Jealous

"Apa ada laura?" Tanya Bryan kepada Aksa. Sebelum aksa menjawab laura sudah menampakkan dirinya dengan pipi merah. "Oh ian, sedang apa kamu kesini?" Tanya laura dengan suara yang ia tutupi.

"Aku kesini ingin menjemputmu, kau lupa ini sudah set 9 dan kau belum berada dirumah?" Sewotnya membuat laura tersadar.

"Ah! Tunggu sebentar biar aku mengambil barangku terlebih dahulu." Setelah laura berbalik, bryan pun mengancam aksa untuk tidak terlalu peduli kepada laura. "Kuharap kau tidak ada perasaan apa pun kepada laura. Karena aku tidak ingin dirinya sakit hati karena pria dewasa seperti mu."

Tak lama laura muncul kembali dengan tubuh yang dilapisi jaket. Membuat aksa terpesona sekian kalinya. "Kalau begitu aku pamit pulang aksa.. Selamat malam."

"Malam juga, laura."

"Ayo pulang." Ujar bryan dengan menarik tangan laura dihadapan aksa dengan pelan. Aksa yang melihat itu hanya menghela nafas dan mengacak rambut hitamnya dengan asal.

👑👑👑

Saat ini bryan masih memengang tangan laura dengan lembut namun sangat kuat. Sedikit membuat laura kesakitan. "Ian, bisakah kamu melepaskan tanganmu. Aku kesakitan." Bryan yang tadinya terbakar cemburu langsung tersadar akan suara laura. "Ah maaf, aku tidak sengaja.. Aduh tanganmu sampai merah maafkan aku." Sesal ian. "Eh tidak apa apa, kau tidak perlu minta maaf.."

"Tapi tetap saja.."

"Tidak apa apa kok, dikompres es batu juga akan hilang kok. Ah sudah sampai, cpat juga ya. Ayo kita masuk."

Klik! "Kami pulang." Ujar laura.

"Oh kalian sudah kembali, cepatlah masuk kekamar lalu tidur.. Kalian besok ujian kenaikan kelas bukan?" Tanya mba keza. "Ah iya, aku lupa.. Kalau begitu aku duluan masuk kamar, selamat malam mba, yan." Pamit laura.

"Eh laura jangan lupa kompres tanganmu." Ujar bryan sebelum laura memasuki kamarnya.. Laura pun hanya mengganggukkan kepala dengan senyuman diwajahnya. Didalam kamar laura merasakan detak jantung yang masih berlari kencang. Dia masih membayangkan bagaimana jika itu terjadi? Mungkin ia akan berciuman dengan aksa.

'Akhhh bodoh bodoh kamu laura! Kenapa tidak menolak?'

"Tapi.. Kenapa aku tidak menolaknya? Apa aku jatuh cinta kepadanya pertama kali? Oh tidak mungkin."

"Aw! Tanganku harus dikompres." Ia bangkit dari duduknya lalu ia membukakan pintu kamar dan muncullah ian yang sudah berdiri didepan pintunya dan membawa kain yang berisi es batu. "Ah laura, baru saja ku ingin mengetuk pintu. Nih jangan lupa, cepatlah tidur. Biar tidak kesiangan." Ujarnya ian dan berlalu begitu saja sebelum itu ia mengelus kepala laura terlebih dahulu.

Dilain kamar. Bryan masuk dengan wajah murung dan itu dilihat oleh ando teman sekamarnya. "Kenapa mukamu?" Tanya ando namun ian tidak membalas. "Ditolak ya? Sama gadis yang kau suka?" Ledek ando membuat ian menatap kesal lalu dengan ringannya ia menjitak kepala ando dengan keras. "Argh! Sakit! Jahat sekali.. Padahal aku hanya bertanya."

"Bukan urusanmu."

Ando pun berdecak. Dan ia mengingat sesuatu untuk diketahui bryan. "Ah satu lagi, tadi ada gadis mencarimu." Uacapan ando membuat bryan menoleh. "Siapa?"

"Itu anak yang numpang disini selama seminggu itu, kalau gak salah bella namanya."

"Oh, yasudah."

"Eh? Kau tidak bertanya kenapa ia mencarimu?"

"Tidak. Penting." Singkatnya lalu ia menidurkan dirinya di kasur tingkat itu yang berada diatas. "Kau sudah akan tidur? Bukannya kau belum makan malam?"

"..." Tidak ada suara, ando mengangkat bicara lagi. "Oy! Sudah tidurkah dirimu? Ahh sudahlah." Pasrah ando lalu keluar kamar membawa buku ditangannya. Sedangkan ian tidak tertidur. Hanya sedang memikirkan sesuatu, ada yang aneh tadi. Saat ia datang kerumah pria itu dan wajah pria itu sangat kesal padahal dia hanya membunyikan bel sekali.

Dan yang lebih anehnya, muka laura memerah seperti menutup sesuatu saat bertatapan dengan pria itu. Ada apa sebenarnya? Pikiran demi pikiran membuat dirinya frustasi akan itu. "Apa aku sudah tidak bisa dianggap lagi olehnya? Apa aku harus mundur?"

"Arghh! Kenapa pria itu harus datang kehidupannya?" Kesal bryan akan takdir yang mempertemukan mereka berdua.

👑👑👑

Kamis. Laura merasakan dadanya dugun dugun. Tidak pernah tenang sepertinya jantung ini. Selalu berdebar debar jika ia ingin bertemu dengan seorang pria apalagi pria itu, Aksa. Hari ini ia dirombak menjadi gadis yang berpenampilan natural namun dewasa. Pakaian yang ia pakai gaun manis berwarna maroon dengan sedikit beukat bunga.

Dan itu membuat bentuk tubuhnya gampang terlihat, maka dari itu ia lapisi dengan kemeja kotak kotak berwarna hitam, yang sedikit menutupi bagian yang tidak ingin ia tunjukkan. Ia memakai sepatu sneakers putih dengan kaos kaki abu muda semata kaki. Dan Perfect. Membuat siapa saja yang melihatnya sangat terpesona olehnya.

Saat ini ia, sedang menuju taman, dan terlihatlah aksa dengan pakaian kasualnya kaos abu muda dengan celana selutut maroon kemudian sepatu hitam all⭐. Betapa tampannya aksa dan ditambah kaca mata hitam yang membuat dirinya terlihat gagah. "Hai. Maaf telat." Ucap laura membuat aksa menatapnya dengan terpana melihat laura yang berada dihadapannya.

Rambut laura yang biasanya digerai lurus atau dikuncir kuda. Sekarang rambutnya sedikit bergelombang dibawah dengan mahkota yang menjadi bandonya. Tanpa sadar aksa memuji laura..

"Cantik." Membuat laura tertunduk malu. "Terima kasih. Aksa juga tampan." Ucap laura sedikit tertawa kecil.

"Terima kasih kembali. Ayo kita berangkat sekarang. Bolehkah?" Tanyanya dengan memberi tangan kanannya untuk digenggam. Laura pun ragu dan membolehkan aksa mengganggamnya saat itu juga. "Ayo." Dengan semangat aksa langsung menarik laura dengan pelan.

Tanpa mereka sadari ada satu orang yang melihat kedua orang yang sekarang berada dihadapannya sekarang dengan kesal ia berbalik badan lalu melihat barang yang ada ditangannya. Dan ia langsung menghembuskan nafas dengan kasar. Ia kesal, sangat kesal akan dirinya yang sangat pengecut ini.

Sudah 8 tahun ia mencintai namun sampai sekarang ia belum berani mengucapkan itu. Sampai gadis itu sudah dikejar oleh orang lain. "Bodoh kau." Gerutunya lalu meninggalkan tempat itu, masih dengan tangan yang menggenggam sesuatu.

👑👑👑

Laura terpana akan dihadapannya, aksa mengajaknya ke sebuah aquarium dan itu sangat indah. Dia saja baru tahu ada tempat seperti ini ditempat tinggalnya. "Sesenang itukah? Ahh jadi ingin memakan mereka." Ucap aksa setelah bertanya kepada laura dengan bergumam sesuatu.

Laura yang mendengar itu langsung menoleh kearahnya dan tertawa kecil. "Apa habis ini kita harus mencari sebuah makanan yang terkait dengan tuna?" Tanya laura. Membuat aksa menatapnya dalam.. "Nah pintar.. Ah tadi aku tidak sengaja melihat ada sebuah festival semuanya tentang makanan. Bagaimana kita nanti kesana saja?"

"Boleh. Em karena ngomong tentang festival, disekolahku mengadakan acara itu dan aku mengundangmu dan twins. Apa kalian mau datang?"

"Wah tentu saja kami akan datang. Twins pasti sangat tenang. Ngomong ngomong apa yang akan kamu kenakan difestival itu?"

"Em, aku belum memikirkannya nanti pasti ada pemilihannya. Jadi tinggal menunggu saja." Aksa pun hanya mengangguk mengerti lalu ia menggandeng tangan kanan laura dengan mengajak kesuatu tempat. "Ayo kita kesana, sepertinya seru."

"Ayo."

Tak sengaja seseorang menyenggol bahunya dan saat itu ia menoleh kearah orang itu. "Loh aksa?" Tanya orang itu. "Kau?"

"Ini aku Deno. Apa kabar sa.."

"Wah deno, sahabatku yang paling playboy?"

"Ah kau mengingatkannya lagi.. Tapi memang begitu kenyataannya, oh kau sama siapa?"

"Ah ini laura. Laura kenalkan ini sahabatku.." Ucapannya terpotong karena deno langsung mengambil tangan kanan laura dengan lembut. "Salam kenal aku deno, kamu bisa manggilku sayang juga boleh."

Bletak! Suara geplakkan terdengar, aksa kesal karena deno memegang tangan halus laura. "Laura."

"Jangan macam macam!" Ancam aksa kepada deno membuat deno memelaskan wajahnya. "Jahat sekali kau, sakit kepalaku nih.. Sayang elus kepalaku dong."

Plak!

"Siapa yang sayang, jangan mengelusnya laura. Kita tinggalkan saja dia."

"Permisi." Pamit laura dengan menunduk sedikit kearah deno. Deno yang ditinggal hanya mendengus kesal.

👑👑👑

"Mau kemana lagi kita, aksa?" Baru saja aksa ingin menjawab, panggilan seseorang menghentikan mereka. Dan orang itu memanggil laura. "Laura!!"

Laura pun langsung menoleh dan mendapati nana sahabatnya sedang berdiri tak jauh darinya. "Hai, sama siapa kesini na?"

"Aku bersama abang kesini. Lalu ini? Kau bersama dia?"

"Ah iya, aksa kenalkan dia sahabatku nana. Nana kenalkan dia.."

"Aksa Pradipta, right? Yang sering kamu ceritakan?" Nana langsung memotong ucapan laura. Sedangkan laura yang mendengar ucapan nana langsung membelo, tak beda dengan aksa ia mengernyit tak mengerti. "Ah maksudku om dari twins?" Ringisnya saat melihat wajah laura dengan panik dan aksa pun mengangguk.

Kemudian nana langsung dipanggil oleh seseorang yang mereka tahu itu adalah abang nana. Nana langsung bicara tanpa suara kearah laura "Sorry, My bad."

"Kalau begitu aku pergi dulu dadah." Setelah nana pergi. Aksa langsung bertanya yang tadinya berdiam diri. "Tadi itu.. Sahabat sejak kapan?"

"Sejak mpls, kita bertemu.. Saat itu roknya kendor hm... Lalu aku membantunya untuk menjahitnya sedikit."

Aksa yang mendengarnya sedikit tertawa kecil. Namun ia melihat bagaimana laura menceritakan sahabatnya dengan kobaran semangat. "Lalu, kamu sering menceritakanku?" Ledek aksa membuat laura memerah merona. "Eh? Tidak. Tidak sesering itu. Hanya yang lebih sering aku menceritakan twins."

"Ah, aku kalah lagi soal itu dengan zelo." Lirih aksa.

"Eh kamu bicara apa?" Tanya laura yang sedikit mendengar lirihan aksa. "Ah tidak apa apa. Ayo kita pulang, twins pasti sedang menunggu kita."

"Okay, tapi beli makanan untuk mereka terlebih dahulu. Apa tidak keberatan?"

"Tentu saja, tidak keberatan. Kalau begitu ayo." Ajak aksa yang langsung menggenggam tangan laura dengan lembut.

👑👑👑

Laura and Aksa dating is over.

---Bersambung---

Jangan lupa like ceritaku dan mampirlah keceritaku yang lain.

Terima kasih..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!