Strange

Arka sudah berbicara dengan zelo agar menerima laura sebagai tantenya dengan cara jujur akan perasaannya.

Namun yang dirasakan zelo hanya perasaan dirinya kepada sosok ibu. Ia merasa kehangatan saat dekat dengan laura.

Hari ini laura dengan aksa sednag menngurus beberapa keperluan untuk pernikahannya..

Dari WO, gaun dan jaz pernikahan, cincin, undangan, sovenir, sepatu pernikahan, bunga pernikahan segalanya kebutuhan pernikahan..

Saat ini mereka sudah kelar semuanya tinggal gaun pernikahan dengan jaz.. Laura aksa ditemani dengan mertua kakanya dengan arka juga. Sedangkan twins sedang sekolah.

"Laura, kamu coba yang ini.. Sepertinya cocok dengan tubuhmu.." Ujar ibu

"Yang ini bagus wahh.. Kamu cantik sayang, buat yang pertama kamu pakai yang ini aja sayang.."

"Iya bu, aku juga mikir gitu."

Dan gambar yang kedua pun untuk pergantian gaun.

"Nah sekarang kita udah kelar, ketempat prianya yuk.." Ajak ibu kepada laura yang diangguki olehnya

👑👑👑

Sesampai diruangan pria, laura langsung dipersilahkan duduk oleh bapak. Sedangkan arka masih didalam bersama aksa mengukur jaz untuk akad. Arka pun keluar dari ruangan ganti lalu melihat laura dengan sang ibu mertua.

"Kalian sudah kelar?"

"Udah. Kalau belum kelar siapa dong yang disini?" Jawab ibu di senyumi laura

"Ngga, biasanya wanitakan lama.. Kenapa sekarang pria yang jadi lama."

"Aksa didalem ngapain? Lama banget kayaknya." Ujar bapak yang sedari tadi diam

"Masih coba coba jaz yang kurang cocok sama kemejanya." Diangguki oleh semuanya. Setelah itu aksa keluar dengan berbinar mata, saat menatap laura yang sudah menunggunya.

"Eh kamu udah kelar?"

"Dari tadi, lama banget didalem ngapain aja?" Tanya arka membuat aksa menatapnya.

"Nyoba yang cocok. Udah yuk." Ajak aksa kepada laura dan meninggalkan semua orang yang berada diruangan.

"Yeh yang lagi kasmaran sejenak melupakan semua orang." Cibir arka yang ditertawai oleh orang tuanya.

👑👑👑

Aksa saat ini sudah berada didalam kantor yang sedang menyebar undangan untuk teman temannya dan semua atasannya. Ia juga sudah mendapat gedung yang ada outdornya.. Karena laura sangat ingin pernikahannya bertema taman.

Dengan kesungguhannya aksa menyarikan sebuah gedung dengan halaman yang luas ditemani dengan tumbuhan bunga yang cantik. Mungkin laura nanti akan sangat menyukainya.

Saat ia sedang membagi bagikan undangan selalu didoakan oleh semuanya semoga acaranya berjalan lancar. Setiba dimejanya kedua temannya sudah berada disamping mejanya.

"Wahh calon pengantin. Bahagia sekali."

"Apa sih kalian. Nih datang ya, khusus kalian bawa pasangan."

"Eleh apa apaan ini? Kita saja yang harus bawa pasangan? Gak usah ya sa.. Kita mana punya." Aksa hanya melengos pergi begitu saja meninggalkan kedua temannya.

👑👑👑

Laura saat ini sedang berada dikafe, ia sudah berjanji akan bertemu dengan nana. Saat ia sedang mengedarkan pandangan keluar ia tak sengaja melihat sosok bayangan yang ia rindukan selama ini. Ia bangun dari duduk dan meninggalkan semua barangnya Nana yang sudah sampai didalam kafe bersama heru langsung memanggilnya.

"Laura! Kamu mau kemana?" Tanya nana namun tak ditanggapi nana pun langsung duduk ditempat laura tadi. Sedangkan laura masih mengejar sosok itu dengan cepat namun terhenti karena lampu merah penyebrangan.

"Hahhh hahh.. Pasti itu dia.. Tidak mungkin mataku salah." Gumamnya lalu ia berbalik kekafe tadi.

Sesampai dimejanya laura langsung duduk dengan nafas terengah engah. "Kamu habis dari mana ra?"

"Ngga tau,.. Oh karena kalian udah sampai, aku ingin ngasih ini." Ujarnya sambil memberi satu undangan kepada mereka

"Wahh apa ini?" Tanya heru

"Undangan? Kamu akan nikah?" Ujar nana dengan senyum bahagia kearah sahabatnya

"Iya, datang ya.. Oh iya kalo ketemu teman SMA undang aja.."

"Akhirnyaa sahabatku ini akan melepas status lajangnya hihi.. Aku gak nyangka loh.. Cinta pertama kamu sekaligus akhir bakal berakhir jenjang serius."

"Kamu aja gak nyangka apalagi aku yang rasain. Bener bener aksa tipe pria yang setia dan apa adanya." Laura mengucapkan kalimat tersebut dengan senyuman manis.

"Wahh, aku bangga punya teman seperti aksa." Celetuk heru membuat nana menatapnya tak suka

"Lalu kapan kamu mau ngajak aku serius?" Tanya nana dengan menatap heru tajam.

Laura yang menatap mereka berdua hanya tertawa dan menggelengkan kepala, kepala cantiknya saat ini sedang memikirkan bayangan orang yang ia rindukan selama ini.

"Ra.. Laura.. Hei.. Kok bengong sih?" Tanya nana saat melihat laura melamun ntah kemana

"Eh? Maaf, lagi mikir sesuatu."

"7 hari lagi nikahnya jangan terlalu dipikirin. Dibawa tenang aja."

"Iya, makasih udah diingetin.. Oh iya aku harus pulang dulu nyiapin makanan buat aksa."

"Ciee.. Udah latihan jadi istri yang baik nih.."

"Apa sih.. Udah ya dadah.."

"Dadah.. Semoga lancar ra."

👑👑👑

Dilain tempat seorang berdiri diatap gedung dengan rokok ditangannya. Tangan kanannya ia acakkan rambut yang terterbang angin malam. Ia melihat seorang yang selama ini rindukan selama 12 tahun ini. Entah kenapa ia sangat ingin menemui orang itu. Namun ia takut membuat orang itu terkejut, dengan dirinya yang masih selalu dibumi ini.

'Apa yang harus aku lakukan sekarang?'

'Apa aku harus menemuinya?'

'Tapi jika ia terkejut dan tidak ingin menemuiku bagaimana? Aku tidak ingin membuatnya kecewa akan hal itu.'

Pikiran dan batin orang itu berperang. Ia merasa sangat frustasi, sudah 12 tahun ia mencari keberadaan dia. Namun apa yang ia dapat? Tidak ada sama sekali. "Ayah.." Orang itu yang merasa terpanggil langsung berbalik menatap sang anak. "Hei nak, ada apa?"

"Apa yang sedang ayah pikirkan?"

"..."

"Apa ayah saat ini sedang memikirkan bunda dan adik?" Sedangkan yang ditanya hanya menatapnya dengan kosong. Selama ini.. Ia ingin bahagia tidak ingin bersedih namun naasnya ia mengalami kecelakaan. "Ayah.. Ayah kan sudah tau keberadaan mereka, lalu apa yang ayah tunggu lagi?"

"Kamu belum mengetahui bagaimana rasanya ditinggalkan beberapa tahun oleh orang yang kita sayangi dan mereka meninggalkan kita karena kecewa."

"Tapikan ayah sudah menyesal. Dan itu semua hanya...." Ucapan anak itu tergantung karena ia mengingat apa yang terjadi dimasa lalunya. "Yaa.. Itu memang kesalahan ayah, kenapa ayah melakukan itu saat BUNDA MENGANDUNG! KENAPA AYAH?!" Anak itu marah, sekaligus menangis. Begitupun dengan sang ayah. Ayahnya menunduk dan membuang rokoknya yang sedari tadi berada ditangannya. "Maafkan ayah.. Maaf... Aku menyesal Lara..."

"Ayah.. Kita harus bertemu dengannya.. Sebelum kita terlambat." Ujar sang anak menatap sang ayah dengan mata berkaca kaca. Dijawab oleh anggukkan. "Ayo kita bertemu dengannya."

Aksa saat ini sedang bermesraan dengan gadisnya dengan merangkul bahu gadis itu seakan menghangatkan gadisnya. "Kamu kenapa? Sedari tadi aku lihat kamu melamun terus." Tanya aksa namun ia tidak mendengar jawaban dengan iseng ia langsung.

Cup

Kecupan dibibir laura membuat ia sadar akan hal. Lalu menatap aksa yang sedang menatapnya dari tadi. "Kamu kenapa hm? Cerita dong."

"Ini mungkin sangat aneh. Namun aku melihat sosok ayah tadi."

"Ayah? Siapa maksudmu?"

"Ayah aku. Yang dikata ibu, ayahku sudahh meninggal namun aku melihat wajah itu tadi."

"Dimana kamu melihatnya."

"Didekat kafe tadi aku ada janjian dengan nana."

"Memang wajah ayahmu seperti apa? Aku kan belum pernah melihatnya."

"Bentar aku ambil dulu boxnya." Laura pun langsung bangkit dan berjalan kearah kamarnya, ia langsung mengambil satu box yang berada didalam lemari bawah bajunya. Dan ia langsung keluar dan menunjuk ke aksa dengan semua masa lalu tentang ibunya. "Nih.. Kemarin aku dapet fotonya disini, tunggu aku cari dulu." Ujar laura yang saat ini sudah terduduk di lantai.

Aksa pun mengikuti gadisnya duduk dilantai dengan kaki silang. Dan menatap gadisnya yang masih fokus dengan box itu. Tak lama kepala gadis itu terangkat dan menampilkan senyuman manis. Dengan tangan kiri yang memegang selembar foto. "Ah ini dia."

Laura pun langsung memberi foto tersebut kehadapan aksa. Aksa langsung mengambil foto itu dan betapa terkejutnya. "Ini.. Ini ayah kamu?" Dijawab anggukan oleh laura seketika aksa langsung mengerti saat ia tak sengaja menguping pembicaraan seseorang. "Ini foto yang aku dapet dari diary ibu. Aku tau kalo ayah kecelakaan waktu naik taksi dan tewas ditempat. Hanya itu yang kupunya dari ibu, mungkin." Jelasnya.

"Kamu tau namanya siapa?"

"Em, ada dibuku diary ibu kayaknya." Laura pun langsung mencari buku itu didalam box dan saat dapat laura langsung mencari selembar yang ia ingat. "Ah namanya.... Alexi Jorce." Setelah mendengar ucapan laura aksa langsung menatap gadisnya dengan tatapan tak percaya. Bagaimana bisa? Dunia memang sangat kecil sekali.

👑👑👑

---Bersambung---

Jangan lupa like ceritaku dan mampir kecerita yang lain.

Terima kasih.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!