The twins leave

Laura semalam menginap dirumah twins karena hari ini twins dan papanya akan pergi dari rumah ini. Maka dari itu ia akan tinggal sementara sampai twins berangkat. Barang barang twins dan atribut twins sudah dimasukkan kedalam mobil, semua sudahh siap tinggal berangkat saja. Zola menghampiri laura yang berdiri terdiam menatap arka dan aksa yang sibuk dengan perabot rumah. "Laura.." Panggil zola membuat laura berjongkok didepan zola.

"Ada apa sayang?"

"Apakah laura akan datang kerumah nenek besok?"

"Em, sepertinya tidak."

"Lalu apa laura akan datang minggu depan?" Laura menatap mata binar zola dengan elusan rambut ia langsung menggeleng pelan. "Tidak bisa secepat itu sayang, aku masih harus disini." Laura langsung menahan air matanya saat melihat zola memelaskan matanya. Dalam hati ia berteriak keras.. Aku juga tidak ingin kalian pergi, apalah hak aku menahan kalian?

"Apa zola tidak akan sering bertemu dengan kami?"

"Maafkan aku."

Lama zola menatap mata laura dengan dalam dan ia langsung terduduk diaspal dengan menahan air matanya yang sudah keluar sedikit demi sedikit. "Zola tak pergi." Ujarnya. Membuat semua menatapnya dengan mengernyitkan dahi, nenek kakeknya hanya terdiam dengan menahan air matanya juga. "Zola, semua sudah siap.. Kamu kemarin juga sangat gembira." Ujar aksa.

Mereka juga tidak ingin memisahkan mereka namun memang mereka harus pergi dari rumah ini. "Zola tidak mau pisah dengan laura dan om aksa. Zola mau kita semua tinggal bersama nenek, kakek, papa, zelo, om aksa, zola dan laura.."

Laura yang tidak bisa menahan nangisnya langsung terduduk diaspal seperti zola. Namun ia sedikit menunduk dan menutup wajah dengan kedua telapak tangannya. "Maaf maaf, aku tidak bisa ikut kalian.. Maaf sekali lagi. Hiks.."

Zelo yang melihat itu langsung menarik tangan zola membuat zola meliriknya. "Ayo kita pergi, kau membuat laura menangis." Semua terkesiap atas perilaku zelo terhadap zola. Zola yang mendengar itu langsung menatap laura dengan melas ia langsung menghamburkan kelaura untuk memeluk laura.

Laura pun membalasnya dengan erat sedikit bergumam meinta maaf akan tak bisa ikut dengan mereka. Zelo pun ikutan memeluk laura dengan erat. "Jangan melupakan kami, kami menyayangimu laura." Ucap zola membuat laura mengangguk. "Kau tidak akan melupakan kalian, aku juga menyayangi kalian." Semua orang yang melihat itu terharu karena mereka bisa merasakan twins yang merasa kehilangan akan laura begitupun sebaliknya.

👑👑👑

Twins sudah duduk dikursinya dengan seatbeltnya yang melindungi tubuh mereka. Laura pamit ke ibu dan memberi hadiah untuknya.. Ia sedikit membuatkan poin jika twins tidak mau menurutinya dan poin itu mereka kumpulkan untuk mendapatkan hadiah.

Begitupun dengan aksa yang pamit dengan bapak entah apa yang mereka bicarakan, laura langsung beralih ke twins yang sedak terdiam. "Zola, zelo.. Kalian harus pintar dan menuruti nenek kakek kalian. Dan jangan nakal." Tutur laura diangguki oleh twins. "Sering sering telpon kami laura.. Kami menyayangimu." Ujar zola.

"Aku pun begitu." Akhirnya mobil itu pun meninggalkan didepan rumah aksa. Laura hanya bisa menatap dari belakang, ia langsung menangis. Aksa yang melihatnya langsung menggenggam tangan kanan laura sembari dielus lembut. "Terima kasih sudah berada didekat kami.. Kamu membuat hidup mereka sempurna dan menghangatkan mereka jika sedang bersedih hati."

"Aku pasti sangat merindukan mereka.. Hiks.." Aksa menoleh kearah laura dan merangkum kedua pipi laura dengan menghapus air mata yang sudah mengalir dipipi. "Jangan menangis, kamu tidak perlu bersedih.. Kita akan bertemu lagi oleh mereka berdua.."

Aksa pun mendekatkan bibirnya kearah kening laura.. Dan memeluk laura dengan erat.. "Terima kasih sudah datang dikehidupanku juga. Kamu juga sudah mewarnai hidupku yang suram ini." Dengan masih didalam dekapan aksa, laira langsung mengingat sesuatu.. Lalu membalas pelukan tersebut. "Aksa.."

"Hm?"

"Happy birthday, umurmu semakin tua ya?"

"Loh?" Bingung aksa dengan merenggangkan pelukannya dan menatap laura dengan bingung. "Aku diberi tau oleh ka erik, dan umurmu sekarang sudah 26? Wahh betapa jauhnya umurku dengan umurmu?"

"Tidak ada sangkut pautnya cinta dengan umur. Jika umurku sudah tua aku juga akan mencintaimu seperti ini."

Cup!

Aksa sekilas mencium bibir laura dan sekejap laura mematung dengan menatap aksa terkejut. "Kenapa? Aku meminta hadiah ultah ku hari ini. Tidak boleh?"

"Memangnya status kita apa?" Tanya laura membuat aksa bungkam dan meraba kedua tangan laura lalu menghela nafas. "Tidak usah bertanya, kamu sudah tau jawabannya apa."

"Memangnya apa?"

"Ini.. Kamu sudah memakai cincin yang aku beri, secara tidak langsung kamu menerimaku sebagai tunanganmu." Jelasnya. Laura yang mendengar itu langsung menunduk malu sedanngkan aksa hanya tersenyum bahagia.. Aksa pun langsung menarik laura untuk masuk kedalam rumah. Karena ia takut akan ada gosip yang tak mengenakkan untuk keduanya, karena tetangga aksa sangat menyebalkan.

👑👑👑

Dua bulan setelah twins pergi, laura saat ini sedang fokus fokusnya ujian.. Setelah naik kelas ia langsung di beri tugas banyak oleh guru. Begitupun dengan aksa yang sangat sibuk dengan berita berita yang tiba tiba datang dari email dan langsung diselidiki oleh semua reporter..

Ia langsung membicarakannya diacara langsung ditv. Dengan wajah tampan walaupun sudah ingin kepala 3 ia masih terlihat sangat tampan. Laura sering melihat aksa digosipi dengan seorang artis, jika mereka telah sudah bertunangan dan itu membuat dirinya sedikit meragu. Saat ini ia sedang belajar dengan sungguh sungguh untuk melakukan semua kegiatan kelas 12. Laura sekelas lagi oleh sahabatnya nana, dan bersama citra gadis yang membenci dirinya.

👑👑👑

Waktu berjalan terus menurus, sampai laura sudah selesai ujian nasional ia langsung menyalonkan diri menjadi guru di daycare. Agar ia setelah lulus langsung bekerja disana.. Karena semenjak ia part time Laura sudah banyak mengumpulkan uang dan laura sudah membeli rumah yang dulu pernah ia tinggali dengan ibunya.

Sedikit fakta, ternyata ibu angkatnya adalah ibu kandungnya sendiri. Dulu saat ia masih menjaga twins ia mencari barang yang sudah dibawa ke loteng panti. Dan ternyata ada foto ibu angkatnya dengan seragam pasien rumah sakit dengan menggendong bayi, saat itu juga ia penasaran akan hal itu.

Tak lama ia menemukan sebuah diary tentang dirinya disitulah ia tau kenyataan bahwa ia pernah menemukan ibu kandungnya sekaligus pernah melihat foto ayahnya sebelum ia terlahir. Ayahnya sangat antusias karena ia telah datang diperut sang istri, namun saat itu beliau didalam taksi dan mengalami kecelakaan..

Dan itu membuat beliau dengan supir taksi yang berada disana meninggal ditempat, saat membaca tulisan itu ia menangis sangat kencang. Namun laura menahannya untuk tidak terlalu terdengar oleh semua orang, ia langsung membawa kardus itu kedalam kamarnya.

Ia langsung melihat betapa bahagianya kedua orang tuanya.. Dan betapa sedihnya dia tidak bisa melihat sang ayah. Sejak saat itu ia langsung mendoakan kedua orang tuanya dan mencari makam ayahnya yang sudah ditindih oleh sang ibunda.

'Aku akan selalu mencintai kalian, bahagialah disana.. Aku akan mencari kebahagiaan seperti kalian mendapatkan kebahagiaan saat kehadiranku datang.' Itulah doa laura saat sedang berhadapan dengan ibunda dan sang ayah.

👑👑👑

---Bersambung---

Jangan lupa like ceritaku dan mampir kecerita yang lain.

Terima kasih.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!