Ending

Laura saat saat ini sangat bahagia apalagi ia diberi tahukan oleh dokter bahwa ia sedang mengandung yang berumur empat minggu. Setelah aksa mendengar bahwa laura sedang mengandung ia langsung membuatt cuti ingin berdua terus menerus menemani sang istri tercinta.

Dan laura tidak mempermasalahkan itu. Karena ia juga senang diperhatikan oleh pria yang sudah ia cintai sejak mereka dekat didalam rumah bersama twins. Sedangkan ayah laura dan kakanya yang memilih balik ke amerika mendengar kabar itu langsung beli rumah dijepang dan tinggal didekat laura.

Setelah laura menikah dengan aksa, memang sangat banyak wartawan yang penasaran dengan wajah laura. Diantara mereka juga banyak yang penasaran dengan putri seorang billionare yang sudah lama menghilang telah kembali. Berita itu cukup panas, dan saat ini pun berita itu masih menempel apalagi laura sudah menikah dengan host enterteiment yang cukup terkenal.

Bulan ke-4 dari pernikahan, laura mendapatkan sesuatu yang membuat semua orang bahagia. Yaitu kabar kandungannya. "Sayang! Kamu udah minum susunya?" Tanya aksa saat memasuki ruang tv, laura mengangguk. "Sudah.."

"Terus apa yang kamu mau sekarang? Mau makan apa? Biar aku buatin atau gak aku cari." Pertanyaan aksa tidak dijawab hanya ditatap oleh laura. "Sayang jawab.. Kamu maunya apa?"

"Maunya.. Kamu diem, meluk aku." Jawaban laura membuat wajah aksa kesemsem.. Tak perlu bertanya lagi aksa langsung menarik laura dengan pelan, dan diangkatnya tubuh laura diatas pangkuannya. "Wanginya tubuhmu ini.. Kamu memang selalu membuat aku tercandu." Aksa mengecup pelan leher istrinya dan membenamkan wajahnya disekitar leher istrinya. "Aku tau, walaupun aku gak mandipun wanginya akan tetap sama bukan?"

"Hmm.. Memangnya sekarang kamu belum mandi?"

"Belum, ntah kenapa aku males." Aksa langsung pikirannya berkeliaran ntah kemana. Dengan wajah mesumnya ia tersenyum kearah laura. "Mau aku mandiin? Atau kita mandi berdua saja, aku juga blm mandi pagi tadi."

Laura melihat wajah mesum aksa langsung merona dan ia mengangguk karena memang faktor ibu hamil ingin selalu berdekatan dengan orang tercintanya. Anggukan laura membuat aksa semangat, Aksa pun langsung menggendong laura dengan bridal style. Setelah itu mereka menuju kamar dimana letak kamar mandi berada.

👑👑👑

Sesudah mandi, laura duduk dilantai dengan aksa yang berada diatas sofa yang sedang mengeringkan rambut laura dengan alami. Aksa sempat bertanya ingin dikeringkan oleh hairdryer atau alami, dan laura memilih alami. Karena ia takut rambutnya rusak jika tidak dikasih krim.

"Rambut kamu tambah halus sayang.. Padahal aku mulai jarang lihat kamu krimbat.."

"Udah dari sananya rambutku halus."

"Iya sih kamu juga cantik dari lahir gak perlu bermake up aja sudah cantik natural. Aku suka."

"Iya, aku juga gak mau ribetin kamu beliin aku make up yang harganya selangit itu. Akukan juga gak suka belanja belanja yang gak terlalu dibutuhkan."

"Memang aku gak salah pilih kamu jadi istri aku.. Love you sayang." Dikecupnya bibir laura. "Love you more." Laurapun langsung membalas kecupan itu menjadi ciuman manja. Tak lama suara bel diluar rumah mereka berbunyi yang membuat aktifitas mereka terganggu. Aksa langsung berdiri, ingin sekali ia menghajar orang itu namun ia urungkan saat ia bersitatap dengan tamunya.

"Eh ada kaka ipar, dan kaka kandung.. Ada apa kemari?" Tanya aksa dengan senyuman paksaan. "Aku dengar adik iparku sedang mengandung dan aku membawa beberapa macam makanan untuknya." Ujar arka yang seenak jidatnya menyelonong kedalam. Laura yang masih di ruang tv menoleh karena ada suara yang tak asing baginya.

"Wahh ada siapa nih yang datang.."

"Eh bumil, ini kaka bawakan makanan untukmu." Ujar arka kepada laura yang langsung disambut senang oleh wanita itu. "Wahh terima kasih.. Kaka? Kenapa tidak masuk?" Tanya laura saat melihat axel masih berdiri diluar.

"Kau tidak ingin memeluk kakamu ini?"

"Tidak aku hanya ingin dipeluk dengan aksa, ayo sayang kita masuk dan duduk." Ajak laura dengan menarik tangan aksa dan membuat axel tambah kesal. "Niatku ingin manja manjaan dengan adikku.." Melasnya dan hanya didengar oleh arka. "Makanya kau cari pendamping agar bisa bermanja manja.." Celetuk arka dan ditatap sinis oleh axel

"Diam kau. Kau juga harus mencari ibu baru untuk twins."

"Tidak perlu, ibu twins sudah cukup one and only one her."

"Ya ya ya whatever.."

"Kaka kaka kalian sedang apa ayo kita makan bersama!" Teriak laura dari ruang tv. "Baiklah..." Jawab mereka.

👑👑👑

Saat ini kandungan laura sudah berjalan empat bulan, dan ia sudah tau bahwa nyawa bayinya sudah kuat. Ia juga sering kali jika ingin keluar selalu dijaga oleh bodyguard ayahnya yang membuat ia kualahan karena banyak yang memperhatikannya dan membicarakannya setiap ia lewat.

Seperti saat ini. Ia sedang berjalan bersama aksa dan ditemani dengan 3 pengawalnya. Terkadang ia risih namun ia mencoba mendekatkan diri untuk mengajak mereka menjadi teman. "Kamu masih kuat jalan?"

"Masih.. Kamu tenang saja ibu hamil itu harus sering jalan agar mengeluarkan bayinya cepat.. Itu yang aku baca dimajalah ibu hamil."

"Pintarnya istriku ini, calon ibu dari anak anakku."

Cup

Cup

Cup

"Papa cukup. Jangan menciumku didepan yang lain."

"Hehe aku ingin menciummu didepan mereka biar mereka iri mempunyai pasangan seperti kita."

"Udah ah.. Kita ke toko perlengkapan bayi saja."

"Oke mama."

Dua jam kemudian. Aksa sudah lelah namun ia bahagia karena wajah binar laura yang selalu manis didepan matanya. Lalu ada seorang pria mendekati laura dengan menepuk bahunya pelan. Aksa yang melihat itu langsung mendekati laura dan merangkul pinggang.

Sedangkan laira hanya menatap pria itu dengan wajah terkejut. Membuat aksa penasaran siapa pria ini. "Hai laura, sudah lama kita tidak bertemu." Sapa pria itu membuat laura tersadar dan melepaskan rangkulan pinggang aksa. Dan langsung memeluk pria itu dengan erat, aksa dan pria itu terkejut akan hal itu. Tak lama pria itu membalas pelukan laura membuat aksa menahan cemburunya.

Laura langsung melepaskan pelukannya lalu menampar pipi pria itu.

Plak

"Laura?" Tanya aksa yang kaget. Sedangkan pria itu hanya terdiam dan menatap laura terkejut.

"Kau jahat, kenapa kau tidak datang saat aku menikah? Apa kau lupa mempunyai saudari disini?" Tanya laura, Aksa mengernyit pelan saudari? "Maaf, aku harus mengurusi pekerjaan disana. Dan baru bisa sekarang pulang."

Jelasnya, lalu aksa masih bingung dengan menatap kedua orang dihadapannya. "Tunggu tunggu, bisa dijelaskan disini?"

"Ah.. Kamu masih ingat teman panti aku? Dia bryan rival percintaan kalian dulu." Jawab laura. Aksa pun terkejut melihat perubahan pria dihadapanya ini. "Kau? Kau bryan? Sibocah tengil itu?"

"Cih.. Aku bukan bocah lagi sekarang, dan sekarang aku ingin memberi tahu kalian bahwa aku akan menikah sebentar lagi."

"Menikah? Sama siapa?"

"Memangnya ada yang mau bersamamu?" Sarkas aksa membuat bryan menatapnya tajam. "Tentu saja ada, aku gini gini terkenal akan ketampanan." Sombong ian yang langsung dapat cibiran. "Tampan your ***."

Laura mendengar ucapan aksa langsung mencubit pinggang aksa dengan keras dan menatapnya tajam. "Ucapanmu itu, inget aku sedang mengandung!" Tajamnya membuat aksa mengangguk dan mengelus pinggangnya. "Ah kau sedang mengandung laura? Pantas saja saat kau memelukku ada rasa mengganjal diperut."

"Hehe iya, sekarang dia berumur empat bulan diperutku."

"Wah selamat.. Aku tidak sabar untuk menikah dan mempunyai anak."

"Maka dari itu cepatlah menikah. Sayang, ayo kita makan malam kamu belum makan saat kita kemari."

"Ah iya ayo. Yasudah ian, kami pamit dulu yaa.. Jika undangannya sudah jadi datanglah kerumah kami yang dulu aksa tempati."

"Oh baiklah, aku juga ingin menemui kekasihku. Sampai jumpa laura."

"Sampai jumpa ian." Pertemuan tak terduga bagi laura dan ian. Mereka memang setelah lulus SMA langsung bekerja karena mereka tidak ada uang untuk menurusi kuliah. Dan disaat itu mereka berdua jarang bertemu atau bisa dibilang tidak pernah bertemu setelah hari kelulusan. Dari situlah ian bekerja disuatu perusahaan yang mengharuskan ia berpindah negara. "Aku tidak heran sih, jika ian diterima diperusahaan terbesar dengan nilai nilai SMAnya saja sudah bagus dan lagi speaking englishnya juga lancar."

"Memangnya ia kerja menjadi apa dulu dan sekarang?"

"Ntah, aku hanya mendengar bahwa ia bisa masuk menjadi FO di perusahaan itu dan diangkat sebagai atasanya. Itu sih yang aku dengar."

"FO ya? Memang sih pekerjaan seperti itu menggunakan bahasa asing apalagi tadi ia bisa berbahasa inggris. Makin lancar pekerjaannya."

"Benar."

👑👑👑

Bulan ke-7, dua bulan lagi laura akan melahirkan, dan soal jenis kelamin mereka tidak memikirkan hal itu hanya yang mereka pikirkan satu hal yaitu keselamatan dari ibu dan calon bayi. Saat memasuki bulan ke-7, akhir akhir ini laura mulai malas malasan. Tapi tidak membuat ia mengurangi jalan, ia masih semangat untuk berjalan karena ia ingin si bayi semangat untuk keluar membantu dirinya.

Agar ia tidak terlalu cape mendorong sibayi. Sembari jalan pelan ia mengelus perutnya dengan lembut, sambil mengajaknya berbicara. Dibalik itu aksa melihat punggung laura yang berjalan dengan pelan dan sangat berhati hati. Ia sangat bahagia, dan tambah bahagia karena bayinya sebentar lagi akan masuk kedalam dunia ini.

Aksa perlahan lahan mendekati laura dengan memeluknya dari belakang, kelakuan aksa membuat laura terkejut dan refleks ia memukul tangan aksa yang berada dibawah perutnya. "Papa ngagetin, kasian baby kaget tadi."

"Iya maafin papa, ma. Habisnya rindu pelukan seperti ini."

"Baru semalem papa meluk mama seperti ini."

"Iya kan papa rindu lagi.. Apa kabar baby didalam sana? Kapan kamu keluar dari perut mama?"

"Dua bulan lagi papa aku keluarnya.." Ujar laura dengan suara anak kecil Aksa yang mendengarnya itu langsung gemas dan mencium laura dengan singkat. "Aduh mama, imut banget sih. Jadi mau dicium."

Cup.

"Dah dicium."

"Yah kok sebentar, yang lama dong.. Tapi jangan dipipi, disini." Unjuk bibirnya membuat laura menatap aksa dengan diam. Laura pun langsung berjinjit dan merangkum wajah aksa dengan kedua tangan... Ia pun mencium aksa dengan lembut. Membuat aksa terlena apa yang dilakukan oleh laura, aksa pun membalasnya dengan lembut juga.

"Eleh eleh, ini suami istri kalo mau iya iya jangan didapur dong.." Celetuk seseorang membuat ciuman mereka terputus dan aksa menatap tajam orang itu sedangkan yang ditatap hanya menampilkan cengiran bodoh. "Mengganggu, bagaimana kalian bisa masuk?"

"Ah itu, aku tidak sengaja bertemu dengan ka arka dan ia memberiku kunci yasudah aku masuk saja dengan gadisku." Ujarnya. "Apa kabarmu, heru.. Kapan kalian akan menikah? Masa kau kalah dengan ian yang jauh lebih muda darimu."

"Iya betul, kau ini senang sekali menggantungi seorang gadis." Decak aksa. "Aku sudah mengajaknya serius tuh." Kesal heru yang sedang dipojoki oleh calon papa muda. "Oh ya, lalu dimana kekasihmu itu?"

Tak lama nana menghampiri mereka bertiga didapur. "Hei, kenapa lama banget. Oh hai kalian apa kabar?" Tanya nana sambil menggandeng heru. "Jadi? Kalian berdua juga udah masuk kejenjang serius?" Tanya aksa diangguki oleh keduanya.

Laura dengan antusias bertepuk tangan dan memeluk sahabat kesayangannya. "Wahh.. Selamat bestieku.. Aku bahagia.."

"Aduh bumil, jangan kenceng kenceng nanti babynya sesek."

"Eh iya, aku lupa.. Maafin mama ya nak.." Ujarnya dengan mengelus pelan perutnya dan digelengi oleh tiga orang itu. "Udah yuk kita bicaranya di ruang tv aja.. Oh iya kau heru ambil minummu sendiri untuk kekasihmu juga jangan lupa." Suruh aksa lalu menuntun istrinya diikuti nana.

Heru hanya berdiam mematung lalu mendelik kesal kearah aksa yang seenaknya menyuruhnya walaupun minuman itu akan menjadi miliknya. "Jadi kamu bertemu dengan ian? Pria yang suka kepadamu dipanti dulu?" Tanya nana setelah mendengar cerita yang tak sengaja bertemu dimall oleh laura dijawab anggukkan. "Lalu ia juga sudah menikah?"

"Blm tau, ian belum dateng kerumah untuk ngasih undangan." Ujar

Ting tong!

Bel rumah berbunyi membuat aksa berjalan untuk membuka pintu dan tampillah seorang wanita muda dengan wajah garangnya. "Maaf anda mencari siapa?" Sopan aksa yang masih menghalangi pintu agar wanita itu tidak seenaknya melirik kedalam. "Apa ini rumahnya Laura?"

"Iya benar, kau siapanya?"

"Cih.. Lalu anda siapanya?"

"Saya suaminya. Saya tanya lagi anda siapa istri saya?"

"Saya bukan siapa siapa istrimu, tapi tolong bilang kepada istrimu jangan ganjen."

"Apa maksudmu berkata seperti itu?"

"Dia menggoda calon suamiku, sampai sekarang ia belum menikahkanku."

"Apa urusannya dengan istriku, saya harap anda tidak mengganggunya karena ia sedang hamil tua."

"Hamil?" Wanita itu tercengang karena gadis yang ia pikir centil ternyata sedang hamil. "Sayang, ada siapa? Kok gak disuruh masuk." Tanya laura yang tiba tiba merangkul pinggang aksa. Lalu wanita itu langsung menatap laura dengan bingung. "Kamu, calon istri ian bukan sih?" Tanya laura dengan antusias. Dijawab anggukan oleh wanita itu.

"Yaampun cantik banget.. Ian memang cocok sama kamu hehe.. Jadi kapan kalian menikah?" Laura lagi lagi antusias. Wanita itu tercengang, ternyata sebelum ia bertemu ian.. Ian pernah mencintai wanita dihadapannya ini yang menurutnya jauh dari kata ganjen atau centil. "Yaampun aku lupa, kita masuk dulu yuk.. Aku udah capek berdiri terus." Ajak laura dengan menggandengkan tangannya ke wanita itu.

Sedangkan aksa hanya menggelengkan kepalanya dan menghembuskan nafasnya. Ia mengira pasti wanita itu salah paham karena laura berpelukan dengan ian, karena foto mereka masuk keberita. Dan laura tidak mengetahuinya Aksa sengaja tidak memberi tahu karena tidak ingin membebankan pikiran laura. "Jadi namamu siapa?" Tanya laura yang sudah duduk disamping wanita itu.

Begitupun dengan nana yang antusias ingin mendengar wanita itu jawab. "Namaku Kelly. Kelly Samantha."

"Wahh, cantik namanya seperti orangnya hehe." Celetuk heru yang langsung ditatap nana tajam. "Namaku nana dan ini heru calon suamiku juga. Dan kamu juga pasti tau dia laura pradipta istri dari aksa pradipta."

"Kamu ketemu ian sejak kapan? Aku udah jarang ketemu dia setelah lulus."

"Saat dia bekerja diperusahaan ayahku."

"Uahh, jadi calon istrinya ian adalah anak bosnya sendiri.. Wah hebat ian." Kagum nana dengan tepuk tangan. "Wahh aku cukup senang.. Tapi niat kamu kemari kenapa? Apa karena ian ingin memberi kami undangan nikah kalian?" Tanya laura.

"Sebenarnya aku kemari ingin mengetahui sesuatu hal. Tentang kamu dengan ian." Jelasnya membuat laura mengernyit. "Tentang aku dan ian? Aku sama dia cuman saudara kok gak ada hubungan apa pun. Oh kalau kamu mempermasalahkan tentang pelukan kemarin itu cuman aku kangen sama ian yg udah aku anggap abang sendiri dipanti." Jelas laura membuat kelly terdiam.

"Jadi kau salah paham kepada istriku. Tarik kembali ucapanmu tadi." Kesal aksa yang sedari tadi diam. "Ah iya, aku minta maaf dan menarik kembali ucapanku tadi."

"Ucapan apa?"

"Tidak perlu dipikirkan, itu tidak penting.."

"Ah iya ini undangan untuk kalian berempat. Seperti ditanggal itu kami akan menikah setelah kamu lahiran kemungkinan sebulan setelah kamu melahirkan."

"Kenapa setelah aku melahirkan?"

"Karena ian ingin kamu datang kepernikahannya. Kau kan saudarinya." Balas kelly dengan senyuman. "Oh gitu."

"Kalau begitu aku pamit."

👑👑👑

Laura saat ini sedang goleran dikasurnya ditemani oleh suami tercintanya, aksa yang sibuk dengan laptopnya. Dan perutnya tiba tiba bergerak dengan cepat membuat ia meringis pelan. "Aw...sshhh.."

Ringisannya didengar oleh aksa, Aksa pun langsung menutup laptopnya dan duduk didepan laura memegang tangannya. "Kamu kenapa sayang?"

"Sepertinya aku... Dia ingin keluar..."

"Dia? Dia siapa?"

"Aw... Aksa sakit..."

"Oh astaga." Setelah ia ingat bahwa istrinya sedang hamil langsung ia angkat laura dan lari kemobil menuju rumah sakit terdekat. Sesampainya ia langsung memanggil suster dan langsung dimasuki ke UGD. Aksa bulak balik didepan pintu UGD.

Ia langsung menelpon seluruh keluarganya bahwa laura sedang dirumah sakit. Tidak perlu lama ayah dan axel, kaka laura sudah datang lebih dulu. Lalu aksa dipanggil oleh suster untuk menemani istrinya. Aksa melihat istrinya sudah terbaring lemah dengan cepat ia memegang tangan laura dengan erat. "Yang kuat ya sayang.." Dielusnya kepala dan kening laura dengan lembut. "Emm.."

"Pak ajak istri bapak ngobrol jangan didiemi.. Sebentar lagi kita akan mulai."

Dokter perempuan masuk dan langsung duduk didepan kaki laura. "Ayo, bu laura.. Mulai mengejan yaa dengar aba aba saya." Dengan mengikuti suruhan dokter laura mengejan dengan keras dan semampu dia. Keluarlah kepala bayi kecil, suara langsung menggelegar.

"Oekkk oekkkk oekkk.."

"Wah selamat ya pak anaknya laki laki."

Aksa langsung mencium pelipis laura dengan lembut tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada istrinya. Saat laura ingin menjawab perutnya tiba tiba sakit lagi.. Membuat aksa panik dan dokternya pun langsung memberikan bayi itu ke suster. "Wah pak.. Anak kalian kembar.. Ayo bu semangat untuk mengejan. Satu dua tiga.."

"Enghhh... Hahh..hahh.. Enghhhh..." Laura sudah kelelahan namun sekuat tenaganya ia ingin mengeluarkan bayinya. "Oeekkk... Oekkk.. Oekkk..."

Bayipun keluar dengan sehat tidak ada yang kurang maupun lebih. "Anak keduanya laki laki juga pak.. Selamat pak bu.."

Suster yang tadi mengambil bayi pertama sudah dibersihkan lalu mengambil bayi keduanya untuk dibersihkan. Aksa dan laura takjub, mereka mendapatkan anak kembar sama seperti keponakan mereka. Mereka tersenyum senang, dan aksa pun langsung disuruh keluar dari ruangan itu. Aksa langsung disambut oleh keluarganya banyak pertanyaan dari mereka semua dan aksa langsung menjelaskan.

"Anak aksa dan laura kembar laki laki semua. Sehat dan tidak kurang atau kelebihan apapun itu."

"Wahh, syukurlahh cucuku kembar.. Senangnya.. Dan laura baik baik saja kan?" Bangga campur khawatir ayah bertanya kabar putrinya. "Ya mereka bertiga baik baik saja." Aksa tersenyum lega dibalas begitu juga

"Lalu namanya siapa?" Tanya ibu. "Nanti saat laura sudah didalam ruang inap, aku akan memberi tahu kekalian semua."

👑👑👑

"Wahh lucu sekali keponakanku.." Heboh axel yang sedang melihat dua jagoannya laura sang adik. "Keponakanku juga itu.." Celetuk arka yang sudah duduk disamping axel. Memang laura sedari tadi sudah dipindahkan dikamar inap dan VVIP karena sang ayah ingin laura nyaman setelah melahirkan. Laura saat ini sedang makan untuk nutrisi dalam tubuhnya yang terkuras karena sikembar. "Jadi namanya siapa?" Tanya axel yang selalu penasaran.

"Yang digendong ayah namanya Ferin Aksara Pradipta dan yang digendong ka axel namanya Feron Aksara Pradipta."

"Wahh cakep namanya. Seperti wajah mereka ganteng."

"Kakanya berarti Fero adiknya Feri." Diangguki oleh kedua orang tua baru itu.

"Selamat datang fero, feri.."

👑👑👑

4 tahun kemudian

"Fero! Feri! Kalian jangan lari nanti nabrak."

"Ngga kan ma.. Yeeee.." Ujar fero diikuti oleh feri. Kaka adik ini yang selalu lincah dan sifat fero turun dari laura kecil, sedangkan feri turun dari aksa kecil yang selalu diam dan jarang tersenyum. Dan mereka saat ini sedang berada ditaman bermain, hanya laura dan kedua anaknya saja. Ditemani dengan pengawal ayahnya.

Bruk!

"Aw."

Feron menabrak orang didepannya. Dan ia pun jatuh duduk dilantai. Laura yang melihatnya hanya menggeleng kepala kemudian menghampiri anaknya. "Tuh kan.. Mama bilang apa, kamu lari lari nabrak orang pasti." Sedangkan orang yang ditabrak feron hanya melihat dan memperhatikan sikap laura. Laura yang merasa ditatap langsung melihat wajah orang itu. Dan terkejut karena tidak asing dengan orang itu. "Kamu?"

"Hai laura, apa kabar?"

"Baik.. Em.. Maaf yaa.. Kamu ketabrak sama putraku."

"Ah, mereka anakmu?" Unjuk orang itu dengan menatap kedua anak laura yang bersembunyi dibalik laura. "Iya, dan mereka kembar. Kamu apa kabar?"

"Baik. Kamu sepertinya sangat bahagia."

"Ya seperti yang kamu lihat."

"Aku bahagia jika kamu bahagia." Gumamnya pelan. "Eh? Kamu ngomong apa?"

"Tidak ada."

"Sayang!" Teriak dibelakang laura yang sudah pasti itu aksa. "Eh kamu udah pulang."

"Paapaaaa!" Kedua anaknya langsung berhambur kepelukan aksa. Dibalas pula oleh aksa dengan erat. Lalu berdiri disamping laura dengan menatap orang yang sedari tadi berbicara dengan istrinya. "Siapa dia?" Tanya aksa

"Ah dia teman sekolahku dulu.. Dia terkenal dengan panggilan kou-kun."

"Masih ingat saja kamu." Tawanya. "Tentu kau itu terkenal akan kecerdasan dan populeran disekolah." Balas laura dan menatap suaminya dengan lembut. "Ah iya kou, kenalin dia aksa suami tercintaku."

"Aksa pradipta."

"Kou Takara. Pradipta? Berarti kau pembaca berita dong?"

Diangguki oleh aksa.. "Oh yasudah, laura, aksa.. Saya pamit dulu. Sampai jumpa."

"Dah, hati hati."

👑👑👑

"Seneng ya ketemu temen lama." Celetuk aksa yang saat ini mereka sudah berjalan pulang kearah rumah mereka. Laura hanya tersenyum dan merangkul lengan suaminya ini. "Hanya berbicara, tidak usah cemburu. Dia juga teman biasa kok."

"Tapi rautnya menatapmu itu seakan ia pria yang mencintaimu."

"Kalau boleh jujur... Sebenarnya dia memang cinta padaku." Tutur laura membuat aksa berhenti melangkah. "Sejak kapan?"

"Setelah lulusan SMA. Ia menghampiriku dan mengungkapkan rasanya. Tapi aku tolak dan menerimanya sebagai teman." Jelas laura yang menatap aksa dengan lembut. "Hufft.. Baguslah.. Aku mencintaimu." Dikecupnya bibir laura didepan rumah oleh aksa.

Dan dibalas oleh laura dengan lembut. "Aku mencintaimu juga." Tak lama suara teriakan membuat mereka tersadar.

"Jika kalian ingin berciuman tolong masuk ruang terlebih dahulu!"

"Apa kalian lupa, kalian berada didepan publik?!" Aksa dan laura mendengar teriakan kedua abangnya langsung masuk terbirit birit dan wajah memerah. "Sial. Aku lupa situasi sekarang." Batin aksa.

"Argh! Betapa malunya aku." Batin laura.

 

 

Tamatt...

 

 

 

 

 

 

 

Maafin yaa ceritanya kurang nyambung dan aneh.. Maaf juga ceritanya gaje. Tapi ini hasil otak yang kulakukan, memikirkan kata perkata, kalimat perkalimat itu sangat sulit untukku..

Terima kasih kalian sudah ingin membaca cerita buatanku ini. See you... Ah satu lagi.. Maaf ya kalo banyak typo.

Tinggalkan jejak... Jangan lupa😉

안녕!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!