05 Pernyataan

APAA

suara lantang tersebut mengangetkan orang yang ada di dalamnya ruangan renal yang otomatis para penghuninya melihat ke asal suara tersebut.

"edwar" kata mereka bersamaan, orang yang baru saja mengagetkan mereka adalah edwar yang memang ingin datang menemui renal.

" jadi kak renal menyukai kak naya,benarkah, tidak salah kah" edwar melangkah masuk dengan wajah yang sangat berseri dan berharap mendapatkan jawaban terbaik.

"ngapain lo ke sini gk ketok pintu lagi malah ngagetin orang, untung gue gak punya riwayat penyakit jantung" kesal ramon pada edwar karna telah mengagetkan mereka.

edwar yang mendengar omongan ramon hanya nyengir sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"edwar kenapa kesini apa ada yang penting" ramon bertanya dengan kikuk pada edwar karna takut edwar mendengar perkataan mereka.

 

" aku cuma mau berkunjung aja kak sekalian mau tanya tanya soal perusahan eh tahu nya malah di buat kaget" edwar pun tak kalah kikuk dari renal karna merasa bersalah sudah mendengar pembicaraan mereka.

"yang ngagetin itu lo bukan kita kok jadi kebalik gimana sih" celetuk ramon,sementara roy hanya melihat mereka saja.

" oh iya kak renal, tadi edwar dengar kakak uda sukak sama kak naya dari lama kok bisa"

" ya karna kak naya cantik dan baik ya kan kak renal" ramon menjawab dengan semangat jika sudah menyangkut masalah naya.

" bukan lo yang gue tanya udin jawab aja lo"

" nama gue ramon bukan udin ngerti lo"

" serah gue lah mulut gue kok lo yang sewot sih"

" ya tapi lo jangan ganti nama gue dong, udin kan supir nya kak naya gimana sih"

" lo juga tadi nyupirin kak naya berati cocok dong kalian berdua" edwar tertawa setelah berhasil menjahili ramon sementara dua orang dewasa lain nya hanya memperhatikan mereka saja.

" sudah apa kalian akan terus berdebat kalian bukan anak kecil lagi mengerti" renal yang sudah jengah dengan keributan mereka pun angkat bicara jika tidak mereka tidak akan diam pikir renal.sementara roy hanya terkikik saja melihatnya.

" kak apa kakak benar benar menyukai kak naya seperti yang kakak katakan tadi" edwar masih penasaran dengan pendengarannya tadi iya hanya takut salah dengar saja dan justru berharap renal akakn benar benar berkencan dengan naya.lagi pula siapa yang bisa menolak kak naya ku yang cantik dan mempesona pikir edwar.

" iya kakak menyukai naya bahkan sudah sangat lama"

" benarkah kak" edwar masih tidak percaya dengan apa yang iya dengar

" iya bahkan kakak selalu mengikuti naya saat sekolah dulu"

" lalu kak" tanya edwar sangat penasaran

" naya adalah gadis yang mampu membuat kakak menunggu hingga 10 tahun lama nya,aku sangat mengaguminya kelembutan ny dalam kata dan perbuatan serta ke baikan hati nya sungguh menggetarkan hati ku. setiap melihat senyumnya aku sangat terpukau naya benar benar gadis yang luar biasa.aku tidak pernah merasa bosan setiap kali memandanginya, tapi saat aku tak bisa melihat nya lagi aku merasa sangat hampa apalagi ketika aku tidak dapat menemukannya aku benar benar merasa kehilangan semangat hidup. renal menjelaskan bagai mana dia yang selama ini tanpa bisa melihat naya yang merasakan kehampaan.

 

"setelah kak naya lulus dari sma, kak naya meminta pada ayah untuk sekolah desain di paris karna memang kak naya suka menggambar dan memiliki bakat jahit dari ibunya yang sudah tiada sekaligus menerus kan keinginan ibunya yang ingin memiliki butik sendiri tapi tidak tercapai karna tuhan lebih dulu memanggil nya" wajah edwar terlihat sendu saat menceritakan tentang sang kakak tercinta.

 

" tapi kenapa sangat sulit untuk mendapat kan informasi tentangnya bahkan anak buah ku yang paling handal tidak dapat melacaknya" keluh renal.

" sudah lah kak yang terpenting sekarang kak naya ada disini apa kakak tak ingin memilikinya hem" goda ramon sambil menaik turunkan alisnya.

 

"iya kenapa juga lo gak nembak naya langsung dulu waktu kalian masih di sma,kenapa mesti lo diam diam perhatiin dia dan mendam semua perasaan lo coba" akhirnya roy mengutarakan rasa penasaran yang ia pendam sejak tadi.

 

" gue takut naya gak nyaman sama kehadiran gue"

" kenapa lo punya pemikiran kayak gitu, baru tahu gue seorang renal adsorn bisa punya rasa takut apa lagi soal cewek" roy, edwar dan ramon sotak saja tertawa mengetahui renal yang tidak pernah takut dalam menghadapi apapun jadi merasakan takut hanya karna seorang naya gadis yang begitu di kagumi nya dalam diam.

" gue pernah lihat dia di dekati sama laki laki dari kelas lain trus dia bilang suka sama naya tapi naya nolak dia secara halus dan yang gue lihat naya kayak gak nyaman gitu deket tuh cowok, gak cuma satu atau dua orang aja yang deketi dia tapi dia nolak semuanya"

" dan itu buat lo jadi pesimis dan takut dia gk nerima lo juga gitu" pertanyaan roy di jawab anggukan oleh renal dan mengundang tawa yang lain.

" saran edwar sih kalo memang kak renal suka sama kak naya mending kak renal buruan deketin kak naya sebelum di duluin yang lain karna dari yang pernah edwar dengar kak naya sering di ajak kencan sama beberapa orang dengan berbagai profesi dan ketampanan jadi mending kak renal buruan maju kalo perlu langsung lamar juga gak papa" renal yang mendengar cerita tentang naya yang banyak di dekati laki laki lain pun menjadi panas seketika ia tak rela jika gadis nya di dekati yang lain.

" lo juga harus hati hati sama seseorang yang begitu terobsesi sama naya re karna dia berbuat apa aja demi mendapatkan naya apalagi dia uda sering di tolak" perkataan roy mengingatkan edwar pada kejadian di mana naya sangat terpuruk karna seseorang yang hampir mencelakai kakak nya.

" ingin rasa nya gue abisin tu orang kalo aja waktu itu kak naya gk cegah gue" emosi edwar tiba tiba naik mengingat kejadian itu begitupun dengan ramon yang merasa tersulut karna ada yang hampir mencelakai kakak cantiknya.

" siapa yang bisa halangin gue dan apa yang harus gue takutkan gue gk takut apapun dan siapapun yang berani nyakitin naya akan berurusan sama gue" kata renal dengan nada yang dingin dan sangat menakutkan bahkan edwar dan ramon yang sempat emosi pun seketika menciut mendengarnya.

renal bergegas keluar dari ruangannya meninggalkan orang yang masih ada di dalam sana dengan rasa takut dan bingung.

" waktu di tanya kenapa gk nembak naya dari dulu bialang nya takut sekarang bilangnya gk takut apapun gimanasih renal gak ngerti gue" kata roy bingung dengan mood renal yang sudah berubah seram.

" mungkin kak renal cuma takutnya sama kak naya aja ya" seru edwar

" kakak gue jadi bucin ya ampun untung gak salah orang" gerutu ramon setelah kapergian kakaknya.

" kosongkan jadwal saya hingga selesai jam makan siang karna saya ada urusan" seru renal dengan dingin pada sekretarisnya.

" baik pak" jawab dani dan langsung mengerjakan apa yang di tugaskan bos nya tersebut karna takut menjadi sasaran kemarahan walaupun harus menjadwal ulang pekerjaan bosnya itu lebih baik dari pada mendapat amukan.

sementara renal sendiri pergi mengambil nya dan melajukan nya ke suatu tempat untuk melakukan sesuatu yang menurutnya harus segera di lakukan agar tidak terlambat pikir renal.

💜💜💜💜

Terpopuler

Comments

Lia

Lia

Satu cewe direbutin banyak cowo, gua gak bisa bayangin gimana cantiknya dia :)

2021-02-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!