Dua Belas

Marwah menepati janjinya, tiga jam berselang mobilnya sudah terparkir di halaman rumah orangtua Manda.

Manda yang mendapati hal itu seakan dibuat terkejut tak percaya. "Kamu beneran datang?" ucap Manda usai keluar dari kamar, tadi kakak iparnya mengetuk pintu memberitahukan kalau ada temannya yang datang dan ternyata Marwah menepati ucapannya. "Aku kira kamu cuma basa-basi doang," imbuh Manda meringis lalu bergabung duduk di kursi ruang tamu.

"Ya aku serius lah. Udah kemasi barang-barangmu belum?" tanya Marwah memelankan suaranya.

"Belum, pamit aja belum," tukas Manda yang sontak membuat Marwah memberengutkan bibirnya.

"Aku gak bisa lama-lama disini. Tadi Rizki sama Risma aku titipin mertua. Buruan pamit sama Emak dan Abah," perintah Marwah yang seakan buru-buru.

"Kamu kesini sama siapa?" tanya Manda bingung kemudian melongokan kepalanya ke depan rumah, teras.

"Aku nyetir sendiri, makanya cepat. Pamit, berkemas. Aku tunggu, keburu kesorean," sahut Marwah yang lantas membuat Manda berdiri bergegas mencari kedua orangtuanya.

Untuk mendapatkan ijin dari kedua orangtua cukuplah sulit bagi Manda, Abah sempat menolak sementara Emak berat mengiklaskan putri satu-satunya kembali ke perantauan usai kejadian tak mengenakan yang menimpa putrinya beberapa hari lalu.

Namun Manda bersikeras dan beralasan hidup di kampung halaman pastilah lebih berat, karena sudah pasti cibiran dan gunjingan akan ditudingkan kepadanya. Lagi pula pikir Manda dengan adanya kegiatan diluaran sana pikirannya bisa berputar, terseling dengan kesibukan hingga bisa sedikit meredakan kekacauan dalam hatinya.

Berdasarkan pertimbangan pula kini Abah mengangguk setuju, berpesan kemanapun dan sejauh mana Manda pergi orangtua tetap tempatnya untuk kembali.

"Pasti Bah, Manda akan pulang suatu saat nanti. Manda sayang sama Abah dan Emak, dan mungkin ini memang sudah nasib dan garis hidup Manda yang harus banyak bersabar. Doain Abah— Emak, agar anakmu ini kelak dan segera bertemu dengan kebahagiaan yang semestinya," ujar Manda berpamit kepada kedua orangtuanya.

"Doa Emak dan Abah selalu menyertaimu. Kalau sudah sampai disana, nanti telpon. Kabari Emakmu ini, seminggu sekali," ujar Emak yang memeluk Manda.

Manda mengangguk. Dia merasa bersalah karena selama ini memang jarang sekali menelpon kedua orangtuanya. Keterlaluan memang, tapi itu dia lakukan karena kesal ditanya sudah siap nikah atau sudah punya pasangan atau belum.

Tapi kedepannya Manda berfikir akan mulai memperbaiki pola pikirnya, bila mendapatkan pertanyaan yang demikian mungkin dia akan menanggapi dengan kata meminta doa yang terbaik untuknya, karena bukan kah bila banyak orang yang mengaminkan harapannya maka akan cepat terkabulkan segala bentuk keinginannya.

Sesudah waktu ashar Manda dan Marwah pun memulai perjalanannya untuk kembali ke Ibukota. Tiga jam lebih waktu yang mereka tempuh sebab sedikit terkendala macet di jalan, hingga saat sudah keluar dari pintu tol Manda meminta agar dirinya diantarkan saja ke apartemen tempat dulu dia tinggal.

"Kamu yakin mau balik ke apartement?" tanya Marwah sebab awal mulanya dia hendak mengajak sahabatnya itu tinggal bersama dengannya.

Manda pun mengangguk. "Iya, lagian ada Naya yang masih tinggal disana."

"Ya udah kalau gitu, tapi kalau ada apa-apa dan butuh sesuatu telpon aku. Jangan sungkan pokoknya," pesan Marwah yang hanya diangguki oleh Manda.

Tiba di apartemen pun waktu telah menunjukkan hampir pukul tujuh malam. Dan beruntung passcode apartemen belum diganti, jadi Manda langsung masuk begitu saja tanpa menekan bell atau mengetuk pintu.

Dan berapa terkejutnya dia saat pintu terbuka dan mendapati dua orang yang tengah bercumbu di sofa ruang tamu. Sontak Manda yang geram dan emosi melempar kasar koper yang dia bawa hingga menghantam keras di lantai dekat dua orang belum memiliki status sah itu.

"Nay! Begini ternyata kelakuan kamu selama Tante gak ada!" Teriak Manda bersamaan dengan suara hantaman keras kopernya, hingga menjadikan dua insan yang tengah bercumbu saling merasakan nikmatnya dunia tersentak gelagapan.

To be Continue

Bakal tinggal dimana nanti Manda, tetap ikuti kisahnya

Terpopuler

Comments

ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️

ummi_Շɧ𝐞𝐞ՐՏ🍻muneey☪️

haduh nayaaaaa

2021-01-27

1

Elly Kurnia

Elly Kurnia

walah naya ternyata sudah sejauh itu

2020-12-14

0

Anita puspa Rini

Anita puspa Rini

lho kok si naya tb2 udh ampe jkt si? udh blik apartemen pula

2020-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Satu
2 Dua
3 Tiga
4 Empat
5 Lima
6 Enam
7 Tujuh
8 Delapan
9 Sembilan
10 Sepuluh
11 Sebelas
12 Dua Belas
13 Tiga Belas
14 Empat Belas
15 Lima Belas
16 Enam Belas
17 Tujuh Belas
18 Delapan Belas
19 Sembilan Belas
20 Dua Puluh
21 Dua Satu
22 Dua Dua
23 Dua Tiga
24 Dua Empat
25 Dua Lima
26 Dua Enam
27 Dua Tujuh
28 Dua Delapan
29 Dua Sembilan
30 Tiga Puluh
31 Tiga Satu
32 Tiga Dua
33 Tiga Tiga
34 Tiga Empat
35 Tiga Lima
36 Tiga Enam
37 Tiga Tujuh
38 Tiga Delapan
39 Tiga Sembilan
40 Empat Puluh
41 Empat Satu
42 Empat Dua
43 Empat Tiga
44 Empat Empat
45 Empat Lima
46 Empat Enam
47 Empat Tujuh
48 Empat Delapan
49 Empat Sembilan
50 Lima Puluh
51 Lima Satu
52 Lima Dua
53 Lima Tiga
54 Lima Empat
55 Lima Lima
56 Lima Enam
57 Lima Tujuh
58 Lima Delapan
59 Lima Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Satu
62 Enam Dua
63 Enam Tiga
64 Enam Empat
65 Enam Lima
66 Enam Enam
67 Enam Tujuh
68 Enam Delapan
69 Enam Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Satu
72 Tujuh Dua
73 Tujuh Tiga
74 Tujuh Empat
75 Tujuh Lima
76 Tujuh Enam
77 Tujuh Tujuh
78 Tujuh Delapan
79 Tujuh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Satu
82 Delapan Dua
83 Delapan Tiga
84 Delapan Empat
85 Delapan Lima
86 Delapan Enam
87 Delapan Tujuh
88 Delapan Delapan
89 Delapan Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Satu
92 Sembilan Dua
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Satu
2
Dua
3
Tiga
4
Empat
5
Lima
6
Enam
7
Tujuh
8
Delapan
9
Sembilan
10
Sepuluh
11
Sebelas
12
Dua Belas
13
Tiga Belas
14
Empat Belas
15
Lima Belas
16
Enam Belas
17
Tujuh Belas
18
Delapan Belas
19
Sembilan Belas
20
Dua Puluh
21
Dua Satu
22
Dua Dua
23
Dua Tiga
24
Dua Empat
25
Dua Lima
26
Dua Enam
27
Dua Tujuh
28
Dua Delapan
29
Dua Sembilan
30
Tiga Puluh
31
Tiga Satu
32
Tiga Dua
33
Tiga Tiga
34
Tiga Empat
35
Tiga Lima
36
Tiga Enam
37
Tiga Tujuh
38
Tiga Delapan
39
Tiga Sembilan
40
Empat Puluh
41
Empat Satu
42
Empat Dua
43
Empat Tiga
44
Empat Empat
45
Empat Lima
46
Empat Enam
47
Empat Tujuh
48
Empat Delapan
49
Empat Sembilan
50
Lima Puluh
51
Lima Satu
52
Lima Dua
53
Lima Tiga
54
Lima Empat
55
Lima Lima
56
Lima Enam
57
Lima Tujuh
58
Lima Delapan
59
Lima Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Satu
62
Enam Dua
63
Enam Tiga
64
Enam Empat
65
Enam Lima
66
Enam Enam
67
Enam Tujuh
68
Enam Delapan
69
Enam Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Satu
72
Tujuh Dua
73
Tujuh Tiga
74
Tujuh Empat
75
Tujuh Lima
76
Tujuh Enam
77
Tujuh Tujuh
78
Tujuh Delapan
79
Tujuh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Satu
82
Delapan Dua
83
Delapan Tiga
84
Delapan Empat
85
Delapan Lima
86
Delapan Enam
87
Delapan Tujuh
88
Delapan Delapan
89
Delapan Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Satu
92
Sembilan Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!