Saat pulang dari jalan jalan ke toko buku.. Mereka bertiga langsung berjalan menuju pulang, lalu langkah kaki laura terhenti saat melihat seorang pria sedang menatap rumah aksa. Namun celetukkan zelo dan zola membuat orang itu menatap mereka dengan tatapan rindu dan menyesal. "Papa?"
"Papa pulang?" Tanya twins dengan serempak. Kemudian pria yang disebut papa oleh twins ingin lari, tapi ditahan oleh laura. "Tunggu, kumohon.. Tidakkah kau rindu dengan anakmu?"
Sedikit jeda saat pria itu menatapnya dengan bergantian menatap twins. "Silahkan masuk.. Dan aksa akan segera pulang." Ujar laura dengan entah keberanian dari mana. Sesudahh itu laura langsung memberitakan kepada aksa bahwa papa twins telah pulang. Aksa pun langsung membalas.
'Terima kasih sudah menahannya.. Aku akan segera pulang. Tahan dia jika dia ingin kabur lagi.'
"Em, apa anda ingin makan siang?"
"Tidak, terima kasih." Datar pria itu. Membuat laura sedikit takut dan canggung, dia pun langsung mendekati twins yang sedang sibuk makan. "Papa tidak makan?" Tanya Zola. "Tidak, ia bilang duluan saja." Laura mencoba menenangkan dirinya dan sedikit berbohong kepada twins.
Tak lama terdengar lah suara pintu tertutup dan ia pun langsung keluar dari dapur dan melihat aksa yang menatap pria itu dengan datar. "Aksa kau sudah pulang?" Laura membuka mulutnya dan pria itu langsung menoleh kearah aksa dengan muka menyesal. "Ah laura, tolong jaga twins terlebih dahulu dan menjauhlah dari sini." Ucap aksa lalu menutup pintu ruangan tersebut.
Laura pun langsung mengiyakan permintaan aksa. Dan kemudian suara suara gebukan terdengar. Bugh!
Laura yang penasaran langsung terdiam namun tidak beranjak. Lalu ia mencoba berpositif pikirannya. Bugh!
Twins pun langsung membuka pintu dapur dan itu membuat laura mengikuti mereka. Dan sedikit menahan mereka. "Kalian tidak boleh masuk."
"Namun kita penasaran apa yang sedang dilakukan om kepada papa." Jelas zelo. Kemudian zola langsung membuka pintunya dan zelo melihat papanya yang sudah terluka disudut bibirnya sedangkan omnya berdiri menunjang dihadapan papanya. "Om! Hentikan.. Jangan memukul papa lagi." Belanya membuat aksa tersadar akan hal itu. Zola pun langsung ikutan.. "Om sangat menyeramkan."
"Ah maafkan aku aksa, mereka membuka pintu ini sendiri." Sesal laura. "Lihat? Bagaimana mereka masih membela papanya walaupun papanya sudah meninggalkan mereka bertahun tahun." Jelas aksa membuat kakanya, arka. Berdiri dan keluar dari rumah itu dengan diam. "Lauraa, papa terlukaa.."
"Ah iya.. Aku juga harus membawakan jaket juga kepadanya. Sini aku akan memberinya kepada papamu perban itu." Jelas laura dan zola pun langsung memberi 3 perban kecil bergambar. Aksa yang melihat laura langsung mencoba menghentikan aksi laura. Agar tidak usah mengejar kakanya.
"Laura tidak usah repot. Biarkan saja dia nanti balik juga dia."
"Ah tidak repot kok. Kalau begitu aku akan segera balik."
👑👑👑
Sudah 20 menit laura berkeliling tapi dirinya tidak melihat tanda tanda kaka aksa dimanapun. Terakhir ia bertujuan ke taman kanak dikomplek, dan yang benar saja pria itu sedang duduk sedikit menggigil akan cuaca malam.
Kaka aksa hanya menatap langit malam diterangi bulan dan bintang lalu tatapannya beralih ke jaket yang di sodori oleh laura. Ia langsung mengambil dan memakainya kemudian laura ikut duduk disampingnya. "Ini, dari zola. Ia melihat luka disudut bibirmu dan memberikan ini kepadaku untukmu." Serah laura saat pria itu menerima perban kecil.
"Aku sungguh papa yang jahat. Meninggalkan mereka yang besar sendiri tanpa didampingi oleh orang tuanya. Aku menyesal."
"Aku tau, rasanya ditinggalkan oleh orang yang kita sayangi.. Rasanya sangat sakit akan kehilangan, kita merasa bahwa orang itu selalu ada disamping kita dan selalu hidup bersama kita.. Tapi kenyataannya, mereka sudah tiada." Curhat laura dengan menatap kedepan. "Aku sampai sekarang tidak mengetahui keberadaan kedua orang tuaku.. Hanya saja ada satu wanita yang mengangkatku menjadi putri satu satunya yang paling bahagia didunia." Senyum laura saat ia mengenang masa kecilnya..
"Kamu masih mempunyai mereka berdua dan adik, kamu juga masih mempunyai orangtua dari istrimu itu.. Kamu juga masih memiliki kehidupan yang sangat lengkap, mengapa kamu malah memilih lari dari kenyataan? Disaat kamu masih memiliki banyak orang yang sayang padamu?"
"Hidupku selalu dipenuhi oleh salahpahaman, sampai saat ini aku selalu mencari kebahagiaan dan kehangatan. Dan aku cukup iri denganmu karena mempunyai kehangatan itu. Aku hanya ingin mengatakan, bahwa dia selalu ada disisi mu dan didalam sini." Unjuknya didepan dada pria itu.
Laura setelah berbicara panjang seperti tadi langsung bangkit dan pergi meninggalkan pria itu memikirkan apa yang harus ia lakukan. Sesampai depan rumah aksa, ternyata aksa dan twins berada diluar Aksa yang melihat laura langsung bertanya. "Dimana dia? Apa kamu menemukannya?"
"Ya, dan mungkin sekarang dia lagi memikirkan sesuatu. Ayo kita masuk tidak bagus udara malam." Ajak laura kepada twins Aksa yang mendengar itu langsung mengikuti laura dan menghela nafas. Sudah 2 jam mereka menunggu kedatangan pria itu rasanya aksa ingin sekali menarik paksa namun ia tidak ingin kakaknya itu tertekan.
Tak lama suara bel rumah bunyi dan tampillah pria itu, papa twins. Aksapun langsung berdiri dihadapan kakaknya itu "Kau sudah pulang.."
"Aku pulang." Twins yang melihat papanya pulang langsung berhamburan memeluk papanya. "Welcome back, papa." Riang zola. Sedangkan zelo hanya terdiam dan memeluk erat sang papa, arka-papa twins langsung terharu langsung menunduk dan meminta maaf.
"Maaf, maafkan papa.. Maaf sudah meninggalkan kalian sendirian, papa akan mencoba selalu terus bersama kalian.. .Maaf juga untukmu aksa, sudah membebankan pekerjaan yang seharusnya aku lakukan malah kau yang melakukannya.. Dan terima kasih untukmu.. Em?"
Laura yang mengetahui itu langsung memperkenalkan diri.. Seraya menunduk. "Laura putri, cukup laura saja."
"Ya terima kasih laura, dan panggil aku arka."
"Baik, kak arka." Sopan laura dengan senyuman dibalas senyuman.
👑👑👑
Saat ini.. Dirumah hanya ada aksa dengan twins sedangkan papa twins pergi menuju rumah mertuanya. Aksa melihat kedua keponakannya dengan diam ia ingin sekali membicarakan soal kepindahan mereka. Aksa pun mulai menarik nafas dan membuang nafasnya.. "Zola zelo.." Panggil aksa membuat twins menoleh kearahnya dan mendatanginya dengan pelan.
"Om ingin bilang, kan papa kalian sudah kembali.. Jadi kalian akan tinggal bersama papa kalian." Aksa menjedanya saat twins mengangguk ngerti. "Namun kalian akan tinggal dengan kedua nenek kakekmu disana, bukan disini." Zelo yang mendengar itu langsung menggeleng keras. "Tidak. Zelo tidak pergi."
"Zel.."
"Zelo tidak mau pisah dengan laura, dan om.. Zelo ingin bersama."
"Tidak bisa zel, om dan laura harus disini karena kami memang sibuk disini."
"Zelo tidak mau. Zelo benci om aksa. Om aksa tidak suka zelo."
"Aku datang.." Bersamaan kedatang laura, zelo langsung lari dan kearah laura untuk memeluk kaki laura dengan erat. Laura yang melihat itu mengernyit bingung, datanglah aksa dengan wajah datarnya menatap zelo. Zelo pun menatap omnya kembali dengan dingin. "Mengapa kau melihat om seperti itu?" Sinis aksa
Zelo pun langsung menyembunyikan dirinya dibelakang laura dan mengadu. "Zelo tidak ingin pergi. Zelo tidak ingin pisah." Perkataan zelo membuat laura tambah bingung.. Zola yang melihat kembarannya hanya diam karena dia sangat antusias untuk pindah.
"Aku membicarakan kepindahan twins kerumah neneknya bersama papanya. Zelo pun menolak keras." Jelas aksa dan laura hanya mengangguk paham. Laura langsung duduk dengan menyatarakan tinggi zelo dengann pela ia mengelus kepala zelo lembut.
"Zelo, jawab aku.. Apa kah kamu sangat membenci nenek kakekmu? Atau kamu memang tidak menyayangi papamu?" Zelo menggeleng "Zelo tidak membenci mereka dan zelo sayang papa."
"Lalu kenapa kamu tidak ingin tinggal bersama mereka? Dan kamu tidak setuju dengan keras?"
"Karena pisah oleh laura dan om aksa membenciku.." Aksa yang sedari tadi berdiri langsung duduk dihadapan zelo. "Om tidak membencimu zelo.. Hanya saja om bekerja disini.. Begitupun dengan laura yang harus menyelesaikan sekolahnya dan lanjut mengejar cita citanya.." Jelas aksa agar zelo mengerti maksudnya.
"Jadi om, tidak membenci zelo? Om sayang dengan zelo?"
"Tentu saja, kau keponakan om yang paling ganteng.. Kemari kau.." Ajak aksa dengan merentangkan kedua tangannya agar zelo memeluknya. "Zola ikutan!" Saat melihat aksa memeluk zelo ia pun langsung melempar badannya kedalam aksa.
Laura hanya tersenyum bahagia dan sendu.. Zola melihat laura langsung merentangkan tangannya dikira laura ia ingin menggenggam tangan laura. Namun ia salah, aksa pun mengira begitu ternyata mereka berdua terkejut saat zola menariknya tiba tiba dan laura aksa sangat dekat dan berhadapan satu sama lain.
Laura wajahnya langsung memerah sedangkan aksa langsung mengalihkan pandangan.
"Zola.. Lain kali kamu harus bilang dulu jika ingin mengajak orang untuk memelukmu.. Lihat tangan laura kegesek lantai dan memerah karenamu?" Alibi aksa membuat zola melepaskan pelukannya dan melihat telapak tangan laura. "Huwaaa! Maafkan aku lauraaa..." Zola langsung menangis saat perlakuannya membuat laura terluka.
Laura hanya tersenyum dengan merangkul zola pelan.. "Tidak apapa, aku baik baik saja.. Tenanglah, jangan menangis ini tidak seberapa sakitnya kok.." Zola langsung menghentikan tangisnya dan menyentuh telapak tangan laura dengan..
"Shuhh shuhh shuhh pergilah kau sakit.." Tiupnya telapak laura seperti laura yang selalu menghilangkan lukanya. "Terima kasih Zola, sayang.." Ucap lembutnya dengan senyuman manis.. Zola pun membalasanya dengan senyuman manisnya. "Yuk kita masuk kedalam, tidak baik kita didepan pintu.." Ajak aksa yang masih menggendong zelo.
Laura dan zola langsung mengikuti aksa dengan tenang namun zola berbelok arah kearah dapur dan mengambil kotak p3k.. Kemudian ia kembali dengan membawa perban dan obat merah.. Ia langsung mengambil tangan laura dan mengobati tangannya, laura yang diperlakukan spesial oleh zola membuat dirinya tak rela bahwa mereka akan pisah..
"Dah selesai.. Aku pintarkan?"
"Terima kasih zola.. Kau sangat pintar." Elus pipi tembam zola dengan lembut. Zola langsung memeluk laura dengan erat.
👑👑👑
---Bersambung---
Jangan lupa like ceritaku dan mampir kecerita yang lain.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments