Manda mendorong piring bekas makannya sedikit ke tengah meja, kemudian dia mulai mengangkat kepala dan memperhatikan satu per satu orang-orang di sekitar yang tengah menatapnya.
Dan kini lah saatnya Manda berujar, "Adakah yang mau ngomong, Manda persilakan."
Detik berlalu Ridwan pun angkat bicara. "Ini semua salah Abang, harusnya Abang gak buru-buru ambil keputusan buat nikahin kamu sama lelaki brengsek itu," ujar Ridwan mengakui kesalahan juga kekesalannya.
Diperhatikannya raut wajah Emak dan Abah nampak sekali kecewa pada gurat tua mereka. Manda tak mau melimpahkan kekesalannya pada siapapun kali ini, semua orang yang ditatapnya satu per satu terlihat tepukul, juga pasti sedih seperti yang dia rasakan.
"Ini sih salah Papa dan Om yang gak kroscek dulu, dan main jodoh-jodohin aja," celetuk Naya yang sontak mendapat cubitan dari Ibundanya hingga meringis kesakitan.
"Jangan ikut campur masalah orang dewasa, sudah sana keluar dulu," ujar Ibunda dari Naya dengan nada berbisik mengusir putrinya, tapi Naya menggeleng bersikeras berada di ruang keluarga.
Meski bicara dengan nada berbisik pun Manda tetap mendengarnya, dan kini dia menghela napas pendek lalu berujar, "Manda gak salahin siapa-siapa. Bagaimana pun niat Abang udah baik, hanya saja nasib Manda yang gak baik."
"Ini sudah masuk dalam perkara penipuan. Bisa saja kita menuntut si brengsek itu, tapi Abang sedikit khawatir sama kamu Nda," ucap Rizal mengarahkan sorot matanya ke arah adiknya.
Sontak Manda mengernyit bingung. "Khawatir tentang apa Bang?"
"Kita sekeluarga dari kemarin sudah membahasnya, membahas nasib kamu. Jika Haris dijebloskan ke penjara dan selang beberapa bulan ternyata kamu dinyatakan hamil—,"
"Apa? Hamil?" Manda terkejut akan ucapan Rizal, kenapa pikiran keluarganya sampai sejauh itu, batinnya.
Manda menggeleng kuat, menampik ucapan Abangnya. "Jadi kalian semua berfikir sampai sejauh itu? Astaga!" Manda geram. Bola matanya memutar ke atas.
"Kan Tante udah dicucuk duluan sama itu orang," celetuk Naya lagi-lagi dengan memperagakan kedua tangannya yang saling menguncup untuk dipertemukan.
"Issttt, ini anak mulutnya," ujar Ibunda dari Naya, membekap mulut putrinya.
Manda menahan geramannya sambil memejamkan mata. "Jadi kalian pikir aku udah—," Manda diam sejenak tak melanjutkan ucapannya. Memejamkan matanya, Manda tak habis pikir dengan prasangka orang-orang. Tapi bagaimana pun Manda harus mengakui kalau dirinya...
"Aku masih perawan," ujarnya mengakui.
Sontak yang mendengar pengakuan dari Manda saling pandang satu sama lain dan berujar serempak, "Alhamdulillah" dengan penuh kelegaan.
"Manda juga gak akan menyalahi kalau Abah, Emak, Abang dan semua yang ada disini ngira kalau Manda udah melakukan malam pertama. Tapi Manda bersumpah aku sama Ha— lelaki penipu itu belum sempat berbuat hal yang lebih," jelas Manda yang memang dirinya tak melakukan hal lebih selain ciuman dan dinikmati setengah tubuhnya oleh lelaki yang pernah berstatus sebagai suaminya itu.
Namun Manda sudah tak mau lagi mengingatnya, semua hal yang terjadi beberapa hari lalu baginya adalah kejadian buruk dan tersial bagi dirinya.
"Lalu tindakan selanjutnya bagaimana? Kamu rela kan bercerai sekarang?"
Manda serta merta mengangkat kepalanya ke arah Rizal mengangguk.
"Iya, Manda setuju Bang," tegasnya menyutujui.
Sesempatnya yang dulu dia pernah berfikir, dengan menikah bisa terlepas dari tindakan yang digunjingi. Tapi kenyataan dengan kejadian begini sepertinya statusnya akan kembali dijuluki, selepas dari perawan tua kini menjadi janda dalam hitungan tak sampai hari.
To be Continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Donna Armen
istri satu malam
2022-01-29
1
Kanjeng Netizzen
Blm genap seminggu udah jd janda ,Janda tp perawan
2021-08-15
0
secangkirkopi
tapi masih mending g ada tanggungan anak
2021-05-06
0