Saat ini aksa dengan twins sedang berada dihalaman rumah.. Sedangkan twins sedang berenang di kolam buatan. Aksa yang sudah rapih dengan kemeja dan dasinya.. Dan Zelo bermain dengan silang ditangannya.
Laura saat ini sedang otw menuju rumah aksa dan sikembar, sesampainya ia melihat Zelo dan Zola sedang berenang."Ah lauraa, lauraa!! welcome home?" Ujar Zola membuat aksa dan zelo menoleh kearahnya. Namun tangan zelo bukan kearah laura melainkan kearah aksa. "Argh! Zelo selangmu, kenapa ke arah om?" Ujar aksa sambil mengusap mukanya. Laura yang baru datang terkejut akibat teriakan aksa. "Kau tidak apa apa?" Panik laura lalu memberi handuk kecil kepada aksa. "Ah terima kasih.." Zelo yang melihat aksa dan laura sedang sibuk mengeringkan rambut dan mengelap mukanya.
Zelo pun langsung menatap aksa "Maafkan aku.." Aksa yang mendengar itu langsung menghampiri zelo "Tidak apa apa." Laura yang melihatnya langsung mengampiri zelo dan mengelus kepala "Zelo anak baik." Ucapnya membuat Zelo berbinar dan memeluk laura dengan erat.
"Aksa, bukankah kau harus berangkat kerja?" Tanya laura membuat aksa membulatkan mata dan melirik jam berada ditangannya. "Waahhh aku telat."
Tak lama aksa sudah rapih lagi dengan pakaian kemejanya yang dilapisi dengan jas. "Kalau begitu aku berangkat dulu." Pamit aksa tersenyum kearah laura. "Hati hati, selamat bekerja.." Ujar laura, dengan senyuman yang sangat manis. Senyumannya membuat aksa merasakan desiran aneh didalam tubuhnya.
'Ada apa dengan jantungku?' Batin aksa sembari merelekskan diri didalam taksi.
👑👑👑
Setelah aksa berangkat kerja, laura dan twins langsung pergi menuju daycare. Mereka sibuk dengan mainannya.. Tak lama siaran yang memunculkan wajah tampan Aksa. Membuat twins menatap omnya itu.
"Lauraa!! Om aksa didalam tv." Celetuk Zola dengan suara yang sangat imut
"Benar, om Aksa sedang bekerja untuk kalian berdua."
"Tidak untuk laura juga?" Jawab zelo dengan mata bulat yang indah, laira menatap mata zelo dan zola
"Buatku juga namun om aksa lebih mementingkan tuk kalian berdua twins." Balasnya dengan kedua tangannya mengelus pipi tembam twins
👑👑👑
"Ayo Zelo, Zola kita pulang." Ajak laura. Kini mereka bertiga sedang berjalan didalam komplek.. Daycare, tempat tinggal laura dan komplek twins itu hanya perlu 20 menit jika berjalan. Maka dari itu mereka tidak perlu memakai angkutan umum seperti taxi dan bus. "Akhirnya kita sampai jugaa.."
"Lauraa, boleh kah kita memakan omurice?" Tanya Zola dengan suara menggemaskan. Laura pun menyatarakan tingginya dengan twins. "Tentu saja sayang, jika kalian ingin sesuatu langsung bilang kepadaku, got it?"
"Yes, i got it miss!" Ujar mereka serempak.
Malam ini laura membuat omurice untuk 4 orang, dengan menambahkan saus di tiga piring. "Ta-daa!! Omurice telah siap!" Ujar laura setelah menaruh 2 piring dihadapan twins dan satu piring untuknya dan satu piring ditaruh didalam lemari pendingin. "Selamat makan semuanya.." Serempak twins.
"Selamat makan." Balas laura, laura melihat ekspresi twins yang membuat dirinya luluh jika melihat ekspreai memohon atau berbinar dimata mereka.
👑👑👑
Sudah jam 8, Aksa pun pulang dengan wajah lelah.. Namun wajahnya seketika pulang saat menatap ainar mata dihadapannya dengan sebuah senyuman. "Selamat datang dirumah, Aksa.." Dan dibalas dengan senyuman.
"Aku pulang, laura.."
"Ah iya didalam kulkas ada omurice, apakah kamu sudah makan malam? Kalau belum aku akan menghangatkannya. Ah dan juga air hangat untukmu sudah siap."
"Hangatkan saja, nanti aku setelah mandi langsung menyantapnya.. Dan terima kasih laura." Balasnya dengan lembut lalu menepuk pucuk kepala laura pelan. "Terima kasih kembali." Gumam laura dengan tubuh mematung..
Setelah aksa memasuki kamar mandi, laura pun langsung tersadar untuk menidurkan twins. "Zelo, Zola hari sudah larut kita tidur yuk." Ajaknya. "Ayo!"
Sesudah dikamar, mereka tidurnya dilantai dengan alas tidur yang empuk ditambah selimut untuk menghangatkan tubuh kecil. Laura membacakan sebuah cerita dengan suara yang sangat merdu. Yang membuat si kembar ingin menutup matanya dan terlelap.
Selesai membaca laura merapihkan posisi sikembar dengan pelan namun pasti, setelahnya ia melihat aksa sedang menonton tv. Sekarang jam 8 malam, sikembar sudah tidur. Ia pun langsung menduduki badannya disebelah aksa.
Aksa yang melihat laura duduk disebelahnya hanya bisa menjaga jantungnya agar tidak terlalu berisik. "Kembar sudah tidur?"
"Sudah terlelap. Apa kamu besok berangkat pagi?"
"Tidak, besok aku masuk siang.." Jawab aksa membuatnya menoleh kearah laura. "Ada apa?"
"Eh? Tidak tidak apa apa. Hanya ingin tahu saja."
"Em, laura.." Gugup aksa, laura pun menoleh kearahnya. "Ada apa?"
"Apa minggu depan kamu ada waktu senggang?" Tanya aksa dengan pelan. "Minggu depan? Jam berapa? Hari apa?"
"Em, siang? Hari kamis. Kamu ada waktu? Aku ingin mengajakmu kesuatu tempat."
"Bisa, lalu twins bagaimana?" Tanya ragunya, aksa hanya mengangguk "Soal twins, aku sudah bilang kepada bi milan untuk menitip mereka sebentar." Jelas aksa. "Baiklah, sepulang sekolah aku bisanya jam 2-an. Tidak apa kan?"
"Tidak apa apa, aku akan menunggumu di taman kalau begitu."
"Oke, ah sudah set 9. Kalau begitu aku harus pulang segera." Ujar laura sembari memakai jaket dan mengambil tasnya. Sesampai didepan pintu. "Kalau begitu sampai ketemu besok. Aku pamit pulang. Selamat malam aksa." Laura tersenyum manis menutup detakan jantungnya yang sudah ingin meledak sebentar lagi.
"Hati hati laura dan selamat malam juga.." Balas aksa dengan senyum tampan diwajahnya.
👑👑👑
Didalam kamar, setelah mandi. Laura mendudukan dirinya dilantai dan menyenderkan punggungnya dikasur. Tangan kanannya mencoba meraba dadanya dengan sedikit menekan, ia ingin merasakan suara detak jantungnya yang sedari tadi belum juga berhenti seperti biasa. "Aduhh, ada apa dengan jantungku? Apa aku sakit jantung?"
"Ah aksa.. Kenapa kamu tampan sekali jika tersenyum?"
"Apa karena aku sudah jatuh kepada pesonanya? Apa ini bisa disebut cinta?"
"Ahh apalah itu, lebih baik diriku istirahat."
"Good night, aksa.. Have a nice dream n sleep tight." Gumam laura.
Dilain tempat, seorang pemuda sedang duduk dibalkon menatap cahaya bintang yang sedang menemani satu bulan. "Sleep tight n have a nice dream, laura."
Pemuda itu pun langsung tersenyum kecut memandang dan memikirkan apakah laura akan menerimanya? Atau hanya sekedar..
'Ah tidur sajalah dari pada memikirkan yang membuat hati sakit.' Batin pemuda itu
👑👑👑
Besok dipagi hari, aksa belum mengajak twins untuk ke daycare. Karena ia berniat hari ini have fun untuk twin dengan dia bersama laura didalam rumahnya. "Selamat pagi.." Sapa laura yang hari ini sangat bersemangat sekali. Dengan senyuman yang lebar dimulut kecilnya itu.
"Pagi juga laura." Balas sapa aksa. Si kembar pun langsung berdiri dihadapan laura dengan wajah imutnya. "Selamat datang di rumah laura!"
"Aku pulang. Hehe. Yaampun kalian? Gemezz." Ujarnya saat melihat pakaian yang dipakai twins hari ini. "Pakaian itu dari nenek mereka. Baru pagi tadi sampai dan mereka langsung meminta untuk dipakai. Untung saja bajunya sudah dicuci terlebih dahulu oleh neneknya." Jelas aksa.
"Oh begitu.. Zola, zelo kita main didalam saja yuk.. Cuaca saat ini sangan panas." Ajak laura dan dibelakangnya pun diikuti oleh aksa. Aksa yang menatap punggung laura dan twins, ia sangat berharap masa depan cepat datang.
Ia ingin memiliki laura menjadi miliknya dan menikah lalu mempunyai anak. Ahh betapa bahagianya dirinya. Aksa melamun. Dan tidak sadar sedari tadi laura menatapinya dan melambaikan tangan kearah wajah aksa. Memanggilnya dengan kencang. "Aksa! Aksa?! Hello??"
Twins pun ikut ikutan, dan Zola yang geram karena omnya tidak sadar ia langung menggigit lengan aksa dan Zelo pun mengikutinya dengan mencubit pinggang aksa. Detik itu juga aksa tersadar dan teriak kesakitan. Lalu punggungnya digeplak oleh twins dua kali teriak kesakitan. "Aw!Aw!" Ringisnya lalu matanya menatap twins dengan tajam, dan itu tidak membuat twins takut.
PLAK PLAK!
Suara gebukan di punggungnya terdengar dan mungkin sekarang punggungnya sudah memerah akibat twins. "Kalian kenapa? Om salah apa?!" Pekiknya. "Om salah." Cadel zelo.
"Salah apa om?" Aksa mengernyit akibat kelakuan twins. Sedangkan laura hanya diam menatapi 3 orang dihadapannya ini. Sedikit ia menaha tawa dan sedikit ia meringis. "Om mengabaikan panggilan laura." Zelo lagi yang menjawab. Sedangkan Zola yang sedari tadi sudah berada dipangkuan aksa hanya diam dengan bonekanya.
Seketika aksa tersadar bahwa disampingnya masih ada laura yang menatapinya dengan alis kirinya diangkat. "Kamu kenapa melamun aksa?" Tanya lembut laura mengalun indah membuat telinga aksa memerah. "Ah maaf, aku sedang tidak fokus."
Tiba tiba suara celutukkan zola membuat aksa menggeram malu. Karena aibnya sedikit terbuka. "Om aksa sedang memikirkan laura. Karena setiap laura berada disini om aksa selalu memperhatikan laura dengan diam." Celetuknya. Bukan aksa saja yang malu namun laura pun tiba tiba menundukkan wajahnya dan rambutnya pun langsung menutupi mukanya. Yang mungkin saja sudah merah seperti kepiting rebus.
"Zola!" Aksa menekan panggilan itu membuat zola bangkit dari pangkuan aksa dan berpindah memeluk laura. Zelo yang menatap kembarannya langsung berkacak pinggang dengan lucu dihadapan aksa. "Om tidak boleh suka kepada laura!." Larangnya membuat semuanya menatap zelo.
"Memangnya kenapa? Kenapa tidak boleh?" Tanya aksa dengan santai namun dengan sangat jelas mereka semua melihat raut wajah. "Tidak boleh! Tidak boleh!" Zelo menghentakkan lalu menghamburkan kepelukan laura tak lama zelo menangis Aksa yang melihatnya itu paham, lalu kemudian ada ide untuk mengerjai zelo. "Lelaki tangguh yang menyukai perempuan itu jika menangis itu sangat payah, kau tau itu zelo?"
Sekejap zelo berhenti menangis dan melepaskan pelukannya. Lalu menatap aksa dengan kesal. Tak lama ia masuk kekamarnya dengan menutup pintu dengan kasar. "Aksa, kamu iseng banget jadi omnya."
"Biarin habisnya dia mau jadi rival aku."
"Rival apa maksud kamu?" Laura mengernyit bingung.
"Kamu sedari tadi tidak menangkap suatu hal?" Laura payah dalam hal ini? Bagaimana bisa zelo mengerti hal begini? Dan lebih jago dari laura? Pikir aksa saat laura menjawabnya dengan gelengan. "Memangnya apa?"
"Zola lebih baik kamu susul abangmu." Dan zola pun menurut. Setelah itu aksa menatap laura dengan lembut dan mencoba mendekatkan wajahnya.
"Kamu mau ngapain sa?" Bingungnya sekaligus takut.
"Kami.. Ah sudahlah, sudah waktunya ku bekerja." Lalu bangkit dari duduknya dan berlalu dari hadapan laura. Sedangkan laura yang masih terdiam langsung memegang dadanya jantungnya berulah lagi.
'Ada apa dengan jantungku?' Gumamnya
👑👑👑
---Bersambung---
Jangan lupa like ceritaku dan mampirlah keceritaku yang lain.
Terima kasih..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments
DeputiG_Rahma
like like...
DEBU ORBIT disini siap dukung
hadir +like dong😁😁😁
2020-11-20
2