Hari ini laura datang lagi ke kantor aksa dengan pakaian yang sangat manis menurut orang orang dengan rambut yang ia gerai sedikit digelombangkan. Setelah sampai dikantor aksa sudah menunggunya dilobby, dengan pakaian formal seperti biasanya. "Hei, maaf aku sedikit telat." Ujar laura dengan menggenggam tangan aksa.
"Tidak apa apa, ayo kita ke kantin ada yang ingin kenalan denganmu." Ajak aksa sembari merangkul pinggang kecil laura. Sesampai kantin aksa langsung diliatin oleh semua orang karena aksa adalah orang yang tidak pernah mau dekat dengan wanita berlama lama. Sedangkan saat ini aksa sangat ingin berlama lama dengan wanita disampingnya. "Wah aksa.. Dapat dari mana kau gadis cantik seperti ini?" Tanya roby yang hanya disenyumi oleh laura.
"Senyumnya manis." Celetuk jason sedangkan yole hanya berdiam menatap laura dengan tatapan menilai. "Mereka yang ingin kenal denganmu, love." Lembut aksa kepada laura.
"Halo, salam kenal namaku laura putri panggil saja laura." Ujar laura dengan memperkenalkan diri dihadapan teman aksa. "Wahh salam kenal juga namaku roby, bisa dipanggil sayang.. Hehe.." Cengir bodoh roby yang dibalas tatapan tajam oleh aksa. "Becanda boss."
"Kalau saya jason. Panggil jaz saja." Dijawab anggukkan oleh laura dan laura langsung menatap yole yang hanya diam. "Umurmu berapa?" Tanya yole yang tidak memperkenalkan diri membuat tiga orang itu sangat tidak suka kepadanya.
"Saya 22 tahun ka." Senyum laura membuat semua tercengang.
"Berarti saat kamu dekat dengan aksa kamu masih sma?" Sedikit sinis kepada laur.
"Iya."
"Apa pekerjaanmu?" Dengan tatapan merendah, laura yang ditanya hanya menjawab dengan ramah.. Tidak ada tanda kemarahan sedikit dimukanya atau kesal terhadap nada wanita dihadapannya.
"Seorang guru didaycare dan di sekolah binar." Namun bedanya dengan aksa yang saat ini sudah ingin meledak akibat yole yang sangat tidak sopan terhadap gadisnya. "Hanya seorang guru?" Rendahnya dengan ledekkan yole.
"YOLE!" Bentak aksa. Semua yang dikantin terkejut dan menatap aksa tanda tanya berbeda dengan dua sahabatnya yang sudah tau aksa mengapa.
"Kenapa? Kamu kenapa membentakku?!" Teriak yole yang sudah menangis. "Karena kamu tidak sopan! Kamu langsung bertanya tanpa berkenalan dulu."
"Buat apa aku berkenalan dengan gadis murahan ini?!" Teriak yole dihadapan semuanya. Sedangkan laura yang dicap gadis murahan langsung menahan nangis dan menatap wanita yang disebut yole.
"Apa? Kau bilang apa tadi?! Gadis murahan? Murahan siapa yang selalu menggoda laki orang?! Kau lebih murahan!" Bentak aksa yang sudah diujung. "Aksa sudah.. Aku tidak apa apa kok." Ujar laura lembut sedikit membuat emosi aksa meredakan amarahnya. "Aku mencintaimu aksa! Apa kau bodoh?!"
"Aku tidak bodoh hanya kau yang bodoh! Sudah tau kemarin aku bilang bahwa aku sudah memiliki calon istri! Dan sekarang masih seenaknya bersifat seperti itu?" Semua orang yang mendengar itu langsung terkejut dengan ucapan aksa yang sudah memiliki calon istri. Yang tak lain gadis disampingnya. "Aksa sudah, tidak usah diperpanjang.. Kita sudah telat." Ujar laura dengan mengalihkan pembicaraan.
Aksa pun langsung memeluk laura dengan erat lalu mengedarkan pandangan dan menatap kedua temannya. "Saya pamit undur diri." Lalu menarik lembut laura dengan rangkulan dibahu gadis itu.
Sedangkan yole yang melihat itu hanya menangis dan tidak ada yang mendekatinya karena dirinyalah yang salah. Begitupun dengan dua teman aksa yang sudah meninggalkan yole namun sebelum itu mereka mengucapkan kata tajam. "Kau yang lebih murah dibandingkan gadis itu. Kau saja sudah sering berduaan dengan lelaki lain dan setiap harinya berbeda. Itu yang sangat murah menurutku." Ucap roby.
"Berkacalah sebelum mengucap, kau sudah membuat gadis baik itu menangis. Kau akan sulit untuk mendapatkan perhatian darinya. Menyingkirlah b**ch." Ujar jason.
👑👑👑
Didalam taksi, aksa selalu merangkul laura dengan erat. Sedangkan laura hanya menyandarkan kepalanya dibahu aksa. "Maafkan kata katany.. Aku tidak tau bahwa sikapnya sangat buruk."
"Aku tidak apa apa aksa.. Aku tau diri bahwa calon suamiku ini disukai banyak wannita diluar sana."
"Tapi kamu juga yang tersakiti oleh ucapannya."
"Memang ucapannya sedikit menusuk dihati namun apa boleh buat, wanita itu mencintaimu dan dia tidak suka melihat sang pujaannya akan bersanding dengan wanita lain. Begitu pun denganku." Jelas laura membuat aksa mengecup kening laura dengan lembut. "Terima kasih.."
Namun pembicaraannya terpotong karena sopir taksi sudah menatap mereka berdua. "Mohon maaf mba mas, kita sudah sampai.."
"Oh iya, maaf dan terima kasih.." Ujar laura dengan segara keluar taksi begitupun dengan aksa yang sedang membayar. "Kembaliannya anda ambil saja.. Terima kasih." Ujar aksa lalu menggenggam tangan laura dengan erat.
Mereka pun langsung berjalan menuju rumah twins. Tanpa berjanjian terlebih dahulu atau berbicara apa mereka ada dirumah. Namun feeling aksa mereka ada dirumah dan tidak pergi kemana mana. Sesampai didepan pintu twins. Laura menekan bel dan suara bertanya kepada mereka.
"Siapa?"
"Ini aksa."
Setelah mendengar suara aksa langsung didalam ada suara gaduh entah itu apa. Dan pintu pun terbuka lebar dan muncullah arka dengan bapak dibelakangnya. "Wahh.. Ada apa ini tiba tiba berkunjung..."
"Suruh tamunya masuk dulu ar, nanti saja bertanyanya." Ujar bapak yang langsung diiyakan oleh arka. "Ya sudah masuklah.. Dan duduklah senyaman mungkin."
"Terima kasih.. Oh iya ibu dimana?" Tanya laura. "Ibu sedang didapur dan twins belum pulang dari sekolah." Jawab arka lalu laura langsung ke dapur dan menyapa ibu yang sudah ia anggap ibunya sendiri. "Wah laura.. Kamu kapan datangnya? Mengapa tidak bilang bilang?"
"Maaf bu.. Kita gak bilang takut mendadak tidak bisa. Oh iya ini aku bawa kue bikinanku sendiri."
"Wah terima kasih.. Yasudah kamu balik sana, tamu tidak boleh membantu tuan rumahnya." Ujar ibu denngan mendorong punggung laura yang keras kepala tidak mau. "Udah sana." Usir ibu yang membuat muka laura tertekuk.
Bip bip bip!
"Twins sepertinya sudah pulang.."
"Kami pulang!" Pekik zola membuat laura yang dari dapur langsung menyambutnya. "Selamat datang.." Membuat twins membelakkan matanya sata menatap laura yang berada dirumahnya. "Ini? Ini beneran laura?" Tanya zola dijawab anggukkan. "Aaaa lauraa!! Zola kangenn!!" Teriaknya lalu memeluk laura dengan erat, begitupun dnegan laura. Zelo yang sedari tadi terdiam langsung sadar. "Laura?"
"Iya zelo?"
"Beneran ada disini?" Polos zelo membuat semua orang menggelengkan kepala sebegitu merindukan laurakah mereka. "Iya bener.. Kenapa? Zelo tidak senang?"
"Bukan, zelo senang."
"Terus kamu gak mau memelukku?" Zelo pun langsung berjalan kearah laura dan memeluk laura dengan erat, sedangkan zola sudah memeluk omnya dengan erat. "Sudahi dulu pelukkannya mari kita duduk.. Diminum dulu laura aksa."
"Terima kasih bu."
👑👑👑
Sudah sangat lama laura tidak bermain dengan twins, dan saat ini twins menunjukkan prestasi mereka dihadapan laura. "Laura laura!! Lihatlah.. Aku mendapatkan juara menggambar dan mewarnai dikelasku." Ujar zola. Zelo yang tak mau kalah. "Aku juga laura, aku menang saat lomba kaligrafi."
"Wah kalian berdua memang pintar dan hebat.. Ditekuni yaa kalau bisa sampai kalian remaja juara satu atau peringkat satu terus menerus." Ujar laura sembari mengelus rambut twins. Aksa yang sedari tadi hanya mendengarkan celotehan twins dan gadisnya langsung melihat jam, betapa terkejutnya saat sudahh pukul malam.
"Ah.. Kami kesini bukan hanya ingin bermain dengan kalian saja.." Ujar aksa dan laura yang tadi menatapnya bingung langsung mengangguk tanda mengingat. Laura langsung duduk rapih disamping aksa. Dan aksa langsung berhadapan dengan orangtuanya dan kakaknya arka.
"Kami disini ingin bilang bahwa kami bulan depan akan menikah." Tegas aksa yang disenyumi oleh ibu dan bapak.. Begitupun dengan arka yang senang dengan ketegasan adiknya. "Wah syukurlah.. Bagus kalau begitu.."
"Yey.. Aku sudah tau itu bahwa om dan laura sudah pacaran saat kami pindah bukan? Dan sebelum itu kalian juga sangat dekat." Celetuk zola. Sedangkan zelo hanya terdiam.. Laura langsung menatap zelo dengan tanda tanya.
"Zelo?"
"Aku tidak setuju." Ujar zelo membuat semua tercengang akan ucapannya. Aksa yang sudah tau, hanya mendengus kesal.. Ternyata keponakannya ini masih ada rasa kepada gadisnya.. "Kenapa?" Tanya neneknya.
"Karena aku menyukai laura." Teriak zelo membuat laura terkejut begitupun dengan nenek kakeknya papa dan zola.
"Eh?" Bingung laura. "Kan dia pernah bilang menyukaimu.." Ucap aksa dengan tenang. "Kamu tidak bisa menyukai laura zelo." Ujar neneknya membuat zelo menatapnya. "Kenapa aku tidak bisa? Sedangkan om bisa."
"Karena kamu dengan laura hanya dianggap sebagai anak saja.. Betul itu laura?"
"Iya, zelo.. Aku dari dulu sudah menganggap kalian berdua sebagai anakku.. Aku menyayangi kalian seperti aku menyayangi muridku." Jelas laura. "Memangnya tidak bisa laura menyayangiku seperti menyayangi om?"
"Tentu tidak sayang, aku menyayangi kamu seperti aku menyayangi zola.." Setelah laura berbicara seperti itu. Zelo yang tidak suka jawaban laura langsung kabur keluar rumah. "Zelo?!" Panggil neneknya.
Sedangkan papanya hanya diam meratapi nasib anaknya. 'Sedih sekali kamu, nak.. Baru menyukai gadis langsung ditolak secara tidak langsung.'
Mirisnya nasib suka zelo kepada laura. "Apa aku harus mengejarnya?" Tanya laura. "Biar aku saja, kamu disini saja bersama aksa." Ujar arka. Lalu ia langsung keluar dengan membawa jaket anaknya.
👑👑👑
Arka yang saat ini sedang berkeliling mencari putranya sedikit bingung. Karena ia tidak tau dimana tempat persmebunyian zelo. Arka berlari entah kemana tujuannya, namun ia mendengar suara lemparan batu didekat danau. Saat arka turun tangga dan benar saja putranya sedang duduk merana dibawah jembatan untuk menuju kota.
Jauh juga kaburnya kamu, nak..
Arka langsung menghampiri putranya dan duduk disampingnya dengan menaruh jaket dibahu putranya.. Zelo yang sedari melempari batu langsung menoleh kearah samping. "Papa?"
"Kamu kurang jauh kaburnya, kenapa kesini?" Sarkas arka lalu bertanya. "Hanya ingin."
"Kamu itu, segitu sukanya kamu sama laura? Apa yang kamu rasakan saat bersama laura?"
"Apa yang aku rasa? Em nyaman, hangat, dan selalu mau ngejaga." Jawabnya. "Kamu selalu berdebar gak kalo deket laura?"
Zelo terdiam, dan menggeleng. "Kenapa harus berdebar?" Polosnya. "Karena kalo kamu berdebar berarti kamu memang menyukainya. Tapi buktinya apa yang kamu rasain itu kamu suka dia seperti dia adalah ibu kamu." Jelasnya arka. "Kamu udah nganggep laura sebagai ibu kedua kamu, nak."
"Jadi rasa sukaku itu hanya merasa kehangatan seorang mama?" Tanyanya dijawab anggukkan oleh arka. "Lalu apa yang dirasakan oleh om aksa, pa?"
"Em, seperti berdebar kencang jantungnya, tersipu jika sedang salah tingkah, kaku saat berdua, dan mencintainya sampai ingin memilikinya. Seperti papa ke mama kamu." Ujarnya. "Tapi kenapa aku gak suka kalo om nikah sama laura?"
"Karena kamu takut sosok ibu dari laura terganti karena laura akan sibuk dengan anaknya kelak atau bisa jadi ia akan sibuk karena om kamu."
"Mungkin juga kamu gak mau jauh dari laura. Eh mulai sekarang kamu harus panggil dia tante laura."
"Kenapa aku harus manggil dia tante? Umur dia kan lebih muda dibanding om berarti kaka dong?"
"Umur kamu sama dia beda sepuluh tahun ya harus tante lah. Walaupun dia masih muda juga tapi dia akan menikah dengan om kamu itu."
"Siapa bilang aku menyetujui om nikah sama laura?" Arka yang mendengar ucapan zelo sedikit kesal kenapa anaknya sangat batu seperti dirinya? "Jadi kamu mau laura jauh dari om kamu? Dan tidak pernah main lagi sama kita?"
"Maksud papa?"
"Kalo kamu tidak menyetujui laura dengan om kamu, laura tidak akan sesering main kerumahmu seperti sekarang dan dia akan benar benar jauh dari om kamu begitupun jauh dari kamu juga, mau begitu?"
"Tidak! Oke oke, aku setuju. Laura menjadi tanteku." Ujarnya kesal karena membayangkan berjauhan dengan laura sosok ibu keduanya. "Pintar, yuk kita pulang. Kamu dicariini oleh tantemu dan nenekmu." Ujarnya lalu arka langsung merangkul putrannya dengan erat.
Sampai rumah zelo langsung dipeluk oleh laura dengan erat.. Dan zelo menjawab bahwa ia setuju omnya nikah dengan laura. Aksa yang mendengar jawaban keponakannya langsung mengacak rambut zelo dengan gemas. Sedangkan yang lain hanya bisa bernafas lega. Karena tidak lucu jika zelo masih menyukai laura yang akan tetap menjadi tantenya. Membayangkannya saja sudah cukup aneh.
👑👑👑
---Bersambung---
Jangan lupa like ceritaku dan mampir kecerita yang lain.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments