"Kebetulan karena kita saling mengenal, aku meminta tolong padamu untuk menjaga putriku, Nagita. Dan aku percayakan sepenuhnya kepadamu," ujar Akram membuat Manda tak habis pikir.
Padahal responnya sudah berlebihan, berpikir yang bukan-bukan. Dan lelaki yang berdiri tak jauh darinya malah menganggap pertemuannya hanyalah angin lalu semata. Lalu apa jangan-jangan masalahnya dulu juga telah dilupakan olehnya begitu saja? Manda benar-benar tak habis pikir, karena sosok Akram adalah orang yang sulit dilupakan dari sekian deretan mantan-mantan pacarnya.
Diamati dengan seksama pun wajah Akram juga nampak datar saja, kini justru yang ditemukan oleh Manda adalah gurat lelah dari lelaki itu.
"Ka— kamu gak bertanya lebih ke aku? Langsung percaya sepenuhnya begitu?"
Akram menggeleng. "Hampir dua bulan aku mencari pengganti pengasuh untuk putriku. Sudah ada dua orang yang mencobanya tapi mereka hanya bertahan tiga hari, paling lama seminggu."
"Jadi aku orang ketiga yang datang," sela Manda. Akram pun mengangguk membenarkan. "Apa dia anak yang bandel atau bagaimana?"
"Kira-kira seperti itu, wajar Nagita masih anak-anak. Lagi pula dia baru beradaptasi dengan lingkungan baru, makanya sering rewel," jelas Akram.
"Jadi memang kamu sedang butuh sekali seorang pengasuh?"
"Ya begitulah."
Manda pun menghela napas pendek. "Baiklah aku akan mencobanya, tapi ini semata karena kamu memang sedang butuh pengasuh. Kalau untuk aku pribadi sebenarnya aku gak butuh-butuh banget dengan pekerjaan ini, hanya aku sedang kesulitan mencari kerja yang sesuai dengan keahlianku," jelas Manda menekankan kalau yang butuh itu Akram, dan meyakinkan bahwa kedatangannya adalah sebuah keberuntungan bagi lelaki itu.
Tapi tunggu, dua orang mengundurkan diri dalam kurun waktu seminggu. Jadi bisa dibayangkan kelakuan putri Akram yang begitu nakal, dan lagi-lagi Manda berfikir dia pasti bisa mengatasinya. Bukankah Nagita hanya bocah berusia tiga tahun, batinnya.
"Terimakasih kalau begitu," sahut Akram.
Dan Manda mengangguk-anggukan kepalanya lalu bergumam, "Ya memang kamu harus berterimakasih padaku."
"Karena waktunya juga sudah sangat malam, besok pagi aku berikan surat kontrak kerjanya. Minimal satu tahun bekerja disini, dan dengan masa percobaan dua minggu. Kamu bersedia atau tidaknya melanjutkan semua akan aku serahkan kepadamu."
"Harus ada surat kontrak?" tanya Manda seperti tak percaya.
"Iya, karena dari pihakku sendiri meminta jelas data dari setiap pekerja yang bekerja di tempatku."
"Agar belakangnya lebih enak dan mengurangi tingkat kecurigaan bila mana salah satu pekerjamu berbuat kesalahan, lalu kabur dari masalah dan dengan mudah kamu menemukannya?" tebak Manda secara terperinci.
"Iya, lebih tepatnya begitu," sahut Akram membenarkan.
"Oke lah, aku gak masalah. Kamu juga harus cantumkan berapa tunjangan yang akan aku dapat selama mengurus putrimu."
Akram mengangguk. "Lebih jelasnya nanti berkasnya bisa kamu baca dahulu sebelum kamu tandatangani."
"Oke," sahut Manda mengangguk setuju.
"Sudah terlalu larut, kalau begitu aku permisi dulu. Matikan lampu jika tak memakai tempat ini," ujar Akram yang kemudian beranjak mengambil tas kerja dan jasnya yang tersampir di salah kursi dapur.
Sedangkan Manda yang masih duduk di kursinya menggerutu menyebut Akram sosok yang pelit dan teelalu idealis dalam berfikir. Namun ada satu yang dia perhatikan, sosok Akram yang tak banyak berubah. Wajah lelaki itu masih saja nampak kalem dan tampan di matanya, dan sekarang telah menampakkan pesona kedewasaan yang Manda yakini daya karismatiknya mampu memikat wanita mana pun yang melihatnya. Termasuk dirinya yang sekarang ini.
Aisssttt... Manda berdesis, menggeleng dan segera menepis anggapan yang baru saja bersliweran di otaknya tadi.
To be Continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
sukma kirei
ohh ternyata ini scuelnya 'Senandung Impian'....
mmg akram baik bgt, dulu q kira dia bakaln jd jodohnya ayu, eh ternyata kevin jodohnya 😘💕
2021-03-26
0
Iffa Aning Rumtyas
menarik ceritanya
2020-12-25
0
Elly Kurnia
ayu aja langsung klepek" 1x ketemu ma akram.. masih inget banget perjuangan ayu nyusul akram ke bandara sampe nangis" karena mau pisah
2020-12-14
1