Manda mencabut ponsel dari kabel charger. Daya telah terisi penuh dan ponsel yang ada dalam genggamannya mulai dia hidupkan.
Selang tak berapa lama notifikasi pesan dan daftar panggilan masuk tak terjawab mengisi layarnya.
Manda hanya menscol tak berniat membukanya. Dia meyakini pasti isi pesan yang dia dapat hanya ucapan selamat, padahal yang terjadi adalah musibah.
Tak berniat lagi melanjutkan kegiatannya walau hanya sekedar menengok ******* di akun sosmednya, Manda pun akhirnya memilih menggeletakkan saja poselnya ke atas atas kasur. Namun tak berselang yang di dapati kini ponselnya berdering.
Setelah ditengok terpampang nama sahabatnya, Marwah. Ingin dia mengabaikan tapi tak selaras dengan gerak tubuhnya yang kini mendudukan diri di kasur lalu meraih dan menggeser icon hijau untuk menerima panggilan dari sahabatnya.
"Gila— Susah banget dihubungin. Untung tadi aku pas buka hape, lihat status kamu online. Jadi aku telpon sekalian. Mana pesan aku gak dibalas. Kecapek-an atau keenakan pengalaman malam pertamanya sama suami, sampai-sampai hape gak diaktifin. Dua hari lagi..." Cerocos Marwah dan tak ditanggapi sedikitpun oleh Manda.
"Nda? Kok malah diem aja sih, padahal masih nyambung ini panggilannya." Terdengar decakan kesal dari seberang sana, hingga Marwah kembali berujar, "Apa suami kamu ada di sampingmu jadi kamu gak berani ngomong? Eh— bukan gak berani ya, tapi malu ngakuai. Aisttt... dasar emang kamu Nda..."
"Dia udah gak ada. Aku mau urus cerai," ucap Manda menyela.
"A—apa Nda? Cerai? Apa maksud kamu. Jangan bercanda. Eh pamali."
"Ya aku ngomong sebenarnya. Aku mau urus cerai, ternyata yang nikahi aku adalah penipu," ucap Manda mengakui tak mau menutup-nutupi masalah yang tengah di hadapi dari sahabatnya.
Manda pun menceritakan kejadian selepas resepsi hingga kejadian tak mengenakan saat malam dimana dia didatangi oleh istri Haris. Mengurung diri di kamar tiga hari dua malam sampai dia keluar dari kamar karena kelaparan hingga sekarang dirinya yang sebenarnya baru selesai mandi lalu ditelpon oleh Marwah.
"Lalu setelah ini rencanamu apa?" tanya Marwah dan ditanggapi oleh Manda dengan gelengan kepala yang sudah pasti orang dibalik telpon tak tahu apa yang Manda lakukan.
"Kalau masih bingung dan belum ada rencana apapun— balik ke Jakarta aja," usul Marwah karena tak mendapat tanggapan dari Manda.
"Aku masih belum tahu, lagian aku udah keluar dari kerjaanku. Kamu tahu sendiri kan, kalau laki-laki penipu itu minta aku resign dari kerjaan sebelum acara nikah diselenggarakan. Dia janjiin buat jadi in aku ibu rumah tangga ngurus dia dan rumah, gak usah capek-capek kerja. Tapi kenyataan— rasanya aku bener-bener pengen ngumpat," ujar Manda geram.
"Tapi kamu yakin akan berdiam di rumah terus?"
"Ya gak lah," sahut Manda cepat. "Ini aja sudah jadi gunjingan para tetangga. Mulai dari ngatain perawan tua, sekarang beralih ngasih julukan aku si janda. Kesel banget tahu gak dikata-katain begitu," timpal Manda kesal dan mengadu.
"Ya udah saran aku balik aja ke Jakarta, lagian disini juga gak bakal ada orang-orang yang kepo beda dengan di kampung yang apa-apa diomong. Masalah kerja kita bisa pikirin bareng, aku bakal bantu. Tempat tinggal— kamu gak usah khawatir. Nanti kamu bisa tinggal disini sementara atau bila perlu aku kasih pinjam salah satu tempat kost milik mertuaku."
"Aku pikirkan dulu. Makasih ya, kamu yang selalu peduli apapun keadaanku," sela Manda dengan hati yang menghangat mempunyai teman yang begitu baik layaknya Marwah.
"Udah gak usah dipikir lama-lama. Kemasi barang-barangmu, aku jemput sekarang!" tegas Marwah bersamaan dengan sambungan telpon yang terputus.
To be Continue
Go back Jakarta... Jangan lupa jejak dan komentarnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Srihartati
suka cerita nya..
2021-11-30
0
disda
belum nikah ditanyain kapan nikah
udah nikah ditanyain kapan punya anak
udah punya anal 1 ditanyain knp ga nambah anak...
hidup selalu bgt... jd ga usah terlalu pusingin omongan org... toh kita ga minta makan sama dia...
2021-09-14
0
Iffa Aning Rumtyas
Marwah ....tetep sejati
2020-12-25
1