Doa dan Harapan

Ada saatnya hati harus memilih — antara terus berharap atau sepenuhnya menyerahkan segalanya kepada Allah."

 

Pertemuan yang Tertunda

Hari itu, hujan turun dengan deras di kota Malang. Di dalam kamar sederhana pondok pesantren Al-Furqan, Fathir Alfarizi Mahendra duduk di dekat jendela, memandangi bulir hujan yang menetes perlahan. Hatinya masih berat setelah percakapan terakhir dengan Arpani Zahra Ramadhani beberapa malam lalu.

Mereka saling mengakui perasaan yang tumbuh, tapi juga sepakat untuk menjaga jarak dan saling mendoakan. Namun, jauh di lubuk hatinya, Fathir tak bisa membohongi diri sendiri. Rasa rindu itu tetap ada, sekuat apapun ia berusaha mengendalikannya.

Irwansyah Pratama masuk ke kamar dengan membawa dua cangkir kopi. Ia melihat Fathir termenung, lalu duduk di sebelahnya.

“Masih kepikiran dia?” tanya Irwansyah sambil menyerahkan kopi.

Fathir tersenyum kecil. “Iya… Kadang aku mikir, apa aku terlalu keras sama diri sendiri?”

Irwansyah mengangguk bijak. “Perasaan itu fitrah, bro. Tapi yang bikin beda itu gimana cara kita ngejaganya.”

Fathir menghela napas. “Kadang aku pengen banget ketemu dia lagi. Tapi aku juga takut perasaan ini makin besar.”

Irwansyah menepuk pundaknya. “Kalau memang Allah mau mempertemukan kalian, Dia pasti kasih jalan. Tapi lo harus siap sama hasilnya, apapun itu.”

Kata-kata Irwansyah membuat Fathir merenung lebih dalam. Ia sadar, semua tentang menyerahkan hati sepenuhnya kepada Allah — antara harapan dan keikhlasan.

 

Di Rumah Arpa

Sementara itu, Arpa duduk di kamarnya, membolak-balik halaman jurnal pribadinya. Di sana, ia sering menulis doa-doa dan puisi sederhana. Satu halaman membuatnya terdiam cukup lama.

“Jika dia takdirku, kuatkan kami menjaga hati ini. Tapi jika bukan, hapus rasa ini perlahan tanpa menyakiti.”

Ia menarik napas dalam-dalam. Setelah percakapan terakhir dengan Fathir, hatinya lebih tenang, tapi bukan berarti rasa itu hilang sepenuhnya. Ia rindu, tapi ia juga takut jika rasa itu menjadi beban.

Nayla Azzahra tiba-tiba menelepon.

“Assalamualaikum, Arpa!” suara Nayla yang ceria langsung terdengar.

“Waalaikumsalam, Nay. Ada apa?”

“Cuma mau nanya kabar. Kamu kelihatan beda banget akhir-akhir ini,” tanya Nayla penasaran.

Arpa tersenyum tipis. “Aku baik kok. Cuma… lagi belajar ikhlas.”

Nayla terdiam sejenak sebelum bicara, kali ini dengan nada lembut. “Ikhlas soal Fathir, ya?”

Arpa mengangguk, meski Nayla tak bisa melihatnya. “Iya. Kami sepakat buat saling menjaga hati. Tapi jujur, Nay… susah banget.”

Nayla tertawa kecil. “Namanya juga perasaan. Tapi aku salut sama kamu dan Fathir. Kalian saling jaga walau suka.”

Arpa tersenyum haru. “Doain ya, Nay. Aku cuma pengen hati ini tetap bersih.”

“Pasti. Aku yakin kalau memang dia jodohmu, Allah nggak akan memisahkan kalian.”

 

Sebuah Kabar Tak Terduga

Keesokan harinya, saat Arpa sedang mengajar mengaji anak-anak di teras rumahnya, ibunya, Siti Rahmawati, keluar dari dalam rumah dengan wajah sedikit cemas.

“Arpa, tadi ibu ditelepon Tante Rani. Kamu ingat sepupumu, Rafa?”

Arpa mengangguk. “Iya, kenapa Bu?”

“Ia bilang ada acara pengajian keluarga besar minggu depan di Malang. Semua diminta hadir.”

Arpa mengerutkan kening. Ia belum pernah ikut pengajian keluarga besar di Malang sebelumnya. “Iya, Bu. Kita pergi?”

Bu Rahma tersenyum. “Iya, kita berangkat. Siapa tahu ada hikmah dari acara itu.”

Arpa mengangguk setuju, tapi hatinya berdebar aneh. Malang... kota tempat Fathir kuliah dan nyantri.

Di tempat lain, Fathir juga mendapatkan kabar dari Ustadz Abdul Muhaimin bahwa pondok akan mengadakan pengajian terbuka minggu depan, mengundang keluarga dan alumni.

Tanpa alasan yang jelas, hatinya ikut berdebar.

 

Di waktu yang hampir bersamaan, Arpa dan Fathir duduk di tempat masing-masing, menatap langit malam yang dipenuhi bintang.

Arpa menggenggam tasbih kecil di tangannya, berbisik lirih,

"Ya Allah, aku pasrahkan semuanya. Jika ada pertemuan yang Kau rencanakan, biarlah terjadi dalam ridho-Mu."

Sementara itu, Fathir melafalkan doa serupa,

"Jika ini jalan-Mu, kuatkan hatiku. Tapi jika tidak, jauhkan aku dari rasa yang salah."

Malam itu, dua hati yang saling menjaga kembali terhubung dalam doa — menanti jawaban dari takdir yang telah digariskan oleh Sang Pemilik Hati.

 

“Terkadang, jawaban dari doa bukan tentang mendapatkan apa yang kita minta, tapi tentang dipertemukan di waktu yang paling tepat.”

Episodes
1 Bintang hatiku
2 Sore hari
3 menjaga jarak, merawat rasa
4 Pengenalan karakter
5 Doa yang terselip diantara bintang
6 Antara Rindu dan Batasan
7 Hati yang tak pernah diam
8 Doa dan Harapan
9 Takdir dalam sebuah pertemuan
10 Mengikhlaskan yang Belum Pasti
11 Luka yang mengajarkan ikhlas
12 Doa yang masih tersimpan
13 Merawat hati dalam Doa
14 Pandangan yang tertahan, Doa yang terucap
15 Antara takdir dan pilihan
16 Doa yang tak pernah jauh
17 Babak Baru, Hati yang masih sama
18 Saat hati mulai ragu
19 Antara Jawaban dan keputusan
20 Jalan Pulang Yang Tak Terduga
21 Di Antara Ragu dan Keyakinan
22 Pilihan Terakhir di Persimpangan Takdir
23 Jurnal Fathir Selama di Timur Tengah
24 Jurnal Fathir
25 Menyatukan Doa, Menguatkan Hati
26 Flasback Sebelum perpisahan
27 Dalam Penantian, Cinta Tetap Terjaga
28 Surat yang Tertunda
29 Di Bali Penantian, Ada Janji Yang Tersimpan
30 Penantian Yang mendewasakan
31 Di Persimpangan Takdir
32 Ujian Yang Semakin Nyata
33 Menjelang Kepulangan
34 Hati Yang Bimbang
35 Surat dari Fathir: Janji Yang Dijaga dalam Doa
36 Daffa's POV : Melepaskan dengan Ikhlas
37 Ketika Hati Menemukan Jalannya
38 Ujian Sebelum Halal
39 Keyakinan Yang Bertumbuh
40 Menjemput Keberkahan
41 Cahaya Yang kian dekat
42 Awal perjalanan baru
43 Pertemuan Yang dinanti
44 Langkah Menuju Kepastian
45 Melangkah dalam Ridho-NYA
46 Meniti Jalan Menuju Halal
47 Akad yang Menggetarkan Jiwa
48 Pagi pertama Sebagai Suami Istri
49 Bangun di Dunia yang baru
50 Tantangan Hari-hari Awal
51 Takdir Yang Mempertemukan
52 Saat Takdir Mulai Bekerja
53 Diskusi Di Rumah Fathir
54 Langkah Yang Semakin Jelas
55 Menyempurnakan Niat dalam Ikatan
56 Takdir Yang kembali mempertemukan
57 Cinta yang datang di Waktu Terbaik
58 Menyesuaikan Diri
59 Rumah Yang Penuh Cinta
Episodes

Updated 59 Episodes

1
Bintang hatiku
2
Sore hari
3
menjaga jarak, merawat rasa
4
Pengenalan karakter
5
Doa yang terselip diantara bintang
6
Antara Rindu dan Batasan
7
Hati yang tak pernah diam
8
Doa dan Harapan
9
Takdir dalam sebuah pertemuan
10
Mengikhlaskan yang Belum Pasti
11
Luka yang mengajarkan ikhlas
12
Doa yang masih tersimpan
13
Merawat hati dalam Doa
14
Pandangan yang tertahan, Doa yang terucap
15
Antara takdir dan pilihan
16
Doa yang tak pernah jauh
17
Babak Baru, Hati yang masih sama
18
Saat hati mulai ragu
19
Antara Jawaban dan keputusan
20
Jalan Pulang Yang Tak Terduga
21
Di Antara Ragu dan Keyakinan
22
Pilihan Terakhir di Persimpangan Takdir
23
Jurnal Fathir Selama di Timur Tengah
24
Jurnal Fathir
25
Menyatukan Doa, Menguatkan Hati
26
Flasback Sebelum perpisahan
27
Dalam Penantian, Cinta Tetap Terjaga
28
Surat yang Tertunda
29
Di Bali Penantian, Ada Janji Yang Tersimpan
30
Penantian Yang mendewasakan
31
Di Persimpangan Takdir
32
Ujian Yang Semakin Nyata
33
Menjelang Kepulangan
34
Hati Yang Bimbang
35
Surat dari Fathir: Janji Yang Dijaga dalam Doa
36
Daffa's POV : Melepaskan dengan Ikhlas
37
Ketika Hati Menemukan Jalannya
38
Ujian Sebelum Halal
39
Keyakinan Yang Bertumbuh
40
Menjemput Keberkahan
41
Cahaya Yang kian dekat
42
Awal perjalanan baru
43
Pertemuan Yang dinanti
44
Langkah Menuju Kepastian
45
Melangkah dalam Ridho-NYA
46
Meniti Jalan Menuju Halal
47
Akad yang Menggetarkan Jiwa
48
Pagi pertama Sebagai Suami Istri
49
Bangun di Dunia yang baru
50
Tantangan Hari-hari Awal
51
Takdir Yang Mempertemukan
52
Saat Takdir Mulai Bekerja
53
Diskusi Di Rumah Fathir
54
Langkah Yang Semakin Jelas
55
Menyempurnakan Niat dalam Ikatan
56
Takdir Yang kembali mempertemukan
57
Cinta yang datang di Waktu Terbaik
58
Menyesuaikan Diri
59
Rumah Yang Penuh Cinta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!