Sore hari

Arpa duduk di teras rumahnya, membaca Al-Qur’an sambil menunggu adzan Ashar. Ia merasa tenang di sore hari seperti ini. Setelah selesai membaca beberapa halaman, ia menutup mushaf dan mengusap wajahnya.

Ponselnya kembali bergetar.

Fathir: "Udah tanya sepupumu soal kuliah di Malang?"

Arpa: "Iya. Katanya sistem di kampus Islam seperti itu memang ketat. Tapi bagus buat ngasah ilmu agama."

Fathir: "Betul banget. Di ma’had aku, selain kuliah biasa, ada jadwal wajib hafalan Qur’an. Berat tapi berkah."

Arpa: "MasyaAllah. Aku jadi pengen juga kuliah di tempat kayak gitu."

Fathir: "Kalau niatnya karena Allah, insyaAllah selalu ada jalan."

Adzan Ashar berkumandang dari masjid dekat rumah Arpa.

"Ashar dulu ya, jangan lupa shalat," tulis Arpa.

"Siap. Jazakillah khair sudah ingatkan."

Arpa tersenyum. Ia tahu percakapan ini sederhana, tapi memiliki makna lebih. Ada sesuatu yang pelan-pelan tumbuh, tapi ia berusaha menjaga hatinya agar tidak larut dalam perasaan yang belum halal.

 

Malam Hari

Fathir duduk di kamarnya di pondok, membuka Al-Qur’an sebelum tidur. Ia membaca beberapa ayat, lalu menutup mushaf sambil menatap langit dari jendela kamarnya.

Pikirannya melayang pada percakapannya dengan Arpa. Ia sadar ada sesuatu yang mulai tumbuh dalam dirinya. Tapi sebagai seorang santri, ia tahu harus menjaga hati.

"Ya Allah, jangan biarkan aku jatuh pada perasaan yang salah. Jika ini hanya ujian, kuatkan aku."

Ponselnya berbunyi. Pesan dari Arpa.

Arpa: "Malam ini bintangnya terang banget. MasyaAllah."

Fathir melirik ke luar jendela. Ia tersenyum kecil.

Fathir: "Iya, aku juga lihat. Rasulullah pernah bersabda, ‘Orang yang berdzikir seperti orang hidup, dan yang tidak seperti orang mati.’ Kadang bintang itu kayak hati kita. Ada yang terang karena dzikir, ada yang redup karena lalai."

Arpa: "MasyaAllah, terima kasih udah ingetin. Aku kadang masih sering lalai."

Fathir: "Aku juga. Makanya penting saling mengingatkan. Semoga kita terus jadi bintang yang bersinar di hati kita masing-masing."

Arpa terdiam sejenak membaca pesan itu. Ia merasa ada pesan tersembunyi di balik kata-kata Fathir.

Arpa: "Fath, menurutmu gimana caranya menjaga hati biar nggak larut sama perasaan?"

Balasan Fathir agak lama.

Fathir: "Guru di pondok pernah bilang, kalau suka sama seseorang, doakan dia. Jangan terlalu dekat, supaya nggak membuat hati jadi lemah. Kalau memang jodoh, Allah yang mendekatkan. Kalau bukan, Allah yang menjauhkan tanpa menyakitkan."

Arpa membaca pesan itu berulang kali. Ia merasa tersentuh.

Ara: "InsyaAllah. Aku bakal coba menjaga hati. Makasih udah ngingetin."

Fathir: "Sama-sama. Semoga Allah menjaga hati kita."

Malam itu, dua hati saling terhubung lewat kata-kata yang sederhana namun bermakna. Tidak ada janji manis, tidak ada ungkapan cinta. Hanya doa dan harapan agar semuanya tetap berada di jalan yang diridhai Allah.

Percakapan malam itu berakhir dengan sederhana, tapi membekas.

Sebelum tidur, Ara menutup matanya dan berdoa.

"Ya Allah, jika dia baik untukku, dekatkanlah. Tapi jika tidak, jauhkanlah perasaan ini tanpa menyakitiku."

 

Fathir’s POV

Di kamarnya yang sederhana di asrama , Fathir duduk termenung menatap layar ponselnya. Percakapan dengan Arpa malam ini membuat hatinya bergejolak.

"Kenapa aku malah jadi begini? Bukankah seharusnya aku fokus belajar?"

Namun, ia sadar. Perasaan yang muncul itu bukan hal yang salah, tapi harus dijaga. Ia teringat ucapan gurunya di pesantren.

"Cinta sebelum halal itu ujian. Kalau mampu menjaganya, Allah akan memuliakanmu. Tapi jika gagal, bisa jadi itu sumber penyesalan."

Fathir mengambil mushaf Al-Qur’an di meja kecilnya dan mulai membaca beberapa ayat sebelum tidur.

"Ya Allah, kuatkan aku menjaga hati ini. Jangan biarkan aku terlarut dalam perasaan yang belum halal."

Malam itu, dua hati yang terhubung dalam doa masing-masing memulai kisah mereka. Tidak ada janji, tidak ada kata cinta. Hanya harapan dalam diam dan upaya menjaga hati di jalan yang diridhai-Nya.

“Bukankah cinta yang paling indah adalah yang diperjuangkan dengan doa?”

 

Di balik percakapan ringan dan canda sederhana, ada dua hati yang perlahan saling mengenal. Tapi lebih dari itu, mereka berusaha menjaga batas agar perasaan yang tumbuh tetap berada dalam koridor syariat. Karena cinta sejati bukan tentang seberapa dekat jarak, tapi seberapa kuat doa yang dipanjatkan dalam diam.

“Bukankah cinta yang paling indah adalah yang diperjuangkan dengan doa?”

Episodes
1 Bintang hatiku
2 Sore hari
3 menjaga jarak, merawat rasa
4 Pengenalan karakter
5 Doa yang terselip diantara bintang
6 Antara Rindu dan Batasan
7 Hati yang tak pernah diam
8 Doa dan Harapan
9 Takdir dalam sebuah pertemuan
10 Mengikhlaskan yang Belum Pasti
11 Luka yang mengajarkan ikhlas
12 Doa yang masih tersimpan
13 Merawat hati dalam Doa
14 Pandangan yang tertahan, Doa yang terucap
15 Antara takdir dan pilihan
16 Doa yang tak pernah jauh
17 Babak Baru, Hati yang masih sama
18 Saat hati mulai ragu
19 Antara Jawaban dan keputusan
20 Jalan Pulang Yang Tak Terduga
21 Di Antara Ragu dan Keyakinan
22 Pilihan Terakhir di Persimpangan Takdir
23 Jurnal Fathir Selama di Timur Tengah
24 Jurnal Fathir
25 Menyatukan Doa, Menguatkan Hati
26 Flasback Sebelum perpisahan
27 Dalam Penantian, Cinta Tetap Terjaga
28 Surat yang Tertunda
29 Di Bali Penantian, Ada Janji Yang Tersimpan
30 Penantian Yang mendewasakan
31 Di Persimpangan Takdir
32 Ujian Yang Semakin Nyata
33 Menjelang Kepulangan
34 Hati Yang Bimbang
35 Surat dari Fathir: Janji Yang Dijaga dalam Doa
36 Daffa's POV : Melepaskan dengan Ikhlas
37 Ketika Hati Menemukan Jalannya
38 Ujian Sebelum Halal
39 Keyakinan Yang Bertumbuh
40 Menjemput Keberkahan
41 Cahaya Yang kian dekat
42 Awal perjalanan baru
43 Pertemuan Yang dinanti
44 Langkah Menuju Kepastian
45 Melangkah dalam Ridho-NYA
46 Meniti Jalan Menuju Halal
47 Akad yang Menggetarkan Jiwa
48 Pagi pertama Sebagai Suami Istri
49 Bangun di Dunia yang baru
50 Tantangan Hari-hari Awal
51 Takdir Yang Mempertemukan
52 Saat Takdir Mulai Bekerja
53 Diskusi Di Rumah Fathir
54 Langkah Yang Semakin Jelas
55 Menyempurnakan Niat dalam Ikatan
56 Takdir Yang kembali mempertemukan
57 Cinta yang datang di Waktu Terbaik
58 Menyesuaikan Diri
59 Rumah Yang Penuh Cinta
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Bintang hatiku
2
Sore hari
3
menjaga jarak, merawat rasa
4
Pengenalan karakter
5
Doa yang terselip diantara bintang
6
Antara Rindu dan Batasan
7
Hati yang tak pernah diam
8
Doa dan Harapan
9
Takdir dalam sebuah pertemuan
10
Mengikhlaskan yang Belum Pasti
11
Luka yang mengajarkan ikhlas
12
Doa yang masih tersimpan
13
Merawat hati dalam Doa
14
Pandangan yang tertahan, Doa yang terucap
15
Antara takdir dan pilihan
16
Doa yang tak pernah jauh
17
Babak Baru, Hati yang masih sama
18
Saat hati mulai ragu
19
Antara Jawaban dan keputusan
20
Jalan Pulang Yang Tak Terduga
21
Di Antara Ragu dan Keyakinan
22
Pilihan Terakhir di Persimpangan Takdir
23
Jurnal Fathir Selama di Timur Tengah
24
Jurnal Fathir
25
Menyatukan Doa, Menguatkan Hati
26
Flasback Sebelum perpisahan
27
Dalam Penantian, Cinta Tetap Terjaga
28
Surat yang Tertunda
29
Di Bali Penantian, Ada Janji Yang Tersimpan
30
Penantian Yang mendewasakan
31
Di Persimpangan Takdir
32
Ujian Yang Semakin Nyata
33
Menjelang Kepulangan
34
Hati Yang Bimbang
35
Surat dari Fathir: Janji Yang Dijaga dalam Doa
36
Daffa's POV : Melepaskan dengan Ikhlas
37
Ketika Hati Menemukan Jalannya
38
Ujian Sebelum Halal
39
Keyakinan Yang Bertumbuh
40
Menjemput Keberkahan
41
Cahaya Yang kian dekat
42
Awal perjalanan baru
43
Pertemuan Yang dinanti
44
Langkah Menuju Kepastian
45
Melangkah dalam Ridho-NYA
46
Meniti Jalan Menuju Halal
47
Akad yang Menggetarkan Jiwa
48
Pagi pertama Sebagai Suami Istri
49
Bangun di Dunia yang baru
50
Tantangan Hari-hari Awal
51
Takdir Yang Mempertemukan
52
Saat Takdir Mulai Bekerja
53
Diskusi Di Rumah Fathir
54
Langkah Yang Semakin Jelas
55
Menyempurnakan Niat dalam Ikatan
56
Takdir Yang kembali mempertemukan
57
Cinta yang datang di Waktu Terbaik
58
Menyesuaikan Diri
59
Rumah Yang Penuh Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!