Hati yang tak pernah diam

"Ada hati yang bicara tanpa kata, hanya lewat rindu yang terjaga dalam doa."

 

Pagi yang Penuh Tanda Tanya

Hari itu langit tampak cerah, tapi hati Arpani Zahra Ramadhani justru dipenuhi awan abu-abu. Pagi tadi, saat ia membantu ibunya di dapur, pikirannya masih tertinggal di pasar—tepat di momen singkat saat ia dan Fathir Alfarizi Mahendra saling bertemu.

Pertemuan itu sederhana, tanpa banyak kata, tapi cukup membuat jantungnya berdebar lebih dari biasanya. Ada sesuatu di tatapan mata Fathir, sesuatu yang tak bisa diungkapkan lewat pesan singkat.

“Arpa, kamu kenapa dari tadi diem aja?” tanya Siti Rahmawati, ibunya, sambil mengiris bawang.

Arpa tersentak dari lamunannya. “Eh, nggak apa-apa, Bu.”

Bu Rahma tersenyum tipis. “Ibu lihat kamu beda. Masih kepikiran anak itu ya? Fathir?”

Wajah Arpa memanas. “Ih, Bu…”

Bu Rahma terkekeh kecil. “Nggak apa-apa kok, Nak. Ibu ngerti kok. Tapi ingat, ya, hati itu harus dijaga. Jangan biarkan harapanmu lebih besar dari doamu.”

Arpa menunduk. Kata-kata ibunya benar. Ia harus berhati-hati, jangan sampai perasaan ini melangkah terlalu jauh.

 

Sementara Itu, di Pondok Pesantren

Di pondok pesantren Al-Furqan, Fathir duduk di taman kecil yang biasa ia kunjungi untuk menghafal Al-Qur’an. Tapi kali ini, mushaf di tangannya hanya terbuka tanpa satu pun ayat yang benar-benar ia baca. Pikirannya penuh oleh pertemuan singkat dengan Arpa di pasar.

“Astaghfirullah…” gumamnya pelan, mencoba mengusir bayangan itu.

Tak lama kemudian, Irwansyah Pratama muncul dari balik pohon sambil membawa dua gelas teh hangat.

“Bro, nih teh biar pikiranmu adem,” goda Irwansyah sambil menyerahkan segelas teh.

Fathir tersenyum kaku. “Makasih, Yah. Emang gue kelihatan kepikiran banget, ya?”

Irwansyah duduk di sebelahnya, menyeruput teh. “Banget. Lo pikir gue nggak tau? Udah kelihatan dari sorot matamu.”

Fathir tertawa kecil, tapi ada keseriusan di wajahnya. “Gue bingung, Yah. Gue udah coba menjaga jarak, tapi kenapa malah makin susah ngelupain?”

Irwansyah menepuk pundaknya. “Karena hati nggak segampang itu buat dikendalikan. Tapi lo masih bisa ngarahin ke tempat yang benar.”

“Gimana caranya?” tanya Fathir.

Irwansyah tersenyum. “Doa, bro. Kalau lo ngerasa dia bikin lo makin dekat ke Allah, ya doain aja. Tapi kalau malah bikin lo lalai, lebih baik tarik diri.”

Fathir mengangguk, memikirkan kata-kata sahabatnya. Mungkin memang sudah saatnya ia menguatkan hatinya lagi, bukan hanya menunggu jawaban dari perasaan sendiri, tapi dari Allah.

 

Sebuah Pesan yang Mengejutkan

Malam harinya, saat Arpa sedang duduk di balkon rumahnya, ponselnya bergetar. Nama pengirimnya membuat jantungnya berdebar kencang.

Fathir: “Assalamualaikum, Arpa. Maaf kalau aku ganggu. Boleh aku bicara sebentar?”

Arpa menatap layar ponsel cukup lama sebelum akhirnya membalas.

Arpa: “Waalaikumsalam, Fath. Iya, ada apa?”

Fathir: “Aku cuma mau bilang… aku tahu kita jarang ngobrol lagi. Tapi aku tetap doain kamu kok. Aku cuma pengen kita sama-sama saling jaga hati. Karena aku takut kalau perasaan ini malah melanggar batas.”

Arpa membaca pesan itu berkali-kali. Ada perasaan hangat yang mengalir, tapi juga getir. Ia tahu Fathir sedang berjuang sekuat tenaga untuk menjaga semuanya tetap berada dalam koridor syariat.

Arpa: “Makasih udah jujur, Fath. Aku juga ngerasain hal yang sama. Aku takut kalau kita makin deket, malah makin susah menjaga hati. Tapi aku juga nggak mau ngehindar.”

Ada jeda lama sebelum Fathir membalas.

Fathir: “Aku juga nggak mau ngehindar. Aku cuma pengen kita sama-sama kuat. Yuk, kita saling mendoakan aja. Kalau Allah mengizinkan, mungkin suatu hari kita bisa ketemu lagi dalam keadaan yang lebih baik.”

Air mata Arpa mengalir pelan. Ia mengetik balasan sambil tersenyum.

Arpa: “Aamiin, Fath. Terima kasih sudah jadi laki-laki yang bisa menjaga diri dan menjaga aku dari jauh."

 

Malam itu, di dua tempat yang berbeda, dua hati yang saling menjaga kembali bertaut dalam doa. Tidak ada janji, tidak ada kepastian. Tapi ada harapan yang terselip, bahwa cinta yang dijaga akan menemukan jalannya.

"Ya Allah, jagalah hati ini hingga Engkau ridhoi waktu yang tepat untuk mempertemukan kami kembali."

 

“Cinta yang tulus bukan tentang seberapa sering kalian berbicara, tapi seberapa kuat kalian saling menjaga meski jarak memisahkan.”

Terpopuler

Comments

Uryū Ishida

Uryū Ishida

Gemesin banget! 😍

2025-02-23

1

lihat semua
Episodes
1 Bintang hatiku
2 Sore hari
3 menjaga jarak, merawat rasa
4 Pengenalan karakter
5 Doa yang terselip diantara bintang
6 Antara Rindu dan Batasan
7 Hati yang tak pernah diam
8 Doa dan Harapan
9 Takdir dalam sebuah pertemuan
10 Mengikhlaskan yang Belum Pasti
11 Luka yang mengajarkan ikhlas
12 Doa yang masih tersimpan
13 Merawat hati dalam Doa
14 Pandangan yang tertahan, Doa yang terucap
15 Antara takdir dan pilihan
16 Doa yang tak pernah jauh
17 Babak Baru, Hati yang masih sama
18 Saat hati mulai ragu
19 Antara Jawaban dan keputusan
20 Jalan Pulang Yang Tak Terduga
21 Di Antara Ragu dan Keyakinan
22 Pilihan Terakhir di Persimpangan Takdir
23 Jurnal Fathir Selama di Timur Tengah
24 Jurnal Fathir
25 Menyatukan Doa, Menguatkan Hati
26 Flasback Sebelum perpisahan
27 Dalam Penantian, Cinta Tetap Terjaga
28 Surat yang Tertunda
29 Di Bali Penantian, Ada Janji Yang Tersimpan
30 Penantian Yang mendewasakan
31 Di Persimpangan Takdir
32 Ujian Yang Semakin Nyata
33 Menjelang Kepulangan
34 Hati Yang Bimbang
35 Surat dari Fathir: Janji Yang Dijaga dalam Doa
36 Daffa's POV : Melepaskan dengan Ikhlas
37 Ketika Hati Menemukan Jalannya
38 Ujian Sebelum Halal
39 Keyakinan Yang Bertumbuh
40 Menjemput Keberkahan
41 Cahaya Yang kian dekat
42 Awal perjalanan baru
43 Pertemuan Yang dinanti
44 Langkah Menuju Kepastian
45 Melangkah dalam Ridho-NYA
46 Meniti Jalan Menuju Halal
47 Akad yang Menggetarkan Jiwa
48 Pagi pertama Sebagai Suami Istri
49 Bangun di Dunia yang baru
50 Tantangan Hari-hari Awal
51 Takdir Yang Mempertemukan
52 Saat Takdir Mulai Bekerja
53 Diskusi Di Rumah Fathir
54 Langkah Yang Semakin Jelas
55 Menyempurnakan Niat dalam Ikatan
56 Takdir Yang kembali mempertemukan
57 Cinta yang datang di Waktu Terbaik
58 Menyesuaikan Diri
59 Rumah Yang Penuh Cinta
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Bintang hatiku
2
Sore hari
3
menjaga jarak, merawat rasa
4
Pengenalan karakter
5
Doa yang terselip diantara bintang
6
Antara Rindu dan Batasan
7
Hati yang tak pernah diam
8
Doa dan Harapan
9
Takdir dalam sebuah pertemuan
10
Mengikhlaskan yang Belum Pasti
11
Luka yang mengajarkan ikhlas
12
Doa yang masih tersimpan
13
Merawat hati dalam Doa
14
Pandangan yang tertahan, Doa yang terucap
15
Antara takdir dan pilihan
16
Doa yang tak pernah jauh
17
Babak Baru, Hati yang masih sama
18
Saat hati mulai ragu
19
Antara Jawaban dan keputusan
20
Jalan Pulang Yang Tak Terduga
21
Di Antara Ragu dan Keyakinan
22
Pilihan Terakhir di Persimpangan Takdir
23
Jurnal Fathir Selama di Timur Tengah
24
Jurnal Fathir
25
Menyatukan Doa, Menguatkan Hati
26
Flasback Sebelum perpisahan
27
Dalam Penantian, Cinta Tetap Terjaga
28
Surat yang Tertunda
29
Di Bali Penantian, Ada Janji Yang Tersimpan
30
Penantian Yang mendewasakan
31
Di Persimpangan Takdir
32
Ujian Yang Semakin Nyata
33
Menjelang Kepulangan
34
Hati Yang Bimbang
35
Surat dari Fathir: Janji Yang Dijaga dalam Doa
36
Daffa's POV : Melepaskan dengan Ikhlas
37
Ketika Hati Menemukan Jalannya
38
Ujian Sebelum Halal
39
Keyakinan Yang Bertumbuh
40
Menjemput Keberkahan
41
Cahaya Yang kian dekat
42
Awal perjalanan baru
43
Pertemuan Yang dinanti
44
Langkah Menuju Kepastian
45
Melangkah dalam Ridho-NYA
46
Meniti Jalan Menuju Halal
47
Akad yang Menggetarkan Jiwa
48
Pagi pertama Sebagai Suami Istri
49
Bangun di Dunia yang baru
50
Tantangan Hari-hari Awal
51
Takdir Yang Mempertemukan
52
Saat Takdir Mulai Bekerja
53
Diskusi Di Rumah Fathir
54
Langkah Yang Semakin Jelas
55
Menyempurnakan Niat dalam Ikatan
56
Takdir Yang kembali mempertemukan
57
Cinta yang datang di Waktu Terbaik
58
Menyesuaikan Diri
59
Rumah Yang Penuh Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!