Tiga

"Kamu memang gak pintar nyembunyikan kebohongan dariku," ucap Manda membaca gelagat sahabatnya, dengan bersidekap dada dirinya pun menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi Cafe.

Mendapat tatapan tak menyenangkan dari Manda, Marwah pun akhirnya menganggukan kepala. Menunduk sesaat sebelum akhirnya menatap Manda kembali. "Ok, aku mau buat pengakuan dosa. Dulu aku memang sempat kesal sama kamu. Tiap ada gebetan selalu aja ketikung sama kamu. Entah sadar apa gak, di belakangmu aku selalu mengumpatimu. Berharap suatu saat kamu sendiri dapat karmanya. Minimal sih diselingkuhi," jelas Marwah mengakui.

Terkejut, jelas itu yang saat ini dirasakan Manda. Sekejam itukah dirinya? batinnya sontak bertanya-tanya.

Sosok Marwah sudah dikenalnya lama, sejak mereka berdua menginjak bangku sekolah menengah pertama. Bila dihitung selama dua puluh tahun, dan kenapa bisa persahabatan yang dilakoninya bertahan selama itu? Padahal dalam hati Marwah menyimpan rasa hasad, dengki dan mungkin saja iri.

"Itu serta merta juga bukan salahku kan? Salahmu juga yang gak berperasaan," ujar Marwah lagi-lagi membuat Manda kehilangan kata-kata.

"Aku gak sedikit pun nyalahin kamu," sahut Manda namun terjeda. "Kalau memang kamu sakit hati, kenapa gak bilang?"

Marwah nampak berfikir sejenak, sebelum akhirnya menghela napas. "Aku juga nyadar diri kok, kalau kamu lebih cantik," ucapnya dengan bibir berkerut.

Kini justru ditanggapi Manda dengan senyum. Bukan karena dapat pujian kata cantik melainkan dia menemukan satu fakta bahwa dia ternyata tidak peka. Selalu menutup mata atas kebahagiaan yang selama ini dia terima, tapi tak pernah dia sangka bahwa ada yang terluka di belakangnya.

"Lalu kamu puas sekarang lihat keadaanku yang seperti ini?"

Nyeri berdenyut di sebalik dada Marwah. Dia sontak menggeleng. "Aku bukan tipe orang yang bahagia di atas penderitaan orang lain. Kalau aku tipe yang seperti itu, sudah lama aku ninggalin kamu dan gak akan bingung-bingung mikirin masalah kamu. Cariin kamu jodoh, kenalin kamu ke sana-sini. Ya walau ujung-ujungnya juga masih kamu tolak!" tegasnya.

Langsung saja Manda bangkit berdiri menghambur dan memeluk Marwah. "Beruntung banget gak sih, aku dapet sahabat kayak kamu," ujarnya hendak mengecup pipi Marwah tapi buru-buru sisi wajahnya di dorong kuat.

"Gak usah lebay!" ucap Marwah risih.

Meringis, Manda mundur kembali ke kursi dan berujar, "Refleks."

"Tapi aku kayaknya udah nyerah deh sekarang buat jodoh-jodohin kamu."

"Kenapa?"

"Masih tanya kenapa? Ya aku malu sendiri lah. Kamu aja gak ada itikad baik saat ketemuan dan ujungnya selalu aja gagal."

"Kalau gak cocok mau dibilang apa. Hati gak bisa dipaksa," sahut Manda seraya menghela. Mengikuti kata hati bila dihadapkan orang seorang lelaki yang walau punya wajah rupawan dan status mapan sekali pun, kadang hatinya merasa gundah hingga berakhir pada penolakan.

Bisa saja saat dia sudah merasa cocok pun terkadang ada satu, dua alasan lain yang membuat harapannya pupus. Seperti dua tahun silam, orangtua dari pihak lelaki menolak sebab usia Manda yang sudah menginjak angka tiga puluh tahun. Mereka merasa bila anaknya nekad menikahi Manda akan sulit mendapat keturunan sebab usianya.

Berkat dari orang di sekelilingnya pun Manda kemudian bangkit, menata kembali harapannya. Namun dua tahun berselang hasilnya tetap saja sama.

"Hmmm, dipaksa pun ujungnya pasti gak baik," ucap Marwah menanggapi.

Dengan bibir memberengut Manda mengangguk-unggukan kepalanya. Dia berharap menikah seumur hidup sekali, bukan seperti dulu yang pacaran tiap bulan berganti-ganti.

Dan kalau memahami jalan hidupnya, bila dikatakan apa yang tengah dialaminya adalah suatu karma? Mungkinkah?

Dia dulu telah mereguk apa itu indahnya bermain dalam api asmara. Berkencan, menikmati waktu berdua, jalan bersenang-senang dan dalam garis besar pacarannya masih dalam tahap yang dia kira wajar, yakni kesuciannya masih terjaga.

Meski di luaran sana banyak yang menyanksikannya, tetap hanya dirinya dan Tuhan yang tahu bahwa hingga kini dirinya masih perawan. Setidaknya dengan yang satu itu dia masih mampu menegakkan kepalanya.

Menghela napas, Manda pun memilih bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya. "Aku balik," pamitnya.

"Loh, kok?" sahut Marwah tak terima. "Tadi kamu yang ngajak janjian kesini, kok balik gitu aja?"

Dalam hati Manda malas untuk melanjutkan perbincangan kali ini. Hingga akhirnya dia memilih alasan lain untuk berbohong, "Udah jam setengah dua, aku lupa kalau ada janji. Lagian aku tadi udah nungguin kamu lama."

"Ya gak gitu juga, baru juga sejam aku duduk disini." Berdecak, Marwah pun mengalah. "Ya udah deh kalau emang ada janji," ucapnya yang terdengar menyindir tak percaya.

Namun Manda berfikir masa bodoh saja dan berujar lagi. "Aku balik," pamitnya.

Mendapat jawaban bergumam dari Marwah, akhirnya Manda memutar tubuhnya untuk melanjutkan niatnya untuk pulang.

***

Dalam perjalanan pulang, sorot mata Manda terus tertuju pada kaca jendela bus kota yang ditumpanginya. Jarak yang ditempuh sekitar tiga puluh menit.

Ponsel dalam genggamannya kali ini bergetar, sontak memutus lamunannya. Dalam layar ponsel yang telah dia buka terpampang tulisan pesan yang menyebutkan nama Naya, keponakannya.

[Naya] : Tante. Kalau pulang, titip makanan.

Tak berniat membalas, Manda memasukan ponselnya ke dalam tas salempangnya. Berdiri menyadari bahwa rute yang dilewati telah dekat dengan tempat tinggalnya, Manda bergegas menuju pintu bus. Menunggu sesaat hingga bus berhenti di sebuah tempat pemberhentian, akhirnya Manda pun turun.

Terdiam sesaat di tempat hingga bus melaju semakin menjauh dari tempatnya berpijak, pikiran Manda seolah tengah mengambang.

Sampai kapan hidup akan terus begini-begini saja? bisik halus yang di rasanya menggerogoti hari-harinya.

Terpopuler

Comments

maura shi

maura shi

baca kisah manda jd keinget temen q,dia janda temen cowoknya banyak tp g ada yg mau serius ama dia maunya have fun aja,dia juga nargetin umur sekian bt nikah lagi tp smpai saar ini masih single parent
kalo uda serius ama cowok,ada aja gangguannya dr cowoknya yg gini lah gitu lah,smpai curhat ke q,tp q nya binggung mau kasih solusi apa

2020-11-13

0

Daeng Ji

Daeng Ji

lanjut kk

2020-10-25

0

SweetMuffin SM

SweetMuffin SM

ikut galau

2020-09-22

0

lihat semua
Episodes
1 Satu
2 Dua
3 Tiga
4 Empat
5 Lima
6 Enam
7 Tujuh
8 Delapan
9 Sembilan
10 Sepuluh
11 Sebelas
12 Dua Belas
13 Tiga Belas
14 Empat Belas
15 Lima Belas
16 Enam Belas
17 Tujuh Belas
18 Delapan Belas
19 Sembilan Belas
20 Dua Puluh
21 Dua Satu
22 Dua Dua
23 Dua Tiga
24 Dua Empat
25 Dua Lima
26 Dua Enam
27 Dua Tujuh
28 Dua Delapan
29 Dua Sembilan
30 Tiga Puluh
31 Tiga Satu
32 Tiga Dua
33 Tiga Tiga
34 Tiga Empat
35 Tiga Lima
36 Tiga Enam
37 Tiga Tujuh
38 Tiga Delapan
39 Tiga Sembilan
40 Empat Puluh
41 Empat Satu
42 Empat Dua
43 Empat Tiga
44 Empat Empat
45 Empat Lima
46 Empat Enam
47 Empat Tujuh
48 Empat Delapan
49 Empat Sembilan
50 Lima Puluh
51 Lima Satu
52 Lima Dua
53 Lima Tiga
54 Lima Empat
55 Lima Lima
56 Lima Enam
57 Lima Tujuh
58 Lima Delapan
59 Lima Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Satu
62 Enam Dua
63 Enam Tiga
64 Enam Empat
65 Enam Lima
66 Enam Enam
67 Enam Tujuh
68 Enam Delapan
69 Enam Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Satu
72 Tujuh Dua
73 Tujuh Tiga
74 Tujuh Empat
75 Tujuh Lima
76 Tujuh Enam
77 Tujuh Tujuh
78 Tujuh Delapan
79 Tujuh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Satu
82 Delapan Dua
83 Delapan Tiga
84 Delapan Empat
85 Delapan Lima
86 Delapan Enam
87 Delapan Tujuh
88 Delapan Delapan
89 Delapan Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Satu
92 Sembilan Dua
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Satu
2
Dua
3
Tiga
4
Empat
5
Lima
6
Enam
7
Tujuh
8
Delapan
9
Sembilan
10
Sepuluh
11
Sebelas
12
Dua Belas
13
Tiga Belas
14
Empat Belas
15
Lima Belas
16
Enam Belas
17
Tujuh Belas
18
Delapan Belas
19
Sembilan Belas
20
Dua Puluh
21
Dua Satu
22
Dua Dua
23
Dua Tiga
24
Dua Empat
25
Dua Lima
26
Dua Enam
27
Dua Tujuh
28
Dua Delapan
29
Dua Sembilan
30
Tiga Puluh
31
Tiga Satu
32
Tiga Dua
33
Tiga Tiga
34
Tiga Empat
35
Tiga Lima
36
Tiga Enam
37
Tiga Tujuh
38
Tiga Delapan
39
Tiga Sembilan
40
Empat Puluh
41
Empat Satu
42
Empat Dua
43
Empat Tiga
44
Empat Empat
45
Empat Lima
46
Empat Enam
47
Empat Tujuh
48
Empat Delapan
49
Empat Sembilan
50
Lima Puluh
51
Lima Satu
52
Lima Dua
53
Lima Tiga
54
Lima Empat
55
Lima Lima
56
Lima Enam
57
Lima Tujuh
58
Lima Delapan
59
Lima Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Satu
62
Enam Dua
63
Enam Tiga
64
Enam Empat
65
Enam Lima
66
Enam Enam
67
Enam Tujuh
68
Enam Delapan
69
Enam Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Satu
72
Tujuh Dua
73
Tujuh Tiga
74
Tujuh Empat
75
Tujuh Lima
76
Tujuh Enam
77
Tujuh Tujuh
78
Tujuh Delapan
79
Tujuh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Satu
82
Delapan Dua
83
Delapan Tiga
84
Delapan Empat
85
Delapan Lima
86
Delapan Enam
87
Delapan Tujuh
88
Delapan Delapan
89
Delapan Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Satu
92
Sembilan Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!