Dating

Setelah acara festival di dua minggu lalu. Ia sempat memperkenalkan heru dengan nana. Dan nana memperkenalkan dirinya kepada heru dan dibalas oleh senyum manisnya. Laura yang tau tatapan nana ke heru adalah tatapan dirinya terhadap aksa.

Ia langsung mengajak twins bermain disekitar taman dan tak sengaja bertemu dengan nana. "Hai laura, sedang apa kamu disini?" Tanya nana yang sudah berdiri dihadapannya.. Twins yang melihat nana langsung bersembunyi dibalik punggung laura. "Hei, apa mereka twins yang kamu ceritakan?" Diangguki oleh laura membuat nana berteriak gemas.

"Aaa benarkah? Imut sekali mereka.. Hai, perkenalkan namaku Nana, sahabat laura." Twins pun hanya menunduk malu dan mengintip nana dengan lirikan. "Aww, lucunya kalian.."

"Lalu sedang apa kamu disini na?" Tanya laura yang sedari tadi hanya tersenyum saja. "Ah, tadi tak sengaja aku habis dari teman smpku." Jawab nana dengan cengiran. Kemudian mereka pun langsung berjalan menuju pulang kerumah, tanpa disengaja mereka bertemu dengan heru dengan seorang gadis disampingnya.

"Oh laura dan nana, hai?" Sapa heru denngan senyum manisnya. "Hai heru.."

"Mereka siapa her?" Tanya gadis itu. "Oh? Ah mereka yang sempat ku ceritakan padamu."

"Ahh.. Hai salam kenal namaku abigail."

"Salam kenal, dia siapa mu her?" Tanya laura. "Dia pacarku mulai kemarin." Entengnya heru membuat nana yang sudah membayangi masa masa indah dengan heru sirna begitu saja.

"Kalau begitu aku duluan saja heru.. Dadah.." Pamit abi kepada heru. "Dadah sampai jumpa." Ceria heru.

Sedangkan laura merasa tidak enak.. Nana pun langsung mengepalkan tangannya menahan marah dan menangis. "Kamu kenapa na?" Tanya heru yang merasa nana berubah. "Kenapa? Kenapa kau bilang?!" Pekik nana kepadanya.. Heru pun terkejut akibat nana. "Nana sabar."

"Harusnya kamu sadar heru! Selama seminggu ini kita selalu bersama! Dan sekarang kamu jadian dengan gadis lain?!" Kesal nana, heru pun tak berkutik. "Kamu tidak peka sekali! Aku mencintaimu Heru! Sangat! Aku mencintaimu saat kita bertemu di festival. Dan dengan mudahnya kamu memperkenalkan pacar dihadapanku?!" Tanya nana dengan tangisannya yang sudah pecah sedari tadi. "Na, aku.."

"Aku mencintaimu Heru! Aku akan membuktikannya jika kamu tidak percaya!"

Cup!

Nana menarik baju heru dan langsung mencium bibir heru dengan kesal. Heru pun tercengang akan yang dilakukan oleh nana, begitupun tiga orang yang disamping mereka. Setelah itu nana pun langsung melepaskan ciuman itu dan menatap heru dengan kesal. Lalu menatap twins yang sedang menonton diam dengan mata binar.

"Kalian! Belajarlah dengan benar dan pekalah dengan lingkungan sekitar!" Nasehatnya kepada twins sempat sempatnya ia berdakwah kepada twins, lalu pergi begitu saja dihadapan heru dengan yang lain. "Heru.."

"Tunggu.. Tunggu sebentar." Ucap heru dengan tangan mengarahkan ke arah laura dengan tanda stop.

"Bagaimana ini? Aku harus bagaimana? Sepertinya aku harus pergi lebih dulu.. Dah laura." Laura hanya menatap kepergian heru, lalu pekikkan twins membuat dirinya menatap twins dibawahnya itu.

"Wahhh nana mencintai heru?"

"Dan mereka berciuman?? Apakah laura dan om aksa akan berciuman juga seperti heru dan nana?"

"Eh?"

Blush! "Sudah sudah lupakan.. Ayo kita pulang saja."

👑👑👑

Ting! Suara pesan dihape aksa berbunyi. Dan pesan tersebut dari heru.

'Nanti aku ingin kerumahmu.. Aku ingin curhat sedikit dan meminta saran.. Tolong aku.. Hiks'  Itulah isi pesan dari heru. Aksa pun hanya bisa menghela nafas.. Ada apa lagi ini? Aksa yang sudah selesai mandi keluar dengan rambut setengah masih basah, karena mendengar suara bel.

Ting tong! Ia langsung membuka pintu dan tampillah heru dengan wajah murung. Dia menatap aksa dengan ragu..

"Apa ada laura?"

"Dia sudah pulang." Heru yang ragu, ia plin plan karena bingung ingin masuk atau tidak. Aksa yang melihat itu jengah dan langsung menarik baju heru untuk masuk kerumahnya.

"Masuklah jika ingin curhat." Kesal aksa. "Tapi kumohon jangan bicara kesiapapun.."

"Iya.."

"Jangan bicara ke sahabat playboy mu itu."

"Hm."

"Jadi.. Duh ku maluuu.." Ucapnya dengan menutup wajahnya yang memerah mengingat kejadian itu. "Buruan." Omel aksa. "Iya iya, bagaimana rasanya jatuh cinta?" Tanya heru kepada aksa. "Mengapa kau menanyai itu?" Bingung aksa.

"Sudah jawab saja. Kau kan pernah jatuh cinta jadi ayo jelaskan." Aksa langsung memikirkan seseorang sebelum menceritakan perasaan tentang jatuh cinta. "Pertama saat menatap matanya, jantungmu berdebar.. Kau selalu memikirkannya.. Nyaman padanya.. Ingin selalu didekatnya, dan yang satu lagi kau ingin memilikinya."

"Itu yang pernah kurasakan, ah satu lagi.. Jika ia sedang bersama pria kau cemburu hatimu panas dan selalu khawatir akan hal itu." Jelas aksa yang membuat heru semakin frustasi..

"Bagaimana ini?? Aku sudah membuat dua gadis menjadi milikku.. Aku bahkan belum pernah pacarann."

"Pilihlah, karena hatimu hanya bisa dimiliki satu orang." Jawab aksa. "Em.. Om, aku ingin pipis.." Ujar zelo yang sudah dibelakang mereka. Saat mata zelo sudah terbuka, ia melihat heru.. "Oh? Heru tadi dicium oleh nana, om." Adunya membuat heru memerah dan aksa hanya tersenyum usil. "Jadi?? Karena itu..."

"Arghh! Zeloo! Kau membuatku malu. Kalau begitu aku pulang, terima kasih sa." Kabur heru saat sudah sangat malu. "Ayo om." Ajak zelo yang sudah kebelet.

"Oh iya ayo." Aksa pun bangkit langsung mengangkat zelo kearah kamar mandi Zelo telah selesai ia melanjuti tidurnya yang tadi sempat terganggu. Begitu pun dengan aksa yang matanya sudah sangat berat langsung terlelap.

👑👑👑

Laura disini sedang belajar didalam kamarnya sendiri, tak lama ponselnya berbunyi tertera nana disana. Ia langsung mengangkatnya.. "Halo?"

"Lauraa... Kita ketemuan dikafe biasa yuk, ada yang ingin ku ceritakan." Ujar nana yang terdengar lesu "Oke, sampai ketemu disana." Tut

Laura langsung menggantikan bajunya dengan kasual..

Ia lalu mengambil tas selempang dan segera berangkat. Sesampainya ia melihat nana yang sedang murung menatap luar jendela. "Hei. Ada apa?"

"Oh sudah datang.. Tidak memesan dulu?"

"Tidak. Jadi?"

"Aku harus bagaimana laura? Aku terlalu malu untuk bertemu denfan heru.."

"Jika kamu merasa malu, kamu tidak akan pernah bisa menyelesaikannya."

"Iya, tapi apa harus aku yang duluan memulai chat? Aku terlalu gengsi untuk itu."

"Tunggu saja sebentar lagi, mungkin saja heru akan menghubungimu." Ujar laura bersamaan dengan masuk pesan dihp nana. Nana langsung membuka dan membulatkan mata kemudian ia memberi tahu kepada laura. Laura hanya mengangguk dan tersenyum kepadanya. "Pergilah, temui dirinya."

"Oke aku tinggal dulu, terima kasih laura dadah." Pamit nana yang langsung pergi meninggalkan laura saat mendapatkan pesan heru. Laura yang melihat itu hanya bergumam sambil menatap punggung nana yang semakin kecil dimatanya. "Semoga kamu bahagia na.."

👑👑👑

Nana melihat heru dengan baju biasanya kaos putih dengan celana selutut berwarna biru. "Heru.."

"Oh hai?"

Saat ini heru dan nana bertemu di taman dekat kafe, dan suasananya sangat canggung. Nana yang sedari memperhatikan heru mengernyit melihat pipi heru memerah. "Pipimu kenapa?" Nana memegang pipi heru dengan lembut, heru yang diperlakukan seperti itu langsung salah tingkah. "Em, ini ditampar."

"Kok bisa?" Kaget nana. Heru yang melihat wajah nana langsung menggenggam kedua tangan nana didepannya. Sembari dielus pelan. "Karena aku memutuskannya sehari setelah jadian. Dia tidak suka dan sangat kecewa kepadaku, karena aku tidak mencintainya... Hanya sekedar kagum yang kurasakan kepadanya, maka dari itu..

...Maukah kamu menjadi kekasihku? Aku mencintaimu nana, setelah kupikir aku selalu ingin bersamamu, aku selalu nyaman denganmu.. Dan itu menyadarkanku bahwa aku ingin kamu menjadi milikku.." Mendengar penjelasan heru, nana langsung menangis membuat heru panik. "Hei, kenapa menangis? Apa perkataanku salah?" Khawatir heru dengan mengusap air mata nana.

Nana hanya menarik heru dan memeluk heru dengan erat. Ia tenggelamkan kepalanya kearah dada heru yang bisa ia dengar detak jantung yang sama dengannya. "Aku bahagia, aku sangat bahagia.. Ntah kenapa aku lega mendengar pernyataanmu bahwa kamu mencintaiku juga.. Kukira aku akan tepuk sebelah tangan.."

"Terima kasih sudah mencintaiku nana.. Jangan menangis, bagaimana kalau kita bermain kudunia fantasi?"

"Disneyland?"

"Ya semacam itu.. Mau tidak?"

"Mauu, ayo kita kesana.."

👑👑👑

Ting!

'Aku sudah memilih dan menerima apa yang ku cinta, dan sekarang aku sudah menjadi kekasihnya.. Terima kasih atas sarannya.' Pesan heru untuk aksa membaca itu langsung bernafas lega dan ia tersenyum senang. "Akhirnya terjadi juga.. Semoga bahagia dirimu, her."

Dibersamaan waktu.. Suara pesan masuk kedalam ponsel gadis itu dan gadis itu teraenyum senang. 'Aku Sudah jadian dengan heru! Aku bahagia laura.. Terima kasih sudah memsupport kami.'

"Senang jika kamu bahagia nana." Laura yang sedari tadi masih di kafe langsung bangkit dan pergi menuju suatu tempat yang hanya dirinya yang tau.

👑

---Bersambung---

Jangan lupa like ceritaku dan mampir kecerita yang lain.

Terima kasih.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!