Babak Baru, Hati yang masih sama

"Waktu berjalan, tempat berganti, tapi hati yang dijaga dalam doa tetap bertahan di tempatnya."

---

Awal Perjalanan Baru

Udara pagi terasa segar saat Arpa melangkah memasuki gerbang Universitas Al-Hikmah, kampus berbasis Islam yang selama ini menjadi impiannya. Matanya menatap bangunan kampus yang megah, sambil menghela napas panjang.

“Bismillah… ini langkah awal,” gumamnya sambil tersenyum.

Kini, ia resmi menjadi mahasiswi jurusan Pendidikan Agama Islam. Perjalanan baru ini bukan hanya tentang akademik, tapi juga tentang memperkuat dirinya, mengisi kekosongan yang sempat ia rasakan setelah kepergian Fathir ke Timur Tengah.

Sambil melangkah ke aula untuk acara orientasi mahasiswa baru, Arpa menerima pesan dari Nayla.

Nayla: “Semangat ya, Arpa! Kamu pasti bisa jadi mahasiswi keren!”

Arpa: “Hehe, makasih Nay! Doain ya biar aku kuat dan enjoy di sini.”

Nayla memang tidak kuliah di kampus yang sama, tapi dukungan darinya selalu menguatkan Arpa.

---

Pertemuan yang Mengubah Suasana

Saat Arpa duduk di barisan tengah aula, seorang mahasiswi dengan wajah ceria duduk di sampingnya.

“Assalamualaikum! Aku Salma, kamu Arpa, kan?” sapanya hangat.

“Waalaikumsalam, iya aku Arpa. Dari mana tahu namaku?” jawab Arpa sambil tersenyum.

Salma terkikik. “Aku lihat namamu di daftar kelompok tadi. Kayaknya kita sekelompok di acara orientasi ini.”

Arpa tertawa kecil. “Oh gitu, seru dong. Punya teman baru dari awal.”

Salma terlihat bersemangat. “Aku yakin kita bakal klop! Eh, ngomong-ngomong, kenapa ya kamu kelihatan agak… hmm, apa ya? Tenang tapi ada sedihnya.”

Arpa sedikit terkejut tapi tersenyum. “Wah, kamu peka juga, Salma. Mungkin karena aku lagi proses belajar ikhlas.”

Salma mengangguk paham. “Tentang seseorang, ya?”

Arpa menghela napas. “Iya. Dia sekarang lagi kuliah di luar negeri.”

Salma tersenyum lembut. “Tenang aja. Aku percaya, kalau dua hati saling menjaga dalam doa, mereka nggak akan benar-benar terpisah.”

Perkataan Salma membuat Arpa merasa hangat. Ia merasa Allah telah mengirimkan teman baru yang memahami tanpa perlu banyak penjelasan.

---

Kegiatan Kampus dan Mengisi Kekosongan

Hari-hari kuliah berjalan cepat. Arpa mulai disibukkan dengan tugas kuliah, organisasi dakwah kampus, dan komunitas mengaji yang ia ikuti.

Di salah satu komunitas dakwah, ia bertemu dengan Rafa, kakak tingkat yang juga aktif di kegiatan sosial kampus. Rafa adalah tipe orang yang ramah dan bijak, sering memberi arahan kepada adik tingkatnya.

“Arpa, besok ada agenda bakti sosial di panti asuhan. Kamu bisa ikut, kan?” tanya Rafa saat rapat selesai.

Arpa tersenyum. “InsyaAllah, Kak. Aku senang kok kalau ada kegiatan kayak gitu.”

Rafa mengangguk puas. “Kamu anak baru tapi cepat akrab sama lingkungan. Keren!”

Arpa hanya tersenyum. Tapi dalam hatinya, ia sadar bahwa aktivitas ini bukan sekadar rutinitas kampus. Ini juga menjadi caranya mengisi kekosongan hati. Setiap hari, ia berusaha memperbaiki diri — bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk dirinya sendiri dan untuk masa depan yang Allah janjikan.

---

Sebuah Pesan dari Negeri Seberang

Suatu malam, setelah menyelesaikan tugas kuliah, Arpa mengecek ponselnya. Ada notifikasi masuk dari nomor yang sudah lama tak muncul — Fathir.

Tangannya bergetar saat membuka pesan itu.

Fathir: “Assalamualaikum, Arpa. Semoga kamu sehat dan bahagia. Aku cuma mau bilang, di sini aku baik-baik aja. Aku habis ikut kajian tentang ikhlas, dan aku jadi ingat kamu. Aku harap kamu juga tetap menjaga hati dan semangat kuliahnya.”

Arpa menatap layar ponselnya lama. Rasanya campur aduk — rindu, bahagia, dan haru menjadi satu. Ia tersenyum tipis lalu membalas.

Arpa: “Waalaikumsalam, Fath. Alhamdulillah aku juga baik. Makasih udah ngabarin. Aku masih belajar ikhlas dan berusaha menjadi lebih baik. Semoga kamu juga sehat di sana ya.”

Tak ada percakapan panjang setelah itu. Tapi pesan singkat itu cukup untuk menenangkan hatinya.

---

Refleksi di Tengah Kesibukan

Malam itu, Arpa duduk di balkon asrama kampus. Angin malam berhembus pelan, membawa kedamaian yang jarang ia rasakan sejak masuk kuliah.

Sambil memandangi langit penuh bintang, Arpa berdoa dalam hati.

"Ya Allah, terima kasih atas perjalanan ini. Terima kasih karena Engkau telah menguatkanku hingga sejauh ini. Aku tidak tahu bagaimana takdirku kelak, tapi aku yakin, selama aku terus melibatkan-Mu dalam setiap langkahku, aku akan baik-baik saja."

---

“Kadang, langkah baru bukan tentang melupakan, tapi tentang belajar berjalan berdampingan dengan kenangan, sambil terus melangkah ke masa depan.”

Episodes
1 Bintang hatiku
2 Sore hari
3 menjaga jarak, merawat rasa
4 Pengenalan karakter
5 Doa yang terselip diantara bintang
6 Antara Rindu dan Batasan
7 Hati yang tak pernah diam
8 Doa dan Harapan
9 Takdir dalam sebuah pertemuan
10 Mengikhlaskan yang Belum Pasti
11 Luka yang mengajarkan ikhlas
12 Doa yang masih tersimpan
13 Merawat hati dalam Doa
14 Pandangan yang tertahan, Doa yang terucap
15 Antara takdir dan pilihan
16 Doa yang tak pernah jauh
17 Babak Baru, Hati yang masih sama
18 Saat hati mulai ragu
19 Antara Jawaban dan keputusan
20 Jalan Pulang Yang Tak Terduga
21 Di Antara Ragu dan Keyakinan
22 Pilihan Terakhir di Persimpangan Takdir
23 Jurnal Fathir Selama di Timur Tengah
24 Jurnal Fathir
25 Menyatukan Doa, Menguatkan Hati
26 Flasback Sebelum perpisahan
27 Dalam Penantian, Cinta Tetap Terjaga
28 Surat yang Tertunda
29 Di Bali Penantian, Ada Janji Yang Tersimpan
30 Penantian Yang mendewasakan
31 Di Persimpangan Takdir
32 Ujian Yang Semakin Nyata
33 Menjelang Kepulangan
34 Hati Yang Bimbang
35 Surat dari Fathir: Janji Yang Dijaga dalam Doa
36 Daffa's POV : Melepaskan dengan Ikhlas
37 Ketika Hati Menemukan Jalannya
38 Ujian Sebelum Halal
39 Keyakinan Yang Bertumbuh
40 Menjemput Keberkahan
41 Cahaya Yang kian dekat
42 Awal perjalanan baru
43 Pertemuan Yang dinanti
44 Langkah Menuju Kepastian
45 Melangkah dalam Ridho-NYA
46 Meniti Jalan Menuju Halal
47 Akad yang Menggetarkan Jiwa
48 Pagi pertama Sebagai Suami Istri
49 Bangun di Dunia yang baru
50 Tantangan Hari-hari Awal
51 Takdir Yang Mempertemukan
52 Saat Takdir Mulai Bekerja
53 Diskusi Di Rumah Fathir
54 Langkah Yang Semakin Jelas
55 Menyempurnakan Niat dalam Ikatan
56 Takdir Yang kembali mempertemukan
57 Cinta yang datang di Waktu Terbaik
58 Menyesuaikan Diri
59 Rumah Yang Penuh Cinta
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Bintang hatiku
2
Sore hari
3
menjaga jarak, merawat rasa
4
Pengenalan karakter
5
Doa yang terselip diantara bintang
6
Antara Rindu dan Batasan
7
Hati yang tak pernah diam
8
Doa dan Harapan
9
Takdir dalam sebuah pertemuan
10
Mengikhlaskan yang Belum Pasti
11
Luka yang mengajarkan ikhlas
12
Doa yang masih tersimpan
13
Merawat hati dalam Doa
14
Pandangan yang tertahan, Doa yang terucap
15
Antara takdir dan pilihan
16
Doa yang tak pernah jauh
17
Babak Baru, Hati yang masih sama
18
Saat hati mulai ragu
19
Antara Jawaban dan keputusan
20
Jalan Pulang Yang Tak Terduga
21
Di Antara Ragu dan Keyakinan
22
Pilihan Terakhir di Persimpangan Takdir
23
Jurnal Fathir Selama di Timur Tengah
24
Jurnal Fathir
25
Menyatukan Doa, Menguatkan Hati
26
Flasback Sebelum perpisahan
27
Dalam Penantian, Cinta Tetap Terjaga
28
Surat yang Tertunda
29
Di Bali Penantian, Ada Janji Yang Tersimpan
30
Penantian Yang mendewasakan
31
Di Persimpangan Takdir
32
Ujian Yang Semakin Nyata
33
Menjelang Kepulangan
34
Hati Yang Bimbang
35
Surat dari Fathir: Janji Yang Dijaga dalam Doa
36
Daffa's POV : Melepaskan dengan Ikhlas
37
Ketika Hati Menemukan Jalannya
38
Ujian Sebelum Halal
39
Keyakinan Yang Bertumbuh
40
Menjemput Keberkahan
41
Cahaya Yang kian dekat
42
Awal perjalanan baru
43
Pertemuan Yang dinanti
44
Langkah Menuju Kepastian
45
Melangkah dalam Ridho-NYA
46
Meniti Jalan Menuju Halal
47
Akad yang Menggetarkan Jiwa
48
Pagi pertama Sebagai Suami Istri
49
Bangun di Dunia yang baru
50
Tantangan Hari-hari Awal
51
Takdir Yang Mempertemukan
52
Saat Takdir Mulai Bekerja
53
Diskusi Di Rumah Fathir
54
Langkah Yang Semakin Jelas
55
Menyempurnakan Niat dalam Ikatan
56
Takdir Yang kembali mempertemukan
57
Cinta yang datang di Waktu Terbaik
58
Menyesuaikan Diri
59
Rumah Yang Penuh Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!