A few years later

5 tahun kemudian

"Bu.... Kami pulang terlebih dahulu."

"Hati hati sayang, apa kalian sudah dijemput?"

"Sudah mama papa kita semua sudah didepan.."

"Yasudah segeralah hampiri orang tua kalian."

"Dadah bu.."

"Dah.."

👑👑👑

Seorang gadis dewasa berumur 22 tahun ini sedang berdiri didekat toko roti seperti janjiannya, dia memakai baju yang sangat pas ditubuh idealnya. Dan ia juga menjelma seperti dewi, dia sangat cantik natural tanpa make up diwajahnya. Kemudian seseorang menyapanya dengan menepuk bahu kanannya pelan. Segera ia menoleh dan tersenyum kepada orang itu, begitupun sebaliknya. "Laura apa kabar?" Sapa orang itu dengan senyuman manis.

"Baik, kamu juga apa kabar? Sepertinya sibuk sekali sekarang ini.."

"Yaa begitulah.. Kamu tau sendiri heru sangat menyebalkan namun sangat merindukan. Sudah setahun ia tidak pulang kesini dan memilih merantau disana."

"Bersabarlah na.. Yuk kita cari tempat untuk mengobrol." Ajak laura kepada orang itu yang tak lain nana, sahabatnya. Sesampai kafe dalam mall, mereka langsung duduk disalah satu tempat kosong untuk dua orang. "Ra, gimana jadi guru disana?"

"Enak, dan cukup menghangatkan hati saat melihat anak kecil seperti mereka."

"Ra, apa aku putuskan saja heru? Dia seperti melupakanku yang sedang menunggu dirinya disini." Lesunya. "Eh kenapa tiba tiba?"

"Entahlah.. Aku merasa kesepian.. Aku merasa punya pacar rasa teman. Jarang sekali bertemu dengannya."

"Aku sih terserah pilihanmu, karena kamu yang menjalaninya."

Ditempat lain. "Nenek, apakah aku boleh menelpon laura?" Tanya gadis itu. "Tentu saja, nih telpon." Ujar neneknya sembari memberi telpon rumah kepada anak 10 tahun.

Hngg! Hngg! Klik!

"Halo laura!"

"Halo?"

"Laura apa kamu melupakan kami?"

"Em, zola? Benarkah ini kamu?"

"Ah laura kamu menyakitiku.. Iya ini aku zola.."

👑👑👑

Tring! Tring! "Hpmu berbunyi laura.."

"Tunggu bentar." Laura pun mencari keberadaan hpnya didalam tas kecil itu Dan muncullah nomer rumah tak dikenal oleh hpnya. "Siapa?"

"Tidak tahu."

"Angkat saja."

"Halo?" Laura mengernyit pelan seperti ia mengenali suara itu. "Em, zola? Benarkah ini kamu?" Tanya laura membuat nana berdiri tegak dann semakin penasaran. "Wah ini benar kamu? Kamu apa kabar sayang?"

"Ehh minggu depan?"

"Siapa saja yang datang?" Saat zola sudah menjawab raut wajah laura langsung berubah dan nana tak bisa membaca raut tersebut. "Hai zelo, apa kabar?"

"Aku juga baik disini.."

"Oh iya? Wah zelo semakin pintar." Sedangkan yang diseberang sana mendengar pujian laura langsung memerah.. Dengan menahan malu namun bergaya keren. "Laura akan datang minggu depan kan?" Tanya zelo dengan antusias. "Tentu saja, kan aku juga merindukan kalian." Ujar laura. "Aku ingin bicara juga dong." Celetuk nana

"Halo, zelo.. Apa kamu mau berbicara dengan nana?"

"Tidak."

"Eh?"

"Zola ingin, sini berikan ke zola." Ujar zola saat mendengar suara nana. "Halo zola?"

"Halo nana, nana apa kabar?"

"Cukup baik.. Zola baik?"

"Sangat baik hehe, nana.. Juga ikut ya minggu depan ajak pacarmu juga hehe.. Kita kumpul semua disini.."

"Wah aku dan heru di undang juga?" Tanya nana sambil menatap laura sedangkan yang ditatap tersenyum. "Wahh tentu saja.. Nana kan teman kami juga. Heru pun begitu."

"Kalau begitu sampai ketemu disana." Ujar nana. "Sampai ketemu juga nana.. Dadah." Tut. Telpon pun diputus oleh zola diseberang sana. Kemudian nana menatap laura. "Telponnya di matikan apa tidak apa apa?" Tanya nana.

"Tentu saja tidak apa apa.."

"Nih. Ah iya aku melihat raut wajahmu berubah ada apa?"

"Berubah bagaimana?"

"Saat kamu bertanya siapa saja yang ikut kepada zola."

"Em, aku hanya takut, bahwa dia bosan menungguku.. Saat aku sampai disana ia langsung pamit begitu saja bagaimana?"

"Eh? Bagaimana bisa otakmu memikirkannya dengan cara cetek sekali?" Nana sok kaget menatap menyelidiki laura, laura pun mencibirnya. "Hehe.. Kamu harus yakin laura, bahwa dirinya sudah menunggumu selama 5 tahun ini.. Apa kamu masih ragu saja?"

"Ntahlah.. Ah tidak usah membicarakannya, bagaimana dengan dirimu dengan heru?"

"Hah ntahlah.."

👑👑👑

"Hai sayang, apa kabarmu?"

"Baik.. Duduklah."

"Ada apa mengajakku bertemu?"

"Hah? Apa salah aku mengajakmu bertemu setelah setahun tidak bertemu?" Sinisnya menatap pria dihadapannya itu. Pria itu pun langsung gelagapan, dengan mendengar nada suara kekasihnya itu. "Eh bukan itu, maksudku biasanya kamu sangat gengsi mengajakku.."

"Ayo kita putus."

Jder! Pria dihadapan itu langsung mematung dan bola matanya sudah ingin keluar saat mendengar ucapan gadisnya itu. "Hah?! Aku tidak mau! Aku masih mencintaimu!" Teriak pria itu membuat gadis itu terkejut semua pengunjung pun melihat kearah mereka berdua. "Habisnya dirimu kemana saja?! Kamu tuh seperti tidak menganggapku ada!"

"Aku kesana ingin memberi sesuatu untukmu."

"Aku tidak butuh sesuatu darimu! Aku butuhnya kamu selalu ada disekitarku! Aku butuhnya raga kamu selalu ada disetiap aku kesepian! Dan aku tidak perlu hadiahmu yang aku butuhkan hati dan ragamu!" Teriak gadis itu sedikit air mata turun. "Na-yang.. Maafkan aku, tapi kuharap jangan memutuskan aku.. Aku masih mencintaimu.. Aku menyayangimu."

"Hiks.. Kamu jahat. Hiks." Gadis itu menutupi wajahnya dan pria itupun langsung menghampiri gadisnya dan memeluknya dengan erat. "Maafkan aku.. Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi seperti kemarin marin." Elus pria itu kepucuk kepala gadisnya. "Ayo kita pergi dari sini, sedari tadi kita diperlihatkan." Ajak pria itu... "Aku malu heru!"

"Sini kupeluk. Hehe." Ya pria itu adalah heru. Dan gadis itu nana.

👑👑👑

Laura saat ini sedang berada dirumahnya dengan sedikit menyiapkan barang yang besok akan dibawa. Ia merasa bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena akan mengumpul bersama twins, sedih karena terlalu ragu untuk bertemu dengannya.

Tring!

Hp laura berbunyi tanda pesan masuk dan betapa terkejutnya tertera nama yang selama ia pikirkan, Aksa. 'Aku akan datang, tolong beri tahu aku dimana kalian akan berkumpul. Dan aku merindukanmu.' Itulah isi pesannya, laura memang merindukannya namun entah kenapa ia selalu berpikir tentang gosip itu.

"Hah, kenapa otak ku selalu penuh dengan pikiran negatif? Sepertiinya aku harus segera istirahat." Gumamnya lalu ia merebahkan tubuhnya dan menutup mata yang sudah sangat berat sedari tadi.

👑👑👑

Jam 06.13 suara ayam berkokok sudah berbunyi, gadis yang masih terlelap belum beranjak dari tempat tidurnya. Tak lama suara alarm berbunyi dan gadis itu pun langsung bangkit dan membersihkan dirinya dengan mata yang masih terpejam. Setelah lama didalam kamar mandi ia langsung mengenakan pakaian yang sudah ia pikirkan sejak kemarin.

Setelah memakai baju, ia tak sengaja menatap cincin dari aksa, ia bingung apa ia pakai saja atau disimpan saja. Dengan segala keputusan ia hanya menyimpan cincin itu, lalu ia langsung berangkat menuju taman wisata yang dijanjikan oleh yang lain. Sesudah sampai ditaman ia langsung menatap sekelilingnya dan tak lama ada yang meneriaki namanya.

"Lauraa! Sini sini!" Ujar zola laura pun langsung menghampiri mereka semua. "Halo zola, zelo.. Halo bu, pak, kak.. Apa kabar?"

"Wahh baik laura.. Kamu apa kabar, sudah lama kita tidak bertemu.. Dan kamu semakin dewasa saja." Ujar ibu."Iya bu, saya baik.. Memang kita sangat lama tidak bertemu."

"Yasudah kalau begitu kita pisah disini ya.."

"Eh? Kenapa begitu?"

"Kalian, yang muda muda silahkan have fun.. Kami yang tua tua ingin berjalan jalan ria. Ayo arka." Ajak bapak kepada arka. Dan laura pun langsung mengambil tas yang sudah menjadi bawaan twins. Setelah sampai di tempat yang adem dan sejuk mereka langsung menggelarkan alas. Tak lama nana dan heru pun datang. "Halo semuanya.. Maaf ya nana telat."

"Nana! Apa kabar?"

"Wah zola zelo kalian sudah tinggi.. Aku baik begitupun heru." Semua pin langsung duduk dan bercanda ria di atas alas.. Kemudian hp laura berdering tertera nama seseorang namun laura tidak melihatnya terlebih dahulu. "Halo?"

"Kamu dimana laura?" Tanya aksa. Suara aksa membuat laura sedikit menjauhkan hpnya dan menatap nama yang tertera. "Halo? Laura, apa kau berada disana?"

"Eh iya, aku didekat ...."

"Oh aku sudah dekat.. Ah aku melihatmu." Ujar aksa membuat laura menoleh dan benar saja laura melihat aksa yang memakai pakaian biasa dengan sebuah masker menutup hidung dan mulutnya. "Halo semuanya.. Maaf aku telat."

"Om aksa!"

"Halo twins. Apa kabar kalian?"

"Kita baik.."

"Ah hai aksa, zelo zola kalian ingin main kesana?" Tanya heru yang langsung diangguki oleh twins dan tinggallah laura, nana, dan aksa. "Hai nana, apa kabar?"

"Wah sangat baik aksa.. Oh iya aku ingin ke kamar mandi dulu." Sedikit pamit nana namun ditahan oleh laura "Mau kemana kamu? Jangan pergi kumohon na.." Bisik laura namun laura tidak bisa menahan nana.. Laura segera bangkit dan lari dari kenyataan.. Eh maksudnya kabur dari si aksa. Aksa pun langsung berdiri dan nana hanya tercengang apa yang sahabatnya lakukan. "Oh maaf nih aksa, laura hanya ragu padamu.." Jelas nana. "Ragu? Lalu ini sepatu laura bukan?"

"Ah si bodoh itu, iya itu punya laura.."

"Kalau begitu aku akan mengejarnya." Aksa pun langsung mencari laura dengan menenteng sepatu ditangan kirinya. Dan ia langsung menangkap baju berwarna krem yang sama dengan outer gadis itu berada disebelah kanannya sedang berhenti mengambil nafas mungkin. Aksa pun berteriak memanggil namanya "Laura!!"

Laura yang mendengar teriakkannya langsung terkejut dan menatap kebelakangnya ia pun langsung berlari agar tidak bertatapan muka dengan aksa. Tak ia sadari, didepannya ada sebuah rumput bercampuran tanah yang akan membuat dirinya jatuh. Aksa yang peka langsung mempercepat larinya dan menahan tangan kanan laura yang saat itu juga sudah ingin terjatuh.

"Uakhh!" Pekik laura panik saat jatuh.

Grep! "Hampir saja."

"Kenapa kau mengejarku?" Tanya laura yang sudah mengendalikan tubuhnya dengan berdiri berhadapan aksa. Aksa menatap indah mata laura yang sedang menatap kearah lain. "Aku, membawakan sepatumu. Tidak bagus kamu hanya menggunakan kaos kaki untuk berjalan." Ujarnya sembari berjongkok dan menaruh sepatu dihadapan laura.

Laurapun terkesiap akan perlakuan aksa kepadanya saatt ini aksa mengangkat kakinya kedalam sepatunya. Aksa memperlakukannya seperti gadis istimewah. Setelah itu aksa berdiri dihadapan laura yang sudah menatapnya, tatapan itulah yang membuat aksa senang.

"Apa yang membuatmu ragu?" Tanya aksa kepada laura semakin gugup

"Aku melihat gosipmu dengan wanita lain, aku takut jika kamu terpengaruh olehnya.. Disaat aku dan kamu berbeda dunia. Aku yang masih sma dan kamu yang sudah kerja."

"Aku kan sudah pernah bilang kalau kamu hanya milikku, begitupun aku hanya milikmu." Balas aksa dengan menyentuh pipi laura. "Aku sempat berpikir bahwa kamu akan menjauhiku atau sudah merasa bosan untuk menunggu, disaat itu juga kamu tidak pernah mengabariku dan itu membuatku--" Ucapan laura terpotong saat bibir aksa sudah mendarat dibibirnya. Aksa sedikit mengemut bibir manis laura, lalu melepaskannya dengan lembut.

Laura membelo karena kelakuan aksa, tangan aksa yang masih bertengger di pipinya sedikit bergerak mengelus pelan. "Aku tidak akan kemana mana.. Aku akan menunggumu jika kamu sudah siap untukku nikahi. Jadi kumohon pikiran negatif tentangku dihilangkan, aku tidak akan pergi darimu jika kamu yang menyuruhku tetap aku tidak akan menjauh darimu." Ungkap aksa yang sudah ia tahan sejak tadi. "Aku tidak mengabarimu karena, aku takut.. Setiap aku mendengar suaramu aku akan sangat ingin bertemu denganmu, aku hanya ingin kamu fokus terlebih dahulu dengan cita citamu."

"Aku sangat mencintaimu, aku akan selalu mencintaimu.." Ujarnya sembari mencium kedua mata laura. Kedua pipi laura, hidung, dan terakhir bibir manis laura. Aksa mengecup pelan dan laura pun yang merasa terlena langsung memejamkan mata.

👑👑👑

"Laura! Dari mana kamu? Kok berdua bersama om aksa?" Tanya zelo. "Ah tidak sengaja kami bertemu tadi." Jawab aksa yang sesari tadi melihat laura terdiam gugup. "Laura, dirambutmu ada daun.." Ujar aksa sembari mengarahkan.

"Dimana?" Tanya laura yang sudah meraba kepalanya namun tidak menemukan apa apa. "Disini." Ambilnya pelan dengan sedikut mengelus pelan rambut laura. "Kamu sangat cantik hari ini." Senyum aksa lalu ia memakai masker kembali dengan menggandeng tangan zola.

Sedangkan zelo yang tadinya bersama heru sudah berada ditangan laura. Nana yang sedari tadi melihat tingkah aksa dan sahabatnya langsung mendekati laura. "Ada apa ini dengan kalian berdua??"

"Apa sih.." Tersemu malu laura saat diledek oleh nana yang diikuti heru juga. "Wahh sudah official nih.."

👑👑👑

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan jejak... Jangan lupa😉

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!