Hari ini adalah hari kebahagiaan laura. Karena di tanggal 12 ini adalah hari dimana ia bergabung bersama keluarga daycare. Dimana ia merasakan kehangatan keluarga dari seorang ibu atau dari saudara. Foto laura yang ditemani dengan sebuah kue, sudah terpasang di mading.
Kemudian pagi tadi laura yang membawa twins ke daycare, namun karena ada hal mendesak ia tidak bisa pulang bersama twins jadinya Aksa lah yang akan menjemput twins pulang. Setelah aksa datang, ia langsung memanggil keponakannya sembari menunggu ia melihat kearah mading dan matanya langsung membelo. "Ini? Hari ini.. Laura ulang tahun? Benarkah itu? Bagaimana aku bisa tidak mengetahuinya?" Tanyanya beruntun.
Namun dijawab dengan gelakkan melihat ekspresi aksa. "Bukan hari ini ulang tahun laura namun tanggal 26 April nanti ia akan ultah berumur 18 tahun. Hanya saja hari ini kami merayakan kedatangan laura." Huh.. "Wah benarkah? Lalu sebentar lagi dia akan berumur 18 tahun?" Tanyanya sekali lagi. Dijawab dengan anggukan.
Aksa pun langsung memikirkan apa yang akan ia berikan kepada laura? Seketika lamunanya buyar saat mendengar teriakan Zola. "OM AKSAAAA!! AYO KITA PULANGG!!" Teriakan zola membuat telinganya panas.
"Oh baiklah.. Kalian sudahh siap?" Tanya aksa dijawab anggukan oleh twins. "Baiklah ayo, kalau begitu saya permisi dulu mba."
"Baik hati hati, dadah Zola Zelo sampai ketemu besok." Twins pun membalas dadahan ibu gurunya itu.
Sesampai rumah ia masih bingung apa yang akan ia berikan kepada laura, karena baru sekarang ia merasakan desiran aneh didalam tubuhnya walaupun ia pernah pacaran sekali. Namun rasa itu tidak ada didalam dirinya yang hanya bisa dirasakan saat ia berada didekat laura..
👑👑👑
Laura saat ini sedang berada didalam kelas bersama sahabatnya nana. Hari ini ia sellu tersenyum setiap saat membuat nan bergidik ngeri dihadapan laura. "Hey, laura. Apa yang membuatmu senang? Bagi bagilah.."
"Hem? Hmm.. Hari ini adalah hari kebahagiaan aku, aku bisa merasakan kehangatan dalam kata 'keluarga'. Itulah yang membuatku bahagia."
"Lalu kenapa dengan kehangatan itu?"
"Kehangatan itu datang saat aku sudah bergabung menjadi babysitter di daycare. Aku bisa merasakan kehangatan disetiap tubuhku." Jelasnya dengan senyuman bahagia diwajahnya. Lalu nana mempunyai ide untuk menggoda laura.. "Lalu bagaimana jika kamu berdekatan dengan Mr. Pradipta itu?"
"Maksudnya?"
"Iya, reaksimu saat sedang berdekatan dengan aksa, om dari twins.. Apa ada debaran jantung? Sesak diparu paru? Atau memanas dipipi?" Tanya nana yang membuat wajah laura memerah akibatnya. Nana pun menahan tawa saat melihat sahabatnya yang polos ini dan tidak pekaan ternyata telah jatuh kedalam pesona Aksa Pradipta.
Nana yang tidak bisa menahan tawanya sedetik itu juga tawanya menggelegar.. Saking senangnya ia tidak bisa menghentikan tawanya. "Nana hentikan! Malu.. Kau diperhatikan saat ini."
"Hahahha, habisnya wajahmu sangat lucu laura hahaha.."
"Hentikan tawamu, kau bisa saja sakit perut karena tertawa berlebihan." Omel laura. "Aduh, oke maafkan aku.. Auhh perutku." Ringisnya sambil memegang perut kanannya.
"Tuhkan, apa ku bilang. Tidak percaya sih.." Kesal laura "Hehe sorry." Cengiran bodoh nana keluar.
"Ah iya aku baru ingat, laura. Katamu, kamu akan jalan bersama aksa dan ketemuan di taman ya? Kapan itu?" Kepo nana. Ah iya, untung saja nana menanyakan itu, tunggu hari ini diriku akan dirayakan. Berarti kamis besok?
"Bentar lagi, hari kamis dia akan menemuiku ditaman." Jawab laura dengan muka tidak sabar. "Tenang laura, nanti malam juga pasti dirimu akan bertemu aksa." Goda nana. Muka laura langsung padam. "Apa sih na, orang aku mikirin hari raya aku." Ujarnya dengan gugup.
"Heleh heleh."
👑👑👑
Laura pulang menuju panti setelah sekolah. Ia ingin langsung ganti baju namun ia belum makan siang. "Aku pulang." Ucapnya setelah ia masuk kedalam panti tersebut. "Ohh laura.. Kamu sudah pulang selamat datang dirumah.. Ah satu lagi kamu sudah makan? Ada sisaan nasi goreng bikinan ryan." Ucap nami dan bella teman seangkatannya yang baru datang untuk tinggal disini selama seminggu.
"Ah iya, makasih infonya. Aku bebersih terlebih dahulu." Permisinya namun bella masih saja memperhatikan punghung laura dengan tatapan tak suka. "Kau kenapa?" Tanya nami yang tak lain saudara sepupunya.
"Ah tidak apa apa. Sudah yuk ke kamar." Ucapnya gelagapan setelah itu ia langsung mengajak nami. Selesai mandi. Laura langsung memakai baju yang sesimple mungkin. Lalu dengan jaket yang ia genggam dan tas selempang yang sudah di bagian tubuhnya.
Sesampai dapur ia masih melihat bryan memasak nasi goreng yang mungkin ini adalah makanan favorit kedua selain sushi. "Wahh nasi goreng! Terlihat enak sepertinya." Laura pura pura takjub sedangkan bryan hanya menatap biasa. "Apa kau baru pertama kali memakan masakkan ku?"
"Hehe tidak."
"Nah ini dia khusus untukmu." Ujar bryan sambil memberi sepiring nasi goreng dengan diatas keju parut kesukaan laura. "Wah terima kasih ian.. Selamat makan." Binarnya, bryan yang melihat wajah senang laura merasa ada debaran di dadanya.
"Ahh terima kasih makanannya bryan. Kalau begitu aku berangkat ya." Laura pun langsung bangkit dan berbalik untuk keluar dapur. "Laura!, tunggu." Bryan menghentikan langkah kaki laura dan langsung menatap wajah bryan.
Bryan pun langsung menyiapkan segelas jus untuknya. "Minum ini terlebih dahulu, kalau kamu minumnya nanti mungkin akan cepat habis." Jelasnya, laura pun dengan senang hati menerimanya setelah selesai minum.
Ia tersenyum kepada bryan dan memberi gelasnya "Terima kasih ian. Aku pamit."
"Hati hati." "Hm." Balas laura.
👑👑👑
Sesampainya. "Aku pulang." Sapa laura saat sudah masuk kedalam rumah aksa. "Lauraaa! Selamat datang.." Ujar Zola dengan antusias. Aksa yang baru selesai kerja didalam kamarnya langsung menampakkan diri dan melihat laura dengan senyum hangat. "Selamat datang laura."
"Terima kasih. Dimana zelo?" Tanya laura yang bingung saat zelo tidak menyapanya. Biasanya zelo yang sangat antusias. "Ah Zelo? Dia sedang menonton kesukaannya, karena tadi ia dan Zola beributan mainan." Jelas aksa yang masih menatap wajah cantik laura. "Ah begitu.. Kalau gitu aku hampiri Zelo terlebih dahulu. Permisi aksa."
"Ya silahkan."
"Ayo Zola." Ajaknya.
Hari ini cepat sekali sudah menuju jam 7, padahal tadi masih jam 4. Mereka berempat sudah seperti keluarga bahagia yang ditemani dua malaikat dan dua dewa dewi yang sangat cantik dan tampan. "Laura.."
Panggil aksa saat sikembar sudah tidak ada dipangkuannya. Lalu ia menoleh kearah laura. "Ada sesuatu yang ingin ku berikan, bisa kita pindah tempat?" Tanya aksa dan diangguki oleh laura.
Laura hanya mengikuti aksa sampai didapur, aksa menyuruhnya duduk terlebih dahulu dan ia mengambil sesuatu dikamarnya. "Silahkan diminum. Bentar ya.."
'Ada apa ini? Kenapa diriku deg degan? Ah tenanglah laura..' Batinnya. "Em. Laura, ini aku membelikan hadiah untukmu. Kuharap kau suka."
"Akukan sedang tidak ulang tahun."
"Ya, tapi itu hadiah karena kedatanganmu di daycare. Jika saja kamu tidak pernah bekerja disana, kemungkinan sikembar masih tidak ingin berbicara dengan orang lain. Berkatmu, mereka berdua berani berinteraksi dengan semua orang. Dan itu terima kasih sudah bekerja didaycare laura." Jelasnya aksa membuat laura cukup terharu.
Adanya dia, yang bekerja dengan tulus dan sungguh sungguh. Membuat semua orang menyukainya. "Terima kasih hadiahnya aksa.. Apa aku boleh membukanya?" Tanya laura sembari mendongak kearah aksa.
"Silahkan."
Laura pun membuka tas belanja yang isinya satu kotak. Saat ia membuka kotak tersebut betapa cantiknya musik box yang diatasnya ada seorang gadis yang sedang bermain dengan bocah kecil disekitarnya. "Wahh, indahnya.. Terima kasih aksa.. Ini sangat indah, benar benar indah.."
"Suka?"
"Sangat suka.. Terima kasih." Ujarnya dengan bahagia. "Ah satu lagi.. Sebentar lagi diriku libur seminggu karena ada sesuatu masalah dikantor. Dan seminggu itu kita akan pergi kerumah nenek kakeknya kembar."
"Kalian bertiga saja?"
"Tidak, kamu juga ikut kami laura."
"Apa tidak apa apa? Aku kan hanya orang asing yang bekerja denganmu." Aksa pun menghela nafas saat mendengar kata 'orang asing'. "Kamu bukan orang asing laura. Kamu sudah menjadi keluarga kami juga, malahan jika kamu ingin menolak, langsung saja kepada nenek kakeknya kembar. Karena mereka juga ingin bertemu denganmu."
"Tapi.."
"Tidak ada tapi tapian. Aku harap kamu ikut bersama kami." Ujar aksa dengan tampang memelas. "Baiklah aku ikut. Berapa hari disana?"
"Hanya dua hari satu malam."
"Lalu bagaimana dengan ibu panti?"
"Itu akan kuurus, kamu tenang saja."
Aksa yang sangat suka memandangi wajah laura tidak tau siapa yang menggerakkan kakinya perlahan namun pasti. Aksa sudah mendekatkan wajah dihadapan laura, sedangkan laura hanya diam mematung dengan suara detak jantung yang sudah gila akan ketampanan aksa. Laura sudah meram, dan hidung mereka berdua sudah saling menempel... Kemudian..
Ting tong! Suara bel menggagalkan rencana mereka. Jika saja tidak ada bel.. Sudah pasti mereka di mabukkan dengan mata. Aksa kesal namun herannya ia senang, bahwa laura tidak menolaknya. Ada setan apa yang sedang bersamanya saat ini? Ia pun langsung menghampiri pintu dan terbukalah..
👑👑👑
---Bersambung---
Jangan lupa like ceritaku dan mampirlah keceritaku yang lain.
Terima kasih..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 37 Episodes
Comments