan apa yang di perintah kan tuan nya

Pagi menjelang seorang gadis cantik perlahan membuka mata nya, dia lah Naya. Naya merasa ada sesuatu yang menempel di kening nya, saat iya menyentuh nya ternyata itu kain dan masih ada mangkok tempat air nya.

Perlahan Naya bangkit dan menyandarkan tubuh nya, tatapan nya jatuh pada seorang pemuda yang sedang tidur di sofa yang tanpa terganggu sedikit pun. Naya beranjak turun dari ranjang saat sudah mengingat apa yang telah terjadi tadi malam, perlahan Naya mendekat pada Renal dan menatap nya. Naya memperhatikan Renal dengan seksama dari mata yang tertutup dengan alis yang tegas dan bulu mata yang panjang, hidung mancung, dan bibir tipis yang sedikit berisi, sangat pas dengan rahang nya yang terlihat kuat. Sempurna pikir Naya.

Naya beranjak menuju ke kamar mandi untuk membasuh wajah setelah itu iya memilih turun ke dapur untuk membuat sarapan.

" Permisi boleh saya bantu" sapa Naya sopan pada para maid yang ada di dapur.

" Tidak usah non ini sudah tugas kami" jawab Tina dengan kepala tertunduk.

" Tak apa saya sudah biasa memasak kok"

" Jangan nona nanti tuan marah kalau melihat nona memasak"

" Tenanglah bik saya hanya ingin mengucap kan terima kasih pada nya jadi biar saya yang masak ya tunjuk kan saja bahan bahan nya" akhirnya mereka hanya bisa pasrah dan menunjuk kan bahan bahan untuk di masak setelah itu mereka mundur karna permitaan Naya.

Sedangkan Renal yang tak mendapati Naya di tempat tidur saat ia bangun jadi kebingungan. Setelah membasuh wajah iya memutus kan turun untuk mencari Naya tapi saat di ujung tangga iya mendengar suara gaduh dari dapur dan segera menghampiri nya.

Ternyata penyebab kegaduhan itu Naya, gadis yang iya cari ada di dapur sedang memaksa agar bisa memasak sarapan untuk nya. Saat Tina tak sengaja melihat nya iya mengkode agar menuruti keinginan Naya. Tina yang tahu maksud tuan nya segera menuruti nya.

Tak butuh waktu lama bagi Naya untuk menyelesai kan dua hidangan untuk sarapan. Saat akan menghidangkan nya Naya di kaget kan dengan kehadiran Renal yang sedang memperhatikan nya dengan bersandar di meja makan.

" Kamu sudah bangun ini aku sudah siap kan sarapan nya" kata Naya dengan meletak kan nasi goreng seafood di meja. Saat akan beranjak mengambil makanan lain nya Renal mencegah nya dan menarik nya duduk di dekat nya.

" Sudah cukup biar mereka yang menyelesai kan sisa nya kamu duduk lah" Naya diam dan menuruti ucapan Renal.

" Kalian bawa makanan lain hidang kan di sini" para maid segera bergerak cepat setelah mendengar nya.

Semua makan sudah tersedia di meja ada nasi goreng seafood dan sup sayur yang di buat Naya serta beberapa makanan lain yang sudah di buat lebih dulu oleh maid sebelum Naya datang.

" Kamu mau yang mana" tanya Naya lembut.

"Yang kamu masak aja dulu, aku penasaran dengan rasa nya" Renal sangat penasaran dengan masakan Naya yang sudah menggugah seleranya hanya dari aroma nya.

Saat makan sudah tersedia di piring Renal segera menyantap nya, sesaat iya terdiam menyebab kan Naya bertanya tanya apa ada yang salah pikir nya.

" Kenapa gak enak ya" tanya Naya was was.

" Ini sungguh luar biasa kamu memang calon istri idaman aku" mendengar ucapan Renal yang mengatakan iya istri idaman nya menyebabkan pipi nya bersemu. Dengan rasa malu dan pipi yang masih bersemu Naya ikut makan dengan Renal.

Sesekali Renal menyuap kan makanan lain ke Naya yang semakin membuat nya berdebar tak karuan.

Selesai makan Naya ingin membantu memberes kan meja tapi iya kalah cepat dengan Renal yang langsung menggendong nya menuju kolam renang.

" Renal turun kan aku, aku bisa berjalan sendiri" Naya sangat malu saat Renal menggendong nya bridal style melewati banyak pekerja di rumah nya, apalagi dia yang hanya mengenakan kemeja yang panjang nya di atas lutut. Untung yang di dalam wanita semua pikir Naya.

Renal mencebur kan diri nya dan Naya bersamaan saat tiba di kolam, Naya yang kaget memeluk Renal erat hingga iya tetap di gendongan meski posisi nya yang berbeda dengan kaki Naya yang melingkar di pinggang Renal. Mereka saling tatap hingga ucapan Renal membuat nya malu setengah mati.

" Apa kamu menggodaku nona" Renal mengedip kan mata nya dan semakin memeluk Naya erat. Dengan cepat Naya berontak dan turun lalu menjauh.

" Jika kamu tidak mengaget kan ku maka itu tidak akan terjadi tuan muda yang terhormat" kesal Naya karna terus di goda.

Naya memilih untuk segera naik karna tak mau terkena kelainan jangtung akibat debaran yang tak menentu jika bersama Renal.

" Pakaian mu ada di kamar" teriak Renal karna Naya yang sudah menjauh.

" Menggemas kan" gumam Renal melanjutkan renang nya seorang diri.

💜💜💜💜💜

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!