Sekarang adalah weekend. Sebenarnya pagi ini terhitung Manda memulai kerjanya kalau dia sudah memandangi surat kontrak kerja, tapi sialnya hari ini dia bangun kesiangan.
Saat matanya terbuka dia kebingungan, dengan mata mengedar menatap asing ke seluruh ruang kamar yang ukurannya tak seberapa. Dan langsung terperanjat kala ingat bahwa ini rumah tempat dia bekerja. Rumah milik bosnya yang tak lain adalah orang yang Manda kenal, Akram.
Begitu bangkit dari ranjang berukuran single yang dia tiduri semalaman, kini kepalanya berdenyut pusing akibat terlalu bergerak spontan.
Berdesis dengan memegangi kepalanya, belum lagi dengan telapak kakinya yang kini terasa berdenyut-denyut nyeri. Tapi Manda pun segera beranjak mengabaikannya lalu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tapi alangkah terkejutnya saat dirinya telah membuka pintu kamar, semua anggota keluarga telah berkumpul di meja makan tengah menyantap sarapan pagi mereka.
Sial, sial, sial... Dalam hati terus saja dirinya mengumpat dan sebelum orang-orang menyadari dia yang hendak keluar kamar, Manda mengurungkan niatnya. Pelan dia memundurkan langkah, dengan gerak yang sangat hati-hati dia pun berusaha menutup pintu agar tak bersuara.
"Hah... Memang sudah jam seberapa sih! Sial banget kenapa bisa begini, bangun telat. Mana belum cuci muka dan... Assssst—"
Tak berhenti Manda mengumpat dan saat menarik ponsel dari balik bantal lalu menghidupkannya, matanya sontak melotot hampir keluar.
"Jam sembilan!" gumamnya tak percaya dengan bahu yang serta merta merosot, kemudian tubuhnya beringsut menjatuhkan diri duduk di tepian ranjang.
Tak lama Manda mengacak rambutnya frustasi, mengingat kejadian semalam yang sebenarnya dia kesulitan memejamkan mata. Kalau tidak salah ingat dia baru bisa tidur lebih dari pukul tiga pagi, dan alarm yang telah dia pasang pun sampai tak mampu mengusiknya sedikit pun.
Manda memikirkan cara-cara untuk keluar dari kamarnya. Paling tidak dia harus membersihkan dirinya terlebih dahulu, tak mungkin di rumah orang dia berpenampilan kusut dan sekacau ini saat ketika baru terbangun dari tidur.
Hingga terlalu banyak berfikir mengakibatkan Manda kehilangan banyak waktu, dan mulai lah terdengar pintu kamarnya kini tengah diketuk.
Satu ketukan pertama dia abaikan karena bingung harus merespon seperti apa, dan ketukan ke dua dia baru beranjak berdiri. Hingga ketukan ke tiga bersamaan dengan suara Mbok Suti yang memanggil namanya, Manda baru bergegas membuka slot kunci kamarnya lalu berujar menyahuti, "Ya— Mbok?"
"Kok gak keluar kamar? Sarapan dulu, itu Ibuk sama Bapak baru aja selesai makan."
"Oh," ujar Manda yang menggerakkan kepalanya ke belakang Mbok Suti menatap situasi ruang makan yang sudah sepi tak seperti tadi. "Mereka pada kemana Mbok, Maksudnya Ibu Maharani dan Akram?"
Mbok Suti mengernyit sebab mendengar aneh, Manda yang hanya menyebutkan nama Akram saja tanpa ada embel-embel sebutan Bapak atau Tuan, kan kalau Mbok Suti pikir kurang sopan saja karena dirinya dan wanita di hadapannya yang tak lain adalah Manda sama-sama pekerja di rumah yang mereka tempati ini.
Manda yang paham kenapa Mbok Suti terdiam, lantas tersenyum tipis. "Kami, maksudku— Aku dan Akram saling kenal Mbok, kami dulu teman sekolah. Jadi gak masalah kan kalau Manda panggil nama saja. Kurasa Akram juga gak keberatan."
"I— iya," sahut Mbok Suti yang lantas mengangguki ucapan Manda.
"Jadi kemana perginya orang rumah?" ucap Manda mengulangi pertanyaannya.
"Kalau Ibuk ke belakang rawat tanaman. Kalau Non Nagita sama Bapak barusan pergi, karena dijemput sama Mbak Dinda."
"Dinda? Dinda siapa?" tanya Manda penasaran.
"Sekertaris Bapak," sahut Mbok Suti lalu beranjak pergi meninggalkan Manda yang sedikit terkejut akan sosok yang bernama Dinda.
To be Continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Iffa Aning Rumtyas
kacau
2020-12-25
0
Chic Lol
hari pertama kerja emang kadang suka sial deh😁😁😁
2020-10-12
0
☠⏤͟͟͞R⚜🍾⃝ ὶʀαͩyᷞαͧyᷠυᷧͣ🏘⃝Aⁿᵘ
wah wah wah..emang bener bener deh si Manda..🤭🤭🤭
2020-09-29
0