Setelah aksi penembakkan tentang perasaan, ian dan laura sekarang sedikit lebih canggung. Kemarin saat ian pulang dan langsung menuju kamarnya ia melihat ando yang sudah berada di kasurnya dengan buku ditangannya.
Karena ando penasaran dengan wajah murung ian, ia pun langsung bertanya dan jawaban ian langsung membuat ia terkejut. "Mukamu kenapa dari kemarin murung sekali?"
"Ditolak oleh laura." Singkat padat dan jelas. "Apaa?! Kapan? Kemarin? Atau barusan?" Tanyanya bertubi tubi membuat ian kesal. "Bukan urusanmu."
👑👑👑
Twins bermain dengan laura dengan senangnya. "Laura! Apa kau sudah pernah bertemu dengan Heru? Anaknya bu mila.. Kau tau dia mempunyai adik seumuran kita." Celoteh zola. "Wah benarkah? Nama adiknya siapa?"
"Mina. Dia yang seumuran denganku lalu ia juga punya kaka perempuan namanya rana. Kami pun bermain bersama disana." Cerita zola membuat laura gemas kepadanya. "Oh, begitu.. Ah iya zola rambutmu sudah panjang dan sebentar lagi kalian berulang tahun." Ujar laura
"Rambut jelo juga sudah panjang, laura." Celetuk zelo yang tidak mau kalah. Membuat laura memegang rambutnya dan mengangguk "Ya, rambutmu juga sudah panjang jadi kemungkinan rambut zelo akan dicukur." Jelas laura.
Sampai tidak mendengar bahwa aksa sudah pulang. "Seseru itukah berbicara? Sampai tidak mendengarku masuk?" Tanya aksa yang sudah duduk dibelakang laura. "Eh? Aksa kau sudah pulang. Aku hanya berbicara rambut zelo sudah panjang.."
Ting! Tong!
Suara bel berbunyi dan nampaklah seorang pria yang menggendong seorang balita seumuran twins. "Sore Aksa."
"Sore Heru."
"Minaaaa!!" Teriak zola.. Sedangkan si empu sudah memberontak digendongan heru. "Zolaaaa!" Balasnya.
"Eh? Eh? Mina tenanglah.. Dah silahkan kau berlari." Ucap heru dengan kesal. "Oh siapa ini?" Saat melihat laura yang sudah berdiri disamping aksa. "Halo, perkenalkan nama saya laura, babysitter twins." Ucap laura membuat heru berbinar mata "Wahh benarkah babysitter? Apa aku bisa menitipkan mina disini?"
Duk!
"Aduh sakit aksa."
"Tidak ada penitipan dirumahku." Kesal aksa. "Ah iya satu lagi.."
"Wah zeloo rambutmu sudah sangat panjang.. Bagaimana dengan ku cukur saja?" Tawar heru kepada aksa menggeleng keras beda dengan laura mengangguknya semangat. "Boleh tuh, tapi tidak bayarkan?" Tanya laura dengan wajah berbinar
"Tidak kok, ini gratis." Jelas heru membuat aksa menghela nafas.
"Zelo.. Diamlah, kau akan terluka." Ujar heru dan laura pun membantunya dengan membawa mainan ditangannya.
"Zelo lihatlah.."
"Good job, Laura.." Selesai mencukur, zelo pun semakin tampan. Dan aksa menghela nafas lega akan hal itu tidak terjadi apa apa dengan zelo.
"Kamu kenapa sangat ketakutan dengan heru?" Tanya laura tiba tiba. Sedikit aksa terlonjak kaget. "Ah, dulu heru sering sekali memotong rambut adiknya rana. Sampai seperti lelaki, dan itu membuat dirinya menangis dan pernah sekali ia tergunting telinganya walaupun kecil utu juga sangat menyakitkan bagi anak kecil."
Penjelasan aksa membuat laura meringis tidak tau bahwa itu akan membuat bahaya zelo. "Maaf ,aku tidak mengetahuinya."
"Tidak apa apa.. Sekarang zelo pun sudah selamat dari bahaya itu." Kekeh aksa membuat laura terpana dengan suara bazznya.
Malamnya. Laura sekarang sedang membereskan ruang tv dengan twins, lalu zelo bertanya buat apa kemoceng bulu itu. "Laura, ini kemoceng untuk apa?"
"Itu untuk menggelitiki seluruh barang yang terkena debu."
"Seperti ini?" Tanya zelo dengan menggelitiki ketiaknya diikuti oleh zola yang membuat dirinya tergelak dan bajunya sedikit berantakan. Tak lama aksa datang dengan rambut basah, dengan handuk bertengger dilehernya. Lalu aksa duduk disamping zelo.
"Sedang apa kalian?"
"Sedang membantu laura membersihkan ruangan ini." Jawab zelo membuat aksa mengelus pucuk kepalanya.
Lalu zola dengan isengnya ia membuka baju aksa sampai dada dan menggelitikinya. Aksa yang diperlakukan itu langsung menuruni bajunya dan menaham zola. "Dingin zola!" Laura yang tadi tengah memperhatikan zola langsung berbalik karena tidak sengaja ia melihat perut kotak aksa. Dengan wajah memerahnya.
👑👑👑
"Apa yang kau lakukan disini?"
"Ah, aku hanya ingin menonton sesuatu yang seru."
"Bukan untuk menggangguku kan?"
"Bukan kok, kamu tenang saja ian.."
"Kau, jangan memanggilku ian. Hanya dia yang boleh." Ketus bryan. "Oke maksudku bry." Tunduk gadis itu
"Bagus." Ian pun langsung meninggalkan gadis itu dan masuk keruangan lalu keluar dengan pakaian berbeda.
"Kamu sudah ingin pulang bry?" Tanya gadis itu namun hanya di diami oleh ian.
👑👑👑
"Ehm.." Deheman aksa kepada laura. "Laura, setelah twins tertidur aku ingin mengatakan sesuatu." Aksa baru berbicara setelah laura menoleh kearahnya dengan mengangkat kedua alisnya. "Baiklah."
"Laura lauraaa!! Ayo bacakan aku ini.." Riang zola membuat zelo merengut kesal. "Bacakan buku zelo sajaa!" Maksa zelo membuat laura menatapnya dengan lembut. "Kamu gak boleh egois zelo, kemarin kan kamu sudah.. Sekarang giliran zola okey?"
Mau tak mau zelo mengikuti kemauan zola atas bujukkan laura. Sedangkan aksa berdecak kesal kenapa bisa keponakannya menyukai gadis yang mengasuhnya dari bayi? Sesudah twins terlelap.. Laura langsung mencari keberadaan aksa, dan ternyata aksa sudah duduk dibawah dekat meja makan.
"Aksa ingin mengatakan apa?" Tanya laura yang sudah berada dihadapan aksa. Aksa pun melihat kedatangan laura jantungnya langsung berdetak lebih cepat dan ia merasakan gugup. "Ehm.. Ini buatmu." Aksa langsung memberi tas kecil berisi kotak.. Laura mengernyit namun tetap menerimanya. "Apa boleh dibuka?" Izinnya.
"Silahkan." Laura pun langsung membuka kotak tersebut dan terpampang lahh cincin pernikahan yang sangat cantik dan simple. Laura yang tidak percaya langsung menutup kotak itu dan membukanya lagi sebanyak 3 kali. Aksa yang melihat itu bingung setengah mati. "I-ini? Maksudnya?" Gugup laura dengan seketika ia melihat sekilas bayangan saat ibunya membicarakan cincin kepadanya.
Kamu akan mendapatkannya saat nanti kamu sudah beranjak dewasa sayang..
"Aku ingin mengatakan sesungguhnya perasaan yang sudah kurasakan sejak pertama kali kita bertemu...
...Aku mencintaimu laura, aku sayang, aku khawatir, aku cemburu dan aku ingin kamu menjadi milikku seorang. Entah sampai kapan aku akan menunggumu saat kamu sudah dewasa nanti.."
"Mungkin saat pertama kali aku hanya bisa menganggapmu sebagai gadis kecil yang bisa merawat bocah kembar.. Namun lama kelamaan aku melihat dirimu yang sebenarnya yaitu, gadis mandiri dan gadis dewasa."
"Saat itulah aku langsung jatuh cinta oleh kelakuanmu terhadap anak kecil dan kamu selalu profesional dalam bekerja. Layaknya seorang istri yang menunggu suaminya pulang kerja dan menyambutnya dengan senyum manis. Itulah yang kurasakan selama ini,.. Jadi maukah kamu menikah denganku? Entah 2 atau 4 tahun lagi aku akan menunggumu sampai kamu siap dan sudah mengejar cita citamu itu."
'Aku.. Sedang di tolak secara tidak langsung sekaligus dilamar? Ini benar benar seperti mimpi..'
"Lalu cincinnya?"
"Kamu simpan saja terlebih dahulu, jika sudah siap kamu langsung pakai karena itulah jawabanmu untukku."
"Terima kasih.." Laura pun tidak bisa berkata apa apa selain berterima kasih. Setelah itu mereka langsung membicarakan soal twins. Laura pun punya album untuk sikembar tentang kelakuan sehari hari twins.
"Aku ingin memberikan ini kepada neneknya twins karena kemungkinan beliau ingin mengingat aktivitas cucunya yang berada jauh darinya." Jelas laura dan di senyumi oleh aksa. Tanpa sadar ia sudah lupa pulang, dia langsung melihat jam didinding. Dan terkejut karena ia telat pulang. "Astaga! Aku harus pamit pulang. Aksa sudah set 10 ternyata."
"Biar aku antar, tidak baik untuk gadis sepertimu pulang sendiri."
"Terima kasih.." Tulus laura membuat hati aksa menghangat.
👑👑👑
Tak sadar mereka sudah sampai didepan panti asuhan, dan dilantai 2 ibu panti melihat mereka dari atas.. Aksa yang merasa diperlihatkan langsung mendongak dan menatap ibu panti. Dengan sopannya ia langsung menunduk minta maaf karena anaknya sudah telat pulang. Ibu panti pun langsung mengangguk tersenyum.
"Aku masuk dulu aksa, terima kasih sudah ditemani."
"Terima kasih kembali." Setelah laura sudah masuk rumah panti, aksa bertemu dengan bryan di gerbang panti. Dan disaat tatapan mereka bertemu bryan hanya menatap datar dan menunduk hormat kepada aksa yang jauh lebih tua darinya.
Aksa yang melihat punggung bryan tiba tiba menghilang dari pintu yang sama, merasa aneh.. Karena pertama kali ia bertemu bryan yang sangat tidak suka dengannya dan mengancamnya. Namun ini berbeda, dia tidak membuka suara atau menatap aksa dengan lama. Aksa langsung memutar otak.. Apa ada yang terjadi?.. Tanya aksa diotaknya
👑👑👑
---Bersambung---
Jangan lupa like dan mampir keceritaku yang lain.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments