Hari demi hari, Aksa bekerja dengan semangat setiap paginya. Mungkin karena laura yang selalu menyiapkan sarapan atau mengucapkan 'hati hati' kepadanya setiap ia ingin berangkat. Hatinya menghangat saat melihat senyuman laura, dia sudah yakin bahwa ia mencintai laura.
Namun apa dayanya ia tidak berani mengucap dan lagi ia masih memikirkan laura yang saat ini lagi sibuk sibuknya ujian. Aksa ingin sekali memeluk atau mencium laura, tapi itu rasanya tidak mungkin. Dia harus menunggu laura untuk dewasa mencapai cita citanya. Dia tidak boleh egois karena cinta, dia harus memikirkan bagaimana kedepannya laura. Karena masa depan laura masih sangat panjang.
Saat ini mereka sudah berada di dalam kereta karena sudah seperti yang mereka bicarakan bahwa neneknya twins ingin bertemu dengan cucunya. Dan disinilah aksa duduk disamping laura, lalu aksa sedang mengingatkan sesuatu hal apa yang ingin ia berikan kepada laura ia bawa atau tidak.
Semoga saja ia bawa. Dan ia bisa mengajak laura kesuatu tempat dan memberinya disana. Tapi sepertinya ia akan terlupa untuk memberikan hal itu kepada laura. "Akhirnya kita sampai juga."
"Yeayy!!" Girang twins, laura yang melihatnya langsung menggenggam tangan Zelo sedangkan Zola langsung di gendong oleh Aksa. "Dari sini kita jalan atau naik taksi?" Tanya laura sambil memandang zelo yang tak henti hentinya berceloteh.
"Kira kira kalian lelah tidak jika kita jalan?" Tanya aksa kepada twins. "Tidak." Geleng twins karena dipikir mereka jika mereka lelah, pasti ada yang menggendongnya. "Ya sudah kalau begitu kita jalan saja. Sepertinya lumayan dekat." Ucap aksa.
Sesampai komplek, mereka berempat mampir ke taman bermain terlebih dahulu sembari memakan es krim yang twins minta. Tanpa diduga mereka bertemu disana dengan nenek kakek twins yang sudah dianggap oleh aksa orang tua ke dua.
Suara merdu dari wanita paruh baya memanggil aksa dengan pelan. "Aksa?" Aksa yang merasa dipanggil langsung menoleh dan langsung menunduk tanda sopan. "Apa kabar bu? Pak?" Tanya aksa dengan ramah. "Baik, kalian baru sampai? Untung saja kita bertemu diluar tidak di rumah, pasti nanti kalian menunggu kami lebih lama lagi." Ujar pria paruh baya.
"Lalu ini laura yang pernah kamu ceritakan aksa? Gadis yang sangat pintar untuk mengekspresikan ketulusan kepada twins?" Tanya wanita itu, dan laura pun menunduk sopan sembari memperkenalkan diri.
"Perkenalkan nama saya Laura Putri, babysitter twins. Maaf jika saya mengganggu." Ucapnya dengan tak enak.
"Tidak apa, kamu tidak mengganggu kami toh kamu juga yang membuat twins bisa berinteraksi dengan yang lain."
Aksa yang merasa suasananya canggung langsung memanggil twins dan twins yang terpanggil langsung berlari kearah mereka. "Ada apa om?"
"Kalian masih ingat? Nenek yang kalian setiap kali kalian bicarakan sudah berada dihadapan kalian." Jelas aksa dengan lembut. Zelo dan Zola pun langsung mendongakkan kepala kemudian menatap nenek itu..
"Ayo, sapa nenek kalian." Ujar laura yang membuat mereka serempak. "Hai nek, kek. Apa kabar?"
Nenek itu hanya bisa menatap sendu lalu ia menyatarakan tinggi twins.. Beliau pun langsung mengelus rambut kedua cucunya yang sangat imut ini. "Baik sayang, kalian apa kabar?"
"Kami baik nek." Ujar Zola sedangkan Zelo hanya diam. Laura yang sadar langsung mendekatkan diri kepada zelo. Dan mengelus kepala zelo dengan lembut.
"Zelo, kamu kenapa sayang?" Zelo pun menatap laura lalu.. "Zelo lapar dan ngantuk." Dengan suara cadel membuat semua orang lupa. "Ah iya tadi kamu belum makan ya? Ayo kita makan tapi dirumah nenek tidak apa?" Tanya laura. Zelo pun hanya mengangguk.
Kakek twins pun langsung mendekatkan diri ke zelo lalu menatap zelo dengan lembut. "Bolehkah kakek menggendongmu? Ello?" Ragu kakeknya takut ditolak dirinya oleh cucunya sendiri.
Namun pemikirannya salah, bahwa cucunya ini langsung merengkuh dirinya lalu mengeratkan pelukannya disekitar leher kakeknya. Kakeknya pun hanya tersenyum, sedangkan Zola hanya meminta digandeng oleh sang nenek.
👑👑👑
Hari sudah berlarut, zelo pun sudah makan dan sekarang sudah tertidur karena elusan kakeknya.
Beda dengan Zola, matanya masih cerah belum ada tanda tanda mengantuk. Ia dengan semangat bercerita tentang teman teman didaycarenya. Termasuk pertama kali ia bertemu dengan laura.
Aksa yang penasaran langsung nimbrung, sedangkan neneknya dan laura masih berada didapur. Mempersiapkan makan malam, mereka membuat telur dadar digulung lalu dipotong potong.
Kemudian laura membuat rollade. Daging gulung yang sudah dibumbui dan dikukus, lalu di potong sedang sedang. Setelah itu ia taruh di atas piring dan disiram oleh sausnya. Nenek dari twins, sedang membuat sayur sop, yang diisi oleh macam macam sayuran dan beberapa potongan sosis.
Setelah semua jadi, mereka menatanya di meja makan dan menaruh nasi kedalam mangkuk kecil. Laura pun membantu mengambil sumpit dan sendok untuk empat orang dan garpu sendok kecil untuk twins. Laura pun memberi tahukan aksa bahwa makan malam sudah siap, dan dirinya pun langsung membangunkan Zelo untuk makan malam terlebih dahulu.
"Zelo, sayang bangun nak. Makan malam dulu yuk, baru lanjutin lagi tidurnya." Ujar laura dengan lembut..
Aksa yang melihat itu langsung mendekat dan menepuk bahu laura. "Biar aku saja, kamu duluan saja." Ucap aksa membuat laura berdiri dan meninggalkan mereka berdua. "Zel, zelo bangun." Ucapnya sambil menepuk tangan mungil itu, tak lama zelo mengerjapkan matanya dan mengerang akan tidurnya terganggu.
"Hmm.."
"Makan dulu, nanti lanjutin lagi tidurnya.. Cuci muka dulu yuk sekalian sikat gigi." Aksa mengajak zelo bangun lalu ia menggendong zelo dengan lembut. Sesudah itu mereka berdua langsung ke arah meja makan yang sudah menunggu kedatangan keduanya. "Karna sudah kumpul semua, sebelum makan mari kita awali dengan doa."
"Selesai. Itadakimasu!" Zola pun langsung memakannya setelah berucap dan yang lain hanya terkekeh pelan.
Zelo pun hanya bergumam karena ia masih sangat lelah. Tak lama ada sendok berisi nasi dan daging menghampirinya mau tak mau ia membuka mulutnya lalu mengunyahnya dengan pelan. Laura menyuapi zelo dengan sabar sampai nasi zelo sudah habis, kemudian ia berikan kuar sayur sopnya untuk zelo minum.
Dan tanpa laura sadari, apa yang laura lakukan dilihat oleh 3 orang disana yang menatap diam dan tersenyum. Mereka bahagia ada pengganti ibu untuk twins, dan mereka berdoa agar laura bisa menjadi keluarganya secara langsung untuk kedepannya.
Termasuk aksa berdoa untuk menjadikan laura sebagai masa depannya.
👑👑👑
Setelah selesai makan, laura membantu ibu untuk membereskan piring dan mangkuk kotor diatas meja. Dan menyucinya walaupun ibu sudah mencegahnya namanya laura ia pasti menolak. Sedangkan zelo sudah dibawa tidur tadi dengan laura sebelum mencuci piring begitupun zola yang sudah kenyang ia langsung menguap.
Aksa dan bapak sedang berada di ruang keluarga dengan sepiring kue dan dua gelas teh panas. Bapak pun langsung berbicara blak blakkan saat melihat laura dan ibu telah mendekati mereka berdua. "Ngomong ngomong... Kalian berdua kapan jadian?"
"Eh?"
Blushh!
Plak!
"Aduh. Sakit bu." Ringis bapak yang langsung digeplak oleh istrinya. "Ngomongnya jangan ngaco." Omel ibu.
Kemudian si ibu langsung menarik si bapak keluar dari ruangan tv, meninggalkan dua pemuda/i. "Kami tinggal yaa, kami ingin istirahat. Kalian silahkan istirahat.. Dan kamu aksa kamu tidurnya di kamar tamu yaa jangan di tempat twins." Jelas ibu.
"Iya bu, selamat tidur." Ucap aksa. Sedangkan laura hanya berdiam malu. Lalu aksa mengambil tasnya yang sedari tadi berada dibelakangnya. "Em. Ini hadiah untukmu. Happy birthday, laura. Maaf aku ngasihnya duluan.." Ujar aksa sembari menggaruk tengkuk lehernya tak gatal.
Laura pun langsung menerimanya dan membukanya. Dan ntah kenapa ia selalu terpana atas hadiah yang diberikan oleh aksa. Sekarang ia diberikan sebuah kalung liontin yang sangat indah. Dia takjub setelah itu ia menatap aksa. "I-ini bbeneran buatku??" Gugupnya.
"Ya, itu memang buatmu.. Suka?" Diangguki oleh laura.
"Kalau begitu sini aku pakaikan." Aksa segera mendekatkan diri saat laura memberikan kalung itu dan rambutnya langsung dikumpul menjadi satu genggam. Setelah itu aksa terpesona akan kecantikan natural laura. Dan buyar saat laura mengucapkan..
"Terima kasihh aksa.."
Lalu, mereka langsung berdiri berniat mengistirahatkan tubuhnya. Laura pun langsung pamit kedalam kamar twins, sedangkan aksa masih berjalan karena kamar tamu dekat dengan dapur.
👑👑👑
---Bersambung---
Jangan lupa like dan mampir keceritaku yang lain.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments