Empat

Manda pulang sambil membawa kantung kresek berisi pesanan keponakannya yang dia beli di warung seberang jalan tempatnya tinggal.

"Loh Tante, kok cuma beli nasi kucing sama gorengan? Bukannya tadi nongki-nongki di Cafe?" ucap keponakannya bernama Naya yang tinggal bersamanya di apartemen yang dia sewa.

"Lha maunya apa?" sahut Manda melirik sekilas sebelum masuk ke dalam kamar untuk meletakkan tasnya.

"KFC. Kan cuma di samping Cafe tempat Tante janjian sama temen Tante," ujar Naya tapi tetap membuka bungkusan nasi.

"Kamu kirim pesan pas Tante sampai depan. Ya Tante belinya asal," sahut Manda yang baru saja keluar dari kamar. Telah melepas pakaiannya dan hanya menyisakan tang top juga telah berganti dengan bawahan celana kolor di atas lutut.

"Udah, makan seadanya aja," ujar Manda usai mencuci tangan di wastafel dan mendudukan diri di kursi makan berhadapan dengan keponakannya.

"Tante udah bales pesan dari Mama belum?" tanya Naya mengingatkan.

Sambil mengunyah makanannya Manda menggeleng. "Malah Tante belum baca," sahutnya sedikit tak jelas.

"Cepetan baca deh, Naya rasa itu penting. Soalnya Papa juga ngingetin ke Nay."

Kening Manda mengernyit. Papanya Naya adalah kakak kandungnya, memang jarang mereka saling berkomunikasi. Tapi sekalinya telpon atau kirim pesan adalah hal penting. "Memang Papa-mu ngomong apa?"

"Bukan Papa sih, tapi Om Ridwan katanya udah cariin jodoh buat Tante," sahut Naya, dan nama Ridwan yang tadi disebutkan adalah kakak ke dua dari Manda, sebelum Rizal kakak pertamanya, selaku papa dari Naya.

Manda, yang memiliki nama lengkap Amanda Ganesha merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Hanya dirinya yang belum berkeluarga, sedangkan saudara-saudaranya telah memiliki keluarga dan keturunan. Bahkan di hadapannya sekarang inilah anak dari saudaranya, mereka hanya terpaut usia delapan tahun.

Pilihan Manda hidup mandiri dan jauh dari keluarga merupakan alasannya agar terhindar dari bisik-bisik tetangga. Awal mula saat usianya mengijak lebih dari dua puluh lima tahun dan belum menikah, Manda sering kali risih akan slentingan kalimat tak kunjung menikah.

Juga keberadaannya disini merupakan usul dari sahabatnya Marwah yang kebetulan ikut dengan suami tinggal di Jakarta. Jadi telah enam tahun lamanya Manda dan juga Naya tinggal bersama disini.

Enam tahun yang dilaluinya dirasa hidupnya sama saja, datar. Bahkan dulu dia sempat berfikir jodohnya ada di sekitaran Jakarta, tapi...

"Udah lah Tante pulang aja, barang kali itu memang sudah jadi jodohnya Tante. Sekali pun Tante lari ke ujung dunia, kalau jodohnya di kampung halaman, ya Tante bakal balik pulang juga," ucap Naya yang serta merta membuat Manda terdiam.

"Coba dulu deh, Tante ketemu dulu. Kali aja cocok," bujuk Naya lagi.

***

Hari berlalu, Manda telah mengajukan cuti dua hari untuk pulang ke kampung halamannya di Sukabumi. Dengan menaiki bus kota jarak yang ditempuh perlu waktu dua setengah jam. Begitu tiba di terminal kakak tertuanya, Rizal telah bersiap menjemputnya.

"Gimana kabar Abah sama Emak, Bang?" tanya Manda usai menyalim Abangnya.

"Mereka sehat. Kenapa gak diusahakan pulang, apa sibuk banget disana?" sahut Rizal yang mulai menjalankan mobilnya.

Manda merasa tak enak hati. Sengaja memang dirinya jarang pulang, terakhir dua tahun lalu saat lebaran. Keterlaluan memang, tapi ya selalu saja Manda kesal tiap kali ada di rumah. Karena pasti ada kalimat cibiran yang sampai ke telinganya yang mengatakan Manda tak kunjung naik ke pelaminan.

"Udah dengarkan alasannya kenapa Abang suruh kamu pulang?"

Manda mengangguk. "Memang Bang Rizal sama Bang Ridwan udah kenal dengan orang yang mau dijodohkan ke Manda?"

"Abang udah pernah lihat, dia juga datang ke rumah. Paman Santoso yang kenalin sebenarnya."

"Kok malah jadi Paman Santoso yang kenalin?" Manda makin bingung dan tak paham ucapan kakaknya.

"Paman Santoso kan jadi pengawas di kebun kelapa sawit yang ada di Kalimantan. Dan yang dikenalkan ke kamu itu kebetulan koleganya. Statusnya duda, kamu udah tahukan?"

Manda serta merta menggeleng. "Aku malah tahunya dari Abang," sahutnya.

"Tapi kamu gak keberatan kan dengan statusnya?" tanya Rizal sebelum membelokan mobilnya ke kiri, dan beberapa meter lagi mereka akan sampai di rumah milik orangtuanya.

Sesaat Manda berfikir lalu menggeleng. "Asal statusnya jelas aja sih Bang. Sama lihat dulu orangnya," ucap Manda seraya meringis. Dia tak mau sebenarnya dicap sebagai orang yang pilih-pilih, tapi baginya kan jodoh memang gak bisa sembarangan asal jelas status dan orangnya.

Mobil pun terhenti dan terparkir di halaman rumah orangtua mereka. Sebelum Rizal mematikan mesinnya, dirinya menoleh kepada Manda. "Duda belum memiliki anak. Usianya tiga puluh lima tahun dan itu dia ternyata orangnya sudah datang," tunjuk Rizal pada mobil yang telah terparkir tak jauh dari tempat mereka.

To be Continue

Terpopuler

Comments

susi 2020

susi 2020

🙄🙄🙄😘

2023-07-14

0

susi 2020

susi 2020

🤔🤔🤔🤔

2023-07-14

0

Maliqa Effendy

Maliqa Effendy

Sukabumi mah bukan abang atuh..tapi Aa..😋😋

2022-12-29

0

lihat semua
Episodes
1 Satu
2 Dua
3 Tiga
4 Empat
5 Lima
6 Enam
7 Tujuh
8 Delapan
9 Sembilan
10 Sepuluh
11 Sebelas
12 Dua Belas
13 Tiga Belas
14 Empat Belas
15 Lima Belas
16 Enam Belas
17 Tujuh Belas
18 Delapan Belas
19 Sembilan Belas
20 Dua Puluh
21 Dua Satu
22 Dua Dua
23 Dua Tiga
24 Dua Empat
25 Dua Lima
26 Dua Enam
27 Dua Tujuh
28 Dua Delapan
29 Dua Sembilan
30 Tiga Puluh
31 Tiga Satu
32 Tiga Dua
33 Tiga Tiga
34 Tiga Empat
35 Tiga Lima
36 Tiga Enam
37 Tiga Tujuh
38 Tiga Delapan
39 Tiga Sembilan
40 Empat Puluh
41 Empat Satu
42 Empat Dua
43 Empat Tiga
44 Empat Empat
45 Empat Lima
46 Empat Enam
47 Empat Tujuh
48 Empat Delapan
49 Empat Sembilan
50 Lima Puluh
51 Lima Satu
52 Lima Dua
53 Lima Tiga
54 Lima Empat
55 Lima Lima
56 Lima Enam
57 Lima Tujuh
58 Lima Delapan
59 Lima Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Satu
62 Enam Dua
63 Enam Tiga
64 Enam Empat
65 Enam Lima
66 Enam Enam
67 Enam Tujuh
68 Enam Delapan
69 Enam Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Satu
72 Tujuh Dua
73 Tujuh Tiga
74 Tujuh Empat
75 Tujuh Lima
76 Tujuh Enam
77 Tujuh Tujuh
78 Tujuh Delapan
79 Tujuh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Satu
82 Delapan Dua
83 Delapan Tiga
84 Delapan Empat
85 Delapan Lima
86 Delapan Enam
87 Delapan Tujuh
88 Delapan Delapan
89 Delapan Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Satu
92 Sembilan Dua
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Satu
2
Dua
3
Tiga
4
Empat
5
Lima
6
Enam
7
Tujuh
8
Delapan
9
Sembilan
10
Sepuluh
11
Sebelas
12
Dua Belas
13
Tiga Belas
14
Empat Belas
15
Lima Belas
16
Enam Belas
17
Tujuh Belas
18
Delapan Belas
19
Sembilan Belas
20
Dua Puluh
21
Dua Satu
22
Dua Dua
23
Dua Tiga
24
Dua Empat
25
Dua Lima
26
Dua Enam
27
Dua Tujuh
28
Dua Delapan
29
Dua Sembilan
30
Tiga Puluh
31
Tiga Satu
32
Tiga Dua
33
Tiga Tiga
34
Tiga Empat
35
Tiga Lima
36
Tiga Enam
37
Tiga Tujuh
38
Tiga Delapan
39
Tiga Sembilan
40
Empat Puluh
41
Empat Satu
42
Empat Dua
43
Empat Tiga
44
Empat Empat
45
Empat Lima
46
Empat Enam
47
Empat Tujuh
48
Empat Delapan
49
Empat Sembilan
50
Lima Puluh
51
Lima Satu
52
Lima Dua
53
Lima Tiga
54
Lima Empat
55
Lima Lima
56
Lima Enam
57
Lima Tujuh
58
Lima Delapan
59
Lima Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Satu
62
Enam Dua
63
Enam Tiga
64
Enam Empat
65
Enam Lima
66
Enam Enam
67
Enam Tujuh
68
Enam Delapan
69
Enam Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Satu
72
Tujuh Dua
73
Tujuh Tiga
74
Tujuh Empat
75
Tujuh Lima
76
Tujuh Enam
77
Tujuh Tujuh
78
Tujuh Delapan
79
Tujuh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Satu
82
Delapan Dua
83
Delapan Tiga
84
Delapan Empat
85
Delapan Lima
86
Delapan Enam
87
Delapan Tujuh
88
Delapan Delapan
89
Delapan Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Satu
92
Sembilan Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!