"Gimana tanggapan kamu ke Haris Nda?" tanya Ridwan saat tamu yang ada di rumah telah pergi.
Menghela napas, Manda lantas menggeleng.
"Kamu menggeleng maksudnya nolak gitu?" ucap Ridwan meninggikan intonasi suaranya. Menatap adiknya dengan raut emosi.
"Gak gitu Bang, maksud Manda—"
"Kamu itu terlalu banyak alasan Nda. Sudah berapa kali kamu selalu nolak lelaki, dan yang sekarang— apa kamu bisa jamin kalau nolak laki-laki lagi seperti Haris, apa bakal ada lagi yang mau sama kamu. Inget umur kamu itu sudah berapa?"
Ridwan menyemburkan kemarahannya kepada sang adik bahkan di ruang tamu ada semua anggota keluarga tengah berkumpul.
Manda hanya bisa diam, menunggu kalimat cercaan lainnya. Dia memang telah menyiapkan mentalnya untuk hari ini. Dia sudah menduga masalah perkara jodoh yang menyangkutnya, tapi kehadiran Haris yang secepat ini dia tak menduganya.
"Kenapa diam, ngomong?" tegas Ridwan usai kebungkaman tiada yang menyela, menanggapi atau menyanggah ucapannya barusan.
Manda sejenak menghela. "Manda belum mengenalnya, bahkan baru sehari bertemu."
"Kamu gak mempercayai Pamanmu. Beliau ini sudah kenal dan satu perkerjaan, benar begitu kan Paman?" ucap Ridwan berusaha meyakinkan kepada Manda dan meminta dukungan kepada Pamannya yang merupakan orang yang menjadi perantara untuk mencarikan calon suami untuk adiknya.
"Iya, Haris itu salah satu pengusaha dan pemilik lahan kelapa sawit dekat dengan lokasi yang tengah Paman garap. Kebetulan waktu itu Paman dengar dari Abangmu kalau kamu lagi cari calon suami dan yang Paman dengar dari beberapa mandor yang kerja di lahannya, Haris baru saja bercerai dari istrinya. Jadi niat baik Paman kenalin dulu ke kamu, barang kali saja cocok," jelas Paman Santoso dan disimak oleh seluruh anggota keluarga.
"Kalau Abang sendiri menilai kalian cocok. Lalu gimana tanggapan Abah sama Emak dan yang lainnya?" ucap Ridwan meminta pendapat kepada yang lain. "Sikapnya bertamu tadi kan sudah bisa dinilai. Haris kelihatan sopan, dari penampilan juga mencerminkan kalau dia itu orang baik-baik. Dari gaya bicaranya juga berpendidikan dan gak maksa-maksa kamu kan Nda? Jadi Abang rasa, kamu sudah gak usah banyak mikir lagi. Setuju, udah gitu selesai masalahnya, tinggal ngurus proses pernikahannya," sambung Ridwan yang seakan malah mengambil kesimpulan sendiri.
"Biar adik kamu shalat istikharah dulu. Beri dia kesempatan untuk memilih," ujar Emak yang mencoba menengahi.
"Kelamaan mikir malah ragu. Ujung-ujungnya gak bakalan jadi!" tegas Bang Ridwan sudah nampak geram. "Ya sudah kalau begitu gini aja, kita adakan voting. Suara yang terbanyak buat setuju atau gak setuju Manda nikah dengan Haris, kita tentukan sekarang!" imbuhnya mencoba mencari jalan keluar.
Manda selayaknya dalam keadaan terhimpit. Ingin rasanya dia keluar dari tekanan-tekanan ini, ingin juga dia menyuarakan pendapatnya tapi jelas itu tak akan dianggap.
Kini keluarga besarnya tengah ribut dalam menentukan pilihan, pilihan yang jelas mempertaruhkan hidup Manda. Dan yang pasti jawabannya hanya dua ya dan tidak, bahagia atau pun sebaliknya.
Apa yang dilakukan Manda? Kini dia hanya bisa berpasrah saat pilihan menikah dengan lelaki yang bernama Haris disetujui sebagian besar anggota keluarganya.
Begitu cepat, kilat dan bahkan Manda belum mengenal sosok lelaki yang akan menjadi pendamping hidup baginya. Namun bersamaan dengan keputusan yang jatuh kepadanya kini dia mencoba membangun suatu pengharapan, yang bersama dengan lelaki itu dia berharap mendapatkan kebahagiaan dan memiliki suatu keluarga sesuai dengan impiannya.
To be Continue
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
Kanjeng Netizzen
Sama nih sm sepupu gw suka milih2 pasangan disukai sm cwo yg kerjanya lumaya dan mau kerja apa aja yg penting halal tp gk mau mlh dpt suami yg krjnya gk tau banyak nganggurnya mna suka judi dan mabok
2021-08-15
3
🏕𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄𝖍𝖘❄
ada gitu nikah pakek vote... 🤣🤣🤣
2021-04-19
0
Sanah98
emang kalo terlalu memilih itu bisa jdi perawan tuwa 😂 kata org Jawa kalo perempuan milih2 ahirnya kepilih 😀 ya misal ngak sesuai dengan kemaunya Gtu wkwkw
2021-02-12
1