Mobil dengan tipe Alphard kini tengah dilihat oleh Manda saat keluar dari mobil yang tadi dikendarai bersama kakaknya.
Semakin memajukan langkah rasanya ada yang tak beres saja dengan jantungnya. Lama tidak menginjakkan kaki di tanah kelahirannya, kemudian disambut oleh orang asing yang memiliki niat untuk mendatanginya, sungguh ini diluar dugaan.
Dan ketika dia memasuki rumah ternyata telah ada beberapa sanak saudara yang menungguinya beserta dengan orang asing yang duduk tak jauh dari kursi tempat kedua orangtuanya.
Ketika sorot mata Manda bersiborok dengan orang asing itu, senyum serta merta tertuju ke arahnya.
Penilaian pertama dari seorang Manda, lelaki itu nampak ramah. Dengan tampilan yang terlihat berwibawa dan sepertinya mudah berbaur dengan orang banyak, sebab terbukti lelaki itu nampak sekali akrab dengan keluarganya.
Manda lantas menyalim satu persatu orang di dalam rumah. Ketika berhadapan dengan Emaknya, lantas Manda berangsur memeluk untuk mengungkapkan rasa rindu.
"Kenapa jarang pulang, apa gak kangen sama Emakmu ini?" ujar Emak yang mengusap-usap punggung Manda lembut.
Tinggal di sebuah perkampungan yang padat penduduk menjadikan Manda dan saudara-saudara memanggil kedua orangtuanya dengan sebutan Abah dan Emak. Meski pun tinggal di perkampungan pun keluarga mereka juga sedikit berpengaruh, Abahnya merupakan mantan Bupati dan memiliki usaha lain dalam sektor pertanian dan penggilingan padi.
"Ya kangen," sahut Manda dengan suara khasnya yang manja, kian menyurukkan kepalanya di pelukan Emaknya.
"Dasar," sahut Emak kembali menepuk punggung Manda dan mengendurkan pelukannya. "Salam juga sana sama Abahmu," perintah Emak sebelum menangkup dan mencium pipi Manda.
Sesuai dengan perintah Emaknya kini Manda beralih menyalim Abahnya. Sebagai anak perempuan satu-satunya dan juga anak bungsu, Manda begitu amat disayang oleh keluarganya.
Tak pelak saat keinginannya untuk pergi ke Jakarta dulu orangtuanya begitu berat melepas putri satu-satunya, tapi memikirkan kembali kebahagiaan putrinya pada akhirnya mereka mengalah. Membiarkan Manda mencari pengalaman dan merasakan kebebasan dalam artian masih berpegang pada tanggungjawab untuk menjaga diri dan menjaga nama baik keluarga.
Hampir delapan tahun sudah kini waktu berlalu dan mengetahui Manda yang tak kunjung mendapatkan pendamping hidup sebagai orangtua dan juga saudara-saudara, akhirnya mereka turun tangan. Ikut andil dalam mencarikan jodoh untuk Manda.
"Nak Manda, kenalkan dia ini Haris Fadillah, rekan kerja Paman di Kalimantan," ujar Paman Santoso ketika Manda telah duduk di apit oleh kedua orangtuanya.
Saat lelaki yang duduk tak jauh dari tempat yang diduduki Manda dan mengulurkan tangan untuk mengenalkan diri, Manda pun menyambutnya beserta mengucapkan namanya memperkenalkan diri.
Manda seperti sudah merasa bahwa dengan apa yang dilaluinya sekarang adalah terdapat acara penting, sebab kini dialah yang menjadi pusat inti dari kedatangan tamu di kediaman orangtuanya.
Bukan hanya perkenalan semata, namum kini Manda justru dijejali dengan pertanyaan-pertanyaan dari anggota keluarganya, tentang kesiapannya menikah sampai dengan tanggapan tentang lelaki yang baru saja dia kenal, bahkan belum genap satu jam.
"Gimana tanggapanmu mengenai Nak Haris—Manda?"
Dihadapkan dengan pertanyaan seperti itu sontak membuat Manda bingung. Wajahnya seketika pasi, dan dialihkannya sorot matanya untuk menatap kedua orangtuanya.
"Mungkin Manda sendiri masih bingung dengan jawabannya," ucap Haris yang langsung menyela. "Dihadapkan dengan situasi ini tentu siapa saja akan kaget. Tapi saya telah sedikit banyak mendengar tentang kamu dari Pamanmu. Untuk itu saya datang kemari, membawa niat baik untuk meminangmu. Alangkah baiknya mungkin kamu bisa memikirkan niat baik saya. Mempertimbangkan atau perlu istikharah dalam menentukan pilihan kamu. Mau diterima atau tidak, saya akan tetap menghormati keputusanku," ujar Haris dengan lugas dan sontak membuat orang-orang di sekitar Manda menatapnya dengan kekaguman.
To be Continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
susi 2020
😘😘😘
2023-07-14
0
susi 2020
🤩🤩😍
2023-07-14
0
secangkirkopi
lah bingung ya pastinya
pulang2 langsung ditodong nikah
g tau yang dicalonin kayak mana, belum jelas ini itunya
ketemu juga sebentar banget
klo langsung diiyain malah lebih aneh, sembarangan nerima akibat kepepet itu mah
2021-05-06
0