"Kamu memang gak pintar nyembunyikan kebohongan dariku," ucap Manda membaca gelagat sahabatnya, dengan bersidekap dada dirinya pun menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi Cafe.
Mendapat tatapan tak menyenangkan dari Manda, Marwah pun akhirnya menganggukan kepala. Menunduk sesaat sebelum akhirnya menatap Manda kembali. "Ok, aku mau buat pengakuan dosa. Dulu aku memang sempat kesal sama kamu. Tiap ada gebetan selalu aja ketikung sama kamu. Entah sadar apa gak, di belakangmu aku selalu mengumpatimu. Berharap suatu saat kamu sendiri dapat karmanya. Minimal sih diselingkuhi," jelas Marwah mengakui.
Terkejut, jelas itu yang saat ini dirasakan Manda. Sekejam itukah dirinya? batinnya sontak bertanya-tanya.
Sosok Marwah sudah dikenalnya lama, sejak mereka berdua menginjak bangku sekolah menengah pertama. Bila dihitung selama dua puluh tahun, dan kenapa bisa persahabatan yang dilakoninya bertahan selama itu? Padahal dalam hati Marwah menyimpan rasa hasad, dengki dan mungkin saja iri.
"Itu serta merta juga bukan salahku kan? Salahmu juga yang gak berperasaan," ujar Marwah lagi-lagi membuat Manda kehilangan kata-kata.
"Aku gak sedikit pun nyalahin kamu," sahut Manda namun terjeda. "Kalau memang kamu sakit hati, kenapa gak bilang?"
Marwah nampak berfikir sejenak, sebelum akhirnya menghela napas. "Aku juga nyadar diri kok, kalau kamu lebih cantik," ucapnya dengan bibir berkerut.
Kini justru ditanggapi Manda dengan senyum. Bukan karena dapat pujian kata cantik melainkan dia menemukan satu fakta bahwa dia ternyata tidak peka. Selalu menutup mata atas kebahagiaan yang selama ini dia terima, tapi tak pernah dia sangka bahwa ada yang terluka di belakangnya.
"Lalu kamu puas sekarang lihat keadaanku yang seperti ini?"
Nyeri berdenyut di sebalik dada Marwah. Dia sontak menggeleng. "Aku bukan tipe orang yang bahagia di atas penderitaan orang lain. Kalau aku tipe yang seperti itu, sudah lama aku ninggalin kamu dan gak akan bingung-bingung mikirin masalah kamu. Cariin kamu jodoh, kenalin kamu ke sana-sini. Ya walau ujung-ujungnya juga masih kamu tolak!" tegasnya.
Langsung saja Manda bangkit berdiri menghambur dan memeluk Marwah. "Beruntung banget gak sih, aku dapet sahabat kayak kamu," ujarnya hendak mengecup pipi Marwah tapi buru-buru sisi wajahnya di dorong kuat.
"Gak usah lebay!" ucap Marwah risih.
Meringis, Manda mundur kembali ke kursi dan berujar, "Refleks."
"Tapi aku kayaknya udah nyerah deh sekarang buat jodoh-jodohin kamu."
"Kenapa?"
"Masih tanya kenapa? Ya aku malu sendiri lah. Kamu aja gak ada itikad baik saat ketemuan dan ujungnya selalu aja gagal."
"Kalau gak cocok mau dibilang apa. Hati gak bisa dipaksa," sahut Manda seraya menghela. Mengikuti kata hati bila dihadapkan orang seorang lelaki yang walau punya wajah rupawan dan status mapan sekali pun, kadang hatinya merasa gundah hingga berakhir pada penolakan.
Bisa saja saat dia sudah merasa cocok pun terkadang ada satu, dua alasan lain yang membuat harapannya pupus. Seperti dua tahun silam, orangtua dari pihak lelaki menolak sebab usia Manda yang sudah menginjak angka tiga puluh tahun. Mereka merasa bila anaknya nekad menikahi Manda akan sulit mendapat keturunan sebab usianya.
Berkat dari orang di sekelilingnya pun Manda kemudian bangkit, menata kembali harapannya. Namun dua tahun berselang hasilnya tetap saja sama.
"Hmmm, dipaksa pun ujungnya pasti gak baik," ucap Marwah menanggapi.
Dengan bibir memberengut Manda mengangguk-unggukan kepalanya. Dia berharap menikah seumur hidup sekali, bukan seperti dulu yang pacaran tiap bulan berganti-ganti.
Dan kalau memahami jalan hidupnya, bila dikatakan apa yang tengah dialaminya adalah suatu karma? Mungkinkah?
Dia dulu telah mereguk apa itu indahnya bermain dalam api asmara. Berkencan, menikmati waktu berdua, jalan bersenang-senang dan dalam garis besar pacarannya masih dalam tahap yang dia kira wajar, yakni kesuciannya masih terjaga.
Meski di luaran sana banyak yang menyanksikannya, tetap hanya dirinya dan Tuhan yang tahu bahwa hingga kini dirinya masih perawan. Setidaknya dengan yang satu itu dia masih mampu menegakkan kepalanya.
Menghela napas, Manda pun memilih bangkit dari duduknya dan mengambil tasnya. "Aku balik," pamitnya.
"Loh, kok?" sahut Marwah tak terima. "Tadi kamu yang ngajak janjian kesini, kok balik gitu aja?"
Dalam hati Manda malas untuk melanjutkan perbincangan kali ini. Hingga akhirnya dia memilih alasan lain untuk berbohong, "Udah jam setengah dua, aku lupa kalau ada janji. Lagian aku tadi udah nungguin kamu lama."
"Ya gak gitu juga, baru juga sejam aku duduk disini." Berdecak, Marwah pun mengalah. "Ya udah deh kalau emang ada janji," ucapnya yang terdengar menyindir tak percaya.
Namun Manda berfikir masa bodoh saja dan berujar lagi. "Aku balik," pamitnya.
Mendapat jawaban bergumam dari Marwah, akhirnya Manda memutar tubuhnya untuk melanjutkan niatnya untuk pulang.
***
Dalam perjalanan pulang, sorot mata Manda terus tertuju pada kaca jendela bus kota yang ditumpanginya. Jarak yang ditempuh sekitar tiga puluh menit.
Ponsel dalam genggamannya kali ini bergetar, sontak memutus lamunannya. Dalam layar ponsel yang telah dia buka terpampang tulisan pesan yang menyebutkan nama Naya, keponakannya.
[Naya] : Tante. Kalau pulang, titip makanan.
Tak berniat membalas, Manda memasukan ponselnya ke dalam tas salempangnya. Berdiri menyadari bahwa rute yang dilewati telah dekat dengan tempat tinggalnya, Manda bergegas menuju pintu bus. Menunggu sesaat hingga bus berhenti di sebuah tempat pemberhentian, akhirnya Manda pun turun.
Terdiam sesaat di tempat hingga bus melaju semakin menjauh dari tempatnya berpijak, pikiran Manda seolah tengah mengambang.
Sampai kapan hidup akan terus begini-begini saja? bisik halus yang di rasanya menggerogoti hari-harinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
maura shi
baca kisah manda jd keinget temen q,dia janda temen cowoknya banyak tp g ada yg mau serius ama dia maunya have fun aja,dia juga nargetin umur sekian bt nikah lagi tp smpai saar ini masih single parent
kalo uda serius ama cowok,ada aja gangguannya dr cowoknya yg gini lah gitu lah,smpai curhat ke q,tp q nya binggung mau kasih solusi apa
2020-11-13
0
Daeng Ji
lanjut kk
2020-10-25
0
SweetMuffin SM
ikut galau
2020-09-22
0