17. Malam Indah

Kaget sudah pasti syok jangan di tanya lagi bahkan berkata pun tak mampu, begitu lah gambaran kondisi Naya saat ini yang tiba tiba di lamar oleh seorang pemuda. Sunguh bagai mimpi di siang bolong saat mendengar nya bahkan Naya tak yakin apa kah yang di dengar nya ini nyata atau tidak.

Meskipun ini nyata Naya tidak mau berharap lebih atau pun baper karna iya di permain kan.

" Apa kah ini nyata" tanya Naya dengan bingung.

" Apa aku terlihat bercanda nona Robinson, aku sangat serius dengan perasaan ku" ucap Renal yakin. Tak dapat di pungkiri jika Naya sendiri merasa bahagia karna orang yang iya suka ternyata memiliki perasaan yang lebih besar dari peekiraan nya.

" Apa kamu bisa membuktikan ucapan mu tuan Adsorn"

" Tentu nyonya Adsorn kamu ingin bukti yang seperti apa"

" kata pada seluruh dunia jika kamu mencintai ku" tantang Naya, iya merasa yakin jika Renal tak akan melakukan nya.

" Baik akan aku laku kan apapununtuk mu" Renal tersenyum penuh arti pada Naya, iya sudah yakin dengan apa yang iya lakukan dan akan segera di laksana tepat waktu nanti.

Malam hari nya di dalam vila, mereka sedang mengada kan acara memanggang bersama dan tanpa mereka duga ternyata Ramon dan Edwar datang ke vila. Awal nya mereka kaget tapi saat mendengar regekan manja mereka pada Naya akhirnya mereka bisa ikut menginap di vila dan ikut memanggang, meskipun tak dapat ikut bermain air tapi ini sudah lebih dari cukup.

Untung nya ada Naya yang mengijin kan mereka, cara satu satu nya agar dapat bergabung tanpa tatapan gahar dari Renal.

" Kalian panggang jagung dan sosis nya jangam hanya duduk saja" kata Renal pada kedua adik nya.

" Siap bos laksana kan" jawab kedua nya kompak.

" Kak nay kapan acara pasion nya akan di mulai" tanya Ramon.

" Dua hari setelah pernikahan kak Tata, kenapa!" Naya menatap Ramon.

" Tidak aku hanya bertanya saja"

" Kira kira siapa yang akan memberi bunga secara istimewa lagi pada kakak ku yang cantik ini ya" celetuk Edwar sembari melirik Renal yang sudah terlihat seperti menahan cemburu.

" Iya benar apa mungkin desainer ternama dunia no 1 itu akan memberikan mu bunga lagi secara khusus dan pribadi pada mu seperti yang sudah sudah" Tata semakin menambah minyak pada api yang mulai hidup.

" Yah atau mungkin para artis top yang akan bersaing mendapat perhatian mu" tambah Roy.

" Seperti nya seorang pengusaha ternama yang sangat melegenda itu" Ramon ikut menambah kan tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjut nya.

" Wah seperti nya persaingan untuk mendapat kan kak Naya sangat ketat ya, siapa yang akan berhasil mendapat kan permata keluarga Robinson ini" goda Edwar semakin senang.

" Tapi sekian banyak para pesaing dan pemain hanya ada satu orang yang akan mendapat kan permata berharga tersebut" kata Renal dengan menahan segala amarah nya saat tahu gadis nya menjadi incaran banyak orang.

" Yah siapa pun yang akan menjadi pemilik permata tersebut harus melewati tantagan ku lebih dulu baru aku ijin kan untuk membawa nya pergi" ucap Edwar dengan yakin

" Apa tantangan mu jika hanya berhadapan dengan mu aku tidak takut jadi aku juga akan ikut bersaing" kata Ramon yang langsung mendapat pelototan tajam dari kakak nya. Melihat kakak nya yang sudah mengeluarkan hawa menyeramkan membuat Ramon hanya bisa diam sambil menunjuk kan cengiran nya dengan menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.Hal tersebut malah menjadi bahan tertawa semua orang yang menyaksikan nya.

Acara panggang yang mereka lakukan berjalan dengan penuh canda dan tawa, banyak makanan yang mereka sudah panggang, dari daging sapi, sosis, jagung serta ikan. Semua nya sudah tersaji dengan lengkap dan siap santap.

Tanpa menunggu lagi dua gadis di antara mereka langsung menyantap lebih dulu dengan lahap tanpa perduli dengan pandangan para pemuda di dekat mereka.

Bagi Edwar hal tersebut sudah biasaiya lihat jika kakak nya dan teman nya ini di hadap kan dengan segala menu yang seperti itu maka akan lupa dengan sekitar nya.

" Ayo kak kita juga makan atau tidak akan dapat mencicipi nya walau sedikit, karna kedua monster cantik itu sudah memulai nya" seru Edwar yang langsung mengambil bagian nya di ikuti yang lain. Benar saja Naya dan Tata sudah habis banyak karna makanan yang di olah dengan bumbu buatan Naya sangat lezat bahkan Renal pun ikut makan dengan sangat lahap nya. Bahkan Naya dan Tata berebut sosis yang hanya tinggal satu potong saja.

" Ini milik ku Nay" kata Tata

" Tidak ini milik ku Ta" kekeh Naya

" aku"

aku

aku

aku

Tidak satu pun mau mengalah hingga akhir nya Ramon mengambil dan memakan hingga habis. Jadi lah iya bulan bulanan kedua gadis tersebut.

" RAMON" teriak kedua nya yang langsung menghadiahi Ramon pukulan hingga si empunya badan kesakitan dan minta pertolongan pada kak nya yang masih memperhati kan mereka.

" Kak tolong aku…

tolong kak atau adik mu ini akan di makan dua macan betina ini" omongan Ramon memancing kedua gadis itu semakin marah dan terus memukul nya bahkan dengan kencang.

Renal yang tidak tega akhir nya menarik tangan Naya dan menggendong nya bridal ke dalam vila. Naya yang masih kaget karna tibaa tiba di gendong pun hanya diam. Hingga Renal menurun kan nya di balkon lantai dua yang langsung menghadap pantai menyajikan pemandangan laut malam yang indah.

Suara deburan ombak yang terdengar tenang dan bintang yang menghiasi malam sangat indah dan sayang untuk di lewat kan. Setelah Naya sadar dari rasa kaget nya iya terlihat akan marah tetapi Renal segera membalik tubuh Naya menghadap pantai.

Benar saja gadis itu sangat kagum pada keindahan malam ini yang terlukis si atas laut hitam dan malam yang gelap. Senyum manis terukir indah di wajah nya yang cantik bahkan lebih indah di pandang dari pada langit malam atau laut.

" Kamu suka"

" Sangat, ini sangat indah"

" Ada yang lebih indah dari ini semua loh, mau tahu"

" Apa itu"

" Kamu, senyum kamu jauh lebih indah dari apa pun" Renal tersenyum manis pada Naya dan di jawab Naya tak kalah manis dan menawan nya.

"Ini adalah malam terindah yang pernah aku lalui dan aku berharap akan ada banyak malam indah lain nya yang akan kita lewati bersama" ucap Renal sungguh sungguh.

" Yah jika kamu berani meminta ku di depan orang tua ku dan mereka merestui nya" Naya memberani kan diri menyentuh wajah Renal dengan lembut. Renal yang mendapat kan sentuhan lembut itu memejam kan mata nya dan mengecup kening Naya lembut setelah itu bereka berpelukan di tengah dingin nya angin malam.

Yang tidak mereka tahu bahwa sedari awal ada beberapa mata yang mengintip mereka dan ikut merasa kan kebahagiaan pasangan tersebut.

💜💜💜💜💜

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!