Merawat hati dalam Doa

"Hati yang dijaga dalam doa adalah hati yang tahu caranya bersabar, bahkan saat takdir tak berpihak."

 

Antara Ikhlas dan Rindu

Hari itu, hujan turun pelan membasahi jalanan kota. Di balik jendela kamarnya, Arpa duduk sambil memegang mushaf Al-Qur’an. Ia baru saja selesai membaca beberapa ayat, namun pikirannya masih melayang jauh. Sudah berminggu-minggu sejak percakapan singkat terakhir dengan Fathir, namun bayangan tentangnya masih sering hadir.

Rindu memang aneh. Semakin ditahan, semakin kuat rasanya. Tapi Arpa tahu, ia harus tetap menjaga hati.

Di tengah lamunannya, ibunya, Siti Rahmawati, masuk ke kamar membawa segelas teh hangat.

“Lagi apa, Nak?” tanya Bu Rahma sambil duduk di samping Arpa.

“Baca Qur’an, Bu. Tapi… pikiran Arpa malah ke mana-mana,” jawab Arpa jujur.

Bu Rahma tersenyum lembut. “Masih mikirin Fathir?”

Arpa mengangguk pelan. “Iya, Bu. Kadang Arpa ngerasa udah ikhlas. Tapi ada saatnya… rindu itu muncul lagi.”

Bu Rahma memegang tangan Arpa. “Nggak apa-apa, Nak. Rindu itu wajar. Tapi yang penting, jangan sampai rindu itu membuatmu lupa sama Allah.”

Arpa terdiam, merenungi nasihat ibunya. “Arpa masih sering mendoakan dia, Bu.”

“Bagus, Nak. Mendoakan seseorang dalam diam adalah bentuk cinta paling tulus. Dan ingat, doa itu nggak selalu tentang meminta dipertemukan. Kadang, doa juga tentang meminta kekuatan untuk merelakan,” kata Bu Rahma bijak.

Air mata Arpa menggenang. Ia tahu betapa sulitnya merelakan seseorang yang masih ia doakan dalam setiap sujud.

 

Di Pondok Pesantren

Sementara itu, di pondok pesantren Al-Furqan, Fathir duduk di masjid setelah shalat Maghrib berjamaah. Tangannya memegang tasbih, sementara pikirannya melayang ke seseorang yang masih sering hadir dalam doanya — Arpa.

Ustadz Abdul Muhaimin, salah satu pengajar di pondok, mendekatinya.

“Fathir, kau terlihat gelisah. Apa ada yang mengganggu pikiranmu?” tanya Ustadz dengan suara tenang.

Fathir tersenyum kecil. “Sedikit, Ustadz. Saya sedang berusaha menjaga hati… tapi sulit sekali.”

Ustadz Muhaimin tersenyum bijak. “Hati memang tempatnya fitnah, Nak. Tapi selama kau menjaga niat dan tetap dekat dengan Allah, insyaAllah Dia akan membimbingmu.”

Fathir mengangguk. “Tapi bagaimana jika perasaan ini malah membuat saya semakin bimbang?”

Ustadz Muhaimin menghela napas. “Berdoalah, Fathir. Doa adalah senjata orang beriman. Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk selalu berdoa, bahkan dalam hal sekecil apapun. Jika kau yakin perasaan ini murni dan tak melanggar syariat, jagalah dengan doa. Tapi jika kau merasa ini membuatmu lalai, mintalah Allah untuk menghapusnya.”

Fathir menunduk, merenungi kata-kata gurunya. Ia tahu, menjaga hati memang bukan perkara mudah, tapi ia ingin tetap berada di jalan yang benar.

 

Sebuah Undangan Tak Terduga

Keesokan harinya, Arpa menerima sebuah pesan dari sahabatnya, Nayla Azzahra.

Nayla: “Arpa! Ada acara kajian akbar minggu depan di masjid dekat alun-alun. Katanya Ustadz Muhaimin dari pondok Fathir yang bakal ceramah. Ikut yuk!”

Arpa menatap pesan itu dengan perasaan campur aduk. Ia ingin sekali hadir, tapi ada kekhawatiran dalam hatinya. Bagaimana jika ia bertemu Fathir lagi?

Setelah berpikir cukup lama, Arpa membalas pesan itu.

Arpa: “Aku ikut, Nay. Mungkin ini kesempatan buat aku lebih tenang.”

Dalam hatinya, Arpa tahu, mungkin Allah sedang memberinya jalan untuk menemukan jawaban — entah itu tentang merelakan sepenuhnya atau menjaga doa-doanya lebih kuat.

 

Persiapan Hati

Malam sebelum acara kajian, Arpa mengambil wudhu dan melaksanakan shalat Tahajjud. Di dalam sujudnya yang panjang, ia berdoa,

"Ya Allah, aku pasrahkan hatiku sepenuhnya kepada-Mu. Jika besok Engkau pertemukan aku dengannya, kuatkan hatiku. Jika tidak, izinkan aku pulang dengan hati yang lebih tenang."

Di pondok pesantren, Fathir juga melakukan hal yang sama. Dalam sujudnya, ia berbisik lirih,

"Ya Allah, jika besok aku melihatnya lagi, tolong jagalah pandanganku dan hatiku. Jangan biarkan aku lalai dalam perasaan ini. Tapi jika ini adalah jalan-Mu, mudahkanlah segalanya."

Keduanya berdoa dengan harapan yang sama — agar Allah menjaga hati mereka, apapun yang terjadi.

 

“Doa adalah bahasa hati yang paling jujur. Ia berbicara langsung kepada Sang Pencipta, bahkan saat bibir tak mampu mengucapkannya.”

Episodes
1 Bintang hatiku
2 Sore hari
3 menjaga jarak, merawat rasa
4 Pengenalan karakter
5 Doa yang terselip diantara bintang
6 Antara Rindu dan Batasan
7 Hati yang tak pernah diam
8 Doa dan Harapan
9 Takdir dalam sebuah pertemuan
10 Mengikhlaskan yang Belum Pasti
11 Luka yang mengajarkan ikhlas
12 Doa yang masih tersimpan
13 Merawat hati dalam Doa
14 Pandangan yang tertahan, Doa yang terucap
15 Antara takdir dan pilihan
16 Doa yang tak pernah jauh
17 Babak Baru, Hati yang masih sama
18 Saat hati mulai ragu
19 Antara Jawaban dan keputusan
20 Jalan Pulang Yang Tak Terduga
21 Di Antara Ragu dan Keyakinan
22 Pilihan Terakhir di Persimpangan Takdir
23 Jurnal Fathir Selama di Timur Tengah
24 Jurnal Fathir
25 Menyatukan Doa, Menguatkan Hati
26 Flasback Sebelum perpisahan
27 Dalam Penantian, Cinta Tetap Terjaga
28 Surat yang Tertunda
29 Di Bali Penantian, Ada Janji Yang Tersimpan
30 Penantian Yang mendewasakan
31 Di Persimpangan Takdir
32 Ujian Yang Semakin Nyata
33 Menjelang Kepulangan
34 Hati Yang Bimbang
35 Surat dari Fathir: Janji Yang Dijaga dalam Doa
36 Daffa's POV : Melepaskan dengan Ikhlas
37 Ketika Hati Menemukan Jalannya
38 Ujian Sebelum Halal
39 Keyakinan Yang Bertumbuh
40 Menjemput Keberkahan
41 Cahaya Yang kian dekat
42 Awal perjalanan baru
43 Pertemuan Yang dinanti
44 Langkah Menuju Kepastian
45 Melangkah dalam Ridho-NYA
46 Meniti Jalan Menuju Halal
47 Akad yang Menggetarkan Jiwa
48 Pagi pertama Sebagai Suami Istri
49 Bangun di Dunia yang baru
50 Tantangan Hari-hari Awal
51 Takdir Yang Mempertemukan
52 Saat Takdir Mulai Bekerja
53 Diskusi Di Rumah Fathir
54 Langkah Yang Semakin Jelas
55 Menyempurnakan Niat dalam Ikatan
56 Takdir Yang kembali mempertemukan
57 Cinta yang datang di Waktu Terbaik
58 Menyesuaikan Diri
59 Rumah Yang Penuh Cinta
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Bintang hatiku
2
Sore hari
3
menjaga jarak, merawat rasa
4
Pengenalan karakter
5
Doa yang terselip diantara bintang
6
Antara Rindu dan Batasan
7
Hati yang tak pernah diam
8
Doa dan Harapan
9
Takdir dalam sebuah pertemuan
10
Mengikhlaskan yang Belum Pasti
11
Luka yang mengajarkan ikhlas
12
Doa yang masih tersimpan
13
Merawat hati dalam Doa
14
Pandangan yang tertahan, Doa yang terucap
15
Antara takdir dan pilihan
16
Doa yang tak pernah jauh
17
Babak Baru, Hati yang masih sama
18
Saat hati mulai ragu
19
Antara Jawaban dan keputusan
20
Jalan Pulang Yang Tak Terduga
21
Di Antara Ragu dan Keyakinan
22
Pilihan Terakhir di Persimpangan Takdir
23
Jurnal Fathir Selama di Timur Tengah
24
Jurnal Fathir
25
Menyatukan Doa, Menguatkan Hati
26
Flasback Sebelum perpisahan
27
Dalam Penantian, Cinta Tetap Terjaga
28
Surat yang Tertunda
29
Di Bali Penantian, Ada Janji Yang Tersimpan
30
Penantian Yang mendewasakan
31
Di Persimpangan Takdir
32
Ujian Yang Semakin Nyata
33
Menjelang Kepulangan
34
Hati Yang Bimbang
35
Surat dari Fathir: Janji Yang Dijaga dalam Doa
36
Daffa's POV : Melepaskan dengan Ikhlas
37
Ketika Hati Menemukan Jalannya
38
Ujian Sebelum Halal
39
Keyakinan Yang Bertumbuh
40
Menjemput Keberkahan
41
Cahaya Yang kian dekat
42
Awal perjalanan baru
43
Pertemuan Yang dinanti
44
Langkah Menuju Kepastian
45
Melangkah dalam Ridho-NYA
46
Meniti Jalan Menuju Halal
47
Akad yang Menggetarkan Jiwa
48
Pagi pertama Sebagai Suami Istri
49
Bangun di Dunia yang baru
50
Tantangan Hari-hari Awal
51
Takdir Yang Mempertemukan
52
Saat Takdir Mulai Bekerja
53
Diskusi Di Rumah Fathir
54
Langkah Yang Semakin Jelas
55
Menyempurnakan Niat dalam Ikatan
56
Takdir Yang kembali mempertemukan
57
Cinta yang datang di Waktu Terbaik
58
Menyesuaikan Diri
59
Rumah Yang Penuh Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!