Afraid of being abandoned

Setelah tak bertemu selama 5 tahun, laura dan aksa kembali bersama dan berniat tahun ini akan menikah. Setelah semua urusan kesalah pahaman telah terselesaikan, dengan banyaknya pertanyaan dari laura dan dijawab oleh aksa dengan sabar. Janji janji aksa yang dulu ia katakan sekarang ia ingin membuktikannya dengan mengajukan restu kepada orang tua keduanya, yaitu mertua abang arka.

"Kamu sekarang tinggal dimana?" Tanya aksa yang saat ini sedang bertemu dengan laura dikafe kantornya. Banyak sekali yang menatap terang terangan kearah mereka berdua namun aksa tidak memperdulikan begitu laura yang menahan nahan malunya. "Aku tinggal dirumah yang dulu ku tempati dengan ibuku."

"Benarkah? Ibu angkatmu yang dulu mengasuhmu?"

"Em. Jangan kaget ya.. Ibu angkatku adalah ibu kandungku sendiri."

"Heh? Kok bisa? Tau dari mana kamu?"

"Singkatnya sih.. Aku menemukan satu kardus berisi foto dan diary. Dari situlah aku baca kenyataan yang harus aku tau kenapa mereka menaruhku dipanti." Aksa pun langsung memegang tangan kanan laura, saat gadis itu sedang memegang secangkir teh. Laura menatap aksa dengan senyuman indah. "Apa kamu mau tinggal dirumahku?" Tanya laura ke aksa. Aksa tersenyum. "Tentu saja, tapi setelah kita menikah.. Kita harus tinggal dirumahku."

Laura mengangguk. "Setuju." Mereka pun bercakap ria dikafe tersebut.. Banyak sekali yang iri terhadap laura dan banyak sekali yang penasaran dengan kedua pasang tersebut.

👑👑👑

Setelah laura pamit untuk pergi rapat disekolah sd, aksa langsung berjalan kearah mejanya. Saat sudah duduk ia langsung mengambil ponselnya dan bertanya kepada laura apakah dirinya sudah sampai dengan selamat. Dan senyuman diwajahnya pun adalah jawaban dari laura yang sudah mengirim foto jika ia sudah sampai tujuan. Tiba tiba suara mengagetkannya. "Wahh siapa itu manis sekali." Ujar seseorang dibelakangnya. "Kalian mengagetkanku saja."

"Hehe.. Cerita dong sa, itu siapa kamu?"

"Calonku."

"Hah?! Calon? Calon pacar? Istri?" Tanya teman satu lagi. "Istri. Kenapa memangnya?"

"Bukannya kamu dikabari bahwa kamu sudah mempunyai tunangan artis?"

"Hei itu hanya gosip. Yang sebenarnya adalah gadisku ini sudah menjadi tunanganku sebelum berita abal itu."

"Wahhh.. Romantisnya aksa gadisku hihi jadi ingin bertemu."

"Jangan macam macam kamu rob." Ancam aksa kepada temannya yang bernama roby. "Apa dia seorang guru?" Tanya satu lagi.

"Ya, dia seorang guru didaycare dan guru disekolah sd."

"Wah pasti sangat pintar."balas roby. "Tentu saja calon istriku, calon ibu dari anak anakku kelak." Sombong aksa didepan temannya. "Ishh sombong. Kenalkan kepada kami dong." Pinta jason

"Nanti aku akan kenalkan, bukan sekarang tapi."

"Yahh, yasudahlah jason kita balik ketempat kita." Ucap roby.

"Yo rob." Kedua teman aksa pun pergi meninggalkan aksa yang saat ini sedang tersenyum manis didepan foto laura. 'Aku tidak sabar kamu menjadi istriku.'

👑👑👑

Laura yang saat ini sudah berada dirumahnya. Ia langsung merebahkan dirinya dengan menatap langit langit atapnya. Apa yang harus ia lakukan sekarang? "Ah.. Aku harus menambahkan bantal untuknya, dan apa lagi yang dibutuhkan olehnya?"

Laura pusing sendiri memikirkan barang yang akan diperlukan aksa. Ah, laki itu akan tinggal bersamanya. Betapa berdebarnya jantung ini.. Apa yang akan kami lakukan nanti? Ahh tidak sabar hari itu mendatang. Batinnya berbicara, lalu setelah lamanya memikirkan sesuatu. Suara bel dipintunya berbunyi ia pun langsung membukakan pintunya dan terpampanglah, Aksa.

"Hai?" Sapa aksa tersenyum canggung. "Oh. Hai. Ayo masuk.."

Aksa pun langsung masuk saat diperbolehkan.. Dengan bawaan belanja dan tas besar berisi pakaiannya mungkin. "Sini belanjaannya biar kamu rapiin aja baju kami dipintu lemari kiri." Ujar laura yang langsung berberes. Aksa memasuki kamar mungil laura dan menatap sekitarnya, ia juga melihat dua bantal dikasur milik laura.

Deg Deg Deg

Jantungnya berdetak lebih cepat, ntah kenapa ia selalu memikirkan momen berdua bersama gadisnya. "Apa sudah ditaroh bajumu? Loh kok belum?" Tanya laura namun melihat aksa mematung dikamarnya ia merasa detak jantungnya tak bisa dikondisikan. Ia langsung berdeham, lalu mengambil tas pakaian aksa dan memasukinya dengan cekatan. Dibelakangnya ia merasa seperti aksa memandanginya, memang benar aksa saat ini sedang menatapnya dalam diam.

Ntah apa yang aksa pikirkan itu didalam otaknya. Laura yang tau aksa melamun langsung sekali tepuk tangan didepan muka aksa. Prok!

Aksa terbangun dari lamunan lalu menatap laura yang sedang menatapnya juga. "Hey kenapa melamun? Ayo udah rapih kita makan dulu. Atau kamu mandi dulu?"

"Aku mandi dulu.." Ujar aksa tanpa membawa apapun masuk kedalam kamar mandi yang berada didalam kamar. Laura pun langsung keluar kamar dan menuju dapur.. Setelah itu ia sedikit menutup pintu balkon dengan hordeng. Tak lama aksa keluar dengan wangi sabun laura.. Lalu rambut yang masih basah dengan handuk dikepalanya. Laura yang masih duduk disofa hanya melihat aksa yang berjalan dan duduk didepannya ini. "Ngapain?"

"Peka dikit.."

"Oh sini munduran." Ujar laura dengan mengambil handuk dikepala aksa. Saat rambut aksa sedang dikeringkan oleh laura aksa memejamkan matanya merasakan jari jemari laura yang sedang bermain dirambutnya. "Udah kering nih.. Yuk makan."

"Bawa sini aja.." Ucapan aksa membuat laura mengernyit kenapa dia menjadi sangat malas? "Kamu kenapa jadi males gini? Tinggal jalan 3 langkah doang kok." Tanya laura yang sudah duduk disamping aksa. Aksa menoleh dan menatap laura dengan dalam. Ntah rasanya aksa tiba tiba menatap bibir merah muda yang dimiliki laura. Tanpa sepengetahuan aksa yang sedang melamun lagi, laura sudah mendekati wajahnya kearah aksa.

Cup!

Aksa terkejut bukan main dan mengerjapkan matanya berkali kali menatap laura yang tersenyum kearahnya. "Ini kan yang kamu mau? Sedari tadi kamu melihat bibirku terus menerus.."

Cup!

Aksa menciumnya sekali lagi namun lama dibibir laura sembari menyesapkan rasa manis itu.. Aksa yang sudah tak tahan, tangan kanannya langsung memegang tengkuk laura dan menahannya agar laura tidak menjauh. Laura yang merasa ciumannya sudah dalam terpaksa tangan kanannya mencubit pinggang aksa dengan keras. Aksa pun langsung melepaskan pautan bibirnya lalu mengelus pinggang kirinya.

"Kenapa dicubit? Lagi enak tau.." Dumelnya. "Ayo makan aku lapar."

"Ini kita juga lagi makan." Ujar aksa. "Makanan yang beneran, ciuman mah gak bikin kenyang." Ujar laura dengan kesal ia bangkit dari duduknya lalu berjalan kemeja makan yang sudah ia siapkan.

Aksa pun mau tak mau mengikutinya dengan muka ketekuk karena laura kesal kepadanya. "Selamat makan." Ujar laura dengan mengambil beberapa lauk dimangkuknya dan memakannya dengan lahap. Aksa yang melihatnya langsung tersenyum.. Ternyata gadisnya memang sudah kelaparan.

Aksa mengambil daging dengan potongan besar lalu ditaruh ke mangkuk nasi laura. "Makanlah yang banyakk.." Ujar aksa sembari mengusap pipi laura yang ada sebiji nasi. "Kamu juga makan." Ujar laura dengan lembut.

Aksi makan memakan dimeja makan, diisi dengan tawaan laura dan cerita aksa. Membuat kedua manusia ini menjadi orang yang paling bahagia. Momen yang sudah ditunggu tunggu oleh keduanya. Yang tadi canggung menjadi lebih hangat.

👑👑👑

Sudah seminggu aksa tinggal dirumah laura dan seminggu itulah laura seperti istri yang baik untuk suaminya. Laura bangun pagi untuk menyiapkan baju kerja aksa dan sarapan untuk aksa dengannya. Setelah itu ia langsung mandi dengan baju sehari harinya menjadi guru.

Dan setiap hari itu aksa selalu malas untuk dibangunkan, kalau ia tidak mendapatkan morning kiss.. Ia tidak akan mau bangun. Dan disinilah laura duduk didekat aksa yang masih tiduran dengan mata yang masih menempel.

"Aksa, bangun.. Ini udah pagi." Laura langsung membisikkan sesuatu ditelinga aksa dengan nada yang menggoda, aksa pun sedikit menggerakkan tubuhnya. Laura pun langsung mencium leher aksa dengan sedikit membuat tanda disana. Aksa yang masih tertidur terpaksa bangun akibat laura yang menggigit lehernya seperti vampir. "Sakit yang.. Mending cium bibir aku aja." Kesalnya yang sudah meraba lehernya sedikit merasa nyut.

"Keenakan dikamu.. Udah cepet bangun aku udah siapin sarapannya nanti keburu dingin gak enak." Ujar laura yang sudah berdiri didepan pintu. Aksa yang kesal langsung bangun dari kasur dan menuju kamar mandi. Laura yang sedari tadi duduk di meja makan sembari memainkan hpnya tidak menyadari bahwa aksa sudah selesai dengan pakaiannya.

Aksa sengaja dasi dilehernya tidak dipasangkan karena ia mau gadisnya itu yang memasangkannya. Aksa pun langsung mencium tengkuk laura yang sedari tadi menggodanya. Laura yang kaget dengan kelakuan aksa langsung berdiri menatap aksa.

"Ngagetin tau! Untung hape aku gak jatuh." Omel laura, aksa hanya tersenyum lebar kearah laura yang menurutnya wajah laura saat kesal atau marah itu sangat menggemaskan.

Cup!

"Morning kiss, habisnya kamu kan tadi gitu ngegigit leher aku sampai berbekas gini.. Gimana nanti dilihat orang?"

"Gapapa.. Yang penting itu aku yang buat bukan wanita lain. Kenapa emang gak seneng?"

"Ngga kok seneng banget. Dah yuk makan."

"Bentar belum selesai ini pakein dasi kamu." Kata laura yang masih memasangkan dasi. "Dah siap. Yuk makan."

👑👑👑

Setelah sampai sekolah laura tadi dengan aksa yang mengantarnya memakai taksi. Laura sempat berpesan sesampai kantor kirim kabar. Dan aksa yang saat ini sudah duduk dimejanya langsung mengirim kabar ke laura.

To : MyLove

'Aku sudah sampai didalam kantor dan sudah duduk manis dimejaku.. Semangat kerjanya sayang💕..'

Send

Aksa langsung membuka jas kerjanya dan ia langsung menyentuh leher kanannya yang tadi dicium oleh laura. Sedikit senyuman membuat kedua temannya yang sedari tadi melihat dirinya sedikit tersenyum ledek. "Wah wah.. Sepertinya dari kemarin pagi ada yang sedang kasmaran nih.." Ujar roby membuat aksa menoleh kemereka berdua.

"Iyalah.. Tidak sabar untuk menikahkannya."

"Kapan kamu akan menikahinya?"

"Mungkin dua bulan lagi.. Soalnya sebulan ini kami akan berkunjung ketempat kakaku sembari membicarakan tujuan kami kepada mereka."

"Wahh selamat! Semoga lancar sampai tujuan." Doa jason diangguki oleh roby. Tiba tiba ada seseorang mengintrupsi mereka dengan sok dekat oleh mereka bertiga. "Selamat pagi.. Sedang membicarakan apa nih kalian?" Tanya wanita itu dengan senyum menggoda kearah mereka. "Ah ini kami sedang membicarakan calon istri aksa yang sangat cantik dan maniss itu. Benarkan sa?" Ucap roby dengan sedikit menggoda untuk aksa salting sedangkan wanita itu yang baru tau bahwa aksa sudah mempunyai calon cukup penasaran. "Yahh, aksa salting.. Mengingat tafi pagi ya sa?" Tanya jason sedikit cekikikan.

"Calon istri? Siapa? Bukannya kamu tidak memiliki waktu untuk pacaran?" Tanya wanita itu dengan cepat. Aksa hanya menjawabnya dengan ramah namun sedikit risih oleh tatapan wanita itu. "Iya nih yol, saya sudah memiliki calon istri, dia adalah wanita yang sangat tangguh, sangat pemalu nan manis dan ramah kepada semua orang.."

"Tapi kapan kalian bertemu?" Tanya wanita itu yang bernama yolery. "Em.. 8 tahun yang lalu, dan kami sekarang sudah 5 tahun berpacaran. Doakan kami tahun ini akan menikah."

"Kami berdua selalu mendoakanmu yang terbaik sa."

"Terima kasih." Sedangkan yole, wanita ini yang sudah sangat menyukai aksa yang banyak sekali orang mengetahui bahwa dirinya sering sekali mengejar aksa untuk mendapatkan perhatian. Namun betapa terkejutnya untuk dia, bahwa sang pujaan hati akan menikah dengan wanita lain yang tak ia kenali.

"Selamat. Kalau begitu kenalkan kepada kami dong.." Ujarnya yang sangat penasaran dengan wanita yang dipilih pujaannya. "Nanti kalian akan bertemu."

"Wah.. Hari ini?" Tanya roby. "Bukan minggu depan." Ucap aksa yang diangguki oleh roby

👑👑👑

 

---Bersambung---

Jangan lupa like ceritaku dan mampir kecerita yang lain.

Terima kasih.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!