"Tante—maafin Nay. Naya sama Dimas cuma kebawa suasana. Please jangan laporin ke Papa sama Bunda. Lagian kita tadi cuma ciuman, gak lakuin hal lebih," ujar Naya memohon-mohon kepada Manda.
"Kamu tahu gak, Tante benar-benar kecewa sama kamu, Nay. Kamu juga!" tuding Manda meninggikan suara pada Dimas.
"Papa-kamu udah percayakan kamu sama Tante, tapi kamu malah merusak diri kamu sendiri dengan berbuat mesum kayak tadi. Udah deh mending sekarang, Kamu—Dimas, bilang sama orangtua kamu buat ngelamar keponakan-Tante," ujar Manda menatap tajam ke arah Dimas.
Raut wajah Dimas seketika berbinar. "Niat Dimas juga sudah ingin lamar Naya-Tante, tapi Nayanya yang selalu berkelit. Bilang belum siap, tunggu dikit lagi kalau aku naik jabatan—"
Atas penuturan Dimas, sontak Manda menggalihkan tatapannya kepada sang keponakan. Tangannya terulur untuk menjewer telinga Naya. "Kalau belum siap nikah kenapa tadi coba-coba!" geram Manda membuat Naya meringis kesakitan.
"Dan buat kamu, Dimas. Sebaiknya pulang. Tante akan menguliahi Naya, dan kamu selanjutnya. Jangan harap kamu bisa terbebas karena aku menyuruhmu pulang sekarang. Karena sampai ujung lubang semut pun, aku aku mencarimu sampai ketemu!" tegas Manda mengarahkan tatapan tajam pada Dimas dan kian memelintir telinga keponakannya hingga menjerit mengaduh kesakitan.
Satu jam berselang saat Manda telah selesai mandi dan berganti pakaian, bertemu dengan Naya pun masih menampak wajah datar. Dia masih kesal meski Naya telah menjelaskan kalau yang terjadi hanya lah sebatas ciuman dengan imbuhan belum sampai kebablasan.
Mendudukkan diri di kursi ruang tamu dengan sambil menyantap mie instan yang baru saja matang, Manda kembali membuka suara. "Kenapa diajak nikah gak mau? Yang Tante lihat si Dimas serius?"
Naya menghentikan kunyahan mie dalam mulutnya lalu melirik sekilas ke arah Manda. Menghela dia pun geleng kepala. "Dia aja cuma seorang room boy di tempat kami kerja," sahut Naya lesu.
"Trus nyari yang gimana Nay? Gak berkaca dari kisah Tante, mau umur segini belum juga nikah, sekalinya nikah dapat orang yang salah. Seenggaknya Dimas- kamu tahu orangnya. Bahkan dulu kamu cerita kalau Dimas juga pernah bawa kamu ke rumahnya untuk kenal sama orangtuanya. Andai Tante bisa memutar waktu, pasti Tante terhindar dari kesialan seperti sekarang ini."
"Naya masih ragu aja. Lagian Tante pasti juga pernah ngalamin hal yang sama kayak Nay!" ucap Naya membuat pembelaan diri.
"Maka dari itu, Tante gak mau hal yang Tante alami— terjadi kembali ke kamu. Buang perasaan ragu, dia udah punya niat yang baik mau meresmikan hubunganmu. Jadi tandanya dia bertanggung jawab. Lagian kalian juga masih sama-sama muda, berjuang bersama. Beri dukungan, kali aja setelah menikah si Dimas makin giat bekerja. Naik jabatan, kamu juga yang bakal ngrasain enaknya," jelas Manda yang membuat Naya mencibir dari belakang.
Dalam hati Naya berteriak Tantenya hanya menyuarakan teori, padahal yang aslinya Tantenya itu tipe orang yang pilih-pilih. Asssst teori macam ta*i kucing, batinnya mengumpati.
"Lagian ngapain Tante balik kesini? Nyusul Nay gitu? Kenapa gak sekalian tadi siang aja gitu, bareng. Malah dateng gak kabar-kabar," tanya Naya sambil menggerutu.
"Bingung di rumah ngapain. Dari pada cuma diomong tetangga, Tante mau cari kesibukan aja, kerja."
"Kerja? Bukannya Tante untuk mengundurkan diri dari pekerjaan?"
"Hmm, makanya Tante mau cari. Kamu— kalau ada informasi lowongan di tempatmu, kasih tahu Tante. Ohya kalau perlu promosiin Tante disana, jabatanmu kan udah lumayan," ucap Manda meminta bantuan pada ponakannya.
"Ada kayaknya, tapi Tante sepertinya gak masuk dalam pencarian karyawan baru. Lagian Tante gak pikir-pikir apa, usia berpengaruh bekerja di Jakarta."
"Aissst... Nyindir gitu, kalau di usia seperti Tante ini sudah gak laku!" sahut Manda tak terima, tapi kalau dipikir memang benar— banyak perusahaan yang mencari sumber tenaga kerja dari lulusan baru, yang dalam artian usia diperhitungkan.
"Tapi, Naya coba usahakan deh. Nay tanyain juga ke temen-temen," ujar Naya yang kemudian meraih ponselnya dan seketika itu pula senyum Manda terbit dari bibirnya.
Namun tak lama kemudian Naya berteriak terkejut dengan masih mengamati ponselnya.
"Whatttt!.."
"Kenapa Nay?" Sahut Manda terheran. Raut wajah tercengang Naya lah yang tertangkap saat Manda menolehkan wajah kepada keponakannya.
"Ini berita gak bener atau sekedar hoaks sih! Masak pemilik hotel Wijaya, Bapak Kevin nikah sama si Ayu?"
"Lah emang apa yang salah?" seru Manda ikutan heran dengan ucapan keponakannya.
"Tante percaya gak sih! Masak seorang Bos nikah sama mantan Office Girl-nya. Gak banget deh. Ini pasti setingan atau pura-pura. Atau jangan-jangan itu Ayu main pelet, masak nikah sama Pak Kevin? Nay, gak terima banget!" ucap Nay melampiaskan kesalnya dengan meremas ponselnya.
Manda justru menertawakan tingkah keponakannya. "Ha ha ha. Dasar julid. Bilang aja syirik."
"Lagian siapa yang syirik!" ujar Nay tak terima.
"Tadi. Bilang gak terima!"
"Ya kan aneh aja. Lalu kalau sekarang aku tanya ke Tante, percaya gak seorang upik abu nikah sama bos."
"Ya, percaya-percaya aja. Itu kan, yang kamu pegang itu terbukti kebenarannya. Jodoh sudah diatur Nay," ucap Manda kembali menyuap mie instannya yang sudah agak dingin sebab kebanyakan ditinggal mengobrol dengan Nay.
"Tapi rasa-rasanya yang Tante lihat, kamu emang gak terima gitu?" ujar Manda asal sebab menyadari ekspresi wajah Naya yang tak enak dipandang.
Lantas kini apa yang diucapkan Manda memang benar adanya, sebab Naya berteriak sambil menyuarakan tangisan bercampur dengan rasa sesal. "Asal Tante tahu deh, dulu Naya pernah kerjain si Ayu sewaktu masih jadi assisten di bagian office girl, sampai-sampai itu-Ayu yang sekarang nikah sama Pak Kevin, jatuh dari tangga dan du bawa ke rumah sakit1. Jadi kesimpulannya, Naya gak tahu gimana nasib kerjaan Nay selanjutnya di hotel!" ujar Naya dengan penuh penyesalan.
To he Continue
masih ingat dong dengan Naya, Kanaya atasannya Ayu yang rada judes di Senandung Impian, jangan lupa dikomen yaaa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 92 Episodes
Comments
sulasmi
o alah naya ini to sisongong
2022-01-05
0
Liiee
oalah kanaya toh😆
2021-10-15
0
Ndhe Nii
aduuhhh ini kanaya yg sering bully ayu 🤣
2021-08-14
0