09. Bertemu Lagi

Setibanya di kantor Renal di sambut dengan tatapan kagum dari para karyawan wanita yang sangat memuja ketampanannya. Tak jarang mereka terang terangan menggoda Renal dengan mengenakan pakaian minim dan seksi agar mendapat perhatian dari atasan mereka tersebut. Renal yang menjadi pusat perhatian dan omongan para karyawan nya hanya memasang wajah jutek dan dingin.

Tiba di ruangan nya Renal segera mengerjakan tugas yang sudah menunggu untuk di selesaikan.

tok tok tok

" masuk"

"Permisi pak lima menit lagi meting akan segera di mulai dan para anggota rapat sudah berkumpul" jelas dani .

Renal segera beranjak menuju ke tempat rapat untuk yang selalu di lakukan tiap bulan untuk mendengarkan hasil laporan bulanan secara langsung.

Sedangkan di butik Naya sedang menyelesaikan beberapa desain nya untuk acara pasion tahunan yang akan segera di laksanakan tiga bulan lagi. Meski masih lama tetapi Naya ingin segera menyelesaikan nya sebelum waktunya.Naya hanya tidak ingin semua pekerjaan nya menjadi serba terburu karna itu akan menyebabkan terjadinya kesalahan dalam proses penjahitan.

Saat waktu makan siang Naya tetap mengerjakan pekerjaan nya dan hampir melupakan makan siang jika saja sang meneger tidak mengingatkan dan memaksanya.

Setelah keluar dari butik Naya memutuskan untuk makan di restoran x tempat makan favoritnya. Saat sedang asik bermain handpone tiba tiba ada seseorang yang menghampirinya.

" Boleh duduk nona"

" Silahkan tuan kursinya bukan milik saya" ketus Naya pada orang tersebut tanpa mengalihkan perhatian.

"Sepertinya handpone itu sangat berharga hingga aku tidak mampu mengalihkan perhatianmu" kata orang tersebut sembari duduk di hadapan Naya.

Naya yang merasa suara tersebut sangat pamiliar segera mangangkat kepalanya dengan cepat.

" Renal kamu di sini!" tanya Naya pada Renal pemuda yang duduk di hadapannya.

" Ya seperti yang kamu lihat" kata Renal lembut sembari menatap Naya yang menurutnya semakin cantik.

" Kamu makan siang di sini juga dengan siapa!"tanya Naya melihat kanan kiri.

" Tadi dengan sekretarisku kebetulan ada rapat dengan client di sini dan tak sengaja melihatmu sendiri jadi aku datang mungkin kamu butuh teman makan" Renal bicara banyak pada Naya, ya hanya Naya yang mampu menghilangkan sifat dingin dan jutek nya.

" Kebetulan aku kamu di sini aku jadi ada teman tapi bagaimana dengan client mu apa sudah selesai!"

"Tenang saja kami baru akan mulai pembahasan nya setelah jam makan siang jadi aku bisa menemani nona manis di sini atau aku batal kan pertemuan nya saja agar bisa menemani mu seharian seperti kemarin"

" Apa itu tidak perlu Re aku juga harus segera kembali ke butik karna masih banyak pekerjaan yang harus segera ku selesaikan"

" Sepertinya kamu sangat sibuk ya"

" Ya aku harus segera menyelesaikan desain ku sebelum acara fasion di paris di mulai jadi aku sedikit sibuk"

" Kamu ikut acara itu juga"

"Tentu setiap ada acara fasion show aku juga akan menampilkan karya karya terbaik ku agar mereka tahu bahwa kita juga bisa bersaing di dunia fasion dunia"

" Yah siapa yang tidak kenal dengan Kanaya robinson desainer muda dan cantik yang sangat berbakat" Renal mengedipkan sebelah mata nya menggoda Naya dan berhasil membuat naya bersemu.

Setelah pesanan mereka tiba, mereka segera menyantap makan siang dengan sesekali saling melempar candaan dan saling menggoda. Mereka terlihat sangat romantis dan serasi apalagi saat Renal membersihkan sisa minuman di bawah bibir Naya. Naya yang tersenyum sembari menunduk menyembunyikan rona wajah nya akibat perlakuaan Renal dan sang pelaku hanya tersenyum manis dengan terus memperhatikan Naya yang sedang malu menurut nya Naya sangat menggemaskan ketika wajah nya bersemu.

"Aku harus segera pergi menemui client ku dia pasti sudah menunggu, oh ya kamu naik apa ke sini!" tanya Renal

" Ah iya aku naik taksi karna jarak dari sini ke butik jauh dan aku tidak bisa bawa mobil" jelas Naya sambil menyengir.

"Maukah kamu ikut dengan ku ke pertemuan setelah itu aku akan mengantar mu ke manapun kamu mau, bagaimana?"

" Apa tidak merepotkan dan pasti akan memakan waktu lama"

" Tidak akan lama aku akan berusaha agar pertemuan ini berjalan dengan cepat"

" Baiklah aku ikut tapi kamu harus memesankan asku sesuatu agar aku tidak bosan" mereka pun berdiri dan menuju tempat yang sudah di pesan Renal untuk urusan nya.

Setelah memasuki ruangan vip tersebut mereka duduk bersebelahan dengan Naya yang menundukkan pandangan nya. Sedang kan orang yang berada di hadapan mereka menatap bingung pada dua orang yang baru datang tersebut dan semakin bingung karna Naya menunduk terus dan memegang erat lengan Renal seakan tidak mau lepas.

Renal yang menyadari tatapan aneh dan bingung tamu nya tersebut hanya tersenyum menanggapinya. Sedang kan para sekretaris mereka hanya diam walaupun bingung hingga akhirnya sekretaris dari tamu Renal bersuara memecah keheningan dan kebingungan.

" Nona Naya sedang apa disini apa nona dan tuan Renal pacaran?" tanya Nino yang tak lain adalah sekretaris ayah nya. Tamu yang akan meting dwngan Renal kali ini sebenarnya adalah tuan Jo itu sebab nya Renal menawarkan Naya ikut bersamanya, yah walaupun bukan tuan Jo Renal akan tetap senag jika gadis pujaan nya selalu berada di dekatnya apalagi dengan genggaman erat tangan nya yang menambah kecintaan Renal semakin membuncah untuk Naya.

Naya yang merasa suara tersebut tidak asing pun mengangkat kepalanya dan langsung tercengang saat menemukan ayah tercintanya dengan sekretarisnya berada di hadapannya saat ini.

"Ayah apa yang ayah lakukan di sini!" tanya Naya heran dengan keberadaan ayah nya.

" Ayah lah yang harus bertanya begitu putriku, mengapa putri cantik ayah ada di sini dengan Renal pula" Jo penasaran melihat kedekatan anak nya dengan salah satu client penting nya sekaligus anak teman nya itu.

" Maaf paman aku yang membawa putri cantik mu ini ke sini, kebetulan kami baru makan siang bersama di luar tadi karna paman yang akan ku temui itu sebab nya aku membawanya" jelas Renal menjawab kebingungan ayah dan anak itu.

" Jadi ayah yang akan bekerja sama dengan Renal"

" Iya ayah dan Renal sudah kenal lama dan kami juga sudah menjalin kerja sama sejak lama" terang Jo pada putrinya.

"Baik lah nak Renal bisakah kita mulai ayah harus segera pergi karna masih banyak urusan" perkataan Jo membuat Naya bingung tetapi memilih untuk diam tanpa suara karna jika ayah nya sudah serius tidak suka ada gangguan.

Renal dan Jo melakukan diskusi pekerjaan mereka hingga dua jam lebih tapi belum selesai hingga Naya merasa bosan karna terabaikan dan tidak tahu apa yang mereka bahas. Akhirnya Naya memilih untuk meminjam kertas dan pena pada sekretaris ayah nya dan menggambar pola desain agar tidak bosan berkapanjangan jika mereka akan menambah jam diskusi.

Setelah memakan waktu hingga tiga jam akhirnya diskusi antara Renal dan Jo selesai begitupun dengan hasil tangan Naya yang selesai beberapa pola yang sangat bagus.

" Kamu memang sangat mewarisi keahlian bunda mu dan ayah sangat kagum pada mu, pada kalian berdua tentunya putra putri ayah tercinta" Jo mengelus rambut hitam panjang Naya dengan bangga dan haru.

" Ini semua juga berkat doa dan dukungan ayah yang selalu bersama kami,kami juga bangga memiliki ayah hebat seperti ayah ku ini" Naya memeluk Jo dengan sedih sekaligus bahagia bersamaan.

"Nak Renal bisa ayah meminta satu hal pada mu"

"Apa itu ayah!"

" Jaga lah putri ayah dan jika kamu membawa nya pergi ingat untuk mengembalikan berlian berharga ayah" Jo menepuk bahu Renal dan berlalu pergi setelah mengecup puncak kepala Naya sayang.

" Ayo kita pergi" ajak Renal.

" Bukan kah kamu harus menemaniku kemana aku pergi hari ini tuan Renal" Naya mengingat kan Renal akan ucapan nya saat makan siang tadi.

" Baik lah tuan putri yang terhormat sesuai perintah, anda mau kemana!" Renal bergaya seperti seorang pelayan yang membuat Naya tertawa.

" Oh kalau begitu bisakah antarkan aku ke taman kota pangeran" Naya mengerlingkan mata nya dan bertingkah manja untuk menggoda Renal. Renal yang melihat itu pun tidak dapat menyembunyikan lebahagian nya lagi karna di anggap sebagai seorang pangeran oleh ratu hati nya.

" Baik lah ayo kita pergiratu hati ku" Renal mengulurkan tangan nya pada Naya yang disambut dengan malu oleh Naya.

Keluar dari restoran tersebut mereka menghabiskan waktu berdua dengan bercanda dan bahagia yang semakin mendekatkan hati dan persaan mereka yang semakin menguat.

💜💜💜

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!