Hingga malam Manda belum kunjung bertemu dengan sang tuan rumah. Tadi sempat ada telpon yang memberitahukan bahwa orang yang bersangkutan pulang larut malam sebab lembur.
Kini dilihatnya jam di ponsel yang dia pegang telah menunjukkan pukul setengah sebelas malam. Manda yang merasa belum mengantuk sibuk memainkan ponsel, mencari sebatas hiburan dari acara yang tersedia di chanel Y*u tube. Sesekali dia tertawa dengan polah tingkah artis yang diikutinya.
Untuk malam ini Manda masih sendiri di kamar, sebab bocah yang dijaga belum lah terbiasa padanya. Kesan pertama bagi Manda tak ada masalah. Dia berpikir wajar saja bocah kecil itu menolaknya.
Jadi untuk sementara ini bocah kecil itu ikut pengasuhnya terlebih dahulu, dan setelah masa kerja pengasuh lama habis, Manda akan sepenuhnya memberi penjagaan untuk bocah yang bernama Nagita.
Tadi juga telah diberitahukan jika Papa dari bocah kecil itu pulang di saat keadaan Nagita belum tidur dan hari libur maka dia berkesempatan sejenak memiliki waktu luang untuk beristirahat, sebab otomatis penjagaan Nagita beralih pada orangtua dari bocah kecil itu.
Keseriusan Manda yang menonton acara talkshow di layar ponselnya kini dihentikannya sejenak. Rasa haus mendorongnya untuk bangkit berdiri meninggalkan ranjang, beralih membuka pintu kamarnya beserta membawa gelas kosong kemudian melanjutkan langkah menuju dapur guna mengambil air minum.
Namun langkahnya kembali terhenti, sebab terdengar suara kunci berputar dan gagang pintu dilihatnya bergerak bersamaan dengan daun pintu yang perlahan terbuka.
Minimnya pencahayaan dari arah ruang tamu sebab lampu utama dimatikan membuat Manda memfokuskan penglihatannya. Dari sileut-nya Manda beranggapan bahwa yang hendak masuk adalah sang pemilik rumah, sebab dilihatnya kini pakaian formal yang melekat pada orang tersebut. Tak tampak rapi dengan di tangan kiri tersampir jas dan memegangi tas.
Seperti kepalang basah hendak kembali ke kamar atau langsung menuju dapur rasanya percuma sebab jaraknya sama. Hingga mau tak mau Manda kini bersuara menyapa sang pemilik rumah.
"Ba— Bapak baru pulang? Saya baru tiba tadi siang. Perkenalkan saya pengasuh anak Bapak yang baru. Nama saya Manda."
Orang yang memang tak jauh berdiri dari Manda usai menutup pintu kemudian berjalan sebentar menuju sakelar lampu, dan begitu cahaya benderang menyeruak menerangi ruangan, keduanya sama-sama tertegun, terdiam di tempat.
Dari pandangan Manda samar-samar dia mulai mengingat sekelebat gurat tak asing orang yang berdiri di hadapannya, hingga akhirnya gelas dalam genggamannya kini merucut— meluncur jatuh ke bawah. Hingga menimbulkan kegaduhan sesaat dalam keheningan yang membentang.
Rasa sesak dan ingin segera lari dari tempat hendak dia lakukan, sebab orang di hadapannya kini sedang beranjak berjalan cepat menuju ke arahnya.
Namun syaraf di otaknya layaknya tumpul. Engsel di leher Manda susah untuk di gerakkan yang malah justru menatap tiap pergerakan orang yang sudah sampai berdiri di hadapannya.
Benar dia Akram, mantan pacarnya, batin Manda. Tapi fisiknya sudah berbeda apalagi lihat lah pakaiannya, lalu...
Manda menggeleng kemudian bergerak mundur, ingin lari saja...
"Tetap berdiri di tempatmu!" Cegah orang yang Manda yakini adalah Akram.
Manda makin menggeleng. "Tempatku bukan disini," gumam Manda yang tetap bergerak ingin menjauh namun naas, dia yang bertelanjang kaki justru memijak ceceran pecahan beling hingga membuatnya mendesis dan meringis menahan sakit.
To be Continue
Ganti Cover
To be Continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Nelly Djunaidi
nano nano dah rasanya klo ketemu mantan yg dah sukses tapi tetep ramah ya😆😁
2022-03-10
0
ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️
Haahhhh..bsng so hyuuuunn..
2021-01-27
0
Iffa Aning Rumtyas
ketemu akhirnya
2020-12-25
0