Tiga Belas

"Tante—maafin Nay. Naya sama Dimas cuma kebawa suasana. Please jangan laporin ke Papa sama Bunda. Lagian kita tadi cuma ciuman, gak lakuin hal lebih," ujar Naya memohon-mohon kepada Manda.

"Kamu tahu gak, Tante benar-benar kecewa sama kamu, Nay. Kamu juga!" tuding Manda meninggikan suara pada Dimas.

"Papa-kamu udah percayakan kamu sama Tante, tapi kamu malah merusak diri kamu sendiri dengan berbuat mesum kayak tadi. Udah deh mending sekarang, Kamu—Dimas, bilang sama orangtua kamu buat ngelamar keponakan-Tante," ujar Manda menatap tajam ke arah Dimas.

Raut wajah Dimas seketika berbinar. "Niat Dimas juga sudah ingin lamar Naya-Tante, tapi Nayanya yang selalu berkelit. Bilang belum siap, tunggu dikit lagi kalau aku naik jabatan—"

Atas penuturan Dimas, sontak Manda menggalihkan tatapannya kepada sang keponakan. Tangannya terulur untuk menjewer telinga Naya. "Kalau belum siap nikah kenapa tadi coba-coba!" geram Manda membuat Naya meringis kesakitan.

"Dan buat kamu, Dimas. Sebaiknya pulang. Tante akan menguliahi Naya, dan kamu selanjutnya. Jangan harap kamu bisa terbebas karena aku menyuruhmu pulang sekarang. Karena sampai ujung lubang semut pun, aku aku mencarimu sampai ketemu!" tegas Manda mengarahkan tatapan tajam pada Dimas dan kian memelintir telinga keponakannya hingga menjerit mengaduh kesakitan.

Satu jam berselang saat Manda telah selesai mandi dan berganti pakaian, bertemu dengan Naya pun masih menampak wajah datar. Dia masih kesal meski Naya telah menjelaskan kalau yang terjadi hanya lah sebatas ciuman dengan imbuhan belum sampai kebablasan.

Mendudukkan diri di kursi ruang tamu dengan sambil menyantap mie instan yang baru saja matang, Manda kembali membuka suara. "Kenapa diajak nikah gak mau? Yang Tante lihat si Dimas serius?"

Naya menghentikan kunyahan mie dalam mulutnya lalu melirik sekilas ke arah Manda. Menghela dia pun geleng kepala. "Dia aja cuma seorang room boy di tempat kami kerja," sahut Naya lesu.

"Trus nyari yang gimana Nay? Gak berkaca dari kisah Tante, mau umur segini belum juga nikah, sekalinya nikah dapat orang yang salah. Seenggaknya Dimas- kamu tahu orangnya. Bahkan dulu kamu cerita kalau Dimas juga pernah bawa kamu ke rumahnya untuk kenal sama orangtuanya. Andai Tante bisa memutar waktu, pasti Tante terhindar dari kesialan seperti sekarang ini."

"Naya masih ragu aja. Lagian Tante pasti juga pernah ngalamin hal yang sama kayak Nay!" ucap Naya membuat pembelaan diri.

"Maka dari itu, Tante gak mau hal yang Tante alami— terjadi kembali ke kamu. Buang perasaan ragu, dia udah punya niat yang baik mau meresmikan hubunganmu. Jadi tandanya dia bertanggung jawab. Lagian kalian juga masih sama-sama muda, berjuang bersama. Beri dukungan, kali aja setelah menikah si Dimas makin giat bekerja. Naik jabatan, kamu juga yang bakal ngrasain enaknya," jelas Manda yang membuat Naya mencibir dari belakang.

Dalam hati Naya berteriak Tantenya hanya menyuarakan teori, padahal yang aslinya Tantenya itu tipe orang yang pilih-pilih. Asssst teori macam ta*i kucing, batinnya mengumpati.

"Lagian ngapain Tante balik kesini? Nyusul Nay gitu? Kenapa gak sekalian tadi siang aja gitu, bareng. Malah dateng gak kabar-kabar," tanya Naya sambil menggerutu.

"Bingung di rumah ngapain. Dari pada cuma diomong tetangga, Tante mau cari kesibukan aja, kerja."

"Kerja? Bukannya Tante untuk mengundurkan diri dari pekerjaan?"

"Hmm, makanya Tante mau cari. Kamu— kalau ada informasi lowongan di tempatmu, kasih tahu Tante. Ohya kalau perlu promosiin Tante disana, jabatanmu kan udah lumayan," ucap Manda meminta bantuan pada ponakannya.

"Ada kayaknya, tapi Tante sepertinya gak masuk dalam pencarian karyawan baru. Lagian Tante gak pikir-pikir apa, usia berpengaruh bekerja di Jakarta."

"Aissst... Nyindir gitu, kalau di usia seperti Tante ini sudah gak laku!" sahut Manda tak terima, tapi kalau dipikir memang benar— banyak perusahaan yang mencari sumber tenaga kerja dari lulusan baru, yang dalam artian usia diperhitungkan.

"Tapi, Naya coba usahakan deh. Nay tanyain juga ke temen-temen," ujar Naya yang kemudian meraih ponselnya dan seketika itu pula senyum Manda terbit dari bibirnya.

Namun tak lama kemudian Naya berteriak terkejut dengan masih mengamati ponselnya.

"Whatttt!.."

"Kenapa Nay?" Sahut Manda terheran. Raut wajah tercengang Naya lah yang tertangkap saat Manda menolehkan wajah kepada keponakannya.

"Ini berita gak bener atau sekedar hoaks sih! Masak pemilik hotel Wijaya, Bapak Kevin nikah sama si Ayu?"

"Lah emang apa yang salah?" seru Manda ikutan heran dengan ucapan keponakannya.

"Tante percaya gak sih! Masak seorang Bos nikah sama mantan Office Girl-nya. Gak banget deh. Ini pasti setingan atau pura-pura. Atau jangan-jangan itu Ayu main pelet, masak nikah sama Pak Kevin? Nay, gak terima banget!" ucap Nay melampiaskan kesalnya dengan meremas ponselnya.

Manda justru menertawakan tingkah keponakannya. "Ha ha ha. Dasar julid. Bilang aja syirik."

"Lagian siapa yang syirik!" ujar Nay tak terima.

"Tadi. Bilang gak terima!"

"Ya kan aneh aja. Lalu kalau sekarang aku tanya ke Tante, percaya gak seorang upik abu nikah sama bos."

"Ya, percaya-percaya aja. Itu kan, yang kamu pegang itu terbukti kebenarannya. Jodoh sudah diatur Nay," ucap Manda kembali menyuap mie instannya yang sudah agak dingin sebab kebanyakan ditinggal mengobrol dengan Nay.

"Tapi rasa-rasanya yang Tante lihat, kamu emang gak terima gitu?" ujar Manda asal sebab menyadari ekspresi wajah Naya yang tak enak dipandang.

Lantas kini apa yang diucapkan Manda memang benar adanya, sebab Naya berteriak sambil menyuarakan tangisan bercampur dengan rasa sesal. "Asal Tante tahu deh, dulu Naya pernah kerjain si Ayu sewaktu masih jadi assisten di bagian office girl, sampai-sampai itu-Ayu yang sekarang nikah sama Pak Kevin, jatuh dari tangga dan du bawa ke rumah sakit1. Jadi kesimpulannya, Naya gak tahu gimana nasib kerjaan Nay selanjutnya di hotel!" ujar Naya dengan penuh penyesalan.

To he Continue

masih ingat dong dengan Naya, Kanaya atasannya Ayu yang rada judes di Senandung Impian, jangan lupa dikomen yaaa

Terpopuler

Comments

sulasmi

sulasmi

o alah naya ini to sisongong

2022-01-05

0

Liiee

Liiee

oalah kanaya toh😆

2021-10-15

0

Ndhe Nii

Ndhe Nii

aduuhhh ini kanaya yg sering bully ayu 🤣

2021-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Satu
2 Dua
3 Tiga
4 Empat
5 Lima
6 Enam
7 Tujuh
8 Delapan
9 Sembilan
10 Sepuluh
11 Sebelas
12 Dua Belas
13 Tiga Belas
14 Empat Belas
15 Lima Belas
16 Enam Belas
17 Tujuh Belas
18 Delapan Belas
19 Sembilan Belas
20 Dua Puluh
21 Dua Satu
22 Dua Dua
23 Dua Tiga
24 Dua Empat
25 Dua Lima
26 Dua Enam
27 Dua Tujuh
28 Dua Delapan
29 Dua Sembilan
30 Tiga Puluh
31 Tiga Satu
32 Tiga Dua
33 Tiga Tiga
34 Tiga Empat
35 Tiga Lima
36 Tiga Enam
37 Tiga Tujuh
38 Tiga Delapan
39 Tiga Sembilan
40 Empat Puluh
41 Empat Satu
42 Empat Dua
43 Empat Tiga
44 Empat Empat
45 Empat Lima
46 Empat Enam
47 Empat Tujuh
48 Empat Delapan
49 Empat Sembilan
50 Lima Puluh
51 Lima Satu
52 Lima Dua
53 Lima Tiga
54 Lima Empat
55 Lima Lima
56 Lima Enam
57 Lima Tujuh
58 Lima Delapan
59 Lima Sembilan
60 Enam Puluh
61 Enam Satu
62 Enam Dua
63 Enam Tiga
64 Enam Empat
65 Enam Lima
66 Enam Enam
67 Enam Tujuh
68 Enam Delapan
69 Enam Sembilan
70 Tujuh Puluh
71 Tujuh Satu
72 Tujuh Dua
73 Tujuh Tiga
74 Tujuh Empat
75 Tujuh Lima
76 Tujuh Enam
77 Tujuh Tujuh
78 Tujuh Delapan
79 Tujuh Sembilan
80 Delapan Puluh
81 Delapan Satu
82 Delapan Dua
83 Delapan Tiga
84 Delapan Empat
85 Delapan Lima
86 Delapan Enam
87 Delapan Tujuh
88 Delapan Delapan
89 Delapan Sembilan
90 Sembilan Puluh
91 Sembilan Satu
92 Sembilan Dua
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Satu
2
Dua
3
Tiga
4
Empat
5
Lima
6
Enam
7
Tujuh
8
Delapan
9
Sembilan
10
Sepuluh
11
Sebelas
12
Dua Belas
13
Tiga Belas
14
Empat Belas
15
Lima Belas
16
Enam Belas
17
Tujuh Belas
18
Delapan Belas
19
Sembilan Belas
20
Dua Puluh
21
Dua Satu
22
Dua Dua
23
Dua Tiga
24
Dua Empat
25
Dua Lima
26
Dua Enam
27
Dua Tujuh
28
Dua Delapan
29
Dua Sembilan
30
Tiga Puluh
31
Tiga Satu
32
Tiga Dua
33
Tiga Tiga
34
Tiga Empat
35
Tiga Lima
36
Tiga Enam
37
Tiga Tujuh
38
Tiga Delapan
39
Tiga Sembilan
40
Empat Puluh
41
Empat Satu
42
Empat Dua
43
Empat Tiga
44
Empat Empat
45
Empat Lima
46
Empat Enam
47
Empat Tujuh
48
Empat Delapan
49
Empat Sembilan
50
Lima Puluh
51
Lima Satu
52
Lima Dua
53
Lima Tiga
54
Lima Empat
55
Lima Lima
56
Lima Enam
57
Lima Tujuh
58
Lima Delapan
59
Lima Sembilan
60
Enam Puluh
61
Enam Satu
62
Enam Dua
63
Enam Tiga
64
Enam Empat
65
Enam Lima
66
Enam Enam
67
Enam Tujuh
68
Enam Delapan
69
Enam Sembilan
70
Tujuh Puluh
71
Tujuh Satu
72
Tujuh Dua
73
Tujuh Tiga
74
Tujuh Empat
75
Tujuh Lima
76
Tujuh Enam
77
Tujuh Tujuh
78
Tujuh Delapan
79
Tujuh Sembilan
80
Delapan Puluh
81
Delapan Satu
82
Delapan Dua
83
Delapan Tiga
84
Delapan Empat
85
Delapan Lima
86
Delapan Enam
87
Delapan Tujuh
88
Delapan Delapan
89
Delapan Sembilan
90
Sembilan Puluh
91
Sembilan Satu
92
Sembilan Dua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!