Tujuh Belas

"Kenapa Mbak?" Santi, pengasuh Nagita yang mendengar suara gaduh dari arah luar langsung terpancing keluar kamar guna mengetahui apa yang tengah terjadi, dan kini dia terkejut sebab melihat kaki Manda yang mengeluarkan darah.

"Mbak kenapa bisa begini, hati-hati duduk dulu disini Mbak," ujar Santi yang cepat mengambil kursi lalu menarik pelan lengan Manda, menuntunnya hingga sampai duduk di kursi.

Sementara orang yang bersangkutan hanya terdiam dengan pikiran kosong. Rasa sakit akibat pecahan beling yang dipijaknya seakan sudah tak dia rasa lagi. Pikirannya mengembara entah kemana, dan yang jelas dia sudah pasti menyesalkan keberadaannya yang bisa sampai sini.

"Tunggu disini Mbak, aku ambilkan obat."

Ucapan Santi bagaikan sekelebat ilusi semata, kini arah pandang Manda tertuju pada sosok Akram yang tengah berjongkok memunguti sisa beling lalu memasukkannya ke dalam tong sampah.

"Bukan kah tadi sudah kubilang untuk tidak banyak bergerak, dan kenapa kamu tak memakai alas kaki di dalam rumah?" tanya Akram yang melirik ke arah kaki Manda.

Manda masih tetap saja bungkam tapi sorot matanya tak teralihkan sedikit pun dari menatap Akram. Hingga sekembalinya Santi dengan membawa kotak obat, bersamaan dengan suara tangis Nagita dari arah kamar.

"Taruh saja disitu kotak obatnya," tunjuk Akram ke arah meja makan, lalu bangkit berdiri. "Kamu kembali saja ke kamar, Nagita pasti terbangun," timpal Akram memberi perintah agar Santi kembali menemani putrinya.

"Baik Pak," sahut Santi kemudian berlalu kembali masuk ke kamarnya untuk menenangkan Nagita.

Akram memutar langkahnya menuju kran air hendak mencuci tangannya, namun langkahnya terhenti sebab kini Manda berucap menyebut namanya.

"Akram?"

Orang yang bersangkutan pun sontak menoleh.

"Kamu tahu aku?" tanya Manda hati-hati.

"Tahu, namamu Manda," sahut Akram yang kemudian memutar tubuhnya melanjutkan kegiatannya untuk mencuci tangan.

Mendengar penuturan Akram pikiran Manda buntu. Dia tak tahu alasan apa yang hendak dia katakan setelah ini, yang tiba-tiba datang lalu meminta untuk berpamit pergi. Tidak, rasanya itu keputusan yang seakan menandakan kalau dirinya gengsi.

Atau dia jujur saja untuk mengatakan bahwa dia tengah butuh pekerjaan sementara, pekerjaan sebagai batu loncatan sebab dia kepepet akan kondisi yang tak kunjung tak dapat pekerjaan. Atau alasan lain, tapi rasanya untuk memikirkan hal lain dia tak bisa, sebab kini Akram tengah berjalan menuju ke arahnya. Menarik dan mengambil sesuatu dari dalam kotak obat di atas meja.

"Mungkin ini akan terasa sedikit perih. Kamu tahan, biar nanti tidak infeksi," ujar Akram yang berjongkok mulai melihat luka di telapak kaki Manda. Mengucurnya dengan alkohol, membersihkan serpihan beling kecil yang menancap di kaki Manda hingga sampai luka yang diobati itu selesai diperban.

"Lukanya tidak terlalu dalam, sepertinya tak perlu ke Rumah Sakit. Istirahat lah," ujar Akram yang tanpa disadari Manda telah berdiri tegap dan merapikan kotak obat.

"Kalau belum ada alas kaki, besok biar aku pesan pada Mbok Suti agar membelikan untukmu."

"Tadi kamu bilang tahu aku? Kenapa kamu gak tanya aku bisa ada disini dan bekerja di tempatmu? Akram— Apa jangan-jangan kamu memang gak mengenalku?"

Akram sontak menoleh pada Manda. "Tadi kamu menyebutkan namamu Manda?" sahutnya dengan Manda yang mengangguk.

"Iya. Harus lagi aku ingatkan kalau dulu kita saling mengenal. Sempat pacaran walau hanya hitungan kurang dari satu mingguan. Lalu— kamu memang tahu, apa sebenarnya lupa? Atau mungkin bisa saja kamu terkejut akan kedatanganku lalu bingung berbuat apa. Ingin tertawa atau bingung bersikap? Karena bisa saja kamu merasa kasihan dengan keadaanku yang datang sebagai pekerja di rumahmu—"

"Maaf, aku lupa," sahutan singkat Akram sontak membuat Manda terdiam akibat segala prasangkanya tadi.

Jadi dia salah mendefinisi? Batinnya. Lalu seketika dia mengatupkan mulutnya yang terbuka, menarik cepat kata-kata lain yang hendak dia lontarkan.

To be Continue

Terpopuler

Comments

Ndhe Nii

Ndhe Nii

lupaa krn lebih besar cintanya utk anak bos ortunya...alvina🤣🤣

2021-08-14

0

𝖚𝖓𝖙𝖚𝖐 𝖉𝖎𝖐𝖊𝖓𝖆𝖓𝖌

𝖚𝖓𝖙𝖚𝖐 𝖉𝖎𝖐𝖊𝖓𝖆𝖓𝖌

btw vina nya kemana yah?? apakah meninggal???

2020-10-02

0

rara dharma

rara dharma

tapi kan akram memang cinta pertamanya mba vina

2020-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 Satu
2 Dua
3 Tiga
4 Empat
5 Lima
6 Enam
7 Tujuh
8 Delapan
9 Sembilan
10 Sepuluh
11 Sebelas
12 Dua Belas
13 Tiga Belas
14 Empat Belas
15 Lima Belas
16 Enam Belas
17 Tujuh Belas
18 Delapan Belas
19 Sembilan Belas
20 Dua Puluh
21 Dua Satu
22 Dua Dua
23 Dua Tiga
24 Dua Empat
25 Dua Lima
26 Dua Enam
27 Dua Tujuh
28 Dua Delapan
29 Dua Sembilan
30 Tiga Puluh
31 Tiga Satu
32 Tiga Dua
33 Tiga Tiga
34 Tiga Empat
35 Tiga Lima
36 Tiga Enam
37 Tiga Tujuh
38 Tiga Delapan
39 Tiga Sembilan
40 Empat Puluh
41 Empat Satu
42 Empat Dua
43 Empat Tiga
44 Empat Empat
45 Empat Lima
46 Empat Enam
47 Empat Tujuh
48 Empat Delapan
49 Empat Sembilan
50 Lima Puluh
51 Lima Satu
52 Lima Dua
53 Lima Tiga
54 Lima Empat
55 Lima Lima
56 Lima Enam
57 Lima Tujuh
58 Lima Delapan
59 Lima Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Satu
62 Enam Dua
63 Enam Tiga
64 Enam Empat
65 Enam Lima
66 Enam Enam
67 Enam Tujuh
68 Enam Delapan
69 Enam Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Satu
72 Tujuh Dua
73 Tujuh Tiga
74 Tujuh Empat
75 Tujuh Lima
76 Tujuh Enam
77 Tujuh Tujuh
78 Tujuh Delapan
79 Tujuh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Satu
82 Delapan Dua
83 Delapan Tiga
84 Delapan Empat
85 Delapan Lima
86 Delapan Enam
87 Delapan Tujuh
88 Delapan Delapan
89 Delapan Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Satu
92 Sembilan Dua
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Satu
2
Dua
3
Tiga
4
Empat
5
Lima
6
Enam
7
Tujuh
8
Delapan
9
Sembilan
10
Sepuluh
11
Sebelas
12
Dua Belas
13
Tiga Belas
14
Empat Belas
15
Lima Belas
16
Enam Belas
17
Tujuh Belas
18
Delapan Belas
19
Sembilan Belas
20
Dua Puluh
21
Dua Satu
22
Dua Dua
23
Dua Tiga
24
Dua Empat
25
Dua Lima
26
Dua Enam
27
Dua Tujuh
28
Dua Delapan
29
Dua Sembilan
30
Tiga Puluh
31
Tiga Satu
32
Tiga Dua
33
Tiga Tiga
34
Tiga Empat
35
Tiga Lima
36
Tiga Enam
37
Tiga Tujuh
38
Tiga Delapan
39
Tiga Sembilan
40
Empat Puluh
41
Empat Satu
42
Empat Dua
43
Empat Tiga
44
Empat Empat
45
Empat Lima
46
Empat Enam
47
Empat Tujuh
48
Empat Delapan
49
Empat Sembilan
50
Lima Puluh
51
Lima Satu
52
Lima Dua
53
Lima Tiga
54
Lima Empat
55
Lima Lima
56
Lima Enam
57
Lima Tujuh
58
Lima Delapan
59
Lima Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Satu
62
Enam Dua
63
Enam Tiga
64
Enam Empat
65
Enam Lima
66
Enam Enam
67
Enam Tujuh
68
Enam Delapan
69
Enam Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Satu
72
Tujuh Dua
73
Tujuh Tiga
74
Tujuh Empat
75
Tujuh Lima
76
Tujuh Enam
77
Tujuh Tujuh
78
Tujuh Delapan
79
Tujuh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Satu
82
Delapan Dua
83
Delapan Tiga
84
Delapan Empat
85
Delapan Lima
86
Delapan Enam
87
Delapan Tujuh
88
Delapan Delapan
89
Delapan Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Satu
92
Sembilan Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!