Praying

Aksa hari ini sedang pergi menuju toko bunga, dia sangat banyak mengetahui tentang laura. Dan saat ini ia sangat ingin meminta doa restu dari seseorang. Sesampainya aksa langsung melangkahkan kakinya didepan gerbang pemakaman. Lalu langkahnya berhenti saat sudah ada satu makam yang sangat terawat namun masih saja tumbuh tumbuhan liar. Ia pun langsung membersihkan makam tersebut setelahnya ia duduk disamping makam.

1964 - 2016

Lara Putri binti Fatar rafiz

Aksa langsung membuka kedua tangannya dan berdoa. Kemudian ia memulai berbicara dengan makam tersebut.

👑👑👑

Laura saat ini sedang berada dikelas bersama nana, sebentar lagi ujian kenaikan datang. Tak lama kemudian ada beberapa teman sekelas mereka mendatangi keduanya dengan memberi satu majalah yang baru dibelinya.

"Nana, laura! Kalian kenal Host Entertaiment yang lagi booming?" Tanya antusiasnya dengan mengarahkan majalah tersebut kearah mata nana. "Nih na, prianya ganteng kan??" Ujarnya. Nana pun yang melihat wajah pria yang berada dimajalah langsung merebutnya dan berdiri.

"Na, kamu kenapa?" Tanya gadis itu, laura yang merasakan aneh di nana pun mengerti dan sedikit menelan ludahnya. "Ini, kamu beli dimana ta?" Tanya nana kepada gadis bernama 'Ta' nama panggilannya Reta. "Oh ini tadi aku beli di toko sebelah. Pas banget tinggal satu aku langsung ambil aja."

"Kamu kenal? Dia tuh Aksa Pradipta yang ganteng ituloh.." Pekiknya baru saja nana ingin nyaut, reta melanjutkan perkataannya. "Tapi aku denger denger ia sedang dekat dengan seorang gadis, katanya manis gadis itu. Aku penasaran siapa gadis itu." Ucapan reta membuat laura merinding seketika.

Ia takut. Nana pun langsung mengarahkan tatapannya kepada sahabatnya yang sedari tadi terdiam. "Ra, kok sedari tadi kamu diam saja?"

"Ah tidak apa apa, memangnya kamu kenal dia?" Laura mengalihkan pembicaraan. "Kenal langsung sih enggak, cuman dia idola aku.. Aku pengen nyoba jadi Host Entertaiment gitu.."

"Tapi aku dengar tadi ada berita tentang dirinya sama model cantik. Tapi gak tau itu bener atau nggak." Lanjut reta. Membuat nana dan laura ber Oh ria. "Oh iya ta, kamu udah selesai pr..." Nana menggantungkan pembicaraannya saat ia melihat reta langsung mengibrit panik. "Aaa nana kenapa kamu gak bilang dari tadi kalo ada pr!" Pekiknya yang dibalas oleh gelakan tawa nana.

Sedangkan laura hanya senyum tipis, namun senyum itu pudar saat nana menatapnya mengintimidasi. Laura langsung menghela nafas. "Nanti aku jelasin." Ujarnya dan dibarengi oleh suara bel masuk.

👑👑👑

Tok! Tok! Tok!

"Masuk." Ucap suara didalam. "Em, ian.." Ragu gadis itu. "Ada apa?" Tanya bryan dengan datar, semakin membuat gadis itu gugup.

"Aku ingin mengatakan sesuatu padamu." Ucap gadis itu dengan lancar.

"Katakan saja.. Laura.." Ya gadis dihadapannya adalah laura.

"Aku jatuh cinta padamu."

Deg! Deg!

Piiiipp! Piiiiip!

Suara alarm mengagetkan dirinya dari alam bawah sadar. Dan ian pun hanya bisa mengumpat dengan pukulan kecil dikepalanya. "Argh, sial."

"Kenapa dimimpiku dia yang menembakku? Rasanya itu tidak mungkin."

"Oy ian! Ada yang nyari dirimu didepan tuh." Ucap ando. Membuat ian bangun dari tidurnya dan menatap ando datar. "Siapa?"

"Bella."

"Ck. Siapa sih dia." Kesal ian lalu ia langsung keluar kamar dengan wajah dingin. "Ada perlu apa?" Tanyanya dengan ketus.

"Em, aku disini mau ngasih ini ke kamu." Ujarnya sembari memberikan satu kotak kecil yang ntah apa isinya. Namun ian hanya melihatnya saja tanpa ada niat untuk mengambilnya. Membuat tangan gadis itu gerogi dan gemetar. "Aku ingin mengatakan sesuatu juga." Gadis itu menggantungkan kalimatnya saat ian menatapnya dengan tajam.

"Aku mencintaimu, mau kah kamu-" ucap gadis itu terpotong oleh jawaban ian. "Tidak. Aku tidak menyukaimu, jadi kuharap jangan berkhayal." Balasnya dengan sengit.

Ntah kenapa ian sangat tidak suka dengan kedatangan bella di panti ini. Walaupun dia bersama saudaranya namun bedanya aura dia itu sangat berbahaya. Setelah mengucap kata tajam itu, ian langsung berjalan memasuki kamar mandi lalu mencuci mukanya dengan air yang mengucur.

"Aku memimpikan dia. Kenapa gadis lain yang menyatakan cinta padaku?"

Selesai di kamar mandi ia langsung ke dapur berniat mengambil minum namun terhenti saat mendengar cerita lisa adik pantinya. "Iya, ka laura sedang jatuh cinta. Entah kenapa ia selalu tersenyum sendiri."

"Namanya juga sudah remaja, pasti ada kata jatuh cinta juga. Nanti kalian juga merasakannya."

Klik. Brak!

Ian membuka pintu pelan lalu menutupnya dengan kasar. Dia merasa perasaannya jadi tambah kacau mendengar gadis itu jatuh cinta. "Kamu kenapa ian? Mengagetkan kami saja."

"Jangan membicarakan orang dibelakang mereka tidak baik untuk anak kecil. Dan untukmu mba, kuharap cepatlah menikah."

Brak!

Setelah mengatakan itu ia langsung menutup pintu kulkas dengan kasar kemudian ia berlalu kearah ruang tv. Yang di tegur hanya berdiam dan berbisik. Bertanya tanya ada apa dengan bryan?

👑👑👑

Setelah ketahuan nana, suasana langsung canggung bagi laura tapi tidak bagi nana. Nana hanya geram mengapa sahabat satunya ini hanya menutup mulut. Karena sudah sangat penasaran nana langsung menarik laura keluar kelas menuju rooftop yang jarang dikunjungi oleh gadis gadis.

"Jadi bisa dijelaskan?" Tanya nana saat sudah sampai rooftop.

"Maaf, aku bukannya tidak ingin memberi tahumu.. Namun aku hanya malu kamu menganggapku hanya mengidolakannya saja." Tunduk laura dengan suara yang sangat pelan.

Nanaa yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang.. "Haahhh sudahlahh... Aku tidak mungkin akan bilang perasaanmu hanya bercandakan?" Tanya nana yang tidak dijawab oleh laura.

"Apa aku gila? Sampai tidak percaya soal sahabatku ini yang sedang jatuh cinta yang pertama kalinya?!" Teriak nana membuat beberapa orang yang sedang dirooftop menoleh kearahnya. "Ahh maaf.." Ujar nana saat merasa diperhatikan.

"Maaf na.. Aku tidak menganggapmu gila, hanya saja sedikit tidak waras hehe." Laura pun berusaha mencairkan suasana dengan terakhir cengiran konyolnya. "Ah sudahlah, untuk apa kamu meminta maaf.. Sebaiknya kita balik kekelas karena ada praktek membuat cupcake bukan?" Nana mengalihkan pembicaraan.

"Ah iya, aku melupakan itu. Kalau begitu ayo kita turun dan langsung ke lab."

"Hari ini katanya bang fatih yang ganteng itu yang jadi chefnya." Jawab nana. Yang hanya dibalas ketawa dan gelengan kepala oleh laura.

Praktek membuat cupcake pun sudah dimulai.. Dalam satu kelompok isinya ada tiga orang. Nana dan laura ditambah dengan satu cowo dikelompoknya bernama veriko dipanggil riko. "Eh riko, bantuin dong kamu! Bisanya duduk doang." Omel nana kepada riko.

"Yee sendirinya kamu hanya motong motong buah gak jelas." Omel riko yang tak suka disalahkan. "Yaa kan aku udah bantuin laura ngaduk adonan." Nana tak mau kalah.

Akhirnya laura pun menengahi mereka sambil mengeluarkan cupcakenya didalam oven. "Udah udah, kalian gak usah ribut.. Riko nanti juga bantuin ngehias kok na, tenang aja. Nihh cupcakenya udah matang." Diakhir ucapan laura membuat riko dan nana berbinar.

Bukan hanya mereka berdua namun semua yang melihat cupcake langsung iri, karena laura membuatnya dengan sangat sempurna. Tak lama bang fatih, yang menjadi kepala dapur disana langsung menghampiri laura dan meminta kue cupnya. "Wahh, aku boleh minta kuenya?"

"Boleh bang, nih.." Ujar laura yang langsung diberi satu. Riko dan aryo kawannya yang berbeda kelompok meminta juga namun ditahan oleh nana dan nana segera membagi dua kue tersebut untuk mereka.

"Nih kalian satu berdua saja." Ketus nana membuat riko dan aryo mencibir tak suka. Kemudian bang fatih langsung memuji hasil buatan laura, dan itu dilihat oleh ketiga gadis yang kuenya sudah gosong menghitam lalu ditertawai oleh aryo.

"Wahahaha, apa itu? Ternyata ada yang lebih hitam dari kueku." Ledek aryo membuat ketiga gadis itu menggeram kesal. Lalu menatap laura yang tersenyum kepada bang fatih yang baru saja memujinya dengan sekali memodus kepada laura.

Setelah praktek membuat cupcake. Laura dan nana langsung kekelas. Namun laura sedikit diperlakukan tak baik oleh ketiga orang yang sangat iri kepadanya. Seperti sekarang, laura yang sedang meminta buku latihan semua teman sekelas namun tinggal 3 orang yang belum mengumpulkan.

"Citra, mana buku latihan kamu?" Tanya laura kepada citra. Namun citra hanya melengos pergi dari hadapan laura. Membuat dirinya bingung apa salahnya? Lalu ia mendekati ke dua sahabat citra.

"Rena, mely. Aku minta buku latihan kalian boleh?"

Dan jawabannya sama seperti apa yang dilakukan oleh citra kepadanya tadi. Laura pun hanya menghela nafas lalu berjalan kearah ruang guru dan mengumpulkan. "Maaf pak, 3 orang belum mengumpulkan buku."

"Loh kok bisa begitu?" Tanya pak rusi dengan bingung

"Saya sudah.."

Brak!

"Maaf pak. Kami ingin mengumpulkan buku latihan, karena laura meninggalkan kami." Alasan citra membuat pak rusi menatap laura.

"Jika kamu tidak berniat mengumpulkan lebih baik minta yang lain saja." Tegas pak rusi membuat citra dan kedua temannya tersenyum sinis. Sesudah itu laura langsung menceritakan kepada nana dan kalian tau respon nana? Dia sangat heboh.

"WAHHHH, Mereka itu iri kepadamu Laura!!"

"Kau tidak lihat saat kamu sedang dipuji oleh bang fatih sedanngkan mereka diledeki oleh aryo.. Kamu harus melihat wajahnya saja sudah membuatku ingin mencakari!" Kesal nana dengan wajah merah.

"Tapi kenapa ia sampai melakukan itu kepadaku? Itukan bukan salahku." Polos laura membuat nana ingin meninju kepalanya sendiri. "Aduhhh laura sayanggg.. Namanya orang iri itu udah pasti hatinya udah ditutup dan telinganya langsung dibisiki oleh temennya yaitu iblis." Kesal nana. Sedangkan laura hanya mengangguk paham kepada nana yang sudah gregetan tingkahnya yang sangat polos itu.

Sebulan sudah lewat dan laura sudah di teror seperti sepatu yang berada di loker menjadi kotor. Kemudian meja belajarnya sudah berantakan. Terkadang ia sering disiram. Dan terakhir saat ia piket tiba tiba satu tong sampah sudah berecer eceran didalam kelas.

Namun bukan laura saja yang kena namun nana juga terkena imbasnya. Dan karena itulah membuat laura menjaga jarak terhadap nana agar dia tidak kena imbasnya.

 

 

---Bersambung---

Jangan lupa like dan mampir keceritaku yang lain.

Terima kasih.

Terpopuler

Comments

DeputiG_Rahma

DeputiG_Rahma

like like dari DEBU ORBIT datang...

2020-11-28

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!