Hari ini, setelah kemarin papa twins berkunjung ketempat tinggal mertuanya, ia langsung meminta maaf karena tiba tiba menghilang. Dan meminta izin dirinya akan tinggal dirumah itu bersama twins.
Lalu saat ini mereka mengajak laura untuk menginap dirumahnya karena lusa mereka sudahh pindah. Dan akan meninggalkan kota yang menjadi sudah 5 tahun mereka tinggal disini. Aksa dan erik,papa twins. Mengizinkan laura menginap besok hari. Khusus hari ini mereka masih harus dijemput oleh omnya dan papanya didaycare.
Ting!
Seorang wanita paruh baya melihat kedatangan aksa pun langsung memanggil twins bahwa mereka sudah dijemput. Aksa pun mengenalkan kakanya terhadap semua orang di daycare ini dan membicarakan kepindahannya twins. "Ah, perkenalkan bu.. Ini kaka saya arka papa twins, beliau sudah kembali."
"Salam kenal saya arka, dan terima kasih ingin menjaga twins." Semua orang terkejut dan langsung tersenyum..
"Syukurlah kau tidak apa apa, tidak usah berterima kasih kami menerima teins dengan berlapang dada." Senyum bu guru twins. "Ah, satu lagi saya ingin membicarakan bahwa twins lusa akan pindah dan tinggal bersama nenek kakeknya."
"Oh.. Mendadak sekali?"
"Iya, karena papanya pulang sangat mendadak dan mau tak mau twins harus pindah secara mendadak.. Maaf saya telat bilang."
"Tidak apa apa, apa laura mengetahuinya?"
"Ya dirinya sudah tau, maka dari itu saya harus memberi tahu ke ibu panti juga.." Senyum aksa kepada para guru dan penjaga disana.
👑👑👑
Aksa sekarang sedang berhadapan dengan ibu panti meminta izin untuk laura bisa menginap dirumahnya sehari demi twins. "Hanya sehari ini saja?"
"Iya bu, hanya sehari ini saja.. Karena besoknya twins sudahh berangkat."
"Tapi kamu taukan ada syaratnya?"
"Tau bu, saya berani bertanggung jawab atas syarat tersebut." Tegasnya diangguki oleh bu panti. "Baiklah, silahkan kau tanda tangan disini." Ujarnya sembari menyodorkan kertas yang berisi syarat untuk laura kepadanya. Aksa langsung menanda tangani lalu berterima kasih ke padaa ibu panti, setelahnya Aksa berpamitan dan keluar dari ruangan tersebut. "Terima kasih bu, kalau begitu saya pamit.. Permisi."
Aksa langsung menutup pintu ruangan itu dan tak sengaja aksa bertemu dengan laura didepan ruangan itu. "Nanti malam kamu langsung kerumahku saja.. Kami akan selalu menunggu kedatanganmu." Ujarnya. "Em.. Ok.. Terima kasih sudah mengizinkanku.. Aku merasa tak enak."
"Tidak perlu merasa begitu, kalau begitu aku pamit untuk pulang lebih dulu.. Dan jangan lupa kerumah malam ini."
"Iya, hati hati.."
👑👑👑
"Papa papa, laura kapan dattang?" Tanya zola yang tidak sabaran. "Mungkin sebentar lagi.. Tunggu saja."
Ting tong!
"Nah itu diaa.. Ayo samper dia." Ajak aksa kepada twins. Dan tampillah laura dengan wajah bersinar... "Selamat datang!"
"Aku pulang.."
"Nah karena laura sudah datang lebih baik kalian berdua mandi.. Kamu juga mandi saja disini." Ucap aksa dengan enteng. "Eh tidak perlu.. Aku tidak apa apa.."
"Jangan menolak. Kamu mandi saja bersama mereka.." Aksa berlalu dan berjalan menuju dapur untuk mengambil minum sampai dapur yang ternyata sudah ada arka sedang menyiapkan makan malam. Aksa pun langsung keluar tanpa bicara dan menuju kamarnya. Dan bekerja dengan santai. Laura yang sedang berendam sambil mendengar celotehan twins ikut tersenyum dan tertawa..
Selesai mandi ia langsung memakai baju sweter hitam dan celana training abu abu.. Dengan rambut panjang yang masih basah ia mengurusi twins untuk memakai pakaiannya. Setelah itu ia langsung mengetuk ruangan yang ia ketahui kamar aksa.
Tok! Tok! Tok!
"Masuk."
"Terima kasih atas mengizinkanku untuk mandi.."
"Sama sama.." Dan ternyata diruangan itu ada arka juga, arka yang melihat gerak gerik adiknya langsung menarik laura masuk kedalam ruangan itu, arka langsung pamit keluar. "Kalian bicara saja lebih dulu.. Aku keluar."
"Eh?" Pintupun tertutup dan aksa hanya menghela nafas lalu beralih kerambut laura. Sedikit mengomel ia memberi selimut untuk menyelimuti tubuh laura. "Kau ini.. Rambutmu masih sangat basah dan kau biarkan begitu saja? Kamu akan masuk angin jika begitu.. Pakai ini." Sodornya selimut kearah punggung laura. "Eh?"
"Dan pakai ini untuk mengeringkan rambutmu." Ujar aksa sembari memberi handuk kepala. Laura mengernyit tanda bingung.. Bagaimana ia mengeringkan rambut jika ia disuruh mengeratkan selimut? "Bagaimana aku mengeringkan rambut? Kedua tanganku memegang selimut tebal ini.."
"Ah iya.. Ya sudah sini kamu duduk dulu biar aku saja yang mengeringkan."
"Eh tidak usah, aku lepaskan saja selimutnya.."
"Tidak.. Biar aku saja.." Paksa aksa yang sudah lebih dulu menahan pundak laura yang ingin bangkit dari duduknya. Suasana hening.. Tidak ada yang berbicara ditengah itu laura langsung.. "Terima kasih aksa.."
Aksa yang masih fokus dengan rambut laura langsung tersenyum bahagia.. Entah apa yang sekarang ia rasakan tapi ia selalu ingin waktu berhenti sebentar. "Sama sama."
Tok! Tok! Tok!
"Aksa lauraa waktunya makan malam.. Jangan terlalu lama didalam ruangan.." Ucap arka membuyarkan lamunan aksa dan laura sedikit salah tingkah akan ucapan arka. "Apa sudah kering?"
"Sedikit lagi.. Dah selesai.." Laura pun bangkit dan membuka selimutnya dan melipat kembali, lalu ia menguncir rambutnya dengan asal Aksa hanya melihat terdiam dan sedikit tergoda. Aksa langsung menggelengkan kepalanya mencoba menghilangi pikiran kotor. Dan menatap laura yang sudah menatapnya sedari tadi. "Kau kenapa?"
"Tidak, ayo kita ke meja makan sekarang.. Yang lain sudah menunggu." Ajak aksa dan laura hanya bisa mengikuti dalam diam. Arka yang melihat aksa langsung tersenyum meledek kearah aksa, aksa yang melihatnya hanya memutar bola mata dengan malas.
👑👑👑
Setelah makan malam.. Laura langsungvmengajak twins untuk mendengarkan dongengnya.. "Pada suatu hari ada seorang putri yang tersesat didalam hutan, dengan pakaian lusuh namun tidak membuat dirinya jelek.. Wajah yang sangat cantik itu masih terlihat.. Tak lama ada suara aungan serigala didekatnya ia pun langsung bersembunyi namun itu sia sia karena aromanya tercium oleh serigala itu..
Kemudiann.. Muncullah dibelakangnya RAWRR!!" Pekik laura kepada twins membuat mereka terkejut dan sedikit tertawa. "WA! Haha.." Gelak zola beda dengan zelo yang hanya terkejut. "Putri itu menoleh pelan dan ia sudah terjebak oleh serigala itu.. Ia pun mematung karena serihala itu tiba tiba mendekatinya dengan langkah pelan..
.. Ia ingin kabur namun ia terjebak, saking takutnya ia terjatuh lemas serigala itu sudah berhadapan dengan mukanya lalu putri itu merasakan nafas serigala itu yang sangat kasar.. Putri itu langsung menutup mata.." Ceritanya pun berlanjut sampai twins terlelap akan matanya sangat berat, laura yang melihat itu langsung tersenyum dan merapikan tidurnya twins.
Sesudah itu ia juga ikut berbaring disamping zelo, zelo memang ditengah meringkuk badannya sedangkan zola dipinggir ia selalu tidur tidak bisa diam. Laura langsung menarik selimut menutupi tubuh twins dan memeluk zelo, zelo yang merasa kehangatan langsung masuk kedalam dekapan laura.
Tanpa laura sadari, pintu kamar twins sedikit terbuka dan empat pasang mata melihat mereka dari awal cerita sampai mereka terlelap. Arkapun menoleh aksa, dengan senyum ledekk. "Memang sudah cocok dia menjadi adik iparku.. Kapan kau menikahinya?"
"Nanti, tunggu dirinya mengejar cita citanya terlebih dahulu."
"Baiklah, ku tunggu kau meminta restu kepada ibu bapak."
"Tunggu saja." Setelah pembicaraan mereka langsung mengistirahatkan tubuhnya dikamar masing masing.
👑👑👑
Pagi pagi zola berguling keluar dari selimut atau alas tidurnya. Tak lama ia mengerjapkan kedua matanya sedikit mengucek matanya pelan.. Dan itu tidak pulih dari penglihatan laura yang sedikit terkekeh kelakuan zola dipagi hari.
"Selamat pagi, Zola." Sapa laura membuat zola menatapnya bingung. "Laura disini? Ah iya laura menginap, selamat pagi juga.." Tanyanya sambil menjawab sendiri lalu ia menghamburkan badannya kepelukkan laura
Sedangkan zelo tiba tiba terduduk dari tidurnya dengan mata yang masih tertutup ia langsung merangkak kearah laura. "Selamat pagi, laura." Ujar seraknya membuat laura tersenyum senang. "Pagi juga zelo. Ayo kita rapih rapih.. Sebentar lagi nenek kakek kalian datang."
Laura pun langsung keluar dari kamar twins dan menuju dapur sesampai dapur ia melihat aksa sedang mencuci piring bekas dirinya. "Selamat pagi, maaf aku bangun terlambat." Sapa laura lalu sesalnya saat ia melihat sarapan sudah siap. "Tidak apa apa, kamu kan tamu.. Duduklah dan makan sebentar lagi ibu bapak datang."
"Terima kasih makanannya, selamat makan." Ujar laura diikuti oleh twins.
👑👑👑
Setelah semua sudah siap, tak lama ibu bapak sudah sampai.. Laura pun juga ikut menyapanya.. "Selamat pagi bu pak."
"Pagi juga laura, katanya kamu menginap disini demi twins ya?" Laura menjawab dengan anggukan ditambah senyuman manisnya.. "Terima kasih laura sudah menjaga mereka dan merawat mereka, dan mereka bisa merasakan hangatnya seorang ibu.."
"Tidak perlu berterima kasih kepadaku, aku melakukannya dengan tulus.."
"Ah betapa bahagianya aku dipertemukan seorang malaikat sepertimu, kemarilah aku ingin memelukmu." Ujar ibu yang sudah merentangkan tangan. Laura pun langsung masuk kedalam pelukan itu sedangkan tiga pria di belakang mereka menatap dengan hangat..
Aksa yang melihat itu langsung tersenyum senang akan akrabannya laura dengan nenek twins. 'Setidaknya tak akan sulit jika meminta restu kepada ibu dan bapak.. Ah sudah tak sabar menunggu hari itu.' Pikir aksa yang tersenyum membayangkan sambil menatap laura dengan manis. Arka yang melihat tingkah adiknya langsung merangkul membisikkan sesuatu membuat aksa melotot kearahnya.
'Sepertinya laura akan cocok menjadi ibu twins.' Itulah bisikan kakanya membuat aksa sangat tak suka. Apa apaan dia, enak saja mengklaim laura sebagai ibu twins.. Bisa panas terus menurus dirinya. Arka yang melihat aksa membara hawa panas tertawa kecil sedangkan bapak hanya bisa menggelrngkan kepala akibat kelakuan arka.
👑👑👑
---Bersambung---
Jangan lupa like ceritaku dan mampir kecerita yang lain.
Terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments